BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Slider

Headlines

Slider Right

randomposts6

HEADLINES

Headlines/block-1

INDONESIA

Indonesian/block-2

MIDDLE EAST

Middle%20East/block-2

INTERNASIONAL

International/block-3

ARABIC VERSION

Arabic/block-6

ENGLISH VERSION

English/block-6

SYUBHAT

Syubhaat/block-1

Islamic QA

Islamic%20QA/block-1

OPINION

Opinion

Latest Articles

Thursday, April 11, 2019

KPU Bantah Hoax Penghitungan Pemilu Luar Negeri


Komisi Pemilihan Umum kembali ditimpa hoax oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan ingin membuat gaduh proses demokrasi Pemilihan Umum tahun 2019. Kali ini hoax atau berita bohong itu  tentang hasil penghitungan pemilihan umum RI di luar negeri. Terkait berita bohong tersebut Komisioner KPU memberi keterangan dan penjelasan sebagai berikut:

1. Kegiatan pemungutan suara Pemilu 2019 di Luar Negeri dilaksanakan sebagaimana jadwal dalam SK KPU No 644/2019 yaitu early voting pada tanggal 8-14 April 2019.

2. Kegiatan pemungutan suara di LN dilaksanakan dg 3 metode: memilih di TPSLN yg berada di kantor perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI); memilih dg Kotak Suara Keliling (KSK) yg bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI; dan metode pos.

3. Kegiatan penghitungan suara pemilu di LN dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 sesuai waktu setempat.

Berdasarkan hal tsb dapat disampaikan bahwa:

1. Hasil penghitungan perolehan suara pemilu LN yg dilakukan PPLN dan KPPSLN baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai.

2. Hasil perolehan suara pemilu LN (real count) baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai.

3. Bila sekarang ini beredar kabar ttg perolehan suara pemilu LN, dapat dipastikan hasil tsb bukan hasil resmi (real count) yg dilakukan oleh PPLN dan KPPSLN.

4. Perlu ditegaskan bahwa pemungutan suara di LN yg telah dan sedang berjalan adalah sbb:

a. Senin 8 April 2019 di Sana'a.

b. Selasa 9 April 2019 di Panama City dan Quito.

c. Rabu 10 April 2019 di Bangkok dan Songkhla.

Selain jadwal tsb kegiatan pemungutan suara di LN belum dilaksanakan.

Dengan demikian terhadap kabar tentang perolehan suara pemilu di LN yg beredar luas di masyarakat adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Demikian penjelasan.

Hasyim Asy'ari
Anggota KPU

Wednesday, April 10, 2019

Pengeroyokan Audrey Siswi SMP di Kalimantan Bukan Kasus Sepele


Pontianak – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kalimantan Barat menyesalkan atas kasus pengeroyokan atau bullying yang dialami Audrey, seorang siswi SMP di Pontianak Selatan.
Ketua PW IPPNU Kalimantan Barat, Siti Rohimah mengatakan kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh 12 siswa SMA itu bukan hal sepele. Menurut dia, pelaku bullying merupakan perilaku yang tidak normal, tidak sehat, tidak bermoral dan secara sosial tidak dapat diterima.
“Bullying sangat berdampak buruk pada kesehatan mental untuk waktu yang cukup lama, bahkan dapat berujung depresi bahkan kematian,” kata Rohimah, di Kalbar, Rabu, 10 April 2019.
Akibat pengeroyokan itu, siswi 14 tahun itu mengalami trauma dan harus dirawat intensif di sebuah rumah sakit. Dugaan sementara pemicu pengeroyokan adalah masalah asmara dan saling komentar di media sosial.
Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati Ishak mengatakan, dalam aduan itu korban melaporkan dirinya telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya dibenturkan ke aspal.
“Dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton,” kata Nurhayati.
Rohimah sangat menyayangkan karena tindakan tersebut dilakukan sesama pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA, meski demikian kasus ini perlu ditindaklanjuti sampai ke ranah hukum agar tidak ada lagi Audry selanjutnya.
Selain itu, menurutnya, di sinilah peran organisasi pelajar atau kepemudaan seperti IPPNU yang seharusnya diberikan kemudahan untuk masuk ke dalam sekolah-sekolah umum berbasis Islam.
“Sebetulnya banyak komunitas dan organisasi di luar sana yang memiliki banyak kegiatan positif yang bisa membawa pengaruh baik di sekolah, seperti halnya IPPNU lahir untuk menanamkan dan menguatkan ideologi Aswaja, serta moral pelajar,” tegasnya.
Saat ini, lanjut dia, PR terbesar bagi kita semua, khususnya orang tua, dan para pendidik adalah soal moralitas pelajar. Terutama lagi untuk pelajar putri, dibutuhkan penekanan aspek moral agar dapat menciptakan akhlak yang baik sehingga memiliki kepribadian luhur sesuai dengan karakter bangsa. (sumber: santrinews)