Kirim tulisan ke Media Islam MMN (Muslimedia News)
melalui email muslimedianews@gmail.com
atau inbox di fanpage MMN.
MuslimediaNews.com Media Sehat Rujukan Umat
Top News :

    Soal UKP4, Mari Belajar dari Kuntoro

    Muslimedianews.com ~

    Oleh : Edy Mulyadi*


    Soal bagi-bagi jatah menteri di kabinet Jokowi-Jusuf Kalla belum kelar benar.  Kini, menggelinding pula wacana perlu tidaknya keberadaan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dipertahankan.

    Tentu saja, sebagaimana lazimnya sebuah wacana, UKP4 pun menyeruakkan kontroversi. Sebagian berpendapat institusi ini masih diperlukan. Paling tidak, lembaga bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dapat membantu Presiden untuk mengawasi dan menilai kinerja para menteri selaku pembantu Presiden.

    Dengan hadirnya UKP4, diharapkan pemerintahan bisa berlangsung secara efektif. Seperti diketahui, peran UKP4 adalah memberikan penilaian terhadap kinerja seluruh menteri. Selanjutnya hasil evaluasi itu disampaikan langsung kepada presiden. Dari sini publik bisa tahu kinerja para menteri yang gaji dan segala macam fasilitasnya ditanggung rakyat.

    Sebaliknya, buat kelompok yang berseberangan, menilai UKP4 sama sekali tidak efektif. Dalam perspektifpara penentang, UKP4 tidak berguna sehingga sama sekali tidak diperlukan. Alasannya, UKP4 adalah lembaga setingkat menteri. Logikanya, bagaimana mungkin lembaga yang derajat dan kedudukannya mengevaluasi dan menilai institusi setara?

    Tidak bermanfaat
    Terlepas dari pro-kontra itu, ada baiknya bila Jokowi-JK berkaca dari pengalaman yang sudah ada. Di bawah kendali Kuntoro Mangkusubroto, misalnya, harus diakui lembaga ini nyaris tidak bermanfaat. Padalah dia diangkat menjadi Kepala UKP4 sejak 2009, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85/P/2009. Artinya, dalam rentang waktu hampir lima tahun kepemimpinannya, eksistensi dan fungsi UKP4 bisa disebut antara ada dan tiada.

    Dalam perjalanannya, UPK4 ternyata menggelembung menjadi institusi yang gemuk. Kabar terakhir, menyebutkan lembaga ini dijejali sekitar 600 personal. Tentu saja, jika kabar ini benar, Kuntoro sudah mengingkari komitmennya sendiri.

    Dalam situs resminya (ukp.go.id), jelas-jelas disebutkan bahwa dalam menatakelola organisasinya, UKP4 berpegang pada tujuh prinsip. Salah satu prinsip itu adalah ramping namun efisien dan maximum multitasking workgroup. untuk menjaga aliran kerja agar tetap mengedepankan integritas tinggi dengan hambatan minimum.

    Jumlah SDM yang superjumbo untuk lembaga setingkat unit kerja memang benar-benar berlebihan dan tidak perlu.Pasalnya, di sana pasti melekat kebutuhan terhadap sarana, prasarana, termasuk gaji dan berbagai tunjangan. UUD, ujung-ujungnya duit lagi. Mana bisa efisien kalau ongkosnya terus menggelembung?

    Ironi
    Kalau kita mau agak bawel sedikit, UKP4 di bawah Kuntoro adalah sebuah ironi. Lembaga ini antara lain bertugas mengawasi kinerja kementerian dan lembaga (K/L). UKP4 harus bisa menjaga dan memastikan terjadinya sinkronisasi dan konsistensi program/proyek yang termasuk dalam prioritas nasional presiden. Jangan sampai para pembantu presiden asyik dan sibuk dengan agenda dan targetnya masing-masing. Maklum, mereka datang  dari multipartai.

    Namun dalam praktiknya, sepertinya justru UKP4 yang harus dievaluasi. Dia dan jajarannya selama ini hanya mengukur kinerja kementerian dan lembaga atas target-target yang dibebankan kepada mereka.  Paling tidak, hanya inilah yang disodorkan kepada publik melalui media massa.

    Sebagai unit kerja yang memperoleh fasilitas dan dukungan penuh dari Presiden (baca; APBN), seharusnya UKP4 bisa memberikan kontribusi lebih. Misalnya, menghasilkan kajian  sekaligus solusi terhadap masalah-masalah strategis secara cepat dan tepat yang dinilai berpotensi menghambat atau mempercepat proses tata-kelola pemerintahan. Hasil kajian itulah yang kemudian disampaikan kepada Presiden. Dari sini selanjutnya Presiden memberikan instruksi kepada para pembantunya untuk meningkatkan kinerja mereka.

    Sayang sekali, sejauh ini publik memang nyaris tidak mendengar capaian-capaian Kuntoro dalam memimpin UKP4. Secara periodik rakyat hanya disodori merah-birunya rapor kementerian dan lembaga tanpa tahu lebih banyak sisi mana saja yang jeblok, di bawah banderol, standar, atau memuaskan (kalau ada?).

    Rekam jejak Kuntoro sejauh ini biasa-biasa saja, jauh dari cemerlang. Padahal, karirnya di pemerintahan terbilang panjang dan cukup lengkap. Dia pernah menjadi Dirjen Pertambangan Umum  (1993-1997),dua kali Menteri Pertambangan, yaitu pada  Kabinet Pembangunan VII (1998) dan di Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Direktur Utama PLN (2000), serta Kepala Badan Pelaksana - Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (2005).

    Mungkin mestinya, sebelum lengser, SBY membentuk badan khusus lagi, yang bertugas untuk mengevaluasi dan menilai kinerja UKP4. Gagasan ini bukannya mustahil lho. Bukankah Presiden yang satu ini sangat hobi membentuk organisasi baru, bahkan  untuk sekadar mengatasi masalah-masalah yang sifatnya ad hoc?

    Satu lagi tentang Kuntoro. Sekadar mengingatkan saja, Kuntoro adalah tokoh penting di balik UU No. 22/2001 tentang Migas yang sangat menguntungkan asing dan sangat merugikan Indonesia. Bukan itu saja lewat Kuntoro pula USAID masuk, bahkan mengucurkan dollar demi suksesnya pembahasan RUU yang draft-nya mereka buatkan.

    Campur tangan asing
    Kisah pengkhianatan anak bangsa kepada bangsanya sendiri ini masih dapat ditemukan dalam arsip Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jakarta. Pada 29 Agustus 2008 Kedubes AS mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keterlibatan USAID dalam apa yang disebut sebagai proses reformasi sektor energi.

    Lewat dokumen itu sangat jelas peran yang dimainkan Kuntoro pada awal 1999. Saat itu, sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dia minta bantuan USAID mereview sebuah draft RUU Migas. USAID menyambut positif undangan itu dan selanjutnya bersama pemerintah Indonesia menandatangani Strategic Objective Grant Agreement (SOGA) yang berlaku untuk lima tahun sekaligus mengucurkan bantuan US$20 juta.

    Dokumen Kedubes AS juga mengakui bahwa upaya meloloskan UU Migas tidaklah mudah. Pembahasan yang dilakukan pemerintah dan parlemen berlangsung dengan sangat serius (very intense delibration).

    The draft oil and gas law was subjected to very intense deliberations by GOI and DPR during the President Yudhoyono’s tenure as Minister of Energy, and was enacted in 2001 under current Minister Purnomo Yusgiantoro,” demikian tertulis pada bagian akhir pernyataan Kedubes AS itu.

    Fraksi ABRI di parlemen ketika itu, termasuk pihak yang menolak dengan keras draft RUU Migas versi Kuntoro Mangkusubroto itu. Sikap Fraksi ABRI ini dipengaruhi penasihat ekonomi fraksi, Rizal Ramli.Tokoh lain yang menolak keras adalah ekonom senior Kwik Kian Gie yang dalam Kabinet Persatuan Nasional (pertama) pimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menduduki posisi Menko Ekuin.

    Nah, pada konteks kabinet Jokowi-JK, apakah mereka masih membutuhkan UKP4? Tapi, baiklah, mungkin saja mereka punya pertimbangan lain mengapa mereka akan tetap menghidupkan lembaga sejenis ini. Satu hal yang kita minta adalah, hendaknya keduanya tetap memperhatikan asas efektif dan efisien.

    Dari sisi efektivitas, hendaknya UKP4 nanti mampu menghasilkan kinerja sesuai harapan. Misalnya, mereka memberikan hasil evaluasi lengkap dengan solusi-solusi jitu, syukur-syukur bersifat terobosan. Sesuai dengan fungsinya, UKP4 juga harus mampu menjaga konsistensi dan sinkronisasi kementerian dan lembaga, agar mereka tidak jalan dan asyik dengan agendanya masing-masing.

    Akhirnya, perkara ini memang menjadi hak prerogatif presiden. Terserah Jokowi, lah. Kita tunggu saja, bagaimana –meminjam pernyataan Megawati--  ‘petugas partai’ ini menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai presiden periode 2014-2019.

    Jakarta, 28 Agustus 2014
    *Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

    Berkumpul di Akhirat Bersama Pendiri NU

    Muslimedianews.com ~ Bagi umat Islam, berkumpul dengan Rasulullah SAW di akhirat adalah dambaan dan cita-cita, sebagaimana doa Abdullah bin Mas’ud:

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ إِيمَاناً لاَ يَرْتَدُّ وَنَعِيماً لاَ يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ جَنَّةِ الْخُلْدِ
    “Ya Allah, aku minta kepada-Mu iman yang tak goyah, nikmat yang tak pernah musnah, dan menemani Nabi Shalla Allahu alaihi wa sallama, di tempat surga tertinggi, surga keabadian” (HR Ahmad, doa ini juga dibaca oleh Sayidina Umar. Ahli hadis al-Hafidz al-Iraqi menilai sanadnya jayid)


    Namun, ada harapan ‘baru’ yang disampaikan oleh Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya, KH Ahmad Dzulhilmi Ghazali (Imam Besar Masjid Ampel dan Juri Nasional MTQ), bahwa pengikut Ahlisunnah wal Jamaah dalam Jamiyah Nahdlatul Ulama juga bisa berkumpul bersama para Muassis NU (pendiri).

    Ceramah ini beliau sampaikan dua kali, yakni saat haul KH Ridlwan Abdullah (pencipta lambang NU) saat tanggal 10 Ramadlan 1435 H lalu, dan beliau sampaikan semalam dalam acara Halal Bi Halal PCNU Surabaya (30 Syawal). Beliau menegaskan bahwa harapan bisa bertemu dan berkumpul dengan para ulama NU berdasarkan firman Allah:

    وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ [الطور/21]
    “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (al-Thur: 21)

    Kata ‘dzurriyah’ tidak selalu berarti keturunan secara biologis (dzuriyah bi nasab), namun memasukkan pula para pengikut ideologis (dzuriyah bi sabab), sebagaimana disampaikan beberapa ahli Tafsir, diantaranya Syaikh al-Biqa’i, Syaikh al-Syirbini dan Syaikh Nawawi al-Bantani:

    وَيُلْحَقُ بِالذُّرِّيَةِ مِنَ النَسَبِ الذُّرِّيَةُ بِالسَّبَبِ وَهُوَ الْمَحَبَّةُ ، فَإِنْ كَانَ مَعَهَا آخِذٌ لِعِلْمٍ أَوْ عَمَلٍ كَانَتْ أَجْدَرَ ، فَتَكُوْنُ ذُرِّيَةُ الْإِفَادَةِ كَذُرِّيَّةِ الْوِلَادَةِ ، وَذَلِكَ لِقَوْلِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ فِي جَوَابِ مَنْ سَأَلَ عَمَّنْ يُحِبُّ الْقَوْمَ وَلَمْ يَلْحَقْ بِهِمْ . (نظم الدرر فى تناسب الآيات والسور - 7 / 298 تفسير السراج المنير - (4 / 74 مراح لبيد لكشف معنى القرآن مجييد - (2 / 459)
    “Keturunan karena faktor nasab disamakan pula ‘keturunan karena sebab / faktor lain’, yaitu kecintaan. Jika rasa cinta tersebut disertai dengan berguru ilmu atau amal, maka lebih tepat. Maka keturunan karena ilmu seperti keturunan secara biologis. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw: “Seseorang akan bersama orang yang ia cintai” (HR al-Bukhari dan Muslim), sebagai jawaban dari pertanyaan seseorang yang bertanya tentang seorang yang mencintai suatu kaum namun tak pernah berjumpa” (Tafsir Nadzmu al-Durar 7/298, Tafsir al-Siraj al-Munir 4/74 dan Murah Labid 2/459)

    Semoga Allah mempertemukan kami dengan Rasulullah, para sahabat, para ulama Ahlisunnah wal Jamaah terdahulu, para auliya’, para Mursyid Thariqah, para guru, khususnya para pendiri NU dan masuk ke surga Allah bersama rombongan mereka:

    وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ [الزمر/73]
    “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya” (al-Zumar: 73)

    Dan andaikata merubah syair diperbolehkan, maka saya sedikit merubah syair berikut:

    رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْكَتِهِمْ Ѻ وَاهْدِنَا الْحُسْنَى بِحُرْمَتِهِمْ
    وَاَمِتْنَا فِي طَرِيْقَتِهِمْ Ѻ رَبِّ فَاجْمَعْنَا فِي جَنَّةْ بِهِمْ
    “Ya Allah, berilah manfaat kepada kami dengan berkah para Muassis NU. Tunjukkan kami kepada kebaikan dengan kemulian mereka. Matikan kami di jalan mereka. Ya Allah, kumpulkan kami di surga bersama mereka” Amin....

    Oleh Ustadz Muhammad Ma'ruf Khozin

    Hukum Bermakmum Pada Orang Yang Bacaannya Tidak Fasih

    Muslimedianews.com ~ Assalamu’alaikum. Wr Wb. Buya Yahya saya mau bertanya. Bagaimana hukumnya bermakmum kepada orang yang bacaannya tidak fasih ?

    Jawaban :
    Dr. KH. Yahya Zainul Ma'arif / Buya Yahya


    Wa’alaikumsalam Wr Wb. Syarat menjadi imam adalah pertama, asalkan sholatnya sendiri sudah sah menurut dirinya sendiri dan kedua sah menurut makmum, maka dia bisa jadi imam untuk orang lain. Adapun jika sholatnya sah menurut imam dan tidak sah menurut makmum, maka dalam madzhab Syafi’i ada dua pendapat yang keduanya bisa diambil.

    Pendapat pertama: (al-'Ibroh bi'tiqodil makmum), maksudnya jika sholat imam menurut makmum tidak sah seperti jika bacaan imam tidak fasih atau imam tidak membaca bismillah dalam fatihah, maka bagi makmum yang fasih atau biasa dengan bismillah tidak sah sholatnya jika bermakmum dengan imam tersebut.

    Pendapat kedua: (Al'ibroh bi'tiqodil imam), maksudnya jika imam sudah sah menurut imam, maka siapapun boleh bermakmum dengannya, maka sholat makmum tetap sah biarpun dia biasa membaca bismillah dan imamnya ternyata tidak membacanya. Pendapat yang kedua inilah yang lebih layak dihadirkan saat ini untuk meredam perdebatan.

    Ada beberapa tatakrama jadi imam yang harus diperhatikan diantaranya adalah tahu diri. Jika bacaan Anda tidak bagus sementara ada orang yang lebih bagus atau anda ikut pendapat Imam Malik yang mengatakan bismillah tidak wajib dibaca sementara makmum ikut pendapat yang mewajibkan bismillah, maka janganlah Anda memaksakan diri jadi imam, sebab hal itu hanya membuat gundah para makmum yang kebanyakan orang awam. Sebaliknya jika anda menemukam imam yang tidak bijak, maka anda jangan ikut-ikut tidak bijak, ambilah pendapat kedua dan sahlah sholat anda. Anak muda boleh jadi imamnya orang yang sudah tua, asalkan jangan wanita jadi imamnya orang laki-laki.

    Wallahu a'lam bishshawab.

    Zakat Sukses : Donasi Palestina Terus Bertambah

    Muslimedianews.com ~ Alhamdulilah berbekal niat membantu meringankan kondisi saudara kita di Palestina, Zakat Sukses kembali mendapatkan tambahan donasi dari para Muzakki yakni berjumlah Rp 5.000.000,00 Senin, (18/8/2014). Sehingga dana terkumpul bertambah dari Rp 48.065.017,00 Jum’at, (25/7/2014) kini menjadi Rp 53. 065.017,00. Semoga menjadi catatan amal shaleh di sisi Allah SWT. Demikian rilis yang dikirim oleh Zakat Sukses ke redaksi MMN.

    Penghimpunan donasi ini adalah jaringan kerjasama antara Zakat Sukses dengan beberapa lembaga yaitu FKPI, DAC, IKRAMI, PENGSIMATOGA Sawangan, ADZIKKRO, BINA MULIA, SANGGAR TERASI, AL HIDAYAH, TEATER KANCIL, MAJELIS TAKLIM SAWANGAN, KOPI KENTRUNK, KNPI, LINTAS MAJELIS, ARIMAS ASSHOBIRIN, SMA MUHAMMADIYAH 7 SAWANGAN, SUNRISE BLUE, TAMAN APRESIASI, RIMA, dan KARANG TARUNA Sawangan.

    “Kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana untuk warga Gaza ini akan terus kami lakukan.” ungkap Manager Program Zakat Sukses Rama.

    Dana yang terkumpul telah disalurkan melalui beberapa lembaga terpercaya, salah satuya ialah KNRP. Semoga donasi yang telah disalurkan menjadi kontribusi nyata dan sebagai bentuk dukungan bangsa Indonesia kepada rakyat Palestina.

    (Lukman/Ibnu L' Rabassa)

    Warga Jatibarang Lor akan Renovasi Mushalla Baitul Hidayah

    Brebes, Muslimedianews.com ~ Sehubungan dengan kondisi Musholla Baitul Hidayah Jatibarang Lor yang sudah mengalami rusak termakan usia, lokasi yang sudah lebak dan dipinggirnnya ada tanggul sungai yang manakala hujan lebat airnya hampir masuk ke dalam Mushalla, maka segenap jajaran panitia akan merehab total (membangun kembali) musholla tersebut agar jama'ah merasa nyaman dalam beribadah dan program-program kegiatan keislaman dapat berjalan dengan baik.

    Bertempat diserambi Musholla Baitul Hidayah Senin malam Selasa (25/08/2014), sejumlah masyarakat yang telah tergabung dalam kepanitiaan Pembangunan Musholla Baitul Hidayah Desa Jatibarang Lor mengadakan konsolidasi panitia dan laporan keuangan yang telah diperoleh.

    Ketua Panitia Hadi Mulyanto, S.Pd.I menyampaikan bahwa pelaksaan pembangunan (renovasi) Musholla Baitul Hidayah sangat urgen dan emergency mengingat kondisi fisik atap, jerumpul, genteng dan lantai memprihatikan dan mengkhwatirkan bisa ada banjir.

    "Ya, memang bangunan ini sudah lama, itupun konon materialnya lungsuran dari mushollanya Syech Ali sehingga mau tidak mau waktu sekarang harus di renovasi total mengingat musholla ini juga menampung banyak jama’ah dari 3 RT yaitu RT.07, RT.08 dan RT.01, agar nantinya dapat menampung jama’ah yang ada", jelas Hadi kepada masyarakat.

    Hadi mengatakan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan mushallat Rp. 200.700,000,- (Dua Ratus Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah) sedangkan dana yang terkumpul dari iuran Jamaah di Musholla Baitul Hidayah sampai malam selasa (25/08/2014) masih sebesar Rp 26.895.400,00,- (Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Empat Ratus Rupiah).

    Berpartisipasi dalam Pembangunan
    Untuk meringankan beban pada masyarakat dan jamaah dilingkungan Musholla, maka panita pembangunan mengetuk hati serta memohon dengan hormat dan sangat kepada Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari/ Dermawan/ Aghnia/ Kaum Muslimin/ Muslimat untuk  bisa membantu menyisihkan hartanya guna ikut kontribusi dan partisipasi agar pembangunan Mushalla segera terealisasi sebagai wujud harapan ummat dilingkungan Desa Jatibarang lor Kec. Jatibarang Kab. Brebes.

    Bantuan bisa berupa material bahan bangunan (jenis material terlampir di RAB) , atau berupa dana chas (berkwitansi panitia) serta bisa juga di transfer melalui No. Rekening BPD JATENG : 2-028-08907-7    a/n : Panitia Pembangunan Musholla Baitul Hidayah. BCA : 1310339446 atau BRI: 5845-01-014349-5-32. Contac Person Panitia 081578316665/087830171835.


    (Hadi M/Ibnu L Rabassa)

    Halal Bihalal NU Jatibarang Tingkatkan Keakraban Antar Tokoh NU

    Brebes, Muslimedianews.com ~ Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Jawa Tengah bertempat di Gedung Serba Guna Masjid Jami' Ittihad Jatibarang menggelar acara Halal Bi Halal dengan semua badan otonomnya NU; ANSOR, BANSER,IPNU, MUSLIMAT, FATAYAT, IPPNU se-Kecamatan Jatibarang,  Jumat (22/08/2014).

    Acara di pandu dan dibuka oleh Ketua PAC ANSOR Jatibarang Ustadz Jazuli Purnomo. Disusul Pembacaan Kalam Ilahi dan Sholawat Badar oleh Ustadz Musthofa Ismail, S.Pd.I.

    Kemudian dilanjutkan oleh prakata Ketua Panitia oleh Drs. Afifullah. "Panitia dalam acara tersebut mengundang sekitar 264 tokoh-tokoh NU se Kecamatan Jatibarang.", tuturnya.

    Adapun sambutan pertama oleh Camat Jatibarang Darmadi, SH. Dalam sambutannya, ia berpesan agar masyarakat menolak ISIS (Islamic State of Iraq and sham) karena ISIS tidak sesuai dengan ajaran agama.

    Sambutan kedua oleh Wakil Ketua MWC NU Jatibarang KH.Abdul Latif. Dalam sambutannya ia berpesan agar tokoh-tokoh NU sekarang yang ada di Jatibarang hendaknya jangan sampai lupa dan melupakan pendiri NU di Jatibarang yaitu KH. Sya’roni dan Syech Ali Basalamah.

    "Keduanya telah mengenalkan NU sehingga kita jadi tau NU, semua itu atas berkat jasa beliau", katanya

    Sambutan Ketiga oleh Perwakilan dari PCNU Kabupaten Brebes Drs. H. Asmuni, M.Si. Dalam sambutannya, ia berpesan perlunya bagi tokoh-tokoh NU dan generasi sekarang mempelajari dan mendalami kembali tentang ke-NU-an sehingga akan lebih mengenai apa itu NU.

    Sambutan Keempat adalah pemaparan program MWC oleh Ketua MWC NU Jatibarang Drs. KH. Muhidin. Kyai Muhidin menyampaikan rasa bersyukur dan terima kasih kepada semua pihak atas perkembangan baik dari program BMT NU telah dicanangkan.

    Penutup/Do’a dalam acara tersebut dipimpin oleh KH. Ghozin Masduki. Akhir acara dirangkai pula dengan ramah tamah pada kader-kader dan warga NU.

    Ketua GP ANSOR Jatiarang Lor mengatakan bahwa kegiatan temu kangen tokoh-tokoh NU yang di kemas dengan acara Halal Bi Halal sangat perlu dilakukan terus menerus agar saling mengenal antara kader dan warga NU sehingga akan lebih kompak dan bisa bersinergi saat menjalankan program-program ke-NU-an. (Hadi Mulyanto/Ibnu L' Rabassa)

    Wagub Jatim Ajak Masyarakat Laporkan Pendatang yang Mencurikan untuk Antisipasi ISIS

    Muslimedianews.com, Jember ~ Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, pihaknya menentang keras kehadiran kelompok garis keras ISIS di Indonesia. Gubernur Jatim telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 51/2014 yang intinya melarang ISIS masuk dan berkembang di Jawa Timur.

    "Pergub itu bisa dijadikan dasar bagi aparat penegak hukum untuk melarang dan menolak ISIS, termasuk faham radikal yang dikembangkan oleh pengikut ISIS," jelas Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf di sela acara seminar internasional tentang  gerakan radikalisme di aula STAIN Jember kemarin (25/8).

    Secara pribadi, ia mengaku gerah dengan sepak terjang ISIS. Menurutnya, tindakan ISIS yang kerap memaksakan kehendaknya, bahkan tak segan-segan berlaku brutal dalam mencapai tujuannya, sungguh tidak bisa dipahami. ISIS yang mengklaim sebagai organisasi pemerintahan Islam itu, justru sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam.

    "Ajaran Islam itu lembut, penuh kasih sayang. Bukan main kekerasan. ISIS itu mengkoyak-koyak kedamaian," tukasnya.

    Gus Ipul meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam mengantisipasi masuknya ISIS, dengan cara mewaspadai dan melaporkan pendatang  baru jika terdapat tanda-tanda yang mencurigakan. "Kalau ada pendatang misterius, dan gerak-geriknya mencurigakan, cepat laporkan ke aparat  terdekat," urainya.

    Sementara itu, Ketua STAIN Jember, Babun Suharto mengungkapkan, seminar internasional tersebut merupakan wujud upaya membendung  paham Islam radikal seperti ISIS dan sejensinya. "Memang mereka ingin mendirikan negara Islam. Itu bertentangan dengan Pancasila," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Anam)


    Sumber nu.or.id
     

    ARABIC

    FATAWA

    TAUSHIYAH

    KHUTBAH

    ISLAMIC ARTICLES

    TASHAWUF

    KHAZANAH

    TARIKH

    SIYASI

    MUSLIM YOUTH

    QUR'AN AND HADITS

    FIGURE / TOKOH

    INTERVIEW

    SYUBHAT & BANTAHAN

    ARTIKEL BEBAS

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News