BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Headlines

Slider Right

randomposts6

HEADLINES

Headlines/block-1

INDONESIA

Indonesian/block-2

MIDDLE EAST

Middle%20East/block-2

INTERNASIONAL

International/block-3

ARABIC VERSION

Arabic/block-6

ENGLISH VERSION

English/block-6

SYUBHAT

Syubhaat/block-1

Islamic QA

Islamic%20QA/block-1

OPINION

Opinion

Latest Articles

Tuesday, December 04, 2018

Masyarakat Jonggrangan Klaten Sukses Gelar Maulid Akbar

Muslimedia Klaten~ Masyarakat Jonggarangan, Klaten Utara, enggan kalah dengan masyarakat muslim lain dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Bertempat di Masjid Al Qowiyyu, masyarakat bersama-sama bersholawat bersama Hadroh Al Husna. Ratusan orang berkumpul di halaman masjid melafalkan maulid Al Barzanzi bersama-sama.

Setelah doa dan tahlil, acara dilanjutkan dengan pengajian yang diisi oleh KH Arkhanudin. Salah satu mubaligh kondang asal Klaten ini mengawali tausiahnya dengan menjelaskan keturunan Nabi Muhammad Saw. Penjelaskan kemudian dilanjutkan dengan memaparkan landasan hukum perayaan maulid nabi, salah satunya terkait alasan Rosululloh Saw menjalankan puasa di hari Senin.

“Nabi berpuasa di hari Senin untuk memperingati hari kelahirannya” jelas KH Arkhanudin.

Di hadapan jamaah, beliau juga memaparkan tentang keutamaan orang-orang yang bisa menjaga hati.
“Orang-orang yang terbaik di sisi Alloh Swt ialah orang-orang yang memiliki hati yang bersih, tunduk kepada Allah dan Rosul-Nya, tidak memiliki rasa dendam” ungkapnya menjelaskan sebuah hadis dengan bahasa Jawa yang khas.

KH Arkhanudin juga menjelaskan ciri orang yang memiliki hati bersih.

“Cirinya hati yang bersih adalah senang dengan kebaikan dan berhati-hati dengan fitnah dunia” lanjutnya.

Beliau juga menjelaskan tentang ciri hati yang kotor. Ciri dimaksud antara lain senang dengan kemaksiatan, terpikat dengan kenikmatan dunia. Penjelasan tersebut kemudian mengajak jamaah untuk menjaga hati dari berbagai penyakit hati.

Kontributor: Pekik

Monday, November 26, 2018

Kemenag Beri Penghargaan Kepada Guru Berprestasi



Surabaya -- Kementerian Agana RI memberikan penghargaan kepada 20 guru madrasah berprestasi dari seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis saat acara puncak peringatan Hari Guru & Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi 2018, di Dyandra Convention Hall, Jl. Basuki Rahmat, Surabaya, Ahad  (15/11).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, penghargaan ini merupakan bentuk perhatian dan bagian dari pembinaan guru-guru yang berada di lingkup Kementerian Agama. "Guru merupakan pemegang kunci penting yang memmbentuk generasi kita di masa mendatang," katanya.

Menurut Menag, saat ini pendidik mendapat tantangan yang amat serius. Maka dari itu para guru dituntut lebih memberikan perhatian terhadap dinamika globalisasi dan disrupsi teknologi. Terhadap fenomena anak didik yang sudah familiar dengan gawai dan berbagai alat berteknogi, guru harus dapat meneguhkan posisi anak didik agar tetap berada dalam jatidiri bangsa indonesia yang relijius dan agamis. 

Globalisasi saat ini membuat dunia sudah hampir borderless sehingga batas nilai dan budaya sudah semakin kabur.
"Bila tidak diwaspadai, itu semua akan merusak tatanan kehidupan dan nilai-nilai yang kita anut" tandas Menag.
Hal kedua yang harus direspon adalah disrupsi teknologi, yang ditandai munculnya berbagai inovasi perangkat yang berbasis artificial intelligence (kecerdasan buatan). 

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin menambahkan, penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan tahun ini adalah bagian dari upaya pemerintah memotivasi dan membina para guru di seluruh Indonesia. "Selain mata pelajaran, selama ini kita menekankan agar guru madrasah selalu menambahkan nilai-nilai toleransi dan cinta dalam materi pendidikan," katanya. 

Penghargaan seperti ini menurut Kamaruddin Amin, penting untuk memberikan suasana kompetitif di kalangan pengajar madrasah. Guru-guru yang baik akan melahirkan peradaban Islam yang baik di masa mendatang, dan itu tidak lepas dari pola pembinaan yang baik pula. "Penghargaan ini semoga menjadi motifasi dan isnpirasi bagi guru madrasah lainnya. Semoga para guru semakin hebat untuk membuat Indonesia bermartabat," pungkasnya.

Pada kesempatan itu sebanyak 55 guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan menerima penghargaan dari Kemenag. Di antara penerima penghargaan ini adalah Istikomah, guru RA Muslimat NU Masyitoh, Pabean, Jawa Tengah, Alpirudiwan, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Kota Malang, Muhammad Hatta, guru Mts  38 jakarta, dan Nurchaili guru MAN 4 Aceh Besar.