Kirim tulisan ke Media Islam MMN (Muslimedia News)
melalui email muslimedianews@gmail.com
atau inbox di fanpage MMN.
MuslimediaNews.com Media Sehat Rujukan Umat
Top News :

    Hukum Menggunakan Kacamata Saat Ihram

    Muslimedianews.com ~ Diantara hal yang dilarang dalam Ihram bagi wanita adalah menutup wajah dan memakai kaos tangan. Jika keduanya dilanggar dengan disengaja tanpa ada alasan kuwat, maka menyebabkan wajibnya membayar fidyah. Akan tetapi jika menutup muka karena khawatir timbulnya fitnah maka tidak mengapa. Seperti ketika berjumpa atau berkomunikasi dengan lelaki bukan muhrimnya dengan dekak.

    Jika masih bisa dihindarkan henda hendaknya perempuan yang sedang ihram menghindarkan wajahnya dengan cara melindungi diri dari tatapan langsung, baik dengan kerudung maupun dengan satir sejenisnya. Dan kemudain membuknya kembali.

    Lantas bagaimanakah dengan kaca mata? Apakah kaca mata digolongkan sebagai penutup muka? Atau sekedar penutup mata? Karena di zaman sekarang ini lazim sekali para wanita mengenakan kaca mata di saat ihram tanpa ada kekhawatiran menimbulkan fitnah. Kebanyakan mereka menggunakan kaca mata karena menghindar dai terik mentari.

    Mengenai wanita menggunakan kaca mata saat ihram para ulama berbeda pendapat. Tetapi mayoritas membolehkannya. Karena menganggap kaca mata hanya sebagai penutup mata, bukan penutup muka. Disamping itu masih ada perselisihan antar ulama apakah muka dan telapak tangan adalah aurat bagi wanita ketika ihram. Namun demikiat mayoritas melarang wanita ihram menutup muka kecuali dikhawatirkan dengan membuka muka terjadi fitnah. Bahkan karena karakter fitnah yang semakin tidak menentu, maka dibolehkanlah wanita menggunakan kaca mata. Demikian keterangan dalam syarh al-yaquut al-nafis yang teksnya sebagai berikut:

    ويحرم على المرأة ستر الوجه ويجوز لبس المخيط ومن هنا نشأ الخلاف بين العلماء فى حكم وجه المرأة وكفيها هل هما عورة –الى ان قال- قالوا يجب عليه الستر اذا خشيت الفتنة أما اذا امنت الفتنة فلاتستره ومما لاشك فيه أن الفتنة فى هذا الزمان غير مأمونة ويجوز لها لبس النظارة

    (ulil H)

    Sumber www.nu.or.id

    LP Ma'arif Desak Kemenag Periksa Semua Buku Agama

    Jakarta, Muslimedianews.com ~ Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama menilai, beredarnya buku ajar Sejarah Kebudayaan Islam MTs Kelas VII terbitan Kementerian Agama RI yang memancing sentimen SARA adalah akibat dari sistem pengawasan dan penulisan yang tidak serius.

    Karena itu, lembaga yang menangani pengajaran formal di lingkungan NU ini mendesak Kemenag memeriksa ulang tak hanya pada temuan kasus yang dilaporkan melainkan juga pada buku-buku keagamaan lain.

    “LP Ma'arif NU juga menemukan beberapa hal yang janggal yang mencerminkan keteledoran penulisan dan lemahnya pengawasan terhadapnya di beberapa mata pelajaran lain, terutama fiqih,” kata Ketua PP LP Ma’arif HZ Arifin Junaidi dalam rilis yang diterima NU Online, Sabtu (20/9/2014).

    Menurut LP Ma’arif NU, peninjauan ulang secara menyeluruh oleh Kemenag ini penting dilakukan untuk menghindari munculnya kasus serupa. Sebelumnya, LP Ma’arif NU menyerukan pemerintah memeriksa buku kegamaan, termasuk non-Islam, sebab dinilai dapat memicu penanaman sikap intoleransi, terutama terhadap umat Hindu dan Buddha.

    Dalam terbitan perdana, buku pendoman guru tersebut secara eksplisit mengategorikan kuburan wali sebagai berhala, di samping penghakiman secara sepihak bahwa penganut umat Hindu dan Buddha sebagai penyembah berhala.

    “Hal-hal semacam itu seharusnya tidak perlu terjadi di tengah-tengah gencarnya upaya kita untuk membendung paham-paham keagamaan garis keras, intoleran, dan tidak mencerminkan semangat rahmatan lil alamin," kata Arifin. (Mahbib Khoiron)

    Sumber www.nu.or.id

    Persatuan Guru NU Desak Kemenag Evaluasi Tim Penyusun Buku

    Sumenep, Muslimedianews.com ~ Kasus buku guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) untuk kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang menyebutkan salah satu item pada panduan jawaban “ berhala sekarang adalah makam para wali” benar-benar mengusik kalangan pendidik terutama organisasi profesi, Pergunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) Sumenep, Madura Jawa Timur.

    Pergunu Sumenep menilai munculnya kasus ini nyata telah menyinggung dan mendeskreditkan umat Islam Indonesia yang kebanyakan gemar ziarah pada makam para wali. “Kita semua mahfum bahwa masyarakat muslim Indonesia itu gemar ziarah kubur, termasuk pada makam yang dianggap wali, tapi ternyata tradisi luhur ini malah dinodai oleh tim penyusun buku kurikulum 2013 kemenag,” tandas Imam Suhairi Kketua II Pergunu Cabang Sumenep, Madura (20/9/2014)

    Untuk itu pihaknya meminta kepada Menteri Agama RI selain menarik peredaran buku yang telah terlanjur terdistribusi ke MTs seluruh Indonesia, pihaknya juga mendesak kepada menteri agama RI untuk mengevaluasi keberadaan tim penyusun buku kemenag karena selama ini sering kebobolan.

    “Kami minta kementerian agama RI menarik seluruh buku yang telah beredar dan melakukan revisi, sekaligus mengevaluasi keberadaan tim penyusun buku kemenag, karena dulu juga pernah ada tulisan soal ujian Madrasah Aliyah (MA) di beberapa daerah yang mendeskreditkan mantan Presiden RI, Gus Dur,” tegas Mantan sekum PMII Sumenep ini.

    Untuk mengantisipasi kejadian serupa ke depan, Pergunu sebagai organisasi profesi di kalangan nahdiyyin akan terus merapatkan barisan dengan memperkuat tatanan nilai-nilai keislaman ala ahlussunnah wal jamaah khususnya di kalangan guru-guru NU. “Kita akan melakukan penguatan internal khususnya kepada para guru yang berhaluan ahlussunnah wal jamaah agar mereka lebih kuat dalam memahami nilai-nilai keaswajaan, sehingga dapat diaplikasikan di tempat mereka mengajar,” lanjut Imam.

    Selain itu, pihaknya meminta kepada para guru, khususnya guru-guru madrasah yang merupakan basis guru-guru NU untuk lebih waspada menerima bahan ajar dari siapapun, baik penerbit umum maupun dari pemerintah karena bisa saja disusupi faham-faham yang bertentangan dengan kehidupan keberagamaan yang telah lestari di Indonesia. ”Yang jelas kami minta kepada teman-teman guru, khususnya guru-guru yang berhaluan aswaja di madrasah atau sekolah-sekolah untuk lebih waspada terhadap bahan ajar apapun dan darimanapun, karena era keterbukaan seperti sekarang ini sangat mungkin untuk disusupi ajaran menyimpang, kalau hal itu terjadi, para guru untuk tidak segan-segan melaporkan pada Pergunu Sumenep, dan akan ditindaklanjuti,” tegasnya. (Imam Suhairi)

    Sumber Pergunu.org

    Menag : Toleransi Perlu Proaktif untuk Pahami Perbedaan

    Jakarta, Muslimedianews.com ~ Sebagai bangsa yang majemuk dengan beragam agama, perlu ada titik temu atau toleransi umat beragama.  Sikap toleransi perlu proaktif untuk memahami perbedaan satu sama lain.

    “Kita perlu proaktif memahami orang lain yang berbeda,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin pada seminar “Peta Masalah Pelayanan Negara terhadap Kehidupan Beragama”, Jakarta, Sabtu (20/09/2014).

    Seminar ini diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua majelis-majelis agama, pimpinan ormas keagamaan, pemimpin agama selain enam agama besar, akademisi, penggiat kerukunan umat beragama, dan aktivis lembaga swadaya masyarakat.

    Menurut Menag, jiwa besar dari semua pihak diperlukan untuk menciptakan toleransi. “Kalau kita bisa berjiwa besar, mengerti orang lain yang berbeda dibanding menuntut orang lain mengerti kita ini sudah modal besar,” ujarnya.

    Dari seminar ini, kata Menag, banyak hal yang kita peroleh. “Ternyata masih banyak masalah yang belum teridentifikasi, perlu kita cari rumusan,” ujar Menag.

    Di antaranya, lanjut Menag, menjawab pertanyaan apakah negara punya otoritas dalam memberi pengakuan, apakah negara punya kewenangan menentukan agama atau bukan agama? “Kalau negara tidak punya otoritas menentukan agama atau tidak, lalu siapa yang bisa menentukan,” ucap

    Menag seraya menambahkan, bahwa  negara jika ingin melindungi umat beragama perlu ada legalitas menentukan mana agama atau tidak.

    Staf Ahli Menag yang juga pgs Kabalitbang dan Diklat Machasin mengatakan, penyusunan peta masalah merupakan inisiatif Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Seminar ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Kamis, 18 September lalu.

    Machasin mengatakan peta masalah itu disusun untuk dijadikan pegangan bagi pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla.”Ini penting agar pemerintahan mendatang bisa segera menyelesaikan problem kerukunan dengan cepat,” terangnya.

    Dalam seminar ini terdapat beberapa usulan atar lain meningkatkan status hukum Peraturan Bersama Menteri Nomor 9 dan 8 tahun 2006 menjadi Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden. (ks/mkd/mkd)


    Sumber Kemenag

    Dolly akan Bershalawat

    Muslimedianews.com ~  Dolly yang semula merupakan tempat prostitusi terbesar se-Asia, kini sudah berubah menjadi tempat yang bernuansa Dakwah.

    Rencananya pada bulan Oktober 2014 akan digelar kegiatan "DOLLY BERSHALAWAT UNTUK KANJENG NABI MUHAMMAD SAW".

    DoLLY Bershalawat akan dihadiri oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dan Habib Taufiq Assegaf.

    Nantikan info berikutnya.



    Iman kepada Qadha dan Qadar

    Muslimedianews.com ~ Menurut bahasa qadha memiliki beberapa arti yaitu hukum, ketetapan, perintah, dan kehendak dan qadar berarti kepastian, kuasa, nasib dan ukuran. Sedangkan menurut istilah, golongan ulama dari kalangan mazhab al-Asy’ari memaknai qadha dengan iradah Allah SWT pada azali tentang segala sesuatu dengan segala keadaan-keadaannya. Sedangkan qadar adalah  penciptaan sesuatu oleh Allah sesuai dengan ukuran dan keadaan tertentu yang menjadi iradah Allah SWT. Dengan demikian qadha merupakan sifat zat dan sifat qadim, sedangkan qadar merupakan sifat perbuatan dan sifat baharu di sisi ulama dari kalangan mazhab al-Asy’ari.

    Sedangkan menurut ulama dari kalangan mazhab al-Maturidi, qadha adalah penciptaan sesuatu oleh Allah dengan pasti dan qadar adalah penentuan segala makhluq oleh Allah pada azali dengan ketentuan-ketentuan yang ada pada makhluq berupa baik dan buruk, manfaat dan mudharat dan lainnya. Dengan demikian qadha merupakan sifat perbuatan dan sifat baharu, sedangkan qadar merupakan sifat zat dan qadim, sebalik dari pendapat ulama dari kalangan mazhab al-Asy’ari.[1]

    B. Pengertian Iman Kepada Qadha dan Qadar
    Beriman kepada qada dan qadar adalah menyakini dengan sepenuh hati adanya ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua mahluk hidup. Semua itu menjadi bukti kebesaran dan kekuasan Allah SWT. Jadi, segala sesuatu yang terjadi di alam fana ini telah ditetapkan oleh Allah SWT pada azali.

    C. Dalil – Dalil Tentang Beriman Kepada Qadha dan Qadar

    a. Q.S. al-Ra’d  : 11, berbunyi :

    وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
    "Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain-Nya. ( Q.S Al-Ra’d  : 11)

    b. Q.S. al-A’laa  : 3, berbunyi :

    وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى
    "Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk (Q.S. al-A’laa  : 3)

    c. Dalam hadits Nabi SAW dijelaskan pengertian imam, yaitu :

    الإيمان أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله و باليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره
    "Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, beriman dengan hari akhirat dan beriman dengan qadar baik dan buruk.(H.R. Muslim)[2]


    [1] Ibrahim al-Bajuri, Hasyiah ‘ala Jauharah al-Tauhid, Darussalam, Kairo, Hal. 188-189
    [2] Al-Manawi, Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, Juz. III, Hal. 184


    Sumber : http://kitab-kuneng.blogspot.com/

    Do'a Agar Sembuh Dari Sakit Keras

    Muslimedianews.com ~ Katsir bin Muhammad bin Katsir bin Rifa’ah bertaka: “Seorang laki-laki, yang sedang sakit karena perutnya membuncit, datang kepada al-Imam Abdul Malik bin Abjar, seorang ulama salaf yang juga seorang dokter. Lalu Abdul Malik bin Abjar memeriksa perut laki-laki tersebut. Hasilnya, Ibnu Abjar berkata kepada laki-laki itu: “Di perut Anda ada penyakit yang tidak akan sembuh.” Laki-laki itu bertanya: “Penyakit apa? “ Ia menjawab: “Penyakit kangker”. Mendengar jawaban tersebut, laki-laki itu berpaling lalu membaca doa:

    اَللهُ اَللهُ رَبِّيْ لاَ أُشْرِكَ بِهِ أَحَدًا، اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّيْ أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى رَبِّكَ وَرَبِّيْ أَنْ يَرْحَمَنِيْ مِمَّا بِيْ رَحْمَةً يُغْنِيْنِيْ بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاهُ .


    Laki-laki tersebut membacanya tiga kali. Kemudian ia meminta Ibnu Abjar memeriksa perutnya lagi. Setelah diperiksa, Ibnu Abjar berkata: “Anda sudah sembuh. Penyakitnya sudah hilang.”

    (Al-Imam al-Hafizh Ibnu Abi al-Dunya al-Qurasyi, Kitab Mujabi al-Da’wah, hal. 85, dan dikutip oleh Syaikh Ibnu Taimiyah dalam Qa’idah Jalilah fi al-Tawassul wa al-Wasilah, hal. 146).

    Oleh : Ust. Muhammad Idrus Ramli
     

    ARABIC

    FATAWA

    TAUSHIYAH

    KHUTBAH

    ISLAMIC ARTICLES

    TASHAWUF

    KHAZANAH

    TARIKH

    SIYASI

    MUSLIM YOUTH

    QUR'AN AND HADITS

    FIGURE / TOKOH

    INTERVIEW

    SYUBHAT & BANTAHAN

    ARTIKEL BEBAS

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News