Top News :
    Muslimedianews Fans
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Alhamdulillah, Aktivis Muda NU Salurkan Bantuan Tahap Pertama untuk Ponpes Al Muttaqin Waena Papua

    Papua, Muslimedianews.com ~ Sebagai bagian dari kepedulian sosial, Aktifis Muda Nahdlatul Ulama (NU) Papua melalui Sarkub, dengan programnya Sarkub Peduli, pada Jumat (28/08/2015) telah menyerahkan bantuan kepada Pondok Pesantren Al Mutaqin Jayapura yang terkena musibah kebakaran  pada Rabu, (26/08/2015). 
    Bantuan berupa uang sebesar 10 Juta Rupiah sebagai tahap pertama diserahkan langsung oleh Ketua Sarkub Papua Ustadz Rosyid dan Wakil Ketua Sarkub Papua Ustadz Yustafat yang juga menjabat sebagai Ketua MATAN STAIN Al Fatah Jayapura, kepada Ustadz Lis Suginto selaku Pengurus Pondok Pesantren Al Muttaqin. Selain berupa uang, Sarkub juga menyalurkan berbagai alat perlengkapan Santri, seperti mushaf Al Qur`an dan Pakaian.
    Sebelumnya, Aktifis Muda NU Papua melalui Sarkub Peduli juga telah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan dana sebesar 65 Juta Rupiah kepada para korban musibah di Tolikara.
    “Ini baru sumbangan tahap pertama yang kita salurkan di Ponpes Al Mutaqin, insya Allah dalam minggu ini Sarkub juga akan menyalurkan sumbangan tahap kedua”, ujar Gus Abdul Wahab selaku Kordinator Sarkub Papua kepada Muslimedianews.
    Selain itu, Aktifis Muda NU melalui Sarkub Peduli juga telah melakukan berbagai kegiatan di Provinsi Papua, diantaranya menyalurkan sumbangan ratusan buku agama, busana muslim, perlengkapan shalat, dan pembangunan tempat wudhu di daerah Kampung Malakabu Papua Barat, serta menyelenggarakan beberapa Pengajian di Papua.
    Menurut Gus Abdul Wahab, sumber sumbangan yang diterima Sarkub Peduli adalah berasal dari para aktifis NU yang tersebar di berbagai wilayah baik di Indonesia maupun luar negeri. Bahkan sumbangan juga dikirim dari beberapa komunitas seperti Komunitas ODOJ Aswaja, BARA JP Hongkong, dan Iqromul Aitam. Tidak hanya itu, sumbangan  juga diterima dari beberapa  majelis ta’lim yang dikelola oleh BMI di Hongkong, seperti Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah Taipo dan Majelis Ta'lim Huryatul Jannah.
    Dalam waktu dekat, Sarkub Papua juga mempunyai program untuk merintis sekolah Madrasah Diniyah Awaliah (MDA) di wilayah Kampung Kelalin Papua Barat.
    “Sarkub Papua sejak pembentukannya memang telah berkomitmen untuk istiqomah dalam membantu dakwah dan pendidikan Islam  di Papua,” tutur Gus Abdul Wahab.


    Red. Tim Sarkub.

    Paham Asy'ari dan Maturidi Dianut Oleh para Ulama Islam

    Muslimedianeews.com ~

    Oleh : Aniq Muthi'ah*

    Paham Asy'ary dan Maturidi merupakan paham yang dianut oleh mayoritas ummat islam di dunia. Faham Ashary dan Maturidi sudah teruji kebenarannya dalam membentengi akidah kita seperti yang diajarkam Rosululloh S.A.W

    Banyak sekali ulama yang menjadi penganut faham Ashari dan Maturidi Bahkan Al Imam Abdulloh Al haddad tarim berkata dalam Nailul Marom Hal.8 ;

    "ketahuilah bahwa faham Ash'ary Dalam kepercayaannya adalah faham yang dianut ummat islam serta para ulama adalah orang yang bernisbat kepada mereka yang mengikuti Toriqoh nya orang orang yang menjadi pakar ilmu sepanjang masa, yang mana mereka menjadi imam dalam ilmu tauhid, ilmu teologi, tafsir, Qiro'ah,  Fiqh,  Ushul Hadits, tashowwuf , Bahasa dan sejarah".

    Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa faham ini merupakan faham ahlussunnah wal jama'ah.dan dengan banyaknya tokoh besar islam yang menganut faham ini menunjukkan bahwa ummat islam tak akan berkumpul dalam kesesatan.

    Berikut ini Diantara nama-nama tokoh besar islam yang menganut faham Ahlussunnah Wal Jama'ah mengikuti manhaj Al Imam Abul Hasan Al Ash'ary dan Al Imam Abu Mansur Al Maturidi.

    Tokoh Bidang Tafsir beserta karangan kitabnya.
    1. Al Allamah Al mufassir Al Imam Qurtubi (pengarang kitab Al Jami Liahkamil Qur'an)
    2. Al Allamah Al mufassir Al Imam Abul Fida' Ibnu Katsir (Tafsir Adzim, Bidayah Wa Nihayah, tafsir Ibnu Katsir)
    3. Al Allamah Al mufassir Al Imam Ibin Athiyah Al Andalusi ( Muharror Al Wajiz)
    4. Al Allamah Al mufassir Al Imam Fakhrur Rozi (mafatihul Ghoib)
    5. Al Allamah Al mufassir Al Imam Jalaluddin Suyuthi (dzurrul mantsur)
    6. Al Allamah Al mufassir Al Imam Khotib Syarbini ( Sirojul Munir)
    7. Al Allamah Al mufassir Al Imam Abu Hayyan (Bahrul muhit, Hujjah tsabit)

    Masih banyak lagi ulama Tafsir lain baik salaf maupun kontenporer yang beljm kami sebutkan.

    Tokoh Bidang Hadits beserta karangannya

    1. Al Allamah Al hafidz Al Muhaddits Al Imam Daruqutni
    2. Al Allamah Al hafidz Al Muhaddits Al Imam Abu Naim Al Asbahani (Hilyatul Awliya)
    3. Al Allamah Al hafidz Al Muhaddits Al Imam Al Hakim An Naisaburi ( Mustadzrok)
    4. Al Allamah Al hafidz Al Muhaddits Al Imam Sa'ad abu sam'ani (Al Ansab)
    5. Al Allamah Al hafidz Al Muhaddits Al Imam Abu Bakar Al Baihaki (Aat Tashonif)
    6. Al Allamah Al hafidz Al Muhaddits Al Imam Ibnu Asakir (Tarikh Madinatu Dimsyiq)
    7. Al Allamah Al hafidz Al Muhaddits Al Imam muhyiddin Syarof AnNawawi (Adzkar, bulughul Marom , Riyadlus sholihin)
    8. Al Allamah Al hafidz Al Muhaddits Al Imam Ibnu Hajar Al Atsqolani (Fathul Bari, Ibanatul Ahkam)
    dan banyak lagi ulama hadits lainnya. bahkan imam Subki berkata dalam Tobaqot Qubro hal.32 juz.4 ; " faham Asya'iroh merupakan faham para pakar hadits sejak dahulu hingga sekarang".

    Tokoh Bidang Fiqh

    Al Imam Al Allamah Ibnu Asakir mengatakan dalam Tabyin Kadzib Muftaro hal.410 ;
    "kebanyakan ulama' diseluruh belahan dunia menganut faham Ash'ary dan imam di kota-kota. dan para pakar Fiqh dari madzhab Hanafi , Maliki, Syafi'ie menganut faham ini, serta ridlu dengan keluhuran perjalanannya dalam penyebaran agama Alloh S.W.T juga memuji dengan banyaknya ilmu beliau".
    Dari ini bisa kita simpulkan mayoritas ulama Fiqh berfaham Ash'ary dan Maturidi.

    Tokoh Bidang Gramatika Bahasa

    Mari kita lihat Komentar Al Imam Abu Mudzoffar Al Isfiroyaini dalam kitab Al farqu  Bainal Firoq hal.180-240 ;

    "sebagiam besar pakar Bahasa dan Gramatika dari kota Bashroh dan Kufah pada era Islam mereka menganut faham ahlussunnah wal jama'ah Begitu juga ahli Hadits dan logika. .

    Begitu pula tidak ada satupun para ulama Gramatika kecuali mereka tidak setuju dengan Ahli Bid'ah dan jauh dari kesesatan mereka seperti imam Kholil, Yunus bin habib, Syibawaih, Akhfash, Zujaj, Mubarrid, Abi Hatim, Asmu'i, Azhati, Al Farobi, Ibnu Faris, Al Farobi, Abi Amr syaibani, Abi Zaid, Abi Ubaidah, Abi Ubaid, Qosib Bin Salam.

    semua dari mereka memiliki keterkaitan dengan ahlussunnah wal jamaah dan mereka memiliki kontribusi dalam menolak ahali Bid'ah dan tak ada satupun yang terjerumus dalam kebid'ahan. dan siapapun yang menganut Kebidahan tidak boleh menjadi patokan dalam periwayatan ushul lughoh dan pemindahan gramatika.begitu juga tidak dalam pentakwilan hadits dan periwayatan dan penafsiran Ayat Al Quran".

    Tokoh Bidang Sejarah

    Al Imam Abu Mudzoffar menjelaskan dalam Al Farqu Bainal Firoq ;
    "Ilmu peperangan nabi , Sejarah, Pemilahan antara yang sesat dan yang lurus bukanlah spesifikasi yang dimiliki Ahli Bid'ah, siapapun yang menjadi acuan dari ilmu ini maka dia tidak diragukan bagian dari ahlussunnah wal jamaah".

    berikut diantara nama nama ulama' ahli sejarah

    1. Al muarrikh Al Alim Al Imam Baihaqi (pengarang Dalailun Nubuwwah)
    2. Al muarrikh Al Alim Al Imam Asbihani (juga pengarang Dalail Nubuwwah)
    3. Al muarrikh Al Alim Al Imam Qodli Iyadh ( As Syifa Wa Ahwalul Musthofa)
    4. Al muarrikh Al Alim Al Imam Ibnu Jauzi (Al Wafa Biahwalil Musthafa)
    5. Al muarrikh Al Alim Al Imam Halaby (Siroh halabiyah , insan 'Uyun)
    6. Al muarrikh Al Alim Al Imam Suhaili ( Raudlotul Anfi)
    7. Al muarrikh Al Alim Al Imam Qostolani ( Mawahibul Ladunniyah)
    8. Al muarrikh Al Alim Al Imam Shofdi (Al Wafi Fi Al Wafiyat).

    Tarim 27 Agustus 2015
    *Aniq Muthi'ah S.Pdi
    Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Tribakti kediri.

    Khittah yang Dimaksud oleh Gus Dur

    Muslimedianews.com ~ Dalam sebuah wawancara dengan wartawan FORUM, Gus Dur pernah ditanya mengenai khittah yang dimaksud oleh Gus Dur yang saat itu memimpin Nahdlatul Ulama (NU).

    Berikut ini petikan dari wawancara tersebut :
    ****
    Khittah yang Anda maksud itu apa sih intinya?

    Yang dimaksudkan Khittah NU itu 'kan Khittah 1926. Lha itu apa sih? Yaitu cara hidup dan cara pandang menurut paham ahlusunnah wal jamaah. Lha kalau itu digeser, NU mau jadi apa? Dari cara pandang dan cara hidup itu, maka ditariklah sejumiah konsekuensi sebagai patokan moral.


    Dengan adanya patokan-patokan itu, dan dari kesadaran bahwa kita melakukan cara hidup dan cara pandang itu, ditetapkanlah tekanan kegiatan pada bidang pendidikan, dakwah dan sebagainya. Nah, otomatis dari deretan itu semua, timbul pertanyaan, di mana soal politik.Itu dijawab dalam keputusan komisi rekomendasi. Di antaranya bahwa NU tidak terkait secara  organisatoris dengan kekuatan sosial politik mana pun. Jadi itu bukan dari Khittah, melainkan penyimpulan atau konsekuensi dari Khittah. Nah dalam urusan politik itu, NU menghormati hak-hak politik warga, dan menganjurkan agar mereka memakai hak-hak politik itu dengan sebaik-baiknya, berdasarkan akhlakul karimah.

    Anda yakin NU bisa eksis di masa datang, tanpa menjadi parpol?

    Dulu tahun 1926 sampai 1952, NU bukan parpol, parpolnya dititipkan ke mana-mana. Zaman Masyumi, ya ke Masyumi. Sampai dengan tahun 1952, NU keluar membikin partai sendiri, berdasarkan keputusan Muktamar di Palembang. Terus fusi tahun 1973, dan tahun 1984 kembali ke Khittah. Kita tidak berpolitik praktis lagi. Anda lihat sendiri, sampai sekarang NU masih eksis kok.

    Tipe kepemimpinan seperti apa sih yang dikehendaki mayoritas NU?

    Umat itu menunjukkan pemimpin-pemimpin mereka. Menunjukkan ini dalam arti mengakui kepemimpinan seseorang. Apakah itu misalnya Kiai Sahal, Kiai Imran Hamzah, Kiai Chotib, Kiai Alawy, Kiai Mustofa Bisri, Kiai Cholil Bisri. Tanya dong sama mereka, siapa yang mereka inginkan. 

    sumber Tabayyun Gus Dur / Abdurrahman Wahid, 1990
     

    HIKMAH

    ARABIC

    KHUTBAH

    TASHAWUF

    FIGURE / TOKOH

    SYUBHAT & BANTAHAN

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News