Top News :

    Warga Senang Masjid Muhammad Ramadhan Jadi Masjid Raya Bekasi

    Muslimedianews, Bekasi ~ Warga Pekayon, Bekasi, resah dengan kegiatan kajian agama yang sering diadakan di Masjid Muhammad Ramadhan. Mereka pun mengadukan hal tersebut kepada ormas yang berada di Bekasi.

    Pengurus Masjid Muhammad Ramadhan, Dahlan, mengatakan, warga menganggap kajian agama yang dilakukan oleh bukan warga sekitar itu ekstrem.

    "Kajian di masjid ini memang berbeda, tema-tema luas soal konflik agama di luar. Abu Bakar Ba'asyir sebelum ditangkap, dulu sering memimpin kajian itu. Nah, mungkin karena itu ada anggapan negatif soal masjid ini. Puncaknya kemarin warga protes," ujar Dahlan ditemui di halaman masjid, Rabu (23/4/2014).

    Menurut Dahlan, pekan lalu, masjid sempat didatangi oleh dua ormas yang turut memprotes aktivitas masjid dengan mengatasnamakan warga. Protes tersebut pun sampai mendapat penjagaan dari polisi.

    Akhirnya, Pemerintah Bekasi mengambil alih kepengurusan dan kepemilikan masjid. Menurut Camat Bekasi Selatan Abi Hurairah, pengambilalihan tersebut dilakukan karena dua hal. Pertama, lahan masjid menggunakan tanah fasum dan fasos milik pemerintah kota. Kedua, karena adanya keresahan warga akan aktivitas kajian agama yang dilakukan di masjid tersebut.

    “Kecamatan Bekasi Selatan sedang menunggu SK Wali Kota tentang peresmian masjid yang dialihkan menjadi masjid raya. Itu keuntungan untuk warga, yaitu semua kebutuhan masjid seperti perawatan masjid atau sarana prasarana secara otomatis ditanggung oleh Pemkot Bekasi, jadi warga bisa lebih fokus beribadah," ujarnya.

    Abi juga mengatakan, pengambilalihan ini memiliki dampak yang baik bagi warga karena masjid akhirnya dapat digunakan bersama-sama oleh seluruh warga. Warga Pekayon, Bekasi, resah dengan kegiatan kajian agama yang sering diadakan di Masjid Muhammad Ramadhan. Mereka pun mengadukan hal tersebut kepada ormas yang berada di Bekasi.

    Pengurus Masjid Muhammad Ramadhan, Dahlan, mengatakan, warga menganggap kajian agama yang dilakukan oleh bukan warga sekitar itu ekstrem.

    "Kajian di masjid ini memang berbeda, tema-tema luas soal konflik agama di luar. Abu Bakar Ba'asyir sebelum ditangkap, dulu sering memimpin kajian itu. Nah, mungkin karena itu ada anggapan negatif soal masjid ini. Puncaknya kemarin warga protes," ujar Dahlan ditemui di halaman masjid, Rabu (23/4/2014).

    Menurut Dahlan, pekan lalu, masjid sempat didatangi oleh dua ormas yang turut memprotes aktivitas masjid dengan mengatasnamakan warga. Protes tersebut pun sampai mendapat penjagaan dari polisi.

    Akhirnya, Pemerintah Bekasi mengambil alih kepengurusan dan kepemilikan masjid. Menurut Camat Bekasi Selatan Abi Hurairah, pengambilalihan tersebut dilakukan karena dua hal. Pertama, lahan masjid menggunakan tanah fasum dan fasos milik pemerintah kota. Kedua, karena adanya keresahan warga akan aktivitas kajian agama yang dilakukan di masjid tersebut.

    “Kecamatan Bekasi Selatan sedang menunggu SK Wali Kota tentang peresmian masjid yang dialihkan menjadi masjid raya. Itu keuntungan untuk warga, yaitu semua kebutuhan masjid seperti perawatan masjid atau sarana prasarana secara otomatis ditanggung oleh Pemkot Bekasi, jadi warga bisa lebih fokus beribadah," ujarnya.

    Abi juga mengatakan, pengambilalihan ini memiliki dampak yang baik bagi warga karena masjid akhirnya dapat digunakan bersama-sama oleh seluruh warga.

    Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi sering dijadikan sebagai tempat penyebaran paham radikal. Masjid yang dulunya tenang berubah menimbulkan keresahan para jamaah. Sebelumnya, masjid ini pernah diselenggarakan acara seminar terorisme oleh kelompok radikal.

    Karena membuat gaduh masyarakat setempat beberapa waktu lalu masjid itu diambil oleh pemerintah bersama sejumlah ormas Islam seperti FBR, FPI, Foswan, serta seluruh warga sekitar. Umat Islam ahlussunnah wal jama'ah berhasil merebut kembali masjid mereka.

    Sumber: Kompas

    Islam; Berarti Wajib dan Bertanggungjawab Menebar Kedamaian

    Muslimedianews ~ Umat Islam adalah pihak yang paling berhak sekaligus paling berkewajiban menebarkan kedamaian. Akar kata Islam; ‘silm’, bermakna kedamaian. Dan upaya menebar kedamaian adalah termasuk jihad.

    Perang (qitaal) hanya salah satu bentuk jihad dalam kondisi tertentu, tapi jihad tak melulu berarti perang. Karena makna jihad adalah perjuangan. Sedangkan perjuangan sangat luas ruang lingkupnya. Bukankah untuk bersabar pun butuh perjuangan? Menahan amarah lebih berat daripada melampiaskannya. Itulah perjuangan, jihad. Maka jihad perdamaian jauh lebih berat dan lebih patut diperjuangkan.

    Pesan kedamaian Islam sangat jelas dalam sapaan doa umat Islam; Assalaamu’alaikum, semoga kedamaian bagimu. Begitupun dalam ayat pertama al-Quran: “Bismillaahirrahmaanirrahiim”, dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Kita adalah bentuk kasih sayang Tuhan bagi semesta alam.

    Allaahumma Antassalaam; Duhai Allah, Engkaulah Kedamaian. Waminkassalaam wa ilayka ya’uudussalaam; Dan dari-Mulah kedamaian berasal serta kembali. Fahayyinaa Robbanaa bissalaam; Maka hidupkanlah kami bersama kedamaian. Wa adkhilnaljannata daarossalaam; Dan masukkan kami ke dalam surga, negeri kedamaian. Aamiin.

    Itulah salah satu ujaran Maulana Wahiduddin Khan, pendiri Centre of Peace and Spirituality - India. (www.cpsglobal.org)

    Sebelumnya, kita sudah pernah ‘kenalan’ dengan pandangan tokoh-tokoh internasional yang bergerak dalam upaya perdamaian, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Seperti Said Nursi Badi’uzzaman (Pahlawan Turki), Fethullah Gulen Hojaefendi (Hizmet), Abu Anis Barkat Ali (Ihsan Foundation), Ali Zainal Abidin Al-Jufri (Tayba Foundation), Hamza Yusuf (Zaytuna College), Zaid Syakir (Radical Middle Way), Muhammad Tahir Ul Qadri (Minhaj Ul Quran), hingga tokoh kita kali ini, Wahiduddin Khan.

    Gaya mereka sama, yakni:
    1.    Kedalaman ilmu syariahnya.
    2.    Berlatar belakang tasawwuf.
    3.    Moderat, yakni berdiri di antara pengabaian (ignorance) dan berlebihan (extremism).
    4.    Memulai pergerakannya secara sosial dengan membangun kesamaan visi bersama rekan-rekannya.
    5.    Disamping keliling menyampaikan gagasan dalam orasi, seminar, ataupun diskusi, mereka juga menulis.

    Nama-nama yang disebutkan di atas adalah para penulis handal yang menuangkan berbagai hal dalam kehidupan dari kacamata Islam. Sosial, politik, ekonomi, seni, budaya, lingkungan, spiritualisme. Ada yang ditulis sendiri, adapula yang ditulis secara transkripsi oleh murid-muridnya. Bagaimanapun, tulisan bisa lebih tajam dari pedang dan lebih awet dalam merekam ide dari sekedar ingatan, serta tentunya lebih mudah dijangkau kapanpun dimanapun.

    Nah, bagaimana dengan kita di Indonesia? Mau mentranskrip teks-teks kesejukan dan pemikiran tokoh-tokoh ulama kita? (Ustadz Zia Ul Haq Tegal)

    KH Maimun Zubair Sedih dan Menangis Melihat Konflik di Tubuh PPP


    Muslimedianews, Jakarta ~ Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair mengaku sedih melihat pertikaian di tubuh partai yang berslogan "Rumah Besar Umat Islam" itu.

    "Saya merasa hati saya sangat sedih dan menangis atas apa yang terjadi pada akhir-akhir ini. Apa yang terjadi, perselisihan pimpinan-pimpinan PPP," kata KH Maimun Zubair saat membuka keterangan persnya di kantor DPP PPP, Selasa (22/4).

    Dikatakan, PPP merupakan partai berdiri hasil leburan empat partai yakni Partai Nahdatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia, PSII dan Perti. PPP, kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang ini, merupakan satu-satunya partai di Indonesia yang mengemban misi beramar maruf nahi munkar, yang wajib dijalankan seluruh jajaran partai.

    Namun, lanjut kiai kelahiran 1928 ini juga, meski sebagai partai Islam murni, PPP tidak akan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

    "Jadi ini partai bukan ingin jadikan Indonesia menjadi negara Islam. Tapi tetap konsisten pada Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

    Karena itulah, Kiai Maimun memerintahkan Ketum PPP Suryadharma Ali dan Sekjen PP Romahurmuziy berdamai. Dia juga mengaku sudah bicara langsung dengan SDA dan Romi, panggilan Romahurmuziy.


    Sumber: JPNN


    Mustasyar PCNU Jepara KH Chumaidurrohman Wafat

    Muslimedianews, Jepara ~ Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara Jawa Tegah KH Chumaidurrohman (70) menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara, pukul 15.30 WIB, Ahad (20/4/2014). 

    Kiai Chumaid meninggalkan istri Hj Faizah (58) dan lima anak: H Bin Himma M Burhan, Hj Yunio Milkiyu Husnayanti, Zirrofa Asma Z.A, Luluk Hijriyyah Annabila dan Ahmad Fauzan Mubarok. 

    Jenazah dishalatkan di masjid Darus Salam Kelurahan Saripan kecamatan Jepara dan dikebumikan di makam Gandrung kelurahan Potroyudan kecamatan Jepara, Senin (21/4/2014) pagi. 

    Hadir dalam prosesi takziyah diantaranya KH Sya’roni Ahmadi (Mustasyar PBNU), H Ahmad Daroji (Ketua MUI Jawa Tengah), H Ahmad Rofiq (Sekretaris MUI Jawa Tengah), H Ali Mufiz (Mantan Gubernur Jawa Tengah), H Muhtarom (Rektor Unisnu), H Ahmad Marzuqi (Bupati Jepara), H Hendro Martojo (Mantan Bupati Jepara), KH Asyhari Syamsuri (Ketua PCNU Jepara) dan ribuan pentakziyah. 

    Semasa hidup 1943-2014, separuh usianya digunakan untuk mengabdi di organisasi agama dan sosial kemasyarakatan, yakni Ketua MUI Jepara, Wakil Rais Syuriah PCNU, Mustasyar PCNU, FKUB dan BAZ. 

    Menurut adik kandung almarhum, KH Nur Rohman Fauzan, ia tidak punya ijazah formal hingga SMA. Namun berkah kegigihan almarhum belajar di sejumlah pesantren dan intensitas menyimak tayangan BBC London dan Al-Jaziraa meski waktu itu ia masih muda namun  fasih dalam berbahasa Arab dan Inggris. 

    Dengan modal itu, lanjut Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu Jepara kakaknya berkesempatan belajar di Akademi Dakwah binaan PBNU. Hingga lelaki putra kedua pasangan KH Ahmad Fauzan dan Hj Mukarromah bisa menempuh studi di Fakultas Usuluddin IAIN Jakarta (kini UIN). Alhasil ia pernah menjadi Dosen IAIN Walisongo Semarang, Dosen Undaris dan Dekan Fakultas Syariah Inisnu Jepara (kini Unisnu). 

    H Mashudi, Sekretaris MUI dan FKUB Jepara menyatakan, almarhum merupakan sosok yang toleran dengan pemeluk agama lain dan umat yang berbeda paham. Sehingga di prosesi takziyah sejumlah tokoh lintas agama turut hadir. 

    “Diantaranya David Sriyanto (Protestan), Yulia (Katolik), Nardi (Hindu) dan Raspito (Budha). Ini menunjukkan bahwa kyai Chumaid adalah tokoh yang toleran,” katanya saat ditemui di rumah duka Jl.KH Ahmad Yasin kelurahan Saripan kecamatan Jepara. 

    Kepada keluarga yang ditinggalkan maupun warga Jepara Mashudi berpesan agar jejak-jejak perjuangannya dilanjutkan. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi/ NU Online)

    Santri Darul Ulum Jombang Kunjungi UNS Surakarta

    Muslimedianews, Surakarta ~ Para santri SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Jombang, mengadakan kunjungan kampus ke Fakultas Pertanian dan Kedoketran Universitas Sebelas Maret Surakarta, Senin (21/4/2014).

    Di kampus itu, kedatangan mereka disambut Kaprodi Agribisnis Pertanian UNS, Dr. Mohd Harisudin, MSi. Dalam sambutannya Harisudin menyemangati para santri untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Kepada para santriwati, ia juga memaparkan potensi pesantren dalam bidang pertanian. “Pesantren punya peluang besar karena punya tenaga “gratis” santri yang bisa digunakan pesantren, sekaligus praktek santri,” ujarnya.

    Harisudin yang juga pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Solo menyerukan kalimat sholawat dan dibalas secara spontan oleh para santri, dengan suara kencang dan bersamaan.

    “Baru kali ini anak SMA yang berkunjung ke sini, sangat antusias mengucap shalawat,” katanya diikuti senyuman para santri. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi/ NU Online)

    Seriibu Rebana Akan Membahana di Masjid Agung Surakarta pada 18 Mei 2014

    Muslimedianews, Surakarta ~ Setelah lama tidak mengadakan majelis akbar, Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah pimpinan Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus akan kembali menyelenggarakan majelis akbar di Masjid Agung Solo. Acara tersebut rencananya akan diselenggarakan pada 18 Mei 2014 mendatang pukul 08.00 WIB.

    “Temanya seribu rebana membahana di Masjid Agung Surakarta. Saya pengen ngumpulkan teman-teman seribu orang yang nabuh rebana bareng-bareng” demikian ungkap Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus di Markas Besar Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah, Selasa (22/4).

    “Bagi teman-teman yang punya kelompok rebana/hadroh, laki-laki atau perempuan, tolong segera didaftarkan dengan jumlah anggotanya melalui nomor 081904546119 (Edwin),” demikian lanjut Habib Naufal.

    Dalam acara bertajuk Seribu Rebana Membahana di Masjid Agung juga akan diluncurkan buku terbaru karya Habib Naufal yang berjudul “Syukur”. Buku tersebut berisi kisah-kisah orang-orang yang bersyukur dan orang orang yang tidak bersyukur. Selain itu, dalam acara tersebut akan dipentaskan drama atau teater yang sarat akan dakwah.

    Seperti majelis akbar yang diselenggarakan oleh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah sebelumnya, acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan umat muslim dari berbagai daerah. Majelis akbar di Masjid Agung Surakarta insyaallah juga akan disiarkan secara live video streaming oleh tim Aswaja IT Developer melalui www.ar-raudhah.info/ dan akun www.youtube.com yang dikelolanya. (Pekik Nursasongko/Anam/ NU Online)

    Ziarah ke Makam Nabi Muhammad Saw.

    Muslimedianews ~ Berikut adalah hujjah perihal absahnya ziarah ke makam Rasulullah Saw. oleh KH. Ali Ma’shum Krapyak Yogyakarta.

    A. Pendahuluan
    Pada suatu ketika Nabi Muhammad Saw. membaca ayat berisi keluhan Nabi Isa As.:

    إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
    “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka itu hambaMu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa Maha Bijaksana.” (QS. al-Maidah ayat 118).

    Dan beliau membaca lagi ayat berisi keluhan Nabi Ibrahim As.:

    رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
    “Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan manusia. Barangsiapa yang mengikutiku maka ia termasuk golonganku, dan barangsiapa mendurhakaiku maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Maha Penyayang.” (QS. Ibrahim ayat 36).

    Lalu Nabi Muhammad Saw. berdoa mengangkat kedua tangannya dan bersabda:

    اَلّلهُمَّ أُمَّتِي
    “Ya Allah, umatku…”

    Beliau Saw. bersujud dan menangis (benar-benar memohon dikabulkannya dari Allah Swt.). Selanjutnya. Allah Maha Mendengar doa keluhan itu dan mengutus Malaikat Jibril untuk menanyakan apa sebab Nabi Muhammad Saw. menangis. Setelah Malaikat Jibril melakukan tugas lalu melaporkan kembali kepada Allah Ta’ala. Lalu Allah memerintahkan kembali Malaikat Jibril untuk menyampaikan keputusanNya kepada Nabi Saw.:

      إِنَّا سَنُرْضِيْكَ فِي أُمَّتِكَ وَلاَ نَسُوْءُكَ
    “Sesungguhnya Aku meluluskan kerelaanmu buat umatmu, dan Aku tidak menimpakan kejelekan atasmu.” (HR. Muslim).

    Melihat kisah tersebut kita mengetahui betapa besar tanggung jawab Nabi Saw. untuk menyelamatkan umatnya, kaum muslimin. Dan betapa besar anugerah Allah Swt. yang dilimpahkan kepada kita lantaran permohonan beliau Saw. itu.

    Nabi Muhammad Saw. benar-benar agung jasanya buat kita bahkan terlalu agung. Tidakkah kita perlu membalas jasanya itu? Dalam batas yang paling kecil saja, misalnya; seberapa besar kecintaan (mahabbah) kita  kepada Nabi Saw.?

    Mahabbah kepada Nabi Saw. adalah pertanda keimanan. Nabi Saw. pernah mendoakan Sayyidina Harmalah bin Yazid yang datang menghadapnya:

    اَلّلهُمَّ اجْعَلْ لَّهُ لِسَانًا صَادِقًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَاْرزُقْهُ حُبِّي وَ حُبَّ مَنْ يُحِبُّنِي
    “Ya Allah jadikanlah lisan Harmalah berkata jujur, hatinya syukur, dan anugerahilah kecintaannya kepadaku dan kepada sekalian orang yang mencintaiku.” (HR. ath-Thabarani).

    Dari hadits ini bisa kita petik suatu hikamah, yaitu betapa besarnya nilai mahabbah kepada Nabi Saw.

    Mahabbah atau rasa cinta bukanlah sekedar diucapkan dengan lisan. Tetapi yang terpenting adalah sikap hati. Setelah hati cinta, maka lisan akan menyatakan dan dengan sendirinya perbuatan anggota badan akan siap mengabdi dan berkorban. Apabila kita benar-benar mencintai Nabi Saw., maka hati kita selalu tertambat pada beliau, lisan kita selalu menyebut asma beliau, dan kita kerahkan diri kita untuk memenuhi petunjuk beliau.

    Tuntutan rasa cinta murni tidak sekedar begitu. Tetapi kita selalu ingin duduk berdampingan, melihat beliau dan mengunjungi kediaman beliau. Seperti inilah cinta yang sejati. Hal ini tidak beda dari sebait syair yang digubah oleh seseorang yang mencintai Nona Laila:

    أَرَاْلأَرْضَ تُطْوَى لِي وَ يَدْ نُوْ بَعِيْدُهَا # وَكُنْتُ إِذَا مَا جِئْتُ ليلي أَزُرُوْهَا
    “Dan jika aku berkunjung kepada Laila, kurasakan sang bumi terlipat kecil, jarak jauh terasa dekat.”

    Dengan demikian kita bisa mengukur seberapa kadar mahabbah kita kepada Nabi Muhammad Saw. Berapa menit sehari hati kita tertambat kepada Nabi Saw.? Berapa puluh kali sehari lisan kita membaca Shalawat Nabi? Dan berapa banyak tuntunan Nabi Saw. telah kita kerjakan? Demikian pula, berapa kali kita telah mengunjungi Nabi Saw. –tempat kediaman Nabi Saw.? Atau berapa kali kita telah niat untuk ziarah kepada Nabi Saw, dan seterusnya?

    B. Ziarah Ke Makam Nabi Muhammad Saw.
    Ziarah makam Nabi Saw. adalah salah satu bentuk ekspresi rasa mahabbah kepada beliau. Selain itu, Nabi Saw. sendiri telah bersabda:

    مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِى بَعْدَ وَفَاِتي فَكَأنَّمَا زَارَنىِ فِى حَيَاتى
    “Barangsiapa berhaji lalu ziarah ke kuburku setelah wafatku, maka bagaikan ia mengunjungiku saat masih hidupku.” (HR. al-Baihaqi, ath-Thabarani dan lainnya).

    مَنْ زَارَ قَبْرِى وجبت له شفِاعتى
    “Barangsiapa ziarah ke kuburku, maka pastilah ia mendapat syafaatku.” (HR. al-Baihaqi dan ad-Daruquthni).

    مَنْ جَاءَنِى زَائِراً لَايَعْلَمُ حَاجَةً إِلاَّزِيَارَتِى كَانَ حَقًّا عَلَيَّ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ شَفِيْعًا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
    “Barangsiapa berziarah kepadaku dan hanya itu saja keperluannya, maka kewajiban atasku untuk mensyafaatinya di hari kiamat.” (HR. ath-Thabarani dan ad-Daruquthni).

    Demikianlah tiga dalil hadits secara tegas menerangkan keutamaan ziarah ke makam Nabi Saw. Dalam hadits berikut bisa kita ketahui adanya anjuran untuk kita melakukannya:

    مَامِنْ أَحَدٍ مِنْ اُمَّتِي لَهُ سَعَةٌ ثُمَّ لَمْ يَزُرْنِى فَلَيْسَ لَهُ عُدْرٌ
    “Tak seseorangpun dari umatku yang telah berkesempatan (untuk ziarah) kemudian tidak mau melakukan ziarah kepadaku, melainkan tiada lagi alasan baginya.” (HR. Ibn Najjar).

    C. Keutamaan Ziarah Ke Makam Nabi Muhammad Saw.
    Dari hadits di atas telah kita ketahui bahwa ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw. adalah sama utamanya dengan ziarah kepada Nabi Saw. sewaktu hidupnya. Dalam hadits lainnya dikatakan:

    لاَتُشَدُّالرَّجَلُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةٍ مَسَاجِدَ : المَسْجِدِ الحَرَامِ  وَمَسْجِدِي هَذَا، والمَسْجِدِاْلأَقْصَى
    “Tidak perlu mengadakan pemberangkatan kecuali untuk menuju tiga masjid; Masjid al-Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid al-Aqsha.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

    Hadits ini menegaskan bahwa ada tiga masjid yang mempunyai keutamaan. Selain yang tiga itu tingkat keutamaannya sama saja; masjid besar terletak di kota besar dan dihuni oleh orang-orang besar, tingkat keutamaannya sama saja dengan masjid kecil di kota kecil dibangun dan dihuni oleh orang-orang kecil.
    1. Masjid al-Haram di Makkah mempunyai keutamaan shalat di dalamnya bernilai 100.000 kali lipat. Keutamaan ini adalah merupakan pancaran dari keagungannya sebagai Baitullah dan di sini pula terletak Ka’bah yang menjadi kiblat kaum Muslimin. 
    2. Masjid al-Aqsha di Palestina mempunyai keutamaan shalat di sana bernilai 500 kali lipat. Keutamaan ini adalah merupakan pancaran dari keagungannya sebagai masjid tempat peribadahan para nabi Bani Israel. Dan bahkan di sini pula mereka disemayamkan. 
    3. Masjid Nabawi mempunyai keutamaan shalat di dalamnya bernilai 1000 kali lipat, yaitu dua kali keutamaan Masjid al-Aqsha. Keutamaan ini adalah merupakan pancaran dari keagungannya sebagai masjid yang dibangun oleh Nabi Saw., tempat beribadahnya Nabi Saw., pusat pennyiaran Islam di hari-hari pertamanya, dan bahkan di situ pula Nabi Saw. dikuburkan. Jadi keutamaan yang besar yang dimiliki Masjid Nabawi adalah semata-mata karena diri Nabi Saw. Nabi Saw. lah yang menjadi sumber keutamaan masjid tersebut. Kalau bukan karena Nabi Saw. ada di situ, maka niscaya sama saja dengan masjid-masjid yang lain.
    Sekarang kita sudah mengetahui Masjid Nabawi mempunyai keutamaan sebesar itu dikarenakan ada Nabi Saw. Hal ini berarti sumber keutamaannya adalah Nabi Saw. dan Masjid Nabawi tersebut dapat menimbulkan curahan rahmat dan berkah bagi orang yang mengunjunginya dan beribadah di dalamnya.

    Ada satu pertanyaan dari sekelompok orang yang salah memahami dalil bahwa: “Memang benar ziarah ke Masjid Nabawi akan memperoleh berkah, tetapi ziarah ke makam Nabi yang menjadi sumber berkah masjid tersebut justru tidak memperoleh berkah, dan bahkan dilarang melakukannya.”

    Menurut pembaca risalah ini, benarkah logika kaum yang salah paham tersebut? Kami yakin, Anda sepakat dengan kami dan bahwa logika sekelompok orang itu salah. Anak yang baru tingkat ibtidaiyyah (SD) pun akan mampu menunjukkan kesalahan logika tersebut.

    Syaikh Abu Said al-Hammami, seorang ulama al-Azhar Mesir, menilai bahwa logika itu hanya mungkin diucapkan oleh:

    المَجَانِيُن اْلَّذِيْنَ لاَيَعُوْنَ مَا يَقُوْلُوْنَ أَوْ يَقُوْلُهُ عَدَوُّالإِسْلاَمَ وَرَسُوْلِ اْلإِسْلاَمِ
    “Orang-orang gila yang tidak paham lagi perkataannya sendiri atau perkataan itu dikemukakan oleh musuh Islam dan musuh Rasulullah Saw.” (Lihat dalam Ghauts al-‘Ibad halaman 105 karya Syaikh Abu Yusuf al-Hammami, cet. Isal Babil Halabi, Mesir, tahun 1350 H).

    D. Ada yang Salah Paham
    Seperti telah kami singgung di atas ada sekelompok orang yang melarang untuk ziarah ke makam Nabi Saw. Mereka berdalil pada hadits:

    لاَتُشَدُّالرَّجَلُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةٍ مَسَاجِدَ : المَسْجِدِ الحَرَامِ  وَمَسْجِدِي هَذَا، والمَسْجِدِاْلأَقْصَى
    “Tidak perlu mengadakan pemberangkatan kecuali untuk menuju tiga masjid; Masjid al-Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid al-Aqsha.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

    Kami merasa aneh bin ajaib. Mengapa hadits tersebut dikatakan menunjukkan adanya larangan ziarah ke makam Nabi Saw.? Uraian lebih lanjut dan lebih lengkap terlalu panjang ditulis di sini. Kami persilakan Anda membaca buku kami yaitu “Hujjatu Ahlissunnah wal Jama’ah” halaman 27-35.

    Untuk menambah keterangan, dalam kitab asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Mushthafa, al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ziarah makam Nabi Saw. adalah merupakan keutamaan dan hal itu telah menjadi ijma’ seluruh kaum Muslimin. Demikian, Wallahu A’lam. (Diedit ulang dari catatan Ustadz Muhammad Yusuf Anas, MA Unggulan Al-Imdad).

    Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 22 April 2014

     

    BERITA GARIS BESAR

    FATAWA

    TAUSHIYAH

    KHUTBAH

    ISLAMIC ARTICLES

    NASHEED

    TASHAWUF

    KHAZANAH

    TARIKH

    JIHAD ZONE

    SIYASI

    MUSLIM YOUTH

    QUR'AN AND HADITS

    FIGURE / TOKOH

    INTERVIEW

    SYUBHAT & BANTAHAN

    ARTIKEL BEBAS

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | About Us | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News