Top News :
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Respon kondisi terkini bentuk Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara


    MALANG, 16 Mei 2017
    Kondisi sosial-keagamaan yang semakin menyedihkan dengan meruncingnya perbedaan antar kelompok,  menjadi keprihatinan para akademisi muslim. Sekelompok dosen dan peneliti dari beberapa Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), membentuk Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Asdanu). 

    Asosiasi ini, bertujuan mengkampanyekan nilai-nilai keislaman yang moderat dan ramah, sebagai tulang punggung pengetahuan agama di kampus-kampus. Asdanu diprakarsai dosen dan peneliti dari 107 perguruan tinggi,  yang secara periodik menggelar konferensi, kajian, riset dan publikasi ilmiah. Konferensi Kajian Islam dan Peresmian Asdanu,  akan diselenggarakan di Universitas Islam Malang (Unisma), pada Rabu (17/5/2017).

    Sejumlah pembicara utama dijadwalkan hadir pada agenda ini, yakni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Prof. Dr. KH.M.Tolkhah Hasan (Ketua Dewan Pembina Unisma), Prof. Dr. H. Abdurrahman Mas'ud (Kepala Puslitbang Kemenag), Prof. Dr. H Maskuri (Rektor Unisma), Rektor beberapa perguruan tinggi, dan ratusan peneliti dari 107 PTAI. 

    Ketua Panitia Konferensi dan peresmian Asdanu,  Drs. H. Ali Ashari, M.Pd, mengungkapkan pentingnya agenda ilmiah ini sebagai silaturahmi pengetahuan antar akademisi. "Selama ini,  belum ada rumusan yang jelas dan terstruktur bagaimana kampus-kampus menjadi tulang pungguh menghadapi intoleransi agama, kondisi sosial-politik mutakhir. Banyak dosen,  bahkan Professor,  yang menyebar berita-berita fitnah di media sosial,  yang menyulut kebencian. Ini alarm bagi kampus-kampus kita," terang Ashari. 

    Lebih lanjut, Ashari menegaskan komitmen dosen-peneliti untuk menjadi garda depan dalam penyebaran nilai-nilai Islam rahmatan lil-'alamin. "Sudah seharusnya, akademisi turun gelanggang, turun dari menara gading, untuk berbuat sesuatu dengan kemampuan intelektual, mencerahkan masyarakat. Ini tugas bersama," terangnya. 

    Sementara, inisiator Asdanu, Khoiron, M.IP,  mengungkapkan bahwa asosiasi ini menjadi lingkar komunikasi dan riset untuk menunjang publikasi ilmiah dan program bersama. "Para dosen dan peneliti di PTAI selama ini mengajar dan riset tentang agama. Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyatukan gagasan,  membangun cara pandang untuk melihat agama secara kontekstual," terang Khoiron. 

    Konferensi Asdanu akan dihadiri ratusan dosen-peneliti, dengan publikasi berbagai karya ilmiah dan riset terbaru (*).

    Pameran Tunggal Lukisan Wajah Ulama Nusantara digelar di hotel Sahid Sudirman


    Jakarta, 10 Mei 2017
    Sebuah perhelatan seni terbesar tahun 2017 berupa pameran tunggal lukisan foto wajah bertajuk 'Sang Kekasih' karya Nabila Dewi Gayatri tengah digelar di Hotel Sahid Sudirman Jakarta Pusat dari tanggal 8 - 14 Mei 2017. 

    Ada yang unik dalam pameran tunggal lukisan karya seorang putri kelahiran Surabaya tahun 1969 dimana semua wajah yang dilukis lewat tangan terampil Nabila itu merupakan wajah teduh Ulama besar Nusantara dari mulai Syeikh Nawawi Albantani, KH Hasyim Asy'ari, Habib Luthfi hingga Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj. 

    Lukisan wajah-wajah teduh figur Ulama yang enak dipandang itu tertata rapi menghiasi ruang lobi pintu selatan hotel Sahid Sudirman hingga ahir pekan ini  Lima puluh lebih wajah tokoh Ulama Nusantara itu dilukis oleh Nabila dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun.

    Pameran tunggal karya Nabila Dewi Gayatri ini dibuka oleh Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj dan Kapolri Jendral Tito Sumarsono pada tanggal 8 Mei 2017.

    Bagi anda yang belum punya agenda mengisi liburan tengah pekan besok, arena pameran lukisan foto wajah Ulama Nusantara ini bisa menjadi agenda yang pas buat mengisi liburan anda tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk bisa menikmati karya indah Nabila ini alias gratis bahkan jika sedang tidak sibuk anda akan mendapat kesempatan berdialog dan ngobrol dengan seniman sang pelukis tersebut yang ramah dan santun dalam menyambut tamu pengunjung pameran tersebut. (Mukhlisin)

    Santri Madrasatul Quran Tebuireng Juarai MHQ Tingkat Asia Pasifik


    JOMBANG--Pondok Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng menjuarai Musabaqah Hifzil Quran wal Hadits Tingkat Asia dan Pasifik. Lomba hafalan Al-Quran dan hadits yang digelar oleh Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud tersebut tahun ini kembali digelar di Jakarta, dan telah memasuki tahun ke delapan. 

    Kabar tentang kemenangan santri bernama Nur Hasan Fadhil tersebut diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng KH. Abdul Hadi Yusuf. "Kami bersyukur karena ini adalah tahun kedua santri MQ berhasil menyabet gelar juara di ajang bergengsi untuk kategori hafalan 20 juz," ujar pria yang akrab dipanggil Gus Didik itu, Rabu (10/5/2017).

    Tahun 2016, lanjut Gus Didik, santri MQ bernama Sholahuddin Al-Ayyubi bahkan berhasil meraih Juara 1 kategori 30 juz dalam perlombaan bergengsi tersebut. "Selain mondok di MQ, kebetulan dia memang warga asli Dusun Tebuireng, dan telah mengikuti prosesi wisuda qiraah sab'ah (tujuh macam cara membaca Al-Quran) pada 2015," imbuh alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini.

    Tahun lalu, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Timur mengirimkan tiga orang peserta kategori 30 juz untuk seleksi di tingkat nasional. "Namun, saat memasuki lomba di tingkat ASEAN dan Pasifik, hanya tinggal Sholahuddin. Alhamdulillah, akhirnya dia berhasil meraih Juara 1," tutur salah satu putra pendiri MQ ini.

    Berbeda dengan Sholahuddin, Nur Hasan Fadhil adalah santri angkatan 2009 di Madrasatul Quran dan telah mengikuti wisuda tahfidh pada 2013 lalu. Atas prestasi tersebut, putra dari Rusydi Mizan tersebut langsung mendapatkan undangan dari Kerajaan Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. "Selain itu, dia juga mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 4.000 dolar Amerika," imbuh Gus Didik.

    Sebelumnya, saat menyampaikan laporan pelaksanaan musabaqah di Istana Negara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kepercayaan, kehormatan dan lambang persahabatan yang tidak ternilai bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

    "Untuk tahun ini, jumlah peserta Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadis tingkat Asia Pasifik sebanyak 96 orang. Terdiri atas 83 orang peserta hafalan Al-Quran dan 13 orang peserta hafalan hadis, serta 16 orang official yang datang dari 17 negara," ujar Lukman dalam upacara penutupan musabaqah yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo. 

    Pelaksanaan final musabaqah dilangsungkan di Masjid Istiqlal Jakarta selama dua hari, pada 2-3 Mei 2017. Menurut Menteri Agama, dia bersyukur karena jumlah peserta kegiatan ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain Menko PMK Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Selain itu, hadir juga  Pangeran Khalid bin Abdul Aziz, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, duta besar negara-negara sahabat, dan para peserta musabaqah.

     

    HIKMAH

    ARABIC

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News