BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Tuesday, September 10, 2013

Beda NU dan PKS Sikapi Suriah, Naifnya Politisi PKS

Muslimedianews ~ Menyikapi adanya konflik bersaudara yang terjadi di Suriah dan kawasan Timur Tengah lainnya, Wakil Ketua Umum PBNU KH. As'ad Said Ali menyatakan, konflik dipicu oleh kepentingan politik.

Kyai NU tersebut menasehatkan agar konflik jangan sampai merembet ke Indonesia dengan membawa-bawa isu aliran. Ia juga menyerukan agar melakukan do'a qunut nazilah untuk Suriah. Hal itu disampaikan dalam arena Rapat Pleno PBNU di Kompleks Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, yang dilaksanakan pada Sabtu (7/9/2013) lalu. Sebagaimana dilansir oleh NU Online.

“Perlu kita tegaskan bahwa konflik yang terjadi di Suriah itu bukan antar aliran, tapi konflik politik,” tegasnya.

PBNU juga  meminta kaum muslimin di Indonesia tidak melibatkan diri dalam konflik yang terjadi di Suriah. Konflik ini melibatkan banyak sekali pihak, termasuk negara-negara barat yang punya kepentingan di Suriah. Ia berharap konflik Suriah dapat berakhir dengan kedamaian, bukan peperangan.

Berbeda dengan sikap PBNU, Wasekjen DPP PKS sekaligus Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Shiddiq mendukung secara terang-terangan langkah Amerika Serikat dan menganggap penting bagi Amerika Serikat melakukan serangan ke Suriah. (Baca : Wasekjen PKS Mahfudz Shiddiq Dukung Amerika Serikat Serang Suriah).

Akibat pernyataan naifnya itu, Mahfudz Shiddiq dianggap tidak memahami konsep bernegara. Padahal, di antara konsep bernegara adalah tidak boleh satu negara manapun menyerang negara lain. Serangan kepada negara lain hanya dibolehkan bila mendapat persetujuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan ini dinamakan sebagai UN Force. Sementara AS, untuk menyerang Suriah, sama sekali tidak melalui persetujuan PBB, dan ini artinya serangan unilateral yang illegal.

Demikian disampaikan  Ketua Dewan Syuro Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) 98, Syahganda Nainggolan, (6/9/2013) sebagaimana diberitakan oleh RMOL.


Redaktur : Ibnu Mansyur
Sumber : NU Online, RMOL/Foto: Wasekjen PKS

« PREV
NEXT »

No comments