Kirim tulisan ke Media Islam MMN (Muslimedia News)
melalui email muslimedianews@gmail.com
atau inbox di fanpage MMN.
MuslimediaNews.com Media Sehat Rujukan Umat
Top News :

    MUI Keluarkan Fatwa Halal Minuman Bir Pletok Betawi

    Jakarta, Muslimedianews.com ~ Baru kali ini Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan fatwa halal untuk bir. Bedanya, bir satu ini adalah minuman tradisional yang sama sekali tak mengandung alkohol, yakni bir pletok Betawi.

    Kehalalan bir pletok Betawi ditetapkan pekan lalu. "Untuk membedakannya dengan 'bir' sebagai khamar yang diharamkan, kami sepakat menyebutnya 'bir pletok Betawi'. Tujuannya untuk menepis keraguan karena adanya konotasi dengan bir yang diharamkan," jelas Prof. Dr. H. Hasanuddin AF, MA.

    Awalnya MUI memang tidak memproses sertifikasi halal untuk minuman tersebut karena asosiasinya dengan minuman beralkohol. Hal ini sudah diatur dalam Fatwa MUI No. 4 tahun 2003 tentang Standardisasi Fatwa Halal.

    Namun sebagian masyarakat Betawi protes. Mereka mencontohkan bakso yang dalam Bahasa Hokkien berarti makanan yang mengandung babi. Namun karena telah menjadi istilah populer dan proses sertifikasi membuktikan bahan-bahan yang digunakan halal, maka produk bakso mendapat sertifikat halal MUI.

    MUI bersama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik (LPPOM) MUI kemudian melakukan kajian mendalam. Hasilnya, bir pletok adalah minuman khas Betawi yang terbuat dari rempah-rempah, seperti bandrek dari Jawa Barat. Campurannya di antaranya jahe, pandan, serai, serta kayu secang untuk memberikan warna merah.

    Meski mengandung kata 'bir', bahan dan proses pengolahan bir pletok sangat berbeda dengan bir khamar. "Bir pletok tidak mengandung alkohol sama sekali. Karena itu, segi hukumnya juga beda," jelas Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA, anggota Komisi Fatwa MUI.

    Selain itu, ternyata kata 'bir' berasal dari Bahasa Arab 'Al-birr' yang berarti 'kebaikan', bukan 'beer' yang tergolong minuman keras dan diharamkan dalam Islam. Sebab, menurut anggota Komisi Fatwa MUI Drs. H. Imam Addaruqutni, MA, masyarakat Betawi cukup kuat terpengaruh budaya Islam.

    Bir pletok dinilai membawa kebaikan karena kandungan rempah-rempahnya memiliki berbagai khasiat untuk tubuh. Karena alasan-alasan itulah, para ulama MUI sepakat menyatakan bahwa bir pletok Betawi halal.


    Sumber: Detik Food


    KH Hasyim Muzadi: Mahasiswa yang Masuk Kelompok Teroris Akibat Pemahaman Agama yang Salah


    Malang, Muslimedianews.com ~ Fenomena keterlibatan pemuda atau mahasiswa dalam jaringan kelompok radikal terorisme bisa menjadi ukuran jika perguruan tinggi merupakan tempat yang paling efektif dalam merekrut calon anggota baru. Salah satu contohnya adalah dukungan terhadap gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang kebanyakan di dukung oleh pemuda. 

    Mantan Ketua PB NU, KH. Hasyim Muzadi menuturkan, dalam beberapa hal, penyebaran faham-faham radikalisme mendapat simpati dari masyarakat. Hal itu disebabkan oleh tinjauan yang salah mengenai pemahaman ajaran agama. 

    “Pemahaman yang salah mengenai ajaran agama jadi salah satu penyebab pemuda dan mahasiswa masuk ke dalam jaringan kelompok terorisme,” hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam acara Kegiatan Dialog Pencegahan Terorisme di Kampus yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki, Malang pada (19/11/2014) kemarin. 

    Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam ini juga mengatakan bahwa masalah regional dari Timur-Tengah, seperti ISIS merupakan ancaman nyata bagi keamanan bangsa. Aksi kekerasan ISIS yang selalu mengatasnamakan agama (dalam hal ini Islam) mendorong pemuda dan mahasiswa untuk melaksanakan jihad. 

    “Embrio-embrio jihadis muncul di Indonesia karena ISIS menggunakan simbol-simbol Islam dalam melaksanakan aksinya. Soal jihad yang cenderung membunuh atau bunuh diri jelas tak sama dan tak dibenarkan dalam ajaran Agama Islam manapun, kalau perintah jihad adalah jalan perjuangan dalam menegakkan kebenaran di jalan Allah,” pungkas KH. Hasyim Muzadi.


    Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia

    Menag RI: Ulama Harus Jadi Teladan Dalam Menjaga Ukhuwah Islamiyah


    Banjarmasin, Muslimedianews.com ~ Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, para ulama harus menempatkan diri sebagai panutan umat dan pengawal akhlak bangsa, menjadi teladan dan soko guru dalam menjaga ukhuwah Islamiyah.

    “Ulama harus menjadi pemersatu umat di atas kepentingan kelompok organisasi dan golongan,” kata Menag  pada acara silaturahim dengan jajaran pejabat Kementerian Agama, paraulama dan tokoh masyarakat se-Kalimantan Selatan di Asrama Haji Banjarmasin, Rabu (26/11/2014).

    Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, Ketua MUI Kalsel H. Ahmad Maki, Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Prof. Dede Rosada, Rektor IAIN Antasari, Prof. Dr.Fauzi Aseri MA, Kepala Biro AUK IAIN Antasari Banjarmasin, Sofia Nur, Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin, Ketua Dewan Masjid Kalsel H. Gusti Rusdi Effendi, serta para ulama dan tokoh masyarakat. 

    Sebelumnya, Rabu pagi, Menteri Agama menghadiri wisuda Sarjana IAIN Antasari Banjarmasi ke-56, sekaligus peringatan setengah abad perguruan tinggi tersebut. IAIN Antasari berdiri atas dorongan mantan Menteri Agama KH Saefuddin Zuhri (alm), yang merupakan ayah dari menag Lukman Hakim Saifuddin sendiri.

    “Seandainya para ulama sudah tidak lagi menjadi teladan dalam hal ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat, kemana umat akan mencari panutan?” tanya Menag kepada sekitar 3.000 undangan pada acara aula pertemuan Asrama Haji Banjarmasin.

    Menag mengatakan, para ulama sebagai pemimpin informal di tengah masyarakat perlu mengoptimalkan peran strategisnya dalam membentengi akidah dan akhlak umat dari pengaruh budaya global. “Kita menyadari kedudukan ulama tak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk membina dan menjaga umat,” katanya mengingatkan.

    Terkait dengan silaturahim tersebut, Menag mengatakan, acara tersebut sangat penting dalam rangka “trust building” dan  memperkuat sinergi antara jajaran Kemenag dengan para alim ulama. Peran dan organisasi keagamaan merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan keberhasilan tugas kementerian tersebut dalam membina umat.

    “Kementerian Agama tidak bisa bekerja sendirian dalam membangun dan memelihara kehidupan umat beragama yang rukun dan harmonis. Kementerian tersebut memiliki fungsi bimbingan, pelayanan, pemberdayaan, dan perlindungan umat beragama. Karena itu harus dipahami konstelasi hubungan kemasyarakatan dengan para pemangku kepentingan,” katanya.

    Karena itu, ia mengingatkan lagi, komunikasi dan kerja sama yang baik dengan para ulama dan organisasi keagamaan sangat diperlukan untuk mendukung suksesnya misi dan program strategis Kementerian Agama, yang meliputi pengembangan pendidikan agama dan keagamaan, kerukunan umat beragama, penyelenggaraan ibadah haji dan bimbingan masyarakat beragama, serta tata kelola organisasi yang baik (good givermance).

    Ia memandang keberadaan unit organisasi Kemeneterian Agama sampai tingkat kecamatan merupakan representasi hadirnya peran negara untuk mengatur, memfasilitasi dan memberi panduan bagi warga dalam menjalankan kehidupan beragama yang baik. “Hal ini tentu memerlukan cara pandang dan pendekatan secara profesional dalam menyikapi isu aktual keagamaan,” katanya.


    Sumber: Portal Kemenag Kalsel

    Kaji Ilmu Tasawuf Harus Dimulai Dari Hati yang Bersih

    Medan, Muslimedianews.com ~ Guru Besar IAIN Sumut Prof Dr H Haidar Putra Daulay MA mengatakan, untuk mengkaji ilmu tasawuf harus dimulai dari hati.

    “Bahkan, hati yang bersih merupakan kunci mempelajari dan mengkaji ilmu tasawuf,” katanya dalam tausiyahnya pada kuliah tasawuf di Rumah Kulliyah Tasawwuf Baitul Mustaghfirin Al-Amir Jalan Suluh No 139/141 Kecamatan Medan Tembung, Minggu (23/11/2014).

    Meskipun hujan turun, namun tidak menyurutkan jamaah yang tidak saja berasal dari Kota Medan, tetapi juga dari sejumlah kabupaten/kota di Sumut serta mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Tarbiyah jurusan PAI dan BKI menghadiri kegiatan setiap Ahad keempat itu.

    Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Umum Majelis Zikir Tazkira Sumut yang juga Pimpinan Rumah Kulliyah Tasawwuf Baitul Mustaghfirin Al-Amir Buya KH Amiruddin MS, Penasihat Tazkira Sumut H Abdul Rahim, Ketua Umum Majelis Zikir Angkatan Muda Tazkira Sumut H Muhammad Dhuha Sholihin SE serta AKBP H Ahmad Sumba. Acara yang diwarnai zikir dan doa diawali pembacaan Alquran oleh Qari Muhammad Syafii Ssos.

    Prof H Haidar Putra Daulay lebih lanjut menjelaskan, hati yang dalam bahasa Arab disebut ‘qalbu’ ada pada diri manusia yang hati itu bisa menjadi ‘sarang penyakit’, seperti iri, sombong dan takabur maupun hati menjadi sumber cahaya.

    Sekarang ini, sambungnya, bagaimana caranya kita mensucikan/ membersihkan hati agar bersinar/ bercahaya. Bahkan, jika hati manusia itu bercahaya, maka akan merasa enteng dalam beribadah.

    “Sebaiknya hati tidak saja menyinari pemiliknya, tetapi juga harus menyinari orang lain. Hal ini dipraktikkan para wali Allah dan orang-orang sufi. Bahkan, jika hati kita bersih dan senantiasa berzikir kepada Allah, maka Allah akan senantiasa dekat bersama kita dimana pun berada. Sehingga, bisa terhindar dari berbagai kejahatan dan kemaksiatan,”jelas Guru Besar yang juga mantan Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumut.

    Di akhir tausiyahnya, dia memberikan tips dalam menghidupkan hati. Pertama, membersihkan hati dari segala jalan yang dapat menjauhkan diri manusia dari Allah. Sedangkan kedua, mengisi hati dengan hal-hal positif, seperti senantiasa bertawadhu Allah serta berkasih-sayang dengan sesama manusia.

    Sementara itu, Buya KH Amiruddin MS dalam sekapur sirihnya mengemukakan, dalam beribadah kepada Allah seorang mukmin itu  tidak saja dituntut melaksanakan ibadah-ibadah wajib, tetapi perlu menambahnya dengan ibadah-ibadah sunnat, terutama memperbanyak frekuensi Shalat Tahajjud.

    Untuk itu, katanya, seorang mukmin perlu meningkatkan prestasi ibadahnya kepada Allah. Sedangkan peningkatan prestasi ibadah itu memerlukan zikir dengan ruh kepada Allah dilandasi dengan hati yang bersih.

    “Dalam diri manusia itu ada beberapa nafsu. Yakni, nafsu amarah, lawwamah, sawiyyah, marhamah, dan muthmainnah. Jika manusia sudah pada tahap ‘nafsu muthmainnah’, maka dalam Alquran Surah Al-Fajar ayat 27-30 Allah akan memanggil ‘nafsu muthmainnah’ untuk bergabung bersama-sama hamba-hamba pilihan-Nya dan masuk ke dalam surga-Nya,”jelas ustadz dan ulama kondang yang berdakwah sejak tahun 1976, tidak saja seantero tanahair, tetapi juga ke mancanegara.

    Berbicara tentang hati, menurut Buya KH Amiruddin MS yang juga Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumut ini mengatakan, dalam Alquran Surah Arra’du ayat 28 Allah SWT menegaskan, ketahuilah bahwa orang-orang yang beriman itu akan tenteram hatinya jika senantiasa mengingat (berzikir) Allah.

    “Dalam satu Hadits, Rasulullah SAW menegaskan:”Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan pakaian hamba-hamba-Nya, tetapi Dia hanya melihat hati dan amal hamba-hamba-Nya”. Jadi, seharusnya hati ditempatkan pada tempat-tempat mulia, tetapi terkadang  manusia menempatkannya di sembarang tempat,” jelasnya. (ral)

    Foto:
    Prof H Haidar Putra Daulay didampingi Buya KH Amiruddin MS ketika menyampaikan tausiyah pada kuliah tasawuf di Rumah Kulliyah Tasawwuf Baitul Mustaghfirin Al-Amir Jalan Suluh No 139/141 Kecamatan Medan Tembung, Minggu (23-11-2014). (Foto: SNN/Ramadhan)


    Sumber: SNN

    Nusron Wahid, Kader "Golkar Perjuangan" Dilantik Menjadi Kepala BNP2TKI

    Jakarta, Muslimedianews.com ~ Di tengah perpecahan partai beringin, Ketua GP Ansor Nusron Wahid dilantik Presiden Jokowi menjadi Kepala BNP2TKI. Nusron menjadi kader 'Golkar Perjuangan' pertama yang masuk jajaran pemerintahan.

    "Ya saya sudah ditelepon Pak Jokowi," kata Nusron saat dikonfirmasi wartawan seputar pelantikan dirinya menjadi Kepala BNP2TKI, Kamis (27/11/2014).

    Pelantikan Nusron Wahid sebenarnya dijadwalkan pada Jumat (21/11) kemarin, namun karena Presiden Jokowi ada acara penting maka pelantikan kemudian ditunda hingga hari ini. Saat ini Nusron Wahid adalah anggota DPR RI dari Partai Golkar. 

    Saat ini Nusron menjadi kader Golkar aktif pertama yang masuk pemerintahan Jokowi. Nusron adalah anggota DPR yang meraih suara terbanyak di internal Golkar pada Pileg 2014 silam.
    Nusron masuk barisan kader Golkar yang mendukung Jokowi-JK di Pilpres 2014 silam, ada istilah 'Golkar Perjuangan' untuk para kader Golkra Pro Jokowi-JK.

    Gara-gara dianggap membangkang itulah, Nusron dipecat oleh Ketum Golkar Aburizal Bakrie dari DPP Golkar lantaran tak ikut keputusan partai mendukung Prabowo-Hatta. Tak hanya itu saja, Ical juga berusaha membatalkan pelantikan Nusron sebagai anggota DPR terpilih. Namun karena Nusron mengajukan gugatan terhadap keputusan tersebut, sampai saat ini Nusron masih berstatus aktif sebagai anggota DPR RI.

    Setelah Nusron akankah ada kader 'Golkar Perjuangan' lain yang masuk barisan pemerintahan Jokowi?

    Dinamika di internal Golkar masih sangat dinamis, menurut Wabendum Golkar Bambang Soesatyo, Munas Golkar Bali yang dimulai 30 November tersebut bakal menentukan posisi Golkar tetap di KMP atau akan beralih ke KIH dan menjadi partai pendukung Jokowi-JK.


    Sumber: Detik

    Muslim Korea Lebih Tertarik Islam di Indonesia Ketimbang Timur Tengah

    Jakarta, Muslimedianews.com ~ Korea Muslim Federation (KMF) berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (25/11) siang. Organisasi yang menjadi wadah umat Islam di Korea ini meminta bantuan PBNU terkait pengembangan dakwah di sana.

    Ketua KMF Cabang Busan Zubair Lee Dongha mengatakan, jumlah muslim di Korea sangat sedikit dan tidak sampai 1 persen dari jumlah penduduk di sana. Ia mengaku kekurangan tenaga dai untuk memaksimalkan syiar Islam di negeri gingseng tersebut.

    “Saya minta dukungan NU karena saya lebih tertarik Islam di Indonesia daripada Islam di Timur Tengah,” tuturnya saat bersilaturahim bersama rombongan ke ruang redaksi NU Online.

    Zubair hadir ditemani Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Korea Eko Wijianto; pengurus Lembaga Advokasi Buruh Migran PP GP Ansor, Imam Nahrawi; dan aktivis pemberdayaan perempuan TKI, Indiyah Citra.

    Eko menambahkan, saat ini muslim Korea berharap ada tenaga pengajar di sekitar 35 mushala. Selama ini mereka berjalan dengan tenaga seadanya dan melakukannya secara mandiri karena pemerintah negara ini memang tak memiliki perhatian sama sekali terhadap agama. 

    “Muslim Korea yang berjumlah sekitar 35.000 jiwa juga membutuhkan rujukan, misalnya soal penentuan Ramadhan,” tutur Eko.

    Rombongan disambut Sekretaris Lajnah Ta’lif wan Nasyr PBNU Ulil Abshar Hadrawi, Pimpinan Umum Radio NU Mustiko Dwipoyono, dan beberapa awal redaksi NU Online. Pertemuan diisi dengan dialog dan tukar informasi tentang kebudayaan dan kehidupan Islam di Korea dan Indonesia.

    Selain ke kantor NU Online, KMF juga bertemu dengan pengurus Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) di sekretariat Lantai 4, gedung PBNU, Jakarta. 


    Sumber NU Online.



    Inilah Kisah Artis Peggy Melati Sukma yang Hijrah ke Dunia Dakwah

    Perth, Australia, Muslimedianews.com ~ Peggy Melati Sukma cukup populer di dunia sinetron sejak tahun 90-an. Ia dikenal juga sebagai foto model, presenter televis hingga event organizer acara-acara besar di Indonesia. Artis kelahiran Cirebon terkenal dengan celotehannya“pusiiiinnng deh”.

    Peggy memiliki segudang keberhasilan dan prestasi yang sangat gemilang di dunia hiburan dan bisnis. Sejumlah perusahaan pun dipegangnya. Tak banyak tahu artis ibu kota tersebut kini sudah menjalani dunia baru yang jauh dari dunia yang digeluti sebelumnya. 

    Ia memaparkan kisah perjalanan menju dunia baru tersebut saat bersilaturrahmi dengan para muslimah di Perth, Western Australia pada Senin, 17 November 2014 lalu. 

    Peggy Melati Sukma memang saat ini lebih dikenal dengan dunia dakwah Islam. Penampilannya jauh berbeda dengan penampilannya saat masih aktif di dunia entertainment membuat para muslimah di Perth memiliki antusias yang tinggi untuk hadir dalam acara Talk Show yang diselenggarakan Nahdathul Ulama, Western Australia. 

    Peggy yang hari itu hadir dengan balutan pakaian muslimah syar’i warna abu-abu terlihat cantik dan segar, walaupun malamnya baru tiba di Perth dan langsung mengisi sebuah pengajian yang diadakan komunitas Muslim Indonesia yang ada di Perth. 

    Dalam Talk Show tersebut, Peggy memulai kisahnya dengan menceritakan kehidupannya selama berkecimpung di dunia entertainment selama 21 tahun. Kehidupan yang dia isi dengan kerja keras membuahkan keberhasilan. Selain sebagai artis dan model papan atas, Peggy juga memimpin beberapa perusahaan yang sangat sukses. Beberapa kali juga terpilih untuk menjadi duta negara untuk event-event internasional.

    Kegiatan sosial juga tak luput dari aktivitasnya, banyak yayasan sosial yang ia santuni sepanjang perjalanan karirnya.  Sebagai pelaku bisnis, segala bentuk bisnis ia lakukan mulai dari bisnis yang halal hingga yang haram. 

    Dia mengisahkan bagaimana kegigihannya mulai mengambil sekolah khusus di Manchester untuk memproduksi alkohol, sampai dia bisa membuka bisnis bar di sebuah kawasan di Jakarta yang seharusnya tidak bisa dilakukan. Tapi seorang Peggy bisa melakukan karena dalam mencapai keinginannya semua selalu dia lakukan walaupun harus melanggar aturan agama.

    Semua pencapaian itu ternyata selalu menyisakan suatu ruang dalam hatinya, sebuah kegelisahan yang tak berujung. Kegelisahan yang semakin hari semakin tinggi ditambah permasalahan hidup yang seperti tidak ada penyelesaiannya akhirnya menggiringnya pada sebuah titik balik untuk berhijrah, bersyahadah kembali, mengenal kembali Rabb-nya dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslimah. 

    Peggy menjelaskan semuanya dimulai dengan menjalankan perintah Allah SWT dalam ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW, yaitu Iqro, bacalah. Iqro bismi robbika lladzii kholaq, bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. 

    Kehidupan Peggy semasa kecil penuh dengan perjuangan kedua orang tuanya, ayahnya yang bekerja sebagai pegawai dengan penghasilan pas-pasan memaksa ibunya untuk menerapkan gaya hidup yang sangat sederhana, tetapi sang ibu dan ayah selalu menanamkan pendidikan agama yang sangat kuat kepada anak-anak mereka. 

    Setelah berusia 12 tahun Peggy memulai karirnya sebagai foto model. Berkat kedisiplinan dirinya, karirnya cepat melonjak, kerja dengan profesionalisme yang tinggi selalu menjadi mottonya, sehingga kesuksesan pun dengan mudah dicapai. Kesuksesan ini mencapai puncaknya ketika ia akhirnya menikah dengan rekan kerjanya di salah satu perusahaan tempat dia bekerja. 

    Merasa sempurna dalam hidup, dan merasa kesempurnaan itu karena hasil kerja kerasnya membuat Peggy merasa sombong. Setelah tiga tahun menjalani kehidupan berumah tangga persoalan mulai timbul, Peggy mengatasi persoalan ini dengan tambah bekerja keras. Terkadang sampai 24 jam dia bekerja sampai-sampai butuh tiga sip asisten yang harus selalu siap apabila ia butuhkan. 

    Tapi Allah SWT tidak tidur. Allah SWT menyapa Peggy lewat pemasalahan hidup yang amat sangat rumit, mulai dari permasalahan rumah tangga, permasalahan dalam perusahaan yang dia pimpin sampai jatuhnya bisnis-bisnis yang dia jalani dan mengalami kerugian yang sangat besar. 

    Seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula, sapaan Allah SWT yang sangat menyentaknya adalah kesehatan yang selama ini Allah SWT anugerahkan dan diagunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai aturan Islam, Allah SWT ambil. Allah SWT beri Peggy penyakit yang pengobatannya memakan waktu yang lama. Dari persoalan-persoalan yang dia hadapi satu per satu orang orang yang awalnya dekat dan terlihat mendukungnya menjauh bahkan ada beberapa yang mengkhianatinya. 

    Dalam kesendirian itu, seorang Peggy masih merasa sombong, bertekad bangkit dari semua kejadian, sampai suatu hari dengan niat bangkit dia datang ke kantor, mengatur segala strategi untuk “menyelesaikan persoalan hidupnya” termasuk masalah rumah tangganya. 

    Selama beberapa hari dia tidak meninggalkan kantornya untuk membuat sebuah peta strategi penyelesaian masalah. Semua rencana yang ada dalam peta strategi itu dialakukan, tapi lagi-lagi Allah SWT berkehandak lain. Tidak ada satu pun strategi yang dia lakukan berhasil bahkan makin membuatnya terpuruk. 

    Sampai suatu hari ketika dia benar-benar merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan, akhirnya perlahan-lahan dia membuka Kitabullah, dan mulai membacanya. Ayat pertama yang terbaca saat itu adalah Qur’an Surat Ibrahim (14) ayat 1.

    “Alif Laam Raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan ijin Tuhan (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa, Maha terpuji.”

    Dari sinilah akhirnya terbuka pintu hidayah Allah SWT, tersadar bahwa selama ini jalan yang dia lalui adalah jalan kegelapan. Namun, memulai hijrah bukan suatu jalan yang mudah, jalan ini tentunya penuh rintangan. Tapi Peggy selalu berpikir, lebih cepat lebih baik, lebih Islami lebih baik. Mulailah dia mempelajari agama yang selama ini sudah menjadi predikatnya sejak lahir tetapi sudah lama tidak dia jalankan dalam kehidupannya.

    Peggy memulai poses hijrahnya dengan menjalan kanapa yang Allah SWTsukai, salah satunya yang sangat penting adalah berbakti pada orang tua, kedua orang tua yang selama ini menanamkan nilai-nilai aqidah dan akhlaq, terutama ibunya yang selama ini bersabar terus menasihatinya untuk berjalan di jalan Islam, tak pernah putus, walau penuh dengan argumentasi dan pertengkaran karena pertentangan ibunya selama ini atas apa yang ia lakukan. 

    Peggy juga melakukan ibadah-ibadah lain yang selama ini dia tinggalkan, shalat dengan khusyuk, shaum wajib bahkan sunnah Daud ia lakukan. Hal lain yang sangat penting ia lakukan dalam menjalani proses hijrahnya adalah meninggalkan apa-apa yang dia cintai, yaitu pekerjaannya. 

    Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk Peggy keluar dari lingkaran bisnis yang selama ini dia bina, keluar dari salah satu team work bukanlah hal mudah, tapi juga karena pertolongan Allah SWTlah semua berjalan dengan mulus tanpa hambatan apa pun. Dan akhirnya Peggy pun memutuskan untuk menutup aurat secara total pada bulan Mei 2012 dan menggunakan pakaian muslimah yang syar’i. 

    Setelah proses hijrah ini berjalan, satu per satu Allah SWT selesaikan permasalahan hidupnya, sehingga dia pun tersadar bahwa Islam adalah jalan hidup, Islam adalah agama yang sangat logis, sehingga ia pun tersadar bahwa lebih Islami lebih baik, lebih cepat lebih baik. 

    Sekarang seorang Peggy menjadikan dirinya sebagai karyawan Allah SWT, seorang pendekar syiar. Ia mendedikasikan dirinya untuk berdakwah, dengan bantuan adik-adiknya sebagai tim dakwahnya yang mengatur urusan administrasi. Peggy saat ini juga aktif dalam sebuah organisasi yang membantu anak-anak yatim piatu dan kaum ibu yang mengalami kesulitan dalam proses melahirkan di Gaza, Palestine.

    Proses hijrah seorang Peggy Melati Sukma memberikan banyak hikmah dan inspirasi untuk muslimah di Perth. Tidak sedikit yang menitikan air mata haru mendengarkan kisahnya. 

    Pada hari itu, di akhir penuturannya, saat ini ia serahkan hidupnya kepada Allah SWT yang Maha Pengatur, dengan terus berikhtiar untuk menjadi hamba Allah SWT yang semakin baik. Ia juga mengatakan untuk terus mengingatkan dirinya untuk siap melepaskan apa yang dimiliki serta menyikapi apa yang telah Allah SWTcatatkan dalam Lauh Mahfuz. 

    “Apa yang ada di dunia akan hilang, tapi Allah SWT tidak akan hilang.”

    Semoga Allah SWT menjaga Teh Peggy dan semoga Allah SWT terus memberikan hikmah dan hidayah-Nya, dan Allah SWT berikan kekuatan untuk selalu istqomah sampai nanti ajal menjemput kelak. Amiin Allahumma amiin. 


    Sumber: NU Online.

     

    ARABIC

    FATAWA

    TAUSHIYAH

    KHUTBAH

    ISLAMIC ARTICLES

    TASHAWUF

    KHAZANAH

    TARIKH

    SIYASI

    MUSLIM YOUTH

    QUR'AN AND HADITS

    FIGURE / TOKOH

    INTERVIEW

    SYUBHAT & BANTAHAN

    ARTIKEL BEBAS

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News