BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Headlines

Slider Right

randomposts6

HEADLINES

Headlines/block-1

INDONESIA

Indonesian/block-2

MIDDLE EAST

Middle%20East/block-2

INTERNASIONAL

International/block-3

ARABIC VERSION

Arabic/block-6

ENGLISH VERSION

English/block-6

SYUBHAT

Syubhaat/block-1

Islamic QA

Islamic%20QA/block-1

OPINION

Opinion

Latest Articles

Tuesday, September 25, 2018

Wali Kota Pariaman Sumatera Barat Sambut Baik Kirab Satu Negeri Sebagai Tugas Mulia

Muslimedianews.com ~ Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman mendukung penuh pelaksanaan Kirab Satu Negeri (KSN) yang digelar PP GP Ansor. Kirab ini mengusung misi mulia yakni membela agama, bangsa, dan negeri.

“KSN ternyata bela agama, bela bangsa, bela negeri. Itu kan tugas mulia sehingga tidak ada alasan menolaknya. Mungkin saja paham yang tidak Pancasilais yang menentang upaya mempertahankan Pancasila, NKRI dan Kebinnekaan bangsa Indonesia,” kata Mukhlis Senin (24/9/2018).

Menurut Mukhlis, kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran pejuang-pejuang bangsa, kaum muslim, kalangan pesantren. Wajar kalau Ansor dan santri merasa sangat berkepentingan dengan keutuhan NKRI. 

“Kita tidak cukup hanya mengkonter isu-isu negatif yang dilontarkan pihak tertentu. Silakan saja Ansor melakukan kegiatan. Lawan dengan kegiatan positif yang selalu menjunjung nilai-nilai kebaikan. Tidak perlu keterlaluan di media sosial. Tunjukkan eksistensi Ansor tidak seperti yang menolak KSN. Silakan Ansor menunjukkan eksistensinya di Padang Pariaman dan Kota Pariaman,” ungkap Mukhlis. 

Lagi pula, lanjut Mukhlis, yang menolak itu hanya organisasi tertentu saja. Sedangkan pemerintah hingga kini tak satupun yang mengeluarkan larangan terhadap KSN. 

“Mungkin karena tahun politik, fakta di lapangan bisa dibalikkan. Makanya harus hati-hati dalam bersikap. Saksikan dan pelajari terlebih dahulu, tidak main larang begitu saja,” tandasnya.

Usai memberikan sambutan, Mukhlis Rahman menerima Bendera Merah Putih dari tim Kirab Satu Negeri untuk selanjutnya diserahkan kepada Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana. Bendera Merah Putih tersebut selanjutnya ikut dibawa dalam ziarah ke makam ulama Syekh Katik Sangko di Pulau Angso Duo.

Sebelumnya, Zeki Aliwardana menyampaikan alasan Ansor mengadakan Kirab Satu Negeri ini. Pertama, adanya ancaman dari sekelompok kecil orang yang ingin mengubah atau merusak konsensus kebangsaan. Kedua, adanya ancaman dari pihak-pihak yang menggunakan agama sebagai alat politik dan menjadikan agama sebagai sumber konflik. Ketiga, mayoritas rakyat lebih memilih diam melihat masalah tersebut. 

“Karena itu, Ansor ingin Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 tetap kokoh menjadi pengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Kita juga ingin agama menjadi rahmah, sumber kasih sayang dan perdamaian, sebagaimana telah dipraktikkan berabad-abad oleh nenek moyang kita,” ungkapnya. 

Kirab Satu Negeri persembahan PP GP Ansor ini dimulai sejak 16 September lalu. TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) turut menjadi media partner kirab ini. (*)

via TimesIndonesia

Klarifikasi Seputar Foto KH. Said Aqil Siraj dan Ali Assegaf

Muslimedianews.com ~ Foto ini disebarkan diduga dalam rangka upaya mendiskreditkan pimpinan Nahdlatul Ulama KH. Said Aqil Siraj, minimal hendak mengulang kembali tuduhan Syi’ah yang pernah dialamatkan kepada Kiai Said pada tahun-tahun silam.
Siapa sebenarnya disamping KH. Said Aqil Siraj, bagaimana kejadiannya ?

a. Disamping KH. Said Aqil Siraj adalah Ali Assegaf, bagian dari Habaib, tapi dia tokoh Syiah Indonesia.

b. Bukunya itu bermasalah karena ada bermuatan ajaran Syiah.

c. MUI Jember sdh mengeluarkan statement bahwa buku itu Syiah. Tp Ali Assegaf membantahnya. Sehingga bagi kita, untuk menilai secara objektif, selayaknya punya bukunya dan baca.

d. Kejadian pengambilan foto itu sangat singkat. Kyai Said tidak tahu apa isi buku. Doorstop salaman minta foto, sangat singkat kurang dari 5 menit. Begitu klarifikasi dari Ketua PBNU bidang hukum.

e. Orang yang mengambil foto diatas mengatakan sebagai berikut : “Habib itu setengah memaksa saya yg motoin … di PBNU Lt 8 saat itu”.

f. Lalu apa motif disebarkannya foto-foto demikian? Besar kemungkinan untuk kembali mengangkat isu-isu SARA seperti Syi’ah, China dll untuk menyasar pihak tertentu. Yang banyak disasar adalah Pemerintah, dan ternyata juga kalangan NU. Foto-foto diatas kan arahnya kesini. Polanya sama, ujung-ujungnya NU mau dituduh sarang Syi’ah, minimal tokoh-tokoh NU yang mau dikesankan seperti itu. Apalagi jelang Pilres 2019.

g. Ada pelajaran bagi kita, secara umum, kita sebagai warga NU menghormati dzurriyyah Nabi karena nasab mereka. Hormat ini sudah semacam harga mati karena nasab tersebut. Tetapi faktanya tidak semua mereka itu Ahlussunnah wal Jama’ah.





Pemfitnah Disosial Media
Dibawah ini adalah contoh begitu masifnya serang terhadap ulama NU yang disebarkan di berbagai media-media sosial, salah satunya di WA.



via Aswaja bp