Top News :
Home » , , » Bolehkah Berqurban Untuk Orang Tua Yang Sudah wafat?

Bolehkah Berqurban Untuk Orang Tua Yang Sudah wafat?

Posted on Saturday, 3 August 2013 | garis 10:10

Kami memiliki orang tua yang telah wafat namun belum pernah melakukan qurban. Bolehkah kami menyembelih qurban untuk orang tua kami yang telah wafat? Terimakasih. Razikin, Gresik.
 
Jawaban:
Terkait hukum menyembelih qurban atas nama keluarga yang telah wafat para ulama berbeda pendapat. Bagi ulama yang memperbolehkan berdalil dengan atsar yang dilakukan oleh Sayidina Ali Karramallahu Wajhahu bahwa beliau menyembelih dua domba, yang satu atas nama Nabi Muhammad Saw (dan beliau telah wafat), dan yang kedua untuk dirinya sendiri. Ketika ditanya tentang hal ini, Sayidina Ali berkata: Rasulullah Saw yang telah memerintahkan hal ini pada saya, dan saya tidak pernah meninggalkannya selamanya (HR al-Turmudzi No 1574)  
 
1574 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْمُحَارِبِىُّ الْكُوفِىُّ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِى الْحَسْنَاءِ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ حَنَشٍ عَنْ عَلِىٍّ أَنَّهُ كَانَ يُضَحِّى بِكَبْشَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَالآخَرُ عَنْ نَفْسِهِ فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ أَمَرَنِى بِهِ يَعْنِى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَلاَ أَدَعُهُ أَبَدًا. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ شَرِيكٍ. وَقَدْ رَخَّصَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنْ يُضَحَّى عَنِ الْمَيِّتِ وَلَمْ يَرَ بَعْضُهُمْ أَنْ يُضَحَّى عَنْهُ. وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُتَصَدَّقَ عَنْهُ وَلاَ يُضَحَّى عَنْهُ وَإِنْ ضَحَّى فَلاَ يَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا وَيَتَصَدَّقْ بِهَا كُلِّهَا. قَالَ مُحَمَّدٌ قَالَ عَلِىُّ بْنُ الْمَدِينِىِّ وَقَدْ رَوَاهُ غَيْرُ شَرِيكٍ. قُلْتُ لَهُ أَبُو الْحَسْنَاءِ مَا اسْمُهُ فَلَمْ يَعْرِفْهُ. قَالَ مُسْلِمٌ اسْمُهُ الْحَسَنُ (سنن الترمذى - ج 6 / ص 116)
Dalam riwayat tersebut, Turmudzi berkata: “Sebagian ulama memberi keringanan untuk menyembelih hewan Qurban bagi mayit, namun ulama yang lain tidak memperbolehkannya. Abudllah bin Mubarak berkata: Saya lebih senang kalau disedekahkan atas nama mayit, bukan disembelihkan Qurban atas nama mayit. Jika di-Qurbankan maka tidak boleh memakannya sedikitpun dan bersedekah keseluruhannya”. Dan Imam Turmudzi mencantumkan atsar ini dalam Bab “Qurban atas nama mayit”, bukan Bab “Wasiat Qurban”

Diriwayatkan pula dari Aisyah 
 
قَالَتْ وَضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ نِسَائِهِ بِالْبَقَرِ (رواه البخارى 294 ومسلم 2976 )
Rasulullah Saw berqurban 1 ekor sapi untuk para istri-istri beliau” (HR al-Bukhari dan Muslim). Dan diantara istri beliau adalah Khadijah yang telah wafat terlebih dahulu. 
 
Dan jika sebelum wafat telah berwasiat agar kelak disembelihkan qurban untuk dirinya, maka wajib bagi para putra dan ahli warisnya untuk melakukan qurban atas nama orang tua yang meninggal. Bahkan dalam sebuah hadis dijelaskan "Diantara kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orang tua yang telah wafat adalah merealisasikan wasiat orang tuanya" (HR al-Hakim No 7260)
 
 
 
Ust. Muhammad Ma'ruf Khozin
(Narasumber "Hujjah Aswaja" di TV9 Surabaya)
| hujjahnu.blogspot.com
 

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | About Us | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News