Top News :
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Fenomena Bergabungnya Warga Arab Dalam Militer Israel


     
    Dalam sebuah tayangan video menampilkan serangan tentara Israel ditengah kerumunan pemuda Arab.
    Entah apa yang sebelumnya terjadi, tiba-tiba pasukan militer Isreal menyerang dan mengejar para pemuda Arab, bahkan sebagian ada yang ditabrak dengan jip militer. Tak lama kemudian tim penyelamat dari hilal ahmar (bulan tsabit) turun dari mobil untuk menyelamatkan para pemuda arab malang yg ditabrak secara kejam dan membabi buta oleh militer israel.
    Ketika tim Bulan Tsabit akan menolong korban dihalang-halangi tentara israel dan sebagian tim tersebut itu  disemprot dengan water canon. Terjadilah perang adu mulut dan uniknya tentara-tentara israel yang kejam ini bisa berbahasa arab dengan sangat baik dan fasih. Setelah kita perhatikan dengan seksama, ternyata sebagian tentara-tentara Israel yang bengis dan kejam itu adalah keturanan Arab. Bahkan mereka juga masih memeluk agama islam.  Fakta ini merupakan fenomena yang mencengangkan.
    Dilansir oleh salah satu media Arab bahwa kini semakin banyak warga keturunan Arab yang masih memeluk islam tetapi bergabung dengan militer Israel, mereka disebut dengan istilah muslim zionis.
    Munculnya fenomena muslim zionis dalam tubuh militer israel cukup mencengangkan bagaimana bisa mereka mengangkat senjata untuk membinasakan warga bangsanya yang masih berkewarganegaraan Palestina?
    Dalam sebuah wawancara dengan media as Shohrowi seorang pemuda Arab berumur 25 tahun bernama Ahmad dari desa Dier Asad sebelah utara Israel mengatakan bahwa dirinya adalah seorang muslim berkewarganegaraan Israel dan bangga menjadi bagian dari tentara Israel.
    Meskipun para pemuda Arab ini telah bergabung dengan tentara Israel, tapi mereka tidak mau dianggap sebagai pengkhianat oleh warga Arab di Kampung mereka.  Justru mereka mengkritik sikap perlawanan sebagian warga di desa Dier Asad terhadap otoritas Israel, karena keberadaan warga Arab yang telah menjadi warga negara Israel kehidupannya lebih baik dan terjamin dibandingkan warga negara Arab dibawah pemerintahan negara Arab Manapun.
    Diperkirakan sekitar 1000 pemuda muslim telah bergabung menjadi bagian dari kekuatan tentara Israel. Mereka mengangkat senjata untuk membunuh warga Arab Palestina yang menentang pendudukan Israel.
    Fenomena ini memunculkan polemik yang keras dikalangan internal warga Palestina.
    Menurut penuturan Ahmad, salah seorang pemuda Arab, saat pertama masuk dalam barisan tentara Israel, Ahmad merasa canggung dan bingung. Tapi setelah melakukan latihan fisik dan teknik keprajuritan, maka Ia sadar dan  semakin mantap untuk terus berkarir dalam dunia militer.
    Perjalanan para pemuda muslim Arab yang bergabung dengan tentara Israel akan terus berlanjut, mereka akan membela negara demokrasi Yahudi dan turut menentukan hubungan Arab - Yahudi di Israel pada masa mendatang.
    Fenomena masuknya warga muslim Arab menjadi tentara Israel  berdampak pada perubahan sosio ekonomi dan masa depan konflik Palestina- Israel. Setidaknya ada lima point yang dapat kita catat dari fenomena ini.
    Pertama,  Bergabungnya pemuda muslim Arab dalam unit tentara Israel, khususnya mereka yang datang dari wilayah pinggiran telah meningkatkan kehidupan ekonomi dan sosial, karena mereka mendapatkan gaji yang cukup besar dari otoritas Israel.
    Kedua, konflik berkepanjangan antara Palestina-Israel telah menyebabkan krisis ekonomi dan meningkatkan tingginya jumlah pengangguran di Palestina, hal ini memicu rasa frustasi sebagian pemuda Arab Palestina sehingga mereka memilih bergabung menjadi tentara Israel.
    Ketiga, terdorong oleh iming-iming  dan jaminan untuk memperoleh gaji yang cukup besar menyebabkan para pemuda Arab berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi tentara Israel.
    Keempat, para pemuda Arab yang telah dilatih menjadi pasukan tempur Israel merasa tidak membayangkan sebelumnya mereka akan masuk menjadi bagian dari kekuatan militer Israel untuk melawan warga Arab Palestina. Meski pada tahap pertama mereka merasa serba canggung dan kurang yakin menjadi bagian dari tentara Israel, tapi pada tahap selanjunya mereka semakin mantap dan bangga menjadi bagian dari kekuatan tentara Zionis.
    Kelima, meningkatnya sentimen  dan penghormatan  agama Yahudi dikalangan anak-anak muslim yang yang dilahirkan di Israel. Kenyataan ini menunjukkan betapa lemahnya kecintaan anak-anak terhadap Palestina.
    Trend bergabungnya pemuda Arab muslim menjadi tentara Israel akan semakin meningkat di masa depan. Fakta ini akan semakin menambah buram masa depan perdamaian Palestina - Israel. 

    Khariri Makmun
    Direktur Moderation Corner
    Peneliti Institute Hasyim Muzadi (IHM)

    PBNU Kecam Trump atas Pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel


    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan Trump dinilai dapat memecah perdamaian dunia.

    Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan, pernyataan Trump akan mempengaruhi stabilitas politik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, negara-negara Islam yang notabene selama ini mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina, akan gusar dengan sikap Trump tersebut.

    Keputusan yang diambil Trump itu, menurut Helmy, sama sekali tidak menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, melainkan sebaliknya membangkitkan perpecahan. Karena itu, PBNU tidak setuju dengan sikap yang ditunjukkan Trump tersebut.


    "Sikap ini justru akan mengubah konstelasi internasional ke arah perpecahan dan tidak stabil," ujar Helmy kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (6/12).

    PBNU pun meminta Presiden Joko Widodo mengutarakan penolakan atas sikap Trump itu dengan lantang. Menurut Helmy, Jokowi patut menolak dengan keras mengingat sedari dulu Indonesia dan Palestina memiliki hubungan yang baik.

    Maka ketika Palestina menghadapi tekanan yang berat, kata Helmy, Indonesia pun perlu bersikap tegas. "Mengingat hal ini melanggar hakekat kedaulatan atas suatu negara," tutur Helmy.

    Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan itu dilakukan meski telah mendapat kecaman dari sejumlah negara di dunia.

    "Saya sudah memutuskan bahwa ini waktunya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, kemarin.

    Trump mengatakan presiden-presiden AS sebelumnya tidak mampu menyatakan sikap itu. Mereka, ujar Trump, hanya menjadikan hal itu sebatas janji pada saat kampanye saja. Tidak ada dari mereka yang mampu mewujudkan itu ketika telah menjabat sebagai presiden AS.

    "Hari ini saya mewujudkannya," tutur Trump.

    sumber: cnnindonesia.com

    Kebohongan HTI Soal Bendera Ar-Raayah dan Liwaa' Bertuliskan Kalimat Tauhid





    BENDERA DAN PANJI KARENA BERTULIS KALIMASODO 

    Tulisan ini hanya untuk meluruskan wacana yang diframing sedemikian rupa oleh oknum-oknum tertentu, sehingga seolah itu benar seratus persen. Bahkan dengan bahasa-bahasa maut framing tersebut mampu menjerat siapapun yang menentangnya. 

    Untuk mendekatkan pemahaman kita simak devinisi masing-masing raayah dan liwaa’.

    Ar-Raayah adalah bendera yang ada di tangan pimpinan-pimpinan devisi perang, karenanya jumlahnya banyak saat peperangn berkecamuk.

    Al-Liwa’ adalah bendera penanda keberadaan pimpinan perang tertinggi yang mengatur seluruh devisi perang. Bendera ini diikat di tombak.

    Dusta Pengasong Khilafah Soal Bendera Ar-Raayah dan Liwaa' Bertuliskan Kalimat Tauhid

    Dalam hal ini Imam Ibrahim Al-Harbi dalam kitab Ghorib al-Hadits menyatakan,

    الرّاية : وهي أعلام لكلّ فريق، واللواء: للأمير الأعظم وقد يُسمَّى اللواء راية.

    “Ar-Raayah adalah panji-panji untuk masing-masing devisi perang. Sementara Al-Liwaa’ adalah bendera untuk pimpinan tinggi. Tapi terkadang Liwaa’ juga dinamai Ar-Rayah.”

    Berikut ini 10 riwayat hadits tentang Al-Liwaa’ dan Ar-Rayah:

    HADITS KE-1
    عن جابر رضي الله عنه قال: كان لواء رسول الله صلى الله عليه وسلم أبيض ، و رايته سوداء " .
    أخرجه الترمذي والحاكم وابن ماجة والخطيب في التاريخ.

    “Dari Jabir ra. Dia berkata, “Liwaa’ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berwarna putih dan rooyah-nya berwarna hitam”. (HR. AT-Tirmidzi, Al-Hakim, Ibnu Majah dan Al-Khothib dalam kitab At-Tarikh)

    Penilaian Muhaddits:

    • At-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai Hasan Ghorib

    Riwayat Pendukung:

    " أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل مكة يوم الفتح ولواؤه أبيض ". أخرجه أبو داود و النسائي وابن ماجة و الترمذي وابن حبان في صحيحه والبيهقي والحاكم وقال : صحيح على شرط مسلم 

    “Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam masuk kota Mekah pada saat pembebasan benderanya berwarna putih”. (HR. Abu dawud, an-Nasa’i, ibnu Majah, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi dan Al-Hakim. Al-Hakim menilai hadits ini sebagai hadits shahih sesuai standar periwayatan Imam Muslim)
    HADITS KE-2
    عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ : كَانَتْ رَايَاتُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ. (أخرجه أحمد في المسند والترمذي وابن ماجة والبيهقي في السنن الكبرى وأبو يعلى في المسند وأبو نعيم في الحلية) ، ومثله عند الطبراني من حديث بريدة.

    “Dari Ibnu Abbas ra. Bahwa dia berkata, “Raayah-raayah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berwarna hitam dan Liwaa’ beliau berwarna putih” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Abu Ya’la dan Abu Nu’aim).

    Riwayat-Riwayat lain dari Ibnu Abbas:

    1 - ومثله عند الطبراني من حديث بريدة.

    1 - Hadits serupa diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabarani dari Buraidah.

    2 - وأخرجه ابن عدي والطبراني وابو الشيخ من طريق حيان بن عبيد الله وهو مضطرب الحديث،كان قد اختلط، وصعفه ابن عدي في الكامل، ويزيد أحيانا في هذا الحديث: " ولواؤه أبيض مكتوب فيه لا اله الا الله محمد رسول الله " وهو قد اضطرب في هذه الزيادة فتارة يذكرها وتارة يحذفها، وتارة يرويه عن ابن عباس وتارة يرويه عن بريدة ولذلك قال الحافظ:إسنادها واه. أي شديد الضعف.

    2 - Hadits di atas juga ditakhrij oleh Ibnu Ady, Ath-Thabarani, Abu Asy-Syaikh dari jalur Hayyan bin Abdullah, seorang yang haditsnya tidak konsisten (mudthorib), hafalannya lemah dan di-lemahkan oleh Ibnu Ady dalam kitab Al-Kamil. Bahkan terkadang menambah redaksi hadits ini “LIWAA’ BELIAU BERWARNA PUTIH DAN TERTULIS ‘LAA ILAAHA ILLAALLAAH MUHAMMADUR RASULULLAH”. Tambahan konten hadits ini tidak konsisten karena terkadang menyebutkannya dan terkadang membuangnya. Bahkan terkadang meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan lain kali meriwayatkannya dari Buraidah. Karenanya, Al-Hafidz Ibnu Hajar menyatakan, ‘Sanadnya waahin (sangat-sangat lemah)

    3 - وأخرجه أبو الشيخ من حديث أبي هريرة من طريق محمد بن أبي حميد ، عن الزهري ، عن سعيد بن المسيب ، عن أبي هريرة ، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، مثله.

    وهذا منكر جدا ولا أصل له من حديث الزهري ولا سعيد ابن المسيب، وآفته محمد بن أبي حميد تفرد به عن إمام يجمع حديثه بسند مشرق، وهو مع ذلك فقد قال البزار فيه: أحاديثه لا يتابع عليها، ولا أحسب ذلك من تعمده ، ولكن من سوء حفظه ، فقد روي عنه أهل العلم. وقال الهيثمي: قد أجمعوا على ضعفه، وهو ضعيف جدا. وقال البخاري: وهو ضعيف ذاهب الحديث لا أروي عنه شيئا. وقال أبو حاتم: هو منكر الحديث.

    3 - Hadits serupa ditakhrij oleh Abu Asy-syeikh dari hadits Abu Hurairah dari jalur Muhammad bin Abi Humaid, dari Az-Zuhri, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Abu Hurairah, dari nabi Shallallahu alaihi wa sallam dengan redaksi yang sama.

    Penilaian

    Riwayat ini dinila sebagai MUNKAR JIDDAN (sangat-sangat buruk) dan tak berdasar sama sekali
    Cacat hadits ini ada pada perawi yang bernama Muhammad bin Abu Humaid.

    Al-Bazzar berkata, Hadits-haditsnya tidak bisa dikuatkan dg riwayat lain. Itu bukan karena faktor kesengajaannya, tetapi lebih karena faktor hafalannya yang tidak tajam. Namun banyak ulama meriwayatkan darinya.

    Al-Haitsami berkata, Muhadditsun bersepakat ttg lemahnya Muhammad bin Abu Humaid ini. Dia sangat lemah sekali.

    Imam Al-Bukhori berkata, “Dia lemah dan hilang haditsnya. Tak satupun aku meriwayatkan darinya”.

    Abu Hatim berkata, “Dia haditsnya MUNKAR”.

    4 - وأخرج العقيلي في الضعفاء عن يزيد بن بلال، وكان من أصحاب علي رضي الله عنه ، قال: " رأيت راية علي حمراء مكتوب فيها محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم ". إسناده ضعيف جدا

    4 – Al-Uqaili Yazid bin Bilalmentyakhrij dalam kitab Adh-Dhu’afa dari Yazid bin Bilal (pengikut Ali bin Abi Thalib). Dia berkata, “SAYA MENYAKSIKAN ROOYAH ALI BERWARNA MERAH DAN TERTULIS ‘MUHAMMAD RASULULLAH”. (Sanadnya sangat-sangat lemah sekali)

    HADITS KE-3

    عن أبي هريرة قال: "كانت راية النبي صلى الله عليه وسلم قطعة قطيفة سوداء كانت لعائشة وكان لواؤه أبيض، وكان يحملها سعد بن عبادة ثم يركزها في الأنصار في بني عبد الأشهل وهي الراية التي دخل بها خالد بن الوليد ثنية دمشق وكان اسم الراية العقاب فسمت ثنية العقاب". أخرجه ابن عدي في
    Laporkan Iklan Tidak Layak

    الكامل وابن عساكر في تاريخه ، وإسناده ضعيف.
    “Dari Abu Hurairah ra. “Rooyah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berupa qith’ah qothifah (sepotong kain mantel) warna hitam yang miliki Aisyah ra. Dan Liwaa’ beliau berwarna putih. Mulanya Rooyah itu dibawa oleh Sa’d bin Ubadah, lalu ditancapkan di kalangan Anshor Bani Asyhal; itulah rooyah yang dibawa masuk Kholid bin Al-Walid ke dataran Damaskus.rooyah tersebut diberi nama Al-Iqaab. Sehingga dataran Damaskus dinamai sebagai Tsaniyah Al-Iqaab”. (HR. Ibnu Ady dalam Al-Kamil dan Ibnu Asakir dalam kitab At-Tarikh. Sanadnya lemah)
    HADITS KE-4

    عن عمرة بنت عبد الرحمن ، قالت : "كان لواء رسول الله صلى الله عليه وسلم أبيض ، وكانت رايته سوداء من مِرطٍ لعائشة مُرَحّل " أخرجه أبو يوسف في الخراج وابن أبي شيبة في المصنف وأبو الشيخ في أخلاق النبي والبغوي
    “Dari Amrah bin Abdurrohman, dia berkata, “Liwaa’ Rsulullah Shallallahu alaihi wa sallam berwarna putih dan Rooyahnya berwarna hitam yang terbuat dari kain selimut milik Aisyah ra. bergambar rohl (dudukan penunggang onta)”. (Ditakhrij oleh Abu Yusuf dalam kitab Al-Khorooj, Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf, Abu Asy-Syeikh dalam kitab Akhlaq an-Nabi dan Al-Baghawi)

    Penilaian Muhadditsin:
    Sanad hadits ini lemah karena menggunakan model periwayatan ‘an’anah Ibnu Ishaq yang terkenal sebagai mudallis (tukang memelintir sanad). Namun hadits ini bisa naik kelas menjadi Hasan lighoirihi (baik karena didukung riwayat lain)
    Riwayat Penguat:
    عن ابن أبي جرير: " أنّ راية النبي صلى الله عليه وسلم كانت قطعة من مرط كان لعائشة " ( أخرجه أبو الشيخ في أخلاق النبي )
    “Dari Ibnu Abi Jarir, ‘Sesungguhnya Rooyah nabi Shallallahu alaihi wa sallam adalah sepotong kain dari selimut milik Aisyah ra.”. (Ditakhrij oleh Abi Asy-Syeikh dalam kitab Akhlaq An-Nabi)

    HADITS KE-5
    عن يونس بن عبيد مولى محمد بن القاسم قال: بعثني محمد بن القاسم إلى البراء بن عازب يسأله عن راية رسول الله صلى الله عليه و سلم ما كانت؟ فقال: كانت سوداء مُرَبّعَة من نَمِرَة. (أخرج البخاري في التاريخ وأحمد في المسند والترمذي وأبو داود والنسائي في الكبرى وأبو يعلى والروياني في مسنديهما) ، وقال البخاري في علل الترمذي: هو حديث حسن.
    “Dari Yunus bin Ubaid, budak Muhammad bin Al-Qasim. Dia berkata, Muhamamad bin Al-Qasim mengutusku kepada Al-Barra` bin Azib guna menanyakan tentang Rooyah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam; bagaimana bentuknya?. Al-Barra` menjawab, ‘Rooyah beliau berwarna hitam persegi dari namirah (selimut wol belang belang-belang seperti kulit macan)”. (Ditakhrij oleh Al-Bukhari dalam kitab At-tarikh, imam Ahmad dalam Al-Musnad, At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa`i, Abu Ya’la dan Ar-Rouyani dalam musnadnya).
    (FAEDAH)
    Terkait raayah namirah ini banyak ulama (Imam Al-Farra`, Imam Tsa’lab, Al-Hafidz Ibnu Hajar) memberikan gambaran yang semuanya mengarah bahwa rooyah Namirah ini tidak murni berwarna hitam pekat, tetapi ada garis-garis putih tipis sehingga nampak dari kejauhan berwarna hitam.
    HADITS KE-6
    عَنْ الْحَارِثِ بْنِ حَسَّانَ قَالَ: قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا عَلَى الْمِنْبَرِ وَبِلَالٌ قَائِمٌ بَيْنَ يَدَيْهِ مُتَقَلِّدٌ سَيْفًا وَإِذَا رَايَةٌ سَوْدَاءُ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا قَالُوا هَذَا عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ قَدِمَ مِنْ غَزَاةٍ . (أخرج ابن ماجة في سننه وأحمد في المسند وابن أبي شيبة في المسند (حسن

    “Dari Al-Harits bin Hassan, dia berkata, “Aku datang ke Madinah, lalu aku menyaksikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdiri di atas mimbar, sementara Bilal berdiri di depan beliau sambil menghunus pedang. Tiba-tiba nampak bendera hitam. Maka aku bertanya, ‘Siapa orang ini?’. Mereka menjawab, ‘Ini adalah Amr bin Al-Ash ra. baru datang dari perang”. (Ditakhrij oleh Ibnu Majah, Imam Ahmad dan Ibnu Abi syaibah). Hadits ini bernilai HASAN

    HADITS KE-7

    عن أنس قال : استخلف رسول الله صلى الله عليه و سلم بن أم مكتوم مرتين على المدينة ولقد رأيته يوم القادسية معه راية سوداء. (أخرج أحمد في المسند) حسن
    “Dari Anas, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menunjuk Ibnu Ummi Maktum sebagai penggantinya di Madinah sebanyak dua kali. Aku melihatnya pada perang Qadisiyah membawa rooyah hitam”. (Ditakhrij oleh Imam Ahmad). Hadits ini bernilai HASAN

    HADITS KE-8
    عن أبي بكر بن عياش قال : قدم علينا شعيب بن شعيب بن محمد بن عبد الله بن عمرو بن العاص ، فكان الذي بيني وبينه ، فقال يا أبا بكر : « ألا أخرج لك مصحف عبد الله بن عمرو بن العاص ؟ فأخرج حروفا تخالف حروفنا ، فقال : وأخرج راية سوداء من ثوب خشن ، فيه زران وعروة ، فقال : هذه راية رسول الله صلى الله عليه وسلم التي كانت مع عمرو ». أخرج ابن أبي داود في المصاحف وابن أبي الدنيا ، إسناده لا بأس به
    Dari Abu Bakar bin Ayyasy, dia berkata, “Datang kepadaku syu’aib bin Syu’aib bin Abdullah bin Amr bin Al-Ash. Antara dia dan aku terjalin pertemanan. Dia berkata, ‘Wahai Abu Bakar, maukah engkau aku tunjukkan mushaf milik Abdullah bin Amr bin Al-Ash?’. Lalu dia mengeluarkan mushaf yang berisi tulisan yang berbeda dengan mushaf kami. Lalu dia mengeluarkan lagi rooyah berwarna hitam dari dalam kantung kain kasar yang ada dua kancing dan tali. Kemudia dia berkata, ‘Ini adalah rooyah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang disimpan Amr bin Al-Ash”. (Ditakhrij oleh Ibnu Abi Dawud dalam kitab Al-Mashahif dan Ibnu Abi ad-Dunya). Sanad riwayat ini tidak bermasalah.

    HADITS KE-9
    عن يزيد بن أبي حبيب قال: كانت رايات رسول الله صلى الله عليه وسلم سوداً . أخرج ابن أبي داود في المصاحف وابن أبي الدنيا ، مرسل.
    “Dari Yazid bin Abi Habib, dia berkata, “Rooyah-rooyah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berwarna hitam”. (Ditakhrij oleh Ibnu Abi Dawud dalam kitab Al-Mashahif dan Ibnu Abi ad-Dunya). Hadits ini MURSAL

    HADITS KE-10
    عن ابن عمر ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا عقد لواء عقده أبيض ، وكان لواء رسول الله صلى الله عليه وسلم أبيض . أخرج أبو الشيخ في أخلاق النبي ، إسناده ضعيف
    “Dari Ibnu Umar, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika memasang Liwaa’ maka Liwaa’ itu berwarna putih. Dan memang Liwaa’ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berwarna putih”. (Ditakhrij oleh Abu Asy-Syaikh dalam Akhlaq An-Nabi). Sanadnya lemah
    KESIMPULAN:
    1. Liwaa’ yang digunakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berwarna PUTIH dari potongan selimut Aisyah ra. bergambar rohl (kursi dudukan pengendara onta)

    2. Rooyah-rooyah beliau berwarna HITAM bergaris-garis putih tipis berbentuk persegi

    3. Liwaa’ dan Rooyah tidak ada sama sekali tulisan kalimat LAA ILAAHA ILLAALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH.

    4. BARANGSIAPA YANG MASIH MENGKLAIM DAN MENGAMPANYEKAN ADANYA KALIMAT TAUHID MAKA DIA BERDUSTA ATAS NAMA RASULULLAH)

    Kamis, 07 Desember 2017
     

    HIKMAH

    ARABIC

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News