Top News :
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Mantan Teroris Cerita Soal Aksi Teror

    Muslimedianews.com ~ Mantan anggota jaringan teroris Ali Fauzi Manzi menegaskan bahwa aksi-aksi teror itu bukan pengalihan isu. Teroris di Indonesia benar-benar riil.

    Demikian disampaikan Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media di Menteng yang diinisiasi Aliansi Indonesia Damai (Aida) dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI), Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

    Ali mengatakan, berita yang berkualitas harus memenuhi syarat obyektivitas. Sayangnya, banyak pernyataan dimunculkan setelah terjadinya aksi terorisme yang mengatakan ketidakmungkinan serangan teror dilakukan oleh teroris.

    Misalnya ada seorang tokoh Indonesia setelah kejadian Bom Bali yang berpendapat bahwa seorang santri yang sederhana tidak mungkin dapat membuat bom seperti Bom Bali.

    Tokoh tersebut mendasarkan alasannya bahwa ia sudah bertanya kepada teman-teman doktor fisika dan meyakini bom sebesar itu harus dibuat di laboratorium negara.

    Pria yang memiliki keterlibatan yang cukup dalam jaringan terorisme sejak 1994 dan bertobat tahun 2006 menyebutkan kisah pertobatannya terjadi bukan dengan serta merta. Ali mengatakan, “sungai kehidupan” yang membawanya kepada keadaan seperti saat ini. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

    sumber nu.or.id

    Awal Perjumpaan Habib Luthfi dengan Mbah Malik

    Muslimedianews.com ~
    Pertamakali Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya berjumpa dengan Mbah Malik saat Habib Luthfi masih mondok di Kiai Bajuri Kndramayu. Kiai Bajuri adalah sosok yang sangat luas ilmunya, khususnya dalam bidang fiqih. Setiapkali Kiai Bajuri menjawab permasalahan dalam ilmu fiqih, beliau menjelaskannya dengan empat madzhab sekaligus. Dan hampir tidak terlihat perbedaan antar empat madzhab setiap kali beliau menjelaskan permasalahan, karena saking luasnya ilmu dan kepandaian beliau dalam menempatkan persoalan fiqih.

    Begitu juga maqam (derajat) kewaliian Kiai Bajuri sangat tinggi. Beliau adalah termasuk wali autad, dalam dunia tasawuf wali autad hanya ada 4 dalam 1 abad. Seminggu sebelum Kiai Bajuri wafat, kaki beliau tertusuk oleh paku hingga tembus ke atas. Dan beliau dawuh kepada Habib Luthfi: "Anu Yik (Habib), setiap orang dapat rizkinya berbeda-beda."

    Sontak perkataan Kiai Bajuri itu membuat Habib Luthfi kaget, "Orang tertusuk paku kok dibilang rizki?"

    "Tapi tidak usah khawatir Yik, nanti ada guru yang lebih hebat dari saya. Beliau adalah guru saya, namanya Mbah Malik. Tapi jangan kaget ya Yik, beliau orangnya berambut gondrong," kata Kiai Bajuri.

    Setelah wafatnya Kiai Bajuri, Habib Luthfi langsung menuju ke tempat Mbah Malik di Kedung Paruk, Purwokerto. Sesampainya di sana Habib Luthfi disambut oleh Mbah Malik. Dengan tersenyum Mbah Malik bertanya kepada Habib Luthfi, "Bagaimana Yik dengan Kiai Bajuri?"

    Lagi-lagi Habib Luthfi dibuat kaget, dalam hati berkata, "Kedua orang ini kapan ketemunya, dan kapan ngobrolnya?"

    Selama Habib Luthfi bin Yahya mondok di Kedung Paruk beliau lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkhidmah kepada gurunya, Mbah Malik. Bahkan beliau bercerita ketika dulu sewaktu mondok di Kedung Paruk beliau tidak sempat mengkhatamkan kitab al-Ajurumiyah dan Safinah. Akan tetapi ketika menjelang Mbah Malik wafat, Habib Luthfi-lah yang diamanati oleh Mbah Malik untuk meneruskan kemursyidannya. (Sumber cerita: Ust. Syahudi/ نقشبندي ناظمي via pistakamuhibbin.blogspot.com).

    HTI Tidak Berani Hadiri Forum Klarifikasi DPRD Jember

    Muslimedianews.com ~ Undangan DPRD Jember kepada Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk memberikan klarifikasi  soal “tudingan” negatif yang dialamatkan kepada mereka tak mendapat respon. Tak satu pun perwakilan HTI yang datang dalam forum klarifikasi yang digelar di gedung DPRD Jember, Rabu (25/5). "Orangnya tidak datang, surat jawaban juga tak ada. Padahal, undangan sudah kami kirim seminggu yang lalu," kata Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi saat membuka rapat.

    Tanpa kehadiran pihak HTI, rapat tetap berlangsung. Kali ini yang hadir cukup representatif. Ada Wakil Ketua PD Muhammadiyah Jember Joko Purwanto, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua MUI Cabang Jember Abdul Halim Subahar, Kapolres Jember Sabilul Alif, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jamber KH Afton Ilman Huda, dan sebagainya.

    Dalam forum tersebut, KH  Abdulah Syamsul Arifin sangat menyayangkan  ketidakhadiran wakil HTI. Sebab, forum tersebut akan menjadi ajang "pencerahan" bagi stigma negatif yang telah menempel di pihak HTI. Jika HTI mampu menjawab anggapan sejumlah pihak seputar pembangkangannya terhadap NKRI dan ideologi Pancasila sesuai dengan dalil-dalil yang valid dan fakta-fakta yang ada, maka dengan sendirinya citra HTI akan terangkat. Namun jika mereka tida bisa menjawab, maka HTI tidak bisa lagi berkelit. "Kalau gentle, seharusnya HTI datang. Atau ini memang tanda bahwa apa yang dituduhkan masyarakat itu benar adanya," jelas Gus A'ab, sapaan akrabnya.

    Ketidakhadiran HTI disayangkan Wakil Ketua PD. Muhammadiyah Jember, Joko Purwanto. Menurutnya, pihaknya sengaja memenuhi undangan tersebut  untuk berdebat  dengan HTI. "Maksud saya, kita berperang dalam pemikiran. Secara prinsip saya setuju dengan NU. Sebab, NU dan Muhammadiyah sama-sama berjuang menegakkan NKRI. Makanya, kita tidak rela kalau ada oknum yang ingin memecah belah NKRI," jelasnya.

    Karena HTI sudah mengacuhkan undangan, maka rapat memutuskan tak perlu lagi mengundang HTI untuk  klarifikasi. "Kami segera membuat rekomendasi terhadap bupati terkait dengan larangan kegiatan HTI. Rekomendasi itu masih akan dibahas di tingkat pimpinan dewan," tukas Ayub saat menutup rapat. (Aryudi AR/Mahbib)
    sumber nu.or.id
     

    HIKMAH

    ARABIC

    KHUTBAH

    TASHAWUF

    FIGURE / TOKOH

    SYUBHAT & BANTAHAN

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News