BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Tuesday, August 13, 2013

Hizbul Wathan "Golongan Cinta NKRI", Ortom Muhammadiyah

Ortom Organisasi Otonom Muhammadiyah
Muslimedianews ~ Hizbul Wathan (disingkat HW) merupakan gerakan kepanduan, salah satu organisasi otonom (ortom) di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Ortom Muhammadiyah lainnya adalah: 'Aisyiyah, Nasyiatul 'Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah (PM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Hizbul Wathan, artinya Partai/kelompok Kebangsaan/tanah air yang sering disebut juga "Golongan yang cinta Tanah Air". Keberadaan Hizbul Wathan menguatkan komitmet Muhammadiyah dalam ber-NKRI. Hizbul Wathan menjadi sebuah sistem pendidikan untuk anak, remaja, dan pemuda di luar lingkungan keluarga dan sekolah yang bersifat nasional, seluruh wilayah Negara Kesatuan Repulik Indonesia. Bersifat terbuka, artinya keanggotaan HW terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan gender, usia, profesi, atau latar belakang pendidikan.

Penggolongan keanggotaan HW berdasarkan usia hanyalah untuk membedakan status sebagai peserta didik atau anggota dewasa (pembina). Bersifat sukarela, artinya dasar seseorang menjadi anggota HW adalah suka dan rela, tanpa paksaan atau tekanan orang lain. Tidak berorientasi pada partai politik, artinya secara organisatoris HW tidak berafiliasi kepada salah satu partai politik dan HW tidak melakukan aktivitas politik praktis. Induk organisasi HW hanyalah Persyarikatan Muhammadiyah.

Sekilas Sejarah Hizbul Wathan

Pada suatu hari K.H. Ahmad Dahlan memanggil beberapa guru Muhammadiyah, saat itu bertepatan dengan hari ahad siang. Pertemuan itu bukan untuk mengedakan rapat yang membincangkan suatu masalah, melainkan suatu pertemuan biasa yang mana K.H Ahmad Dahlan ingin menanyakan suatu peristiwa yang ia temukan saat pergi ke solo. Bahwasanya Kiai melihat anak-anak berbaris dimuka alun-alun, sedangkan setengahnya sedang asik bermain hanya saja semua anak tersebut memakai satu seragam yang sama. Lalu salah satu guru yakni mantri guru Somodirjo menjawab bahwasanya itu adalah anak-anak Padvinder Mangkunegaran (sebuah pandu dimasa itu) yang bernama Javaansche Padvinderi Organisatie. Sejak saat itu (tahun 1336 H/1918 M) Muhammadiyah membuat kegiatan kepanduan bagi anak-anak sekitar kauman yang waktu itu dipelopori oleh bapak Somodirjo dan Syarbini yang mantan militer dimasanya.

Pertama kali kepanduan tersebut diberi nama “Padvinder Muhammadiyah” lalu baru pada tanggal 20 jumadil awal 1338 H bertepatan dengan tanggal 30 januari 1920 nama HW (Hizbul Wathan) mulai dikenal mayarakat, yang mempunyai arti “Golongan yang Cinta Tanah Air”.

Seiring dengan gejolak politik di negri ini pada tahun 1961 dibentuklah sebuah gerakan kepanduan bagi pemuda yang diberi nama Pramuka sejak saat itu semua kepanduan yang ada di negeri ini dileburkan menjadi satu (Pramuka), lalu pada tanggal 10 Sya’ban 1420 H/18 november 1999 M. Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali membangkitkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), yang dipertegas dengan keluarnya surat keputusan pada tanggal 1 Dzulhijjah 1423 H/2 februari 2003.


Redaktur : Ibnu Mansyur
Sumber: hizbulwathan.or.idl dan wikipedia.org
« PREV
NEXT »

No comments