BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, October 13, 2013

Albani versus Mantan Muridnya, Caci Maki Yang Dahsyat

Muslimedianews.com ~ Ulama wahhabi bernama Syaikh Muhammad Nashiruddin Albani (1914 - 1999 M) memiliki seorang murid bernama Syaikh Zuhair al-Syawis / الشيخ زهير الشاويش. Ia sudah bersama Albani kira-kira selama 40 tahun. Kitab karya Syaikh Albani mula-mula diterbitkan oleh Zuhair al-Syawis sebagai pemilik al-Maktab al-Islami di Beirut. Ia banyak membantu Albani menyebarkan karya-karyanya.

Belakangan antara keduanya (Albani dan Zuhair) timbul konflik hingga terjadi saling serang dengan caci-maki yang ditulis dalam karya masing-masing. Albani mengalihkan hak ciptanya kepada penerbit lain, bahkan dalam kata pengantarnya Albani mencaci Zuhair (mantan muridnya) sebagai pencuri, tidak bertaqwa dan main-main dengan hak-hak manusia.

هذه الطبعة هي الشرعية ، وأما طبعة المكتب الاسلامي الجديدة ، فهي غير شرعية ، لانها مسروقة عن الاولى ، وحق الطبع للمؤلف يعطيه من يشاء ، ويمنعه من لا يتقي الله ، ويتلاعب بحقوق العباد ، كما أن في هذه الطبعة المسروقة تصرفا بزيادة ونقص ، والله المستعان ، واليه المشتكى من فساد أهل هذا الزمان
“Cetakan ini adalah cetakan yang resmi, sedangkan cetakan penerbit Al-Maktab Al-Islami yang baru, maka itu tidaklah resmi karena itu dicuri dari yang cetakan I sedangkan hak cipta milik si pengarang diberikan kepada siapa saja yang dikehendakinya dan mencegahnya dari orang yang tidak bertaqwa kepada Allah dan bermain-main dengan hak-hak hamba-Nya dan di dalam cetakan yang dicuri tersebut terdapat tambahan dan pengurangan. Allah Al-Musta’aan wa ilahil mustakaa (Allah tempat diminta pertolongan dan keluhan) dari kerusakan penduduk zaman sekarang". [1]

Pada halaman berikutnya (hal 166), Syaikh Albani berkata :

ثم تفضل الله علي، فيسر لي ذلك، فجعلت من (الجامع الصغير) كتابين: (صحيح الجامع)، و(ضعيف الجامع) وهو مطبوعان، ولكننا نحذر القراء من دسائس الشاويش في طبعته الجديدة المكثفة للتجارة بهما، في تعليقاته عليهما، وفي تقديمه لهما والله المستعان
“Kemudian Allah memberikan anugerahnya padaku dan memudahkannya untukku dari hal itu, maka aku menjadikan dari kitab Jami’ Shagir menjadi dua kitab; Sahihul Jami’ dan Dhaiful Jami’ keduanya telah dicetak. Akan tetapi kami memperingatkan pada para pembaca dari tipu daya al-Syaawis di dalam cetakannya yang baru yang tujuannya untuk dagang tentang ta’liq-taliq dan muqoddimah kedua kitab tersebut, Allah Al-Musta’aan”

Albani juga mengatakan dihalaman lainnya :

 جشع تجاري، تغيير الشكل من أجل الاكل ، يسيل لها لعابه ، استحلال الكذب والتزوير ، بعيد عن العلم وفن التخريج ، سطو ، سرقة …
“Ketamakan yang bersifat bisnis, merubah bentuk (kitab) demi untuk cari makan, yang selalu menjulurkan lidahnya, menghalalkan dusta dan tipu, sangat jauh dari ilmu dan jauh dari bidang ilmu takhrij, suka mencuri…”

Sang murid pun, Syaikh Zuhair al-Syaawis, tidak menerima begitu saja. Ia mulai mencetak kitab-kitab untuk menyerang gurunya tersebut. Diantaranya kitab Fadllul Kilab ala Katsiir Mimman Laisa al-Tsiyaab (فضل الكلاب على كثير ممن ليس الثياب), ia langsung menghadiahkannya kepada Albani. Dalam muqaddimah kitab tersebut, ia mengatakan :

واخص الذي آتاه الله العلم فانسلخ منه ! ! (بلعام) ذاك الزمان ، ومن سار على دربه، واقتفى آثاره من (بلاعيم) هذه الايام تبكيتا . والى صاحب ابليس ، من هو بادس والاحتيال معروف ! ! والى المذمم الكريه
“Aku khususkan (kitab ini) kepada orang yang telah Allah berikan ilmu lalu ia menanggalkan ilmu tersebut, (Bal’am) zaman itu, dan kepada orang yang berjalan di jalannya, mengikuti jejaknya dari Bal’am-Bal’am hari ini sebagai celaan. Dan kepada sahabat iblis dan kepada orang yang tersohor dengan dusta dan tipu daya…”

Dan masih banyak lagi celaan dan caci maki Zuhair kepada gurunya tersebut yang telah berguru dengannya selama 40 tahun padahal di salah satu kitabnya dia pernah memuj gurunya itu, dan berkata : “Duduk satu jam bersama Syaikh Albani lebih utama daripada duduk seribu kali bersama selainnya”.

Hasil tarbiyah (pendidikan) yang diperoleh dari Albani, bahkan selama 40 tahun tidak membuat adab muridnya baik. Jelas hal demikian bukanlah akhlak penolong sunnah Nabi Muhammad Saw. (*)

Oleh : Ibnu Manshur
Disarikan/ditulis ulang dari tulisan Shofiyyah An-Nuuriyyah
25-11-2012 - http://semuatentangwahabi.blogspot.com / Foto: atawhed.org
[1]. Salasilah al-Hadits al-Dloifah (Download http://www.alalbany.net/?wpfb_dl=1590), http://www.alhawzaonline.com/almaktaba-almakroaa/book/238-aqa%27ed/0071-al-%20bishara%20wa%20al-%20ethaf/04.htm , http://www.thanwya.com/vb/showthread.php?p=3423227 , http://www.mojtamai.com/book/almaktabah/book8/home/5/7-c7/19996---------6
« PREV
NEXT »

1 comment

  1. seharusnya dijelaskan kronologi, kenapa sampai terjadi pertikaian antara guru dan murid tersebut. jadi pembaca blog anda bisa menilai siapa yg menyulut. klo sekedar copy paste hot news nya saja, sama aja dengan anda mekan daging bangkai sesama muslim. apalagi orangnya audah meninggal

    ReplyDelete