Top News :
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Ta'lim Al-Muta'allim : Kajian dan Analisis disertai Tanya Jawab

    Muslimedianews.com ~ "Kami merasa bangga dan menyambut gembira atas terbitnya buku yang mengkaji dan menganalisis kitab kuning “Ta’lim Muta’allim Lengkap dengan Tanya Jawab, seperti kenapa tidak baik makan ikan? Dll.”. Kitab yang menjelaskan tentang akhlak. Sangat cocok untuk masa sekarang karena banyaknya orang yang sudah tidak memperhatikan moral dan akhlaknya. Tidak santri, tidak mahasiswa, tidak tua, tidak muda, tidak besar, tidak kecil, mereka lebih mementingkan ilmu tanpa melengkapinya dengan akhak. Padahal tolak ukurnya seseorang berilmu atau tidak adalah akhlaknya."

    KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus
    Pengasuh Pon. Pes. Lirboyo Kediri

    Terjemah TA’LIM MUTA’ALLIM
    Kajian dan Analisis disertai Tanya Jawab
    Halaman : xxiv + 468 hal.
    Ukuran : 15,5 x 23,5 cm.
    HARD COVER
    penerbit : Santri Salaf Press



    Pontianak Bershalawat dan Peringatan Isra' Mi'raj

    Muslimedianews.com ~ Pontianak Bershalawat 4 sekaligus peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438 H bersama Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegad dari Jeddah Arab Saudi, dan Asysyarobut Thohur

    Tempat di Masjid Ikhwanul Muslimin Jl. Tanjung Raya 2. Tanggal 1 Mei 2017. Waktu 19.00.



    Aku Malu Jadi Warga NU Sekarang

    Muslimedianews.com ~

    "Aku malu jadi warga NU sekarang".

    "Kenapa memangnya?"


    "NU sekarang tidak kayak NU zaman Mbah Hasyim dulu, sekarang NU disusupi Syiah, liberal, komunis bahkan sangat dekat dengan non muslim. Kalau Zamannya Mbah Hasyim kan masih murni, lurus, tidak disusupi macam-macam".

    "Emang kamu pernah hidup dan merasakan NU di masa Mbah Hasyim?"

    "Nggak juga sih".

    "Makanya jangan sok tahu dan termakan fitnah dan isu tidak benar".

    "Kamu tahu kan Jepang itu penjajah yang menyembah matahari?"

    "Kalau itu tahu lah, kan banyak di tulis di buku sejarah".

    "Kamu tahu nggak, NU nya Mbah Hasyim itu malah menginstruksikan santri-santri untuk latihan militer dengan Jepang. Bahkan Mbah Hasyim jadi Ketua Shumubu atau menteri agamanya Jepang. Padahal kan Jepang kafir, penjajah lagi. Dan ternyata NU nya Mbah Hasyim bisa kok bersikap kooperatif dengan Jepang".

    "Masa Sih?"

    "Iya, Dan kamu tahu nggak kalau Mbah Wahab Hasbullah itu pernah dicap Kiai Komunis loh karena bersikap kooperatif dengan Bung Karno dalam Nasakom nya (berbeda dengan Masyumi yang memilih keluar)".

    "Masa sih?"

    "Iya, itulah siyasah, strategi dakwah, lihatlah dampaknya, dengan kooperatif kepada Jepang akhirnya bangsa Indonesia dapat bertempur dengan baik dan akhirnya merdeka. Dengan kooperatif kepada Bung Karno yang dekat komunis akhirnya umat Islam terselamatkan dari bahaya komunis bahkan atas saran NU, akhirnya Bung Karno tidak jadi Membubarkan HMI".

    "Gitu ya?"

    "Jadi NU Mbah Hasyim dan NU sekarang itu tetap sama, membela Islam dan Indonesia, bukan salah satunya, Islam saja atau Indonesia saja, Karena kalau membela salah satunya akan bisa memunculkan perang antar anak bangsa yang akhirnya ibadah jadi tidak nyaman dan selalui dihantui ketakutan".

    "Oo gitu ya? Kalau begitu aku tidak malu lagi jadi NU, aku akan Bangga jadi NU".

    "Makanya jangan percaya isu, fitnah atau hoax yang menjelekkan NU, belum apa-apa sudah nuduh macem-macem pada NU sekarang, kita nggak tahu yang sebenarnya, kita hanya tahu dari berita, medsos yang belum tentu benarnya, sebaiknya kita Husnudzon saja kepada penggede NU".
     

    HIKMAH

    ARABIC

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News