Top News :
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Dua puluh ribu pesepak bola santri ikuti Liga Santri Nusantara 2017



    Ajang kompetisi sepak bola Liga Santri Nusantara 2017 kembali digelar untuk ketiga kalinya.  Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 kali ini akan diikuti oleh seribu lebih klub sepak bola perwakilan dari seluruh Pesantren yang ada di seluruh Indonesia yang dibagi dalam 32 region dan masing-masing region terdiri dari 32 klub sehingga total pemain sepak bola yang ikut dalam kompetisi tahun ini mencapai dua puluh ribu lebih santri nusantara. Acara ini akan diselenggarakan dari awal Agustus sampai Oktober 2017.  LSN merupakan salah satu kompetisi besar yang ada di Indonesia yang diselenggarakan atas kerjasama Kementrian Pemuda dan Olahraga dan Rabithag Ma'ahid Islam (RMI) yang merupakan badan resmi Asosiasi Pesantren dibawah naungan PBNU.

    "Kami melihat LSN sebagai program yang berpotensi besar untuk menseleksi dan mencetak bibit muda yang unggul dalam dunia sepak bola profesional Indonesia. Indikasi itu terlihat dari adanya beberapa pemain LSN yang dipanggil oleh pelatih nasional Indra Sjafri untun mengikuti seleksi Timnas U-19. Ini salah satu prestasi yang membanggakan dari santri yang telah menunjukkan nilai-nilia sportifitas dan kerjasama dalam menciptakan iklim sepak bola yang profesional" ucap H. Imam Nahrowi, Mentri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

    Untuk menjaga profesionalitas LSN, seluruh peserta harus memenuhi syarat mutlak utama yaitu peserta liga merupakan santri dari sebuah Pesantren yang berusia dibawah 18 tahun. "Seluruh calon peserta LSN harus mendapat rekomendasi dan persetujuan dari Pesantren yang tergabung di RMI dan harus melewati beberapa tahapan verifikasi dari Panitia LSN. Setelah calon peserta diverifikasi, mereka harus mendaftarkan diri secara online di situs resmi LSN http://www.ligasantri.com. Melalui pendaftaran online ini secara otomatis Panitia LSN sudah mendapatkan Database Santri muda pesepak bola yang bisa memberikan sumbangsih dan mempermudah proses seleksi bibit unggul sepak bola nasional" demikian penjelasan Mohamad Kusnaeni salah satu komentator sepak bola nasional selaku Direktur Kompetisi dan Pertandingan Liga Santri Nasional 2017.

    "Karena seluruh peserta LSN adalah santri, maka budaya dan kultur pesantren juga cukup kental mewarnai jalannya kompetisi sepak bola yang tidak ditemukan di kompetisi atau liga sepak bola lain umumnya. Misalnya, pemain LSN yang santri melihat dan menganggap bahwa Wasit dan pengatur pertandingan adalah merupakan pemimpin sekaligus orang tua yang harus dihormati apapun keputusannya dalam memimpin pelaksanaan sebuah pertandingan sehingga peserta LSN tidak akan melakukan protes yang berlebihan ketiak mendapat teguran atau hukuman dari wasit" ucap KH Abdu Ghofarrojin, Ketua RMI-NU sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara 2017.

    "Kami berharap LSN ini mampu menjadi cerminan kegiatan Islam damai, progresif dan berwawasan kebangsaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara melalui kompetisi sepak bola. Pesantren dan sepak bola merupakan simbol pemersatu semenjak keduanya tumbuh menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Pesantren merupakan tempat menuntut ilmu yan berkembang menjadi agen perubaha sosial melalui nilai-nilai keislaman yan moderat berwawasan kebangsaan yang meneguhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui sepak bola, LSN dan kampanye Ayo Mondok RMI-NU diharapkan menjadi platform untuk menggalang nilai-nilai kebersamaan dan kerjasama yang menjadi kompinen penting bagi keutuhan bangsa" tambah KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU.

    Sementara itu M Rafli Mursalim Pemain Top Skoree LSN 2016 menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas adanya LSN yang menjadi pembuka jalan bagi dirinya dalam ajang sepak bola di tanah air. Dari LSN ia banyak belajar tentang semangat sportivitas, saling menghargai dan bekerja sama dalam tim.(mks)

    Perjuangan Khilafah Saat Ini Salah Kaprah

    Muslimedianews.com ~ Peneliti muda Islam, M. Makmun Rasyid tiba juga di Lombok dalam rangkaian turnya berkeliling ke berbagai penjuru tanah air. Dalam seminarnya di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM), Sabtu (22/7), ia mengingatkan pentingnya memilih pemimpin secara benar.

    “Agama mengajarkan kita untuk memilih orang yang pas berdasar sejumlah kriteria,” katanya.

    Namun ia meminta generasi muda tak terjebak dengan konsep salah yang belakang banyak beredar. Ia lantas secara khusus menyoroti soal khilafah HTI yang menurutnya salah tafsir oleh sebagian kalangan.

    “Pantas saja pemerintah membubarkan,” katanya mengacu kepada pada ormas yang hendak mengganti azas Pancasila.

    Dia menjelaskan agama dan negara sangat mungkin berjalan beriringan. Keduanya memiliki dunianya masing-masing yang sebagian ada yang berurusan, namun ada pula yang tak saling berhubungan. Dia mendorong generasi muda mengerti, mendirikan negara di atas negara jelas bertentangan.

    “Substansi kita beragama itu yang penting, mendorong kemakmuran dan keberkahan,” katanya saat mencontohkan.

    Khilafah yang kini diperjuangkan sebuah ormas tertentu menurutnya sudah salah kaprah. Terlebih dalam sejarahnya, ormas itu merupakan gerakan yang lebih menjurus ke politik ketimbang dakwah.

    “Jangan kita telan mentah-mentah,” ucapnya.

    Menurutnya, ideologi Pancasila yang merupakan penggambaran para tokoh sudah sangat pas untuk Indonesia. Dia lantas mengingatkan di bagian Timur, ada kelompok agama lain yang juga eksis dan harus dilindungi.

    “Jangan sampai kita memperjuangkan sesuatu yang justru tak pas,” kata pria jebolan Ilmu Tafsir itu.

    Dia mengingatkan pemerintah, terkait pembubaran ormas tak boleh sampai mencederai hak warga negara. Siapapun anggota ormas itu tetap harus dipandang sebagai saudara dan tak boleh dikucilkan. “Cara ibadah lain-lain kan tak masalah, hanya soal pemikirannya saja yang berbeda,” katanya.

    Alih-alih berjuang untuk pemahaman keliru. Ia mengajak seluruh umat Muslim bersatu untuk kebaikan bersama. “Mari kita berjuang untuk agama nusa dan bangsa dengan cara yang sesuai,” katanya

    Sumber: Lombok Post, Senin, 24 Juli 2017

    Kampus UNISSULA Semarang Dimasuki Aktivis Anti NKRI

    Muslimedianews.com ~ Semarang menjadi tempat empuk bagi aktivis-aktivis HTI dalam menanam benih. Kampus UNISSULA bukanlah pertama kali ini kesusupan paham anti NKRI dan Pancasila. Felix Siauw pada tahun 2014 pernah menjadi narasumber dalam acara “Hijrah Menuju Ridha Allah” yang disiarkan langsung oleh UNISSULA TV. Dalam konsep hijrah perspektif HTI, maka masyrakat Indonesia utamanya hijrah dari memuja demokrasi kepada sistem Khilafah Islamiyah.

    Meski sudah dibubarkan oleh pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih terus beraktivitas menyampaikan propaganda di berbagai wilayah melalui forum yang dikemas dalam bentuk pengajian atau dakwah.

    Di Kota Semarang Jawa Tengah, tokoh HTI Felix Y Siauw direncanakan akan mengisi acara pada Minggu 9 Juli 2017 di Masjid At-Taufiq Jl Durian Raya 34 Srondol Wetan Banyumanik Semarang dan di kampus Unissula pada Senin 10 Juli 2017.

    Proyek politik berupa khilafah Islam yang dicita-citakan HTI menjadi materi utama dalam setiap forumnya. Karena itu, meski tema acaranya pengajian atau dakwah, isi forum yang sesungguhnya tidak lebih dari propaganda memecah belah anak bangsa dan upaya merubah dasar negara serta membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Propaganda yang dilakukan HTI jelas bertentangan dengan UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan ajaran Islam. Dalam Islam, mencintai tanah air bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). Sedangkan proyek khilafah, menuduh sesat dan kafir pada NKRI bagian dari sikap membenci tanah air sendiri dan mengancam kedaulatan bangsa Indonesia.

    Salah satu yang menolak didatangkannya aktivis HTI, berasal dari PMII UNISSULA:

        Ass wr wb. Nyuwun sewu pak Rektor Unissula Smg.
        Sy Dr. M. Saekan Muchith, S.Ag, M.Pd alumni FAI UNISSULA th 1994, Ketua Umum SMF Tarbiyah unissula th 1993. Sekarang Sebagai Ketua Umum IKA PMII UNISSULA 2015-2020.
        Rencana YBWSA Halal bihalal yg menghadirkan Tokoh HTI FELIX Y SIAUW (aktivis HTI yg sekarang jelas2 dilarang oleh Pemerintah Indonesia) Tgl 10 juli 2017 ternyata sudah menjadi VIRAL DI SOSMED yg menyayangkan acra dg penceramah tsb.
        Tanpa mengurangi rasa hormat kepada bpk2 pimpinan, Bpk/ibu Dosen saya di unissula, dan demi mempertahankan citra unissula yg sudah sangat bagus di mata masyarakat sbg kampus swasta milik umat islam yg berkembang sangat pesat. Maka saya mewakili sahabat2 ALUMNI PMII UNISSULA mhn kiranya kehadiran Felix Y Siauw bisa di kaji ulang. Kami sangat berterima kasih jika penceramah acara tsb yg di undang dari tokoh/ulama yg tidak menimbulkan kontroversial di tengah2 umat islam dan masyarakat.
        Demikian atas perhatiannya di sampaikan terima kasih.
        Wassalam wr wb.

        Ketua IKA PMII UNISSULA
        Dr. M. Saekan Muchith, S.Ag, M.Pd

    Di samping itu pula, sosok Hasan Toha Putra adalah simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia. Pengusaha percetakan Al-Qur’an, H. Hasan Toha Putra pernah menyatakan Indonesia bisa makmur dengan syariah. “Hanya dengan syariah Islamlah Indonesia akan makmur,” ungkap Dirut perusahaan percetakan Al-Qur’an PT. Karya Toha Putra tersebut, Ahad (16/8) di Aula kantor Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Tengah.

    Penolakan ini memberikan sinyal bahwa setelah dibubarkannya HTI, mengapa kampus yang menjadi tempat memberikan nilai-nilai toleransi dan menanamkan sikap nasionalisme justru diberikan tempat oleh pihak kampus. Maka kehadiran Felix Siauw yang jelas-jelas aktivis organisasi terlarang di NKRI dan tidak sesuai dengan ahlussunnah waljamaah telah diberikan ruang oleh kampus tersebut. Hal ini memunculkan pertanyaan: MASIH PANTASKAH KITA MENYEKOLAHKAN (MENGIRIMKAN) ANAK-ANAK KITA DI UNISSULA?. []

    sumber harakatuna
     

    HIKMAH

    ARABIC

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News