BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Tuesday, August 13, 2013

Voa-Islam.com Sebarkan Pesan BBM Provokatif terkait Kasus Lamongan

Muslimedianews ~ Kasus bentrokan di Lamongan baru-baru ini membuat heboh dunia massa di Indonesia. Pasalnya lagi-lagi Front Pembela Islam (FPI) diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sebanyak 42 orang anggota FPI yang sedang membawa senjata tajam dan alat bukti lain berupa balok dan pipa diamankan polisi terkait sweeping yang dilakukan pada Minggu malam (11/8) lalu. Dari 42 orang itu, 22 orang dijadikan tersangka sebagaimana dilansir Kompas, Senin (12/8).

FPI, melalui Pengurus DPD Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur menyangkal anggotanya terlibat bentrok dengan warga di Kecamatan Paciran, Minggu (11/8/2013) tersebut Mereka mengatakan bahwa di Kabupaten Lamongan sudah tidak ada lagi FPI. Namun, Ketua DPD FPI Jatim, Haidar Alhamid, dikonfirmasi tidak mengetahui secara pasti sejak kapan FPI di Lamongan tidak aktif lagi. Kata dia, pembekuan FPI Kabupaten Lamongan atas usulan pengurus DPD Jatim ke DPP pusat. Pembekuan itu karena secara prinsip dan visi misi, FPI Lamongan sudah tidak searah lagi dengan FPI Pusat.

Sebelumnya diberitakan, dua unit sepeda motor dibakar dan dua rumah dirusak menyusul bentrokan antara massa FPI dan warga di Lamongan. Bentrokan juga mengakibatkan seorang warga setempat terluka. Bentrokan itu diduga dipicu aksi penganiayaan terhadap seorang istri anggota FPI. Kejadian itu membuat massa FPI melakukan sweeping untuk mencari pelakunya. Aksi sweeping itu tak membuahkan hasil sehingga anggota FPI meluapkan amarahnya dengan melakukan perusakan. Warga yang tidak terima balas melakukan penyerangan di dusun yang terkenal sebagai sarang FPI.

Kriminalitas Murni,
Tidak Terkait Isu Agama dan FPI


Polda Jawa Timur akhirnya memastikan bahwa bentrok tidak terkait ormas Front Pembela Islam (FPI).

"Ini murni aksi kriminal sekelompok orang, tidak ada keterlibatan anggota ormas FPI di dalamnya," tegas Kapolda Jawa Timur Irjen Unggung Cahyono, Senin (12/8/2013).

"Kami masih memburu pelaku utamanya," kata Unggung. Pemeriksaan intensif masih terus berlangsung. Namun, Unggung menegaskan, bentrok tidak terkait dengan isu agama.

Provokasi Voa-Islam.com

Ditengah kasus bentrokan di Lamongan itu, provokasi datang dari media radikal voa-Islam.com . Dalam situsnya, pihak voa-Islam membuat judul berita yang sangat provokatif "Anak & Istri Ikhwan Dibacok Preman, Laskar Islam Merapat ke Lamongan".

Disebutkan bahwa, telah beredar pesan BlackBerry Messenger (BBM) pada Senin pagi (12/8) dikalangan aktivis Islam yang mengabarkan telah terjadi pengeroyokan terhadap rumah para ikhwan dan aktivis Islam di Lamongan Jawa Timur yang dilakukan oleh para preman.

"Selain pengeroyokan, para preman yang jumlahnya ratusan tersebut juga melakukan pembacokan terhadap anak dan istri para ikhwan. Pengeroyokan dan pembacokan itu sendiri terjadi pada Minggu (11/8/2013) malam.", tulis media radikal tersebut.

Berita itu mendapat berbagai tanggapan di kolom komentarnya, mulai dari pihak yang mempertanyakan validitasnya hingga orang-orang yang langsung percaya terhadap kabar burung tersebut.

Misalnya, komentator dengan id Muslim Moderat: "Udh ane duga psti berita ini di VOA-Islam jdi cetar membahana bgni.haha. Woooyyy info dri BBM gak bsa di jadiin sumber validitas berita.!!!"

Imam_Supriadi "VOA-ISLAM tolong cek dan ricek, jangan langsung percaya.....kalau ternyata benar....dari FPI Kota Depok siap terjun ke lapangan...."

Andi Surandi "Sumber kok BBM tanpa identitas takut ketinggalan berita yah"

Voa-Islam Harus Diwaspadai

Pemred Situs Resmi PBNU NU Online Syafi Alielha mengatakan dan menghimbau agar mewaspadai website Islam seperti arrahmah, voa islam, hidayatullah, nahi munkar, dan sejumlah website Islam lain yang tidak membawa misi Islam Rahmatan Lil Alamin sebagaimana tercantum dalam Al-Quran. Sebagaimana dilansir oleh NU Online (29/7/2013) lalu. Baca : PBNU Dukung Penutupan Website Provokatif.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj juga mendukung sepenuhnya usulan seorang anggota DPR RI kepada Menkominfo beberapa hari lalu untuk menutup situs jejaring sosial Islam yang bersifat provokatif.

Namun  KH. Said Aqil Siradj memberikan catatan bahwa penutupan website itu harus hati-hati. Website Islam yang berisi dakwah dan penyiaran syiar Islam, tidak masuk dalam daftar penutupan. []

Redaktur: Ibnu Mansyur

« PREV
NEXT »

No comments