BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Headlines

Slider Right

randomposts6

HEADLINES

Headlines/block-1

INDONESIA

Indonesian/block-2

MIDDLE EAST

Middle%20East/block-2

INTERNASIONAL

International/block-3

ARABIC VERSION

Arabic/block-6

ENGLISH VERSION

English/block-6

SYUBHAT

Syubhaat/block-1

Islamic QA

Islamic%20QA/block-1

OPINION

Opinion

Latest Articles

Monday, August 20, 2018

Gempa Bumi Dalam Pandangan Islam, Tanda-Tanda Apa ?

Muslimedianews.com ~ Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ

Kiamat tidak akan terjadi sehingga ilmu pengetahuan diambil dan banyak terjadi gempa bumi. (Hadits shahih riwayat al-Bukhari 1036). Hadits di atas menjelaskan tentang sebagian tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat yaitu;

Pertama, ilmu pengetahuan telah diambil oleh Allah dengan meninggalnya para ulama dan tidak ada yang melanjutkan keilmuan mereka. Kita perhatikan, setiap ada seorang ulama yang wafat, hampir tidak ada penerus yang keilmuannya seperti beliau.

Kedua, banyaknya terjadi gempa bumi. Maksud banyaknya gempa bumi adalah gempa yang terjadi di mana-mana dan terus menerus. 

Gempa bumi tersebut merupakan bagian dari kasih sayang Allah kepada umat Islam dan penebus dosa-dosa mereka. Sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut ini. Sahabat Abu Musa al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

"أُمَّتي هذِهِ أُمَّةٌ مَرْحُومَةٌ، لَيْسَ عَلَيْهَا عَذَاب في الآخِرَةِ، عَذَابُهَا فِي الدُّنْيَا: الْفِتَنُ، والزَّلازِلُ، وَالْقَتْلُ". 
“Umatku adalah umat yang dikasihi. Mereka tidak akan ditimpa azab di akhirat. Azab akan menimpa mereka di dunia, yaitu berbagai fitnah, gempa dan pembunuhan.” (Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud dan dishahihkan oleh al-Hakim). 

Hadits tersebut memberikan penjelasan, bahwa umat Islam adalah umat yang disayangi Allah, tidak akan diazab di akhirat. Sedangkan dosa-dosa yang mereka lakukan, akan ditimpakan azab di dunia dengan beberapa hal;

Pertama, banyaknya terjadi fitnah yaitu hal-hal yang mengganggu dan menyakitkan dalam kehidupannya, baik yang mereka terima dari musuh-musuh agama maupun dari sesama umat Islam.

Kedua, banyaknya terjadi gempa bumi, di mana-mana dan secara terus menerus, seperti yang mulai terjadi akhir-akhir ini.

Ketiga, pembunuhan yang banyak terjadi dan menjadikan umat Islam sebagai korban, baik yang dilakukan oleh para musuh mereka seperti yang terjadi di beberapa Negara Timur Tengah dewasa ini, maupun pembunuhan karena terjadinya peperangan saudara sesama.

Ust. Muhammad Idrus Ramli

Di UIN Raden Fatah Palembang, Ribuan Mahasiswa Baru Diwajibkan Baca Buku Fikih Kebangsaan

Muslimedianews.com ~ Tantangan merebaknya ideologi radikal dan intoleran yang menggerus generasi bangsa belum juga padam. Karenanya baru-baru ini kajian buku Fikih Kebangsaan digelar di UIN Raden Fatah Palembang.
Dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Raden Fatah Palembang (14/16/08) sebanyak 4.300 mahasiswa baru diwajibkan membaca dan membuat resume buku Fikih Kebangsaan karya HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Pondok Pesantren Lirboyo).
Rika Febriyansi Ketua Panitia menjelaskan: “PBAK yang mengambil tema ‘Mewujudkan Mahasiswa Nasionalis Kreatif Religius dan Intelektual dalam Rangka Menyongsong Bonus Demografi’ tahun ini sengaja menjadikan buku Fikih Kebangsaan karya HIMASAL sebagai media untuk mengenalkan budaya akademik, membudayakan baca tulis, memperkaya literasi dan wawasan kebangsaan di lingkungan mahasiswa baru.”
Aktifis kampus yang juga Ketua PC IPNU OKU Selatan lebih lanjut menegaskan: “Kajian Fikih Kebangsaan ini sangat penting bagai kalangan mahasiswa sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, rasa cinta tanah air, membekali mahasiswa baru dengan pemahaman keagamaan yang proporsional dan menjauhkannya dari paham ekstrim-radikal yang menyusup ke berbagai ruang di masyarakat, tak terkecuali berbagai kampus di Indonesia.”
Mahasiswa Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Fatah Palembang juga berharap, agar buku Fikih Kebangsaan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara, serta menangkal ideolegi ekstrim radikal anti Pancasila di lingkungan kampus UIN Raden Fatah khususnya dan di kota Palembang secara lebih luas. (Windy Susilawati/Palembang/aswajamuda.com)
Judul: Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinnekaan
Pengantar: KH. Maimun Zubair
Mushahih: KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, dkk.
Penyusun: Tim Bahtsul Masail HIMASAL
Editor: Ahmad Muntaha AM
Page, Size: xvi + 100 hlm; 14,5 x 21 cm
Penerbit: Lirboyo Press dan LTN HIMASAL
ISBN: 978-602-1207-99-0
Harga: Rp 22.000
Pemesanan: 0856-4537-7399