Top News :
    Muslimedianews Fans
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    KH Muhammad Idrus Ramli Akhirnya Mencalonkan Diri Jadi Ketua Umum PBNU

    Jombang, Muslimedianews.com ~ Rais Syuriyah PCNU Kenceong, Jember, Jawa Timur KH Muhammad Idurs Ramli akhirnya menyatakan mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PBNU 2015-2020. Ia menyatakan hal itu pada konferensi pers, di Media Center, Senin (3/8/2015). 
    Ia mencalonkan diri setelah melakukan istikhoroh dan meminta petunjuk dan nasihat para kiai yang dekat dengannya untuk juga melakukan istikhoroh. “Ini dasar saya..,” kata Kiai Idrus.
    Pencalonana ini, lanjut dia, karena ia memiliki cita-cita ingin menjadikan NU sebagai poros Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) Indonesia dan dunia. NU yang berpijak dari Qonun Asasi KH Hasyim Asy’ari. 
    Apabila mendapat kepercayaan dari para muktamitin, ia akan menjadikan NU yang murni dakwah, pendidikan, dan sosial. “Saya kan menjadikan pendidikan dari pesantren sekolah-sekolah NU menjadi pemimpin,” katanya. (NU Online/ Jatimtimes)

    Inilah Fakta Sebenarnya yang Terjadi Saat Sidang Pleno I Muktamar NU

    Jombang, Muslimedianews.com ~ Sidang Pleno I Muktamar Ke-33 NU yang digelar pada Ahad (2/8/2015) malam pukul 20.00, berjalan cukup lancar. Sidang lanjutan yang dimulai sejak Ahad siang, diwarnai dinamika forum dan perbedaan pendapat yang sudah lazim menjadi pemandangan di dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

    Ketika malam semakin larut, sidang yang dipimpin oleh Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf kemudian diskors dan akan dilanjutkan pada Senin (3/8) pagi. Forum ini untuk sementara dicukupkan karena para muktamirin tampak letih sehingga kurang fokus terhadap jalannya sidang.

    Berdasarkan pantauan NU Online di arena sidang, penundaan jalannya forum ini lebih dikarenakan pertimbangan pemulihan stamina dan konsentrasi peserta muktamar.

    Fakta di lapangan ini amat jauh berbeda dengan pemberitaan di okezone.com, detik.com, merdeka.com, metrotvnews.com, liputan6.com, tribunnews.com, sindonews.com, dan sejumlah media lain.

    Media-media komersial itu cenderung mencari sensasi publik dengan menyebut “kericuhan”, “perkelahian”, “ketegangan”, “suasana yang memanas dan mencekam di arena sidang”, dan deskripsi suasana mencekam lainnya sebagai pemicu skorsing jalannya sidang yang sebenarnya tidak terjadi di lapangan.

    Yang terjadi di arena sidang sesungguhnya hanyalah perbedaan pendapat yang memiliki tradisi panjang di kalangan NU. Ikhtilaf (perbedaan pendapat) ini di kalangan NU dibentuk oleh tradisi fiqih yang sudah berumur lebih dari 1200 tahun.

    Tradisi ikhtilaf mengandung rahmat inilah yang luput dari pemberitaan media-media komersil nasional maupun media lokal itu. (NU Online)

    Ada Bekam Tanduk SAPI di Arena Muktamar NU

    Jombang, Muslimedianews.com ~ Para penyedia jasa bekam tanduk sapi memenuhi setiap sudut di arena Muktamar Ke-33 NU di Alun-alun Kota Jombang. Bekam tradisional yang digeluti oleh orang-orang asal Madura ini memanen usahanya, sebab cukup banyak pengunjung yang memanfaatkan jasa mereka.

    Mansyur, pria asli Madura berusia 35 tahun telah puluhan tahun menyediakan jasa bekam tanduk sapi dari arena ke arena. Keahlian membekam dengan memanfaatkan tanduk sapi ini ia warisi secara turun-temurun dari keluarganya.

    “Saya sudah 15 tahun menggeluti dan menyediakan jasa bekam tradisional ini. Awalnya kaku, tapi setelah belajar jadi terbiasa,” ujar Mansyur di sela kesibukannya membekam, Ahad (2/8/2015) malam di Alun-alun Jombang.

    Ditanya soal perbedaan manfaat dibanding bekam biasa, Mansyur menjelaskan, bahwa bekam tanduk sapi ini merupakan terapi bekam tradisional yang reaksi khasiatnya dapat langsung dinikmati oleh pengguna.

    Penuturan Mansyur diamini oleh pengguna jasa bekam bernama Sugiyanto. Pria berumur 33 tahun asal Riau ini menerangkan, bahwa setelah badannya dibekam oleh bekam tanduk sapi, manfaatnya bisa langsung dirasakan.

    “Badan saya serasa langsung enteng, enak sekali,” ucapnya.

    Bekam jenis ini, selain memanfaatkan tanduk sapi, juga menggunakan minyak tradisional yang dibuat dari akar-akaran. Sedangkan agar tanduk yang digunakan dapat menempel di kulit, mereka menggunakan api dengan memanfaatkan kapas yang dililitkan ke sebuah kawat kecil. Setelah api menyala, api dimasukkan ke lubang tanduk selama dua detik saja, kemudian dengan cepat langsung ditempelkan di kulit. 

    Sedangkan untuk dapat memperoleh khasiat dari bekam dari tanduk sapi ini, pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 50.000 saja. Selama perhelatan Muktamar NU, Mansyur setiap hari bisa melayani hingga 10 orang. (NU Online)
     

    HIKMAH

    ARABIC

    KHUTBAH

    TASHAWUF

    FIGURE / TOKOH

    SYUBHAT & BANTAHAN

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News