Top News :
    6f2685a723d5dd228092da7913ae853e

    Chanex Ridhall Pictures Merilis Trailer Film 'Guru Ngaji'

    Muslimedianews.com ~ Momen perayaan lahirnya Nabi Muhammad dirayakan oleh umat Muslim dengan beragam cara. Salah satunya Chanex Ridhall Pictures yang merilis trailer pertama dari film drama religi berjudul ‘Guru Ngaji’ pasca momen perayaan Maulid Nabi, Selasa (5/12) melalui kanal Youtube mereka di laman bit.ly/TrailerGURUNGAJI . Momen ini dianggap sangat pas dengan pesan dan semangat yang ditanamkan pada film ‘Guru Ngaji’.

    Diproduseri oleh Rosa Rai Djalal yang sebelumnya menjadi Produser Film 'Iqro: Petualangan Meraih Bintang', trailer film ini menuturkan kisah tentang Mukri (Donny Damara) seorang guru ngaji di Desa Tempuran yang bekerja sampingan sebagai badut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sehari-hari, Mukri menjadi badut bersama Parmin (Ence Bagus), lelaki sederhana yang bercita-cita untuk membeli motor agar bisa mendapat perhatian Rahma (Andania Suri), perempuan Idamannya yang juga disukai oleh Yanto (Dodit Mulyanto).


    Menurut Produser Film ‘Guru Ngaji, Rosa Rai Djalal, pihaknya sengaja merilis trailer pertama Film ‘Guru Ngaji’ pada momen perayaan Maulid Nabi terutama karena film ini erat kaitannya dengan islam serta didedikasikan bagi para Guru Ngaji di seluruh Indonesia. “Film ini mengangkat suka dan duka dalam keseharian seorang Guru Ngaji. Sebuah drama yang religius yang dibalut dengan sentuhan komedi sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Pada perayaan Maulid Nabi tahun ini, kami merilis trailer film yang kami dedikasikan untuk seluruh Guru Ngaji di Indonesia.”

    “Kami ingin memotret kehidupan sehari-hari seorang guru ngaji dengan berbagai masalah yang mereka alami. Cerita yang ditampilkan dekat dengan penonton dan mungkin saja dialami oleh sebagian guru ngaji. Banyak sekali yang bisa diambil dari film ini terutama pesan moral tentang keikhlasan, istiqomah, kejujuran, persahabatan dan toleransi. Kami berharap film ‘Guru Ngaji’ bisa mendorong kita semua untuk semakin mengapresiasi para guru ngaji,” tutur Rosa.

    Skenario film ‘Guru Ngaji’ ditulis oleh Alim Sudio bersama dengan Erwin, yang juga bertindak sebagai Sutradara. Aktor pendukung yang terlibat antara lain Dewi Irawan, Endah Laras, Ence Bagus, Verdi Solaiman, dan aktor cilik pendatang baru, Akinza. Film ini rencananya akan tayang di bioskop pada awal tahun 2018.

    Sekilas Tentang Chanex Ridhall Pictures
    Chanex Ridhall Pictures Adalah Perusahaan Film yang berbasis di Jakarta yang hingga kini telah terlibat dalam pembuatan enam film antara lain Stay With Me, Iqro, Bukaan 8, Jejak Dedari, Film Guru Ngaji, dan Lelawa. Rosa Rai Djalal tidak sengaja jatuh ke dunia film, akan tetapi Ia justru jatuh cinta kepada dunia perfilman dan mendirikan Chanex Ridhall Pictures sebagai bagian dari harapannya untuk turut memajukan industri kreatif di Indonesia. Melalui film Rosa merasa bisa membagikan berbagai pesan karena bentuk komunikasi yang sangat efektif dan bisa dinikmati semua kalangan, karena film adalah bahasa universal yg bisa diterima oleh semua orang.


    ~Ogi W.~

    NU Galang Dana Dirikan Rumah Batik untuk Kaum Difabel di Blora

    Muslimedianews.com ~ Meski Difabel, bukan berarti harus pasrah dan bergantung pada orang lain. Hal itu yang memecut semangat Pak Ghofur, Pak Kandar dan 5 kerabatnya yang memiliki kekurangan serupa ketika mendirikan Difabel Blora Mustika pada tahun 2011. Kecelakaan yang Pak Ghofur alami ketika membantu perbaikan gedung sekolah SMK NU di Blora membuat kedua kakinya harus diamputasi. Namun Ia tidak menyerah dan malah menjadi motor penggerak Difabel Blora Mustika (DBM). Semangatnya kembali muncul saat bertemu Pak Kandar yang kedua tangannya juga diamputasi akibat kecelakaan kerja, dan harus bekerja serabutan untuk biaya pengobatan diabetes sang istri serta biaya sekolah putrinya.

    Kini DBM beranggotakan 600 orang, terdiri dari difabel kusta, tuna netra, tuna runggu, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa, tuna mental, psikotik, autis, polio, hidrosepalus, dan amputasi. Selama ini, kegiatan DBM dilakukan di halaman rumah Pak Kandar yang kondisinya jauh dari layak. Kondisi alat produksi yang sudah tidak memadai pun membuat proses produksi sedikit terhambat.

    Pengalaman pribadi Pak Ghofur mendorongnya untuk menciptakan kesempatan bagi diri sendiri dan para anggota DBM. Meski terbatas, namun tetap sangat bersemangat. “Hidup tanpa kedua kaki bukan alasan untuk Kami berpasrah dan bergantung pada orang lain. Saya bingung mau kerja dimana, gak ada yang mau menerima saya karena saya gak punya kaki. Modal awal kami dari iuran anggota dan hanya cukup untuk membeli peralatan batik sederhana. Meskipun kami tidak punya kesempatan, kami sendiri yang harus membuat kesempatan itu.”

    Tergerak, Nahdlatul Ulama (NU) Care berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu para difabel memiliki alat produksi yang lebih memadai. Melalui laman Kitabisa.com/dirikanDifabelBlora NU Care mengajak publik untuk membantu pengembangan Difabel Blora Mustika. DBM menjadi satu-satunya harapan bagi ratusan penderita disabilitas di Blora. Banyak diantara anggota DBM yang merupakan tulang punggung keluarganya, namun tidak memiliki kesempatan bekerja karena kondisi mereka.
    Pak Ghofur


    Hingga kini laman Kitabisa.com/dirikanDifabelBlora telah mengumpulkan Rp 60.172.382 dari 206 orang donatur serta dibagikan sebanyak 5633 kali di media sosial. Nur Rohman selaku Manajer Fundraising NU Care mengatakan bahwa dukungan harus terus diberikan untuk kemajuan DBM. "Mari bantu rumah batik Pak Kandar dan teman-teman, untuk mereka bisa berkarya terus, untuk kemajuan DBM," ajak Rohman. ~~


    Banser NU dan Kokam Muhammadiyah Gelar Kemah dan Apel Akbar Kesetiaan NKRI di Prambanan


    Yogyakarta - Sebanyak dua puluh ribu pemuda Islam dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU dan Komando Kesiapsiagaan Angkata Muda (Kokam)  Muhammadiyah mendeklarasikan komitmen perdamaian, wujudkan pemuda hebat dan komitmen jaga bumi dalam Apel Kebangsaan dan Penanaman Pohon di 
    Lapangan Prambanan,  Yogyakarta,  Sabtu (16/12). 

    Presiden Joko Widodo bertindak sebagai Pembina upacara dalam apel 
    yang diinisiasi oleh Kemenpora ini. Di awal amanahnya, Presiden menyampaikan bahwa kedatangannya ke Yogyakarta ini hanya satu agenda, yaitu menjadi inspektur upacara dalam acara ini. "Bagi saya semangat acara ini menjadi fondasi kedamaian di Indonesia", tegas Presiden.

    Jokowi menambahkan, karena ukhuwah Islamiah,  Wathaniyah, dan Basariyah (persaudaraan kemanusiaan),  Islam yang toleran di Indonesia ini menjadi inspirasi bagi dunia unuk menciptakan perdamaian di negaranya. "Sebagai pewaris darah juang para ulama, KH Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan kita harus mencontoh mereka sebagai pejuang yang menciptakan Islam yg rahmatan lil alamin di Indonesia ini", jelas Presiden. 

    Menpora Imam Nahrawi dalam laporannya menyampaikan, tema “Pemuda Hebat Menjaga Bumi” dipilih untuk menegaskan komitmen pemuda Indonesia menjaga bumi Indonesia,  NKRI tercinta agar tetap lestari untuk kebaikan generasi, secara ideologis dan juga ekologis.

    "Perbedaan agama, suku, ras, dan budaya tidak akan mengurangi komitmen persatuan sebagai negara-bangsa yakni satu bangsa, satu nusa, satu bahasa- Indonesia." tegas Imam. 

    Setelah prosesi upacara,  Presiden bersama Menpora, Gubernur DIY dan beberapa Menteri melakukan penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan. 

    Acara  ini didukung dan difasilitasi oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI. Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh menyatakan pihaknya punya konsens untuk menerjemahkan nawacita Presiden,  salah satunya memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga. "Ini gagasan dan upaya Menpora yang luar biasa. Saya hanya menerjemahkannya dalam dukungan fasilitasi", ujarnya. 

    Ditanya tentang tindak lanjut acara ini,  Niam menjelaskan,  pertemuan ini adalah sejarah bersatunya dua kekuatan besar dan strategis bangsa ini.  "Selanjutnya,  harus diperbanyak kegiatan bersama di level daerah. Perbedaan itu sunnatullah.  Hanya saja, banyak hal yang mempesatukan kita dengan berbagai titik persamaan.  Ini yang harus terus didorong untuk berkontribusi positif bagi umat,  bangsa dan negara. Kami di Deputi 2 punya tanggung jawab mengembangkan potensi ini", pungkasnya. 

    Apel Kebangsaan ini juga dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto,  Panglima TNI Jadi Tjahjanto,  Kapolda Jateng Condro Kirono,  Kapolda DIY,  Menseskab Pramono Anung,  Mendikbud Muhajir Effendi,  Menteri Desa dan Transmigrasi Eko Sanjoyo,  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti,  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,  Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X,  dan para pejabat negara lainnya.
     

    HIKMAH

    ARABIC

    Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
    Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
    RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
    Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News