Kirim tulisan ke Media Islam MMN (Muslimedia News)
melalui email muslimedianews@gmail.com
Rekomendasi web idrusramli.com & aswj-rg.com
Top News :

    Buku Islam Terbaru: Dear Felix Siauw - Sekedar Koreksi, Biar Enggak Sesat Persepsi

    Jakarta, Muslimedianews.com ~ Kini telah terbit sebuah buku Islami terbaru yang berjudul “Dear Felix Siauw – Sekedar Koreksi, Biar Enggak Sesat Persepsi“.

    Sesuai dengan namanya, buku yang ditulis oleh Wakil Sekjend PBNU, Sulthan Fatoni ini mengandung pembahasan dan koreksi terhadap “fatwa-fatwa” atau pandangan-pandangan keagamaan yang dinilai cukup nyeleneh yang dilontarkan oleh salah satu Ustadz Gaul yang bernama Felix Siauw.

    Bak seorang mujtahid, Ustadz Gaul Felix Siauw memang acapkali mengeluarkan “fatwa-fatwa” kontroversial yang menggelitik umat Islam. Muallaf yang bergelar Ustadz ini tidak ragu-ragu berfatwa layaknya mufti agung meski sebenarnya tingkat keilmuannya masih jauh dari apa yang disebut sebagai ulama. Tidak sedikit, para pengikutnya umat Facebookiyah wal Twitteriyah “mengamini” fatwa-fatwa yang diobral oleh Ustadz yang tergabung dalam kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini.

    Berikut adalah diantara “fatwa-fatwal” kontroversial yang pernah dilontarkan oleh Ustadz Gaul Felix Siauw:
    • Fatwa Felix Siauw tentang Copyrights (Hak Cipta): “Halal hukumnya memanfaatkan barang-barang bajakan seperti CD, DVD, buku ataupun media lainnya, karena hak cipta hanyalah milik Allah (All rights reserved only by Allah), dan semua ilmu berasal dari-Nya dan Allah telah mewajibkan kita mencari dan menuntut ilmu”.
    • Fatwa Felix Siauw tentang Penentuan Awal Dzulhijjah: “Mengenai penetapan Ied ‘Adha ini berbeda dengan Penentuan Awal Ramadhan yang memang penetapannya berbeda-beda tergantung madzhab yang digunakan. Dalil Penentuan Awal Dzulhijjah ini berbeda karena kewenangan menentukannya khusus diberikan pada penguasa Makkah yang mengurusi Haji”.
    • Fatwa Felix Siauw tentang Nasionalisme: “Membela nasionalisme, nggak ada dalilnya, nggak ada panduannya | membela Islam, jelas pahalanya, jelas contoh tauladannya”.
    • Fatwa Felix Siauw tentang Foto Selfie: “Selfie itu kebanyakan berujung pada sifat takabur, atau roya, sedikitnya ujub. Buat cewek apalagi cowok, lebih baik hindari yang namanya foto selfie, nggak ada manfaatnya malah banyak mudaratnya”. Pada kesempatan lain, Felix Siauw “menyamakan” wanita yang berselfie sudah tidak suci: “Tidak tahu malu wanita yang memposting selfie mereka, dan dengan begitu, apakah mereka suci?”. Fatwa twit lainnya: “Jika kita mengambil sebuah selfie, menyaring dan memilih pose terbaik kita, dan kemudian kita terpesona dan terkesan oleh diri kita sendiri. Itu sangat mengkhawatirkan, akan menimbulkan gila hormat yang disebut PRIDE”.
    • Dan masih banyak lagi.

    Untuk itulah, kehadiran buku Islam “Dear Felix Siauw – Sekedar Koreksi, Biar Enggak Sesat Persepsi” ini menjadi angin segar bagi umat Islam yang ingin mengetahui Islam yang sesungguhnya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi tentang Islam yang banyak berseliweran di dunia maya.

    Dr. KH. Marsudi Syuhud, Sekjend PBNU yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Uchuwah Kedoya Jakarta Barat sangat mendukung dan mengapresiasi atas penerbitan buku karya Sulthan Fatoni ini, dan berkata:

    ”Buku ini berisi tentang keislaman dalam konteks keindonesiaan. Positif untuk dibaca agar masyarakat tahu bahwa di bumi NUsantara sudah sejak lama terjadi proses pengintegrasian antara fikih dengan kondisi sosial masyarakat, dan berlanjut dalam hukum Islam dengan hukum nasional melalui sarana kebudayaan. Inilah babak lanjutan dialog intensif yang sebelumnya terjadi antara Islam dan kebudayaan Turki, Persia, India, Tiongkok, dan lainnya”.

    Dengan gaya renyah, M. Sulthan Fatoni mengoreksi pendapat kontroversial “Ustadz Gaul” Felix Siauw yang begitu mudah menjatuhkan hukum. Ustadz Gaul yang selalu berwawasan global dengan khilafahnya ini disuguhi dengan fakta fikih yang mengindonesia. Beberapa isu yang sempat jadi perdebatan publik ditanggapi dengan paparan yang enggak kalah gaul.

    Penasaran kan? Ayo miliki segera bukunya, dapatkan di toko-toko buku terdekat di wilayah anda.


    Sumber: Ngaji Yuk!


    Warga Tetap Tuntut STAI Ali bin Abi Thalib yang Berfaham Diluar Ahlussunnah Waljamaah Bubar atau Dibubarkan


    Surabaya, Muslimedianews.com ~ Warga Sidotopo Kidul Surabaya kembali merasa resah dengan adanya Sekolah Tinggi Agama Islam atau STAI Ali bin Abi Thalib yang menganut faham ajaran baru Wahabi Salafi. Selain menyebarkan aliran yang diduga tidak sesuai ahli sunnah waljamaah, warga Sidotopo juga merasa terganggu dengan adanya pemancar radio milik STAI, karena dapat mengganggu sinyal televisi warga.

    Simak vide liputannya:

    Sumber: TV9berita

    Masjid As-Salam Aman Terkendali, Warga dan Kepolisian Bantah Adanya Penyerangan atau Penyerobotan

    Kondisi masjid aman terkendali (ilustrasi)
    Jakarta, Muslimedianews,com ~ Warga RW.01 Cengkareng Barat, Jakarta membantah adanya penyerangan atau perebutan kepengurusan Masjid As-Salam. Warga mengaku kondisi di lingkungan masjid baik-baik saja.

    "Cuma insiden kecil aja, tidak ada yang dibesar-besarkan. Kita semua di sini baik-baik saja dan damai," kata Bambang, salah seorang warga RW. 01, Sabtu (28/2/2015).

    Menurut Bambang, sebelumnya memang ada permasalahan terkait kepemilikan masjid. Warga muslim setempat mengatakan Masjid As-Salam Cengkareng Barat merupakan milik umum yang berdiri di tanah negara bukan milik organisasi tertentu. Masjid itu juga didirikan bersama-sama dengan warga Muslim lainnya di RW 01. 

    Bambang menambahkan, masjid ini juga dulunya didirikan atas nama yayasan Assalam dan bukan milik organisasi tertentu.  "Karena dengan adanya Yayasan Assalam itu maka Masjid Jami Assalam yang dulunya hanya sebuah surau kecil dan taman bermain, kini dapat berdiri dan digunakan warga untuk shalat berjamaah," terang Bambang.

    Kapolsek Cengkareng Komisaris Polisi Sutarjono mengatakan, tidak ada penyerangan yang terjadi di Masjid As-Salam, Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Kompol Sutarjono menjelaskan situasi di lingkungan Masjid As-Salam aman terkendali. Menurut dia, konflik yang terjadi hanya karena salah paham dan masalah internal.  "Tadi kita ke sana bareng bapak Kapolda ikutan Maulid Nabi sekalian cek lokasi, semua aman," kata Sutarjono.

    Sementara itu, Sekretaris Lurah Cengkareng Barat, Jupri, mengatakan kondisi di lingkungan Masjid As-Salam aman terkendali. Menurutnya, semua permasalahan sudah diselesaikan dengan cara bermusyawarah antara kedua belah pihak.

    "Aman kok, semua kita sudah selesaikan secara musyarawarah dengan kedua belah pihak. Ini hanya masalah beda pendapat tentang kepengurusan masjid dan kepemilikan," kata Jupri di kantor kelurahan Cengkareng Barat, Sabtu (28/2/2015).

    Jupri juga mengatakan acara Maulid Nabi pada Sabtu pagi tadi juga berjalan dengan aman. Jupri menuturkan pada acara tersebut hadir dari pihak MUI Jakarta Barat, Kapolda Metro Jaya, Kapolres Jakarta Barat, dan 30 personil anggota Shabara.

    "Dari pihak polisi hanya untuk mengamankan acara, karena ada isu yang beredar ada mau penyerangan entah dari mana. Tapi, sejauh ini semua aman terkendali dan masyarakat beraktivitas seperti biasa," ujar Jupri.


    Sumber: Republika.

     

    HIKMAH

    ARABIC

    TAUSHIYAH

    KHUTBAH

    TASHAWUF

    TARIKH

    FIGURE / TOKOH

    INTERVIEW

    SYUBHAT & BANTAHAN

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News