Top News :
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Memahami Pesan Rahmah KH Yahya Cholil Staquf dari Sudut Pandang yang Berbeda

    Muslimedianews ~ Begitulah peranan Pak Kiai Yahya Cholil Staquf. Datang sbg pribadi, tapi mendadak sorot mata, baik yg memuji maupun mencela, tertuju padanya, pada NU ormas terbesar di dunia, pada Indonesia negeri terbesar di dunia. Bergema kemana-mana!

    Tiba-tiba dunia mafhum peranan apa yg bisa dimainkan oleh Kiai, NU dan Indonesia. Konsisten membawa pesan yg melampaui keadilan yg diperebutkan dan perdamaian yg dipertarungkan, yaitu pesan Rahmah. 

    Rahmah tidak hanya menuntut tapi memberi keadilan. Pesan untuk pihak yg bertikai.
    Betapa sering kita menuntut atas nama keadilan, tapi tanpa Rahmah, kita hanya akan menuntut, dan lupa untuk juga memberi keadilan. Ini pesan yg menohok.

    Anda menuntut hak atas tanah, tapi sudahkah anda jg memberi keadilan pada pihak lain.

    Pahamkah anda apa yg dituju Kiai Yahya?

    Pesan Rahmah disampaikan dg cara yg Rahmah. Tak ada caci-maki; tak ada penghakiman pada pihak yg bertikai, tapi semua yg paham bisa merasakan pembelaan yg jelas pada perdamaian dan rekonsiliasi. 

    Yang berharap akan keluar cacian pada pihak tertentu, pasti kecewa. Inilah Rahmah!

    ‘I stand with palestine’ dimaknai lewat pesan Rahmah. Bukan dipahami secara literal “saya berdiri” karena pesan Rahmah disampaikan dg kalem dan duduk santai. Mendukung Palestina bukan krn membenci Israel, tapi karena perwujudan Rahmah. Itupun disampaikan tanpa nada heroik. Kalem!
    Dunia telah melihat seorang Kiai dari Rembang, datang atas nama pribadi ke Yerussalem, bicara dengan datar dan kalem, mencari titik temu (kalimatun sawa) lewat konsep Rahmah yg merangkul, bukan memukul.

    Aku menyebutnya suara adem dan kalem dari Rembang menyampaikan pesan langit
    Peradaban dunia saat ini terancam oleh konflik global. Tiga jantung persoalan harus ditembus utk menyampaikan pesan Rahmah. Sebelumnya Kiai Yahya sdh ke gedung putih ketemu Wapres Amerika, lantas ke Yerussalem, tinggal satu lagi: ketemu putra mahkota MBS di Saudi Arabia.
    Anda boleh tidak setuju dg apa yg dilakukan Kiai Yahya. Tapi jangan meremehkan pesan Rahmah yang dibawanya untuk perdamaian dunia. Ini adalah pesan langit. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi Kanjeng Nabi ada di sana saat pesan Rahmah itu diucapkan Kiai Yahya.
    “Tidaklah Kami mengutusmu wahai Muhammad kecuali sebagai rahmat untuk semesta alam”
    Setiap umat Muhammad yang menggaungkan kembali pesan Rahmah yg telah diajarkan Nabi, sejatinya akan didampingi dan dibela oleh Nabi Muhammad.

    Ini bukan lagi masalah Kiai Yahya, NU dan Indonesia.

    Pesan langit sdh disampaikan Kiai Yahya. Caci-maki sdh beliau terima. Banyak pihak berlepas diri. Banyak pihak meninggalkannya. Namun mereka yg paham bahwa ini pesan langit, akan menyebut asma-Nya dan bershalawat pada Kanjeng Nabi. 

    Mari kita terus sampaikan pesan Rahmah ini๐Ÿ™


    Tabik,
    Nadirsyah Hosen
    Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama
    Australia - New Zealand

    Penghina Ansor NU di Pandeglang Berakhir dengan Materai #KamiTidakDiam

    Muslimedianews ~ Proses tabayun yang di lakukan oleh Ansor Banser Kab. Pandeglang di Polres Pandeglang terhadap seseorang yg menghina @nahdlatululama di medsos...  #KitaTidakDiam @GPAnsor_Satu @noeruzzaman @AfifFuadS @GunRomli @Adung65A @qitmr @cakimiNOW @HandiKusnandi





    Hinaan sebelumnya

    Model Gerakan Baru Wahhabi Yang Nyaris Memecah Belah Kesatuan NU

    Muslimedianews ~ WAHABI GAYA BARU NYARIS BERHASIL MEMECAH KESATUAN NU, AYO WARGA NU PADA MELEK
    Pertama, mereka mangadakan gerakan dan dana super besar untuk membuat Indonesia bersih dari NU dengan target tahun 2025. Seperti sering dibilang oleh para Kiai sepuh, kalau mau menguasai Indonesia, kuasai dulu NU. Kalau mau memecah belah Indonesia, pecah belah dulu NU. Kalau mau menghancurkan Indonesia, hancurkan dulu NU.
    Kedua, NU sudah cukup lambat mengantisipasi serbuan media online dan medsos oleh pihak-pihak di atas. Serangan di era media cetak sudah gencar dari tahun 80-an, serangan melalui internet sudah gencar dari tahun 95an, dan serangan di medsos semakin menggila sejak tahun 2010an.
    Ketiga, perlu ada peningkatan kajian literasi kitab kuning (ilmu-ilmu agama), kitab putih (ilmu-ilmu humaniora), dan kitab abu-abu (ilmu politik) bagi para warga NU agar tidak mudah dibodohi oleh paham-paham yang "menyerang" kaum Nahdhiyyin. Karena mereka kini menyerang dg gerakan Neo Cortex (Al Ghozwul Fikr), proxy dan psyco war (perang pemikiran, rekayasa psikologi dan intrik politik) dengan menggunakan sentimen agama, fanatisme Islam dan 'politik kebencian' sebagai alat utk melemahkan warga NU.
    Keempat, serangan-serangan kepada ulama-ulama NU khususnya para ulama pengawal organisasi NU berupa fitnah dan hoax amat gencar, sebagian diantaranya dilakukan oleh kalangan yang "mengaku" Nahdhiyyin juga. Serangan-serangan ini tujuannya menghilangkan kepercayaan umat kepada ulama, dan mengalihkannya kepada ulama-ulama yang "direkomendasikan" oleh para penyerang tersebut.
    Kelima, para kader Anshor Banser, elemen organisasi NU dan warga Nahdhiyyin harus ikut serta dalam "perang medsos" tersebut, namun dengan cara bil-hikmah wal mau'idhatil hasanah. Bila pihak lawan rajin menyebar hoax dan fitnah, jangan dilawan dengan hoax dan fitnah. Lawanlah dengan menyebarkan berita yang benar. Perbanyak menyebar postingan yang meluruskan kesalahpahaman, tanpa menghujat dan mencaci. NU itu merangkul, bukan memukul.
    Warga NU memang harus mewaspadai gaya baru Wahabi. Nampaknya setelah mereka gagal puluhan tahun utk me-wahabikan banyak kader NU di kampus kampus Saudi Arabia, mereka juga gagal memberangus amaliyah NU dg missil ustad ustad Wahabi sekelas Ustad Firanda hingga Tengku Wisnu melalui media massa, dan menyebar web web majhul yg penuh propaganda;
    Wahabi juga telah mencoba mengemas agar doktrin mrk lebih diterima dengan baju Jawa ala MTA pimpinan Syekh Sukino namun tetap saja gagal, nampaknya kini ada kesempatan bagi mereka utk memecah belah warga NU dg "berselingkuh" dengan FPI.
    Mungkin mrk tahu bahwa hanya kaum Aswaja yang suka memuja muja ahli Bayt hingga 'sundul langit'. Bahkan mereka mungkin juga menganggap warga NU hanyalah kumpulan orang orang bodoh karena menganggab para Habaib sbg 'sadat' (jamak dari Sayid) yg dianggap sebagai juru selamat, dmn semua fatwa dan ucapan mrk pasti dianut dan dianggap benar.
    Hingga dg trik trik politik, kini Wahabi telah berhasil berfusi dengan FPI untuk memecah belah opini warga NU dgn menggunakan atribut baru yg baru mereka ciptakan; yah apalagi kalau bukan GNPF-MUI.
    Bahkan lihatlah, nampaknya demi tegaknya kalimah Wahabi dan untuk menyenangkan juragannya di Arab Saudi, kini panglima GNPF yg juga guru besar Tengku Wisnu itu kini telah berkopyah hitam dan memproklamirkan diri sebagai ulama besar dg gelar Kyai Haji (KH). "Kami NU bukan? Maka dengarkan juga kami" Mungkin itulah yg ingin dia katakan..
    Namun mereka lupa bahwa warga NU itu panutannya bukan Kyai, habib maupun ustad. Tapi panutan warga NU adalah para ulama yg mengajarkan mereka makna kebaikan yg tdk sekedar diukur dg "qola ta'ala" apalagi symbol "kearaban", tapi kebaikan sosial yg sesuai dg tradisi lokal mereka di Nusantara dan sejalan dengan ajaran Sunnah serta uswah akhlakul karimah Rasulillah Saw.
    Para ulama yg setiap hari membimbing mereka dg fatwa fatwa yg menyejukkan di sudut2 kampung ataupun pesantren2 dan uswah keteladanan yg mendamaikan tanpa mengobral dalil dan symbol agama secara vulgar; bukan pula fatwa yg penuh sensasi ataupun orasi yg menggugah emosi seakan akan kita sedang berperang.
    Dan para ulama yg lebih mengutamakan ilmu dan moral sebagai pegangan daripada atribut atribut kenabian dan semangat keislaman yg kadang hanya dipenuhi kepentingan dan kemunafikan.
    Karena NU adalah Nahdlatul Ulama; yakni organisasi wadah para ulama dalam upaya membangkitkan umat dari carut marut dunia yg penuh permainan melalui kekuatan ilmu dan moral, apapun atribut sosial pada mereka yg masyarakat berikan.
    www.hwmi.or.id
     

    HIKMAH

    ARABIC

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News