Top News :
    Muslimedianews Fans
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Ini Situs Bukan Aswaja Tapi Sering Keliru Dibagikan oleh Warga NU

    Muslimedianews.com ~ Sampai hari saat ini, dunia online masih didominasi oleh situs-situs Wahhabiyah. Meskipun situs-situs kalangan Aswaja terus bermunculan, tetapi situs Wahhabi juga ikut bertambah.

    Dari berbagai situs yang bukan Aswaja an-Nahdliyah, ada beberapa situs yang sering dikunjungi, bahkan dibagikan oleh orang-orang (warga) NU di jejaring sosial sehingga meningkatkan popularitas situs tersebut.

    Besar kemungkinan, orang-orang NU dijejaring sosial, khususnya facebook, kurang teliti atau bahkan tidak tahu sama sekali bahwa situs yang mereka jadikan rujukan, sering dikunjungi atau bahkan turut membagikannya, bukankan situs yang sesuai dengan paham mereka. Bahkan cenderung bertentang dengan amaliyah dan keyakinan mereka.

    Seorang Netizen Aswaja mengungkap hal tersebut melalui akun sosial media facebooknya.  

    "Ada 10 Website wahabiyah yang sering dikunjungi dan di share oleh orang NU, mungkin karena kurang teliti dan belum tahu. (Diantaranya) islampos.com, eramuslim.com, voa-islam.com, arrahmah.com, konsultasisyariah.com, muslim.or.id, rumaysho.com, dakwatuna.com, hidayatullah.com, pkspiyungan.org", tulisnya. (4/7)

    Ia juga mengajak agar cerdas dalam menggunakan internet.

     "Jadilah pengguna internet yang cerdas", lanjutnya.

    Website diluar Aswaja al-Nadliyyah memang masih mendominasi, tetapi telah banyak situs Aswaja yang bisa dikunjungi dan telah mampu mewarnai dunia internet. Website-website Aswaja tersebut dapat dijadikan rujukan, baik dalam hal berita maupun kajian agama Islam.

    Diantara situs bernuansa Aswaja tersebut adalah nu.or.id, jombang.nu.or.id, arrahmah.co.id, muslimedianews.com, tasbihnews.com, islamtoleran.com, piss-ktb.com (kajian kitab), islamuna.info, sarkub.com, santri.net, islam-institute.com, kabarislamia.com, elhooda.net, media-islam.co.id, liriksolawat.com, majelis.info, cyberdakwah.com, madinatuliman.com, majelisrasulullah.org, moslemforall.com, moslemdaily.com, mosleminfo.com, www.suaraalazhar.com, ruwaqazhar.com, buyayahya.org, gusdurfiles.com, aswajanu.com, suara-muslim.com, kyaijawab.com, elrashied.com, www.sufinews.com, islami.co, taklim.net, www.aswj-rg.com, rumahfiqih.com, www.pesantrenvirtual.com, fikihkontemporer.com, aswajacenter.com, pastiaswaja.org, pejuangislam.com, alfachriyah.org, lirboyo.net, langitan.net, majalahlangitan.com, camplinews.com, aswajanucenterjatim.com, mudimesra.com, lbm.mudimesra.com, metroislam.com, kajianaswaja.com, teronggosong.com, nujateng.com, muktamarnu.com, islamnusantara.com dan sebagainya.
    Ibnu Manshur

    Al-Fihrasah An-Nahdliyah : Buku Induk Amaliyah Nahdliyin

    Muslimedianews.com ~ Da'i NU asal Banten KH. Alawi Nurul Alam Al-Bantani menyelesaikan karyanya tentang amal-amal warga NU dan dali-dalilnya.

    Buku yang diklaim sebagai buku induk amaliyah warga NU itu diberi judul "Al-Fihrasah An-Nahdliyah, Al-A'mal wa Adillah - Buku Induk Amaliah Nahdliyin".

    Pada covernya terdapat foto Hadlratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari. Kiai Alawi mengklaim buku itu merupakan buku amaliyah nadliyyin terlengkap dengan tebal 708 halaman.

    "Alhamdulillah akhirnya karyaku ke-85 selesai juga. Inilah Buku Induk Amaliah Warga NU terlengkap di dunia saat ini. Tebal 708 hal.", tulis Kiai Alawi di akun sosial media facebooknya. (4/7).

    Sementara, buku itu belum didistribusikan secara merata dan baru akan hadir di toko-tokoh buku setelah lebara.
    "Untuk semua toko setelah Idul Fitri, untuk pemesanan sementara bisa langsung ke no. 0821-2628-7773", tulis Kiai Alawi.

    red. Ibnu L' Rabassa

    Ini Penjelasan NU tentang Islam Nusantara - Sebuah Klarifikasi

    Muslimedianews.com ~ Wacana Islam Nusantara belakangan bergema di Indonesia setelah menjadi tema utama Muktamar ke-33 NU. Sayangnya, banyak kalangan yang salah paham atau memang tak mau paham. Mereka menganggap Islam Nusantara sebagai aliran baru atau mazhab baru bahkan ada yang menuduh sinkretis antara Islam dan agama Jawa.

    Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan apa yang dikatakan orang-orang tersebut sama sekali tidak benar. “Ini bukan aliran baru, kita tetap Islam aswaja yang berpegang teguh pada mazhab Asy’ari dan Syafii,” katanya di gedung PBNU, Jum’at (3/7).

    Ia menjelaskan, Islam Nusantara merupakan Islam yang menghargai budaya lokal. Secara umum, masyarakat Nusantara sudah memiliki budaya yang beragam, tradisi yang beragam sebelum kedatangan Islam.

    “Islam datang tidak menghapus budaya, tidak memusuhi khazanah peradaban. Tidak menyingkirkan tradisi yang ada, asalkan jelas tidak bertentangan dengan Islam. Kalau ritual hubungan seks bebas atau minum arak, itu kita tidak menerima.”

    “Selama tradisi tidak bertentangan dengan prinsip kita, maka Islam melebur dengan tradisi tersebut karena dakwah di Nusantara itu pendekatannya pendekatan budaya, bukan pendekatan senjata seperti di Timur Tengah,” tandasnya.

    Dengan strategi dakwah kebudayaan seperti itu, pelan-pelan budaya yang ada di Nusantara sekarang sudah bernapaskan Islam. “Islam menjadi kuat karena menyatu dengan budaya, budaya menjadi Islami karena disitu ada nilai Islam.”

    Ia mencontohkan transformasi tradisi non Islam yang kemudian diislamkan seperti pemberian sesajen kepada para dewa yang kemudian menjadi slametan. Slametan tujuh bulan kehamilan tadinya budaya Jawa, kemudian diislamkan dengan nilai Islam, salah satunya dengan membacakan surat Lukman pada peringatan tujuh bulan tersebut, supaya anaknya baik, taat pada orang tua sebagaimana Lukmanul Hakim dalam kisah Al-Qur’an.

    “Jadi budaya yang sudah ada kita masuki dengan nilai Islam. Ini berangkat dari sinergi antara teologi dan budaya, maka NU memberi nama Islam Nusantara,” tegasnya.

    Wajah ramah Islam di Indonesia yang disebarluaskan oleh NU sudah mendapat pengakuan dari negara-negara di Eropa yang meminta PBNU mengirimkan 100 imam untuk memimpin masjid di sana. Menurut Koordinator Biro Beasiswa Luar Negeri PBNU Achmad Sudrajat, permintaan perwakilan Uni Eropa itu didasari pemahaman mereka bahwa Islam di Indonesia ramah. Selain itu, mereka juga melihat sejumlah kasus, beberapa imam dari sejumlah negara di Timur Tengah memberi kesan yang “keras” sehingga dikhawatirkan menjadi “bom waktu”.

    “Kami belum sempat mengirim karena masih terkendala kemampuan berbahasa Jerman dan Perancis. Sebagian besar pendaftar hanya memiliki kapasitas berbahasa Inggris dan Arab. Namun, tahun depan kami akan usahakan,” kata Achmad.

    Dia juga menawarkan kesempatan tersebut kepada masyarakat luas yang tertarik untuk menjadi imam sekaligus melanjutkan pendidikan ke negara-negara di Eropa.

    “Untuk yang tertarik dan memiliki kapasitas itu nanti bisa kami upgrade di sini sebelum dikirim ke Eropa,” ujar Achmad.

    sumber Kompas/NU Online, via MoslemForAll
     

    HIKMAH

    ARABIC

    KHUTBAH

    TASHAWUF

    FIGURE / TOKOH

    SYUBHAT & BANTAHAN

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News