BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Saturday, October 26, 2013

Syaikh Ali Jum'ah : Sebutan Mufti Askar Menunjukkan Militer Agamis

Syaikh Ali Jum'ah (Shaikh Ali Gomaa)
Muslimedianews.com, Kairo ~ Syaikh Ali Jum'ah (Shaikh Ali Gomaa), mantan Mufti Agung Republik Arab Mesir mengatakan bahwa sebutan ‘Mufti Askar’ (Mufti Militer) menunjukkan bahwa militer Mesir sangat agamis (taat beragama). Beliau menegaskan bahwa siapapun yang menyerang militer, polisi, atau instansi negara apapun, maka dia adalah seorang Khawarij. Beliau juga menafikan legitimasi Mohamed Morsi saat ini. menurutnya, Jamaah Ikhwanul Muslimin telah gagal mendidik anak-anak mereka. Oleh karenanya banyak dari anak-anak mereka yang menyimpang dan fasiq.

“Kalimat ‘mufti militer’ yang disematkan kepada saya memiliki banyak arti, salah satunya menunjukkan bahwa militer Mesir sebenarnya taat beragama. Bahkan kata ‘jenderal’ yang disematkan kepada saya oleh sebagian orang memiliki makna seorang pejuang yang cerdas,” ungkap Shaikh Ali Gomaa dalam wawancaranya di acara ‘mumkin’ yang disiarkan pada Rabu sore di channel BBC, sebagaimana dilaporkan oleh harian almasryalyoum.

Untuk membantah orang yang mengatakan bahwa beliau telah keluar dari peran seorang ulama agama, dan beralih menjadi seorang militer, beliau menjawab: “Sungguh sangat buruk orang yang mengatakan hal itu kepada saya. Saya mencintai militer karena mereka telah mengembalikan kemuliaan kita bangsa Mesir tahun 1973. Adapun sosok seperti Al-Qardhawi, maka kami tidak menyukainya, karena dia telah menghina Mesir.”

Shaikh Ali Gomaa menegaskan bahwa cinta tanah air sama sekali tidak menjadi prioritas orang-orang yang berafiliasi kepada Jamaah Ikhwanul Muslimin. Buktinya, mereka sangat senang saat timnas sepak bola Mesir kalah melawan timnas Ghana. Sebelumnya, mereka juga senang dengan kekalahan militer Mesir melawan Israel pada tahun 1967. “Kami belum pernah melihat seorang pun dari orang-orang Ikhwanul Muslimin selama 40 tahun terakhir yang mengatakan ‘Kami mencintai Mesir’.”

Mengenai tragedi yang beliau alami di Cairo University, yang dilakukan oleh para kader Ikhwanul Muslimin, beliau mengatakan: “Yang terjadi bukan demonstrasi damai, namun itu adalah tindakan anak-anak jalanan. Itu artinya, mereka telah gagal mendidik anak-anak mereka. Saat itu, mereka semua berdemo dengan mengangkat simbol masuni (empat jari), dan menyatakan bahwa mereka tidak berafiliasi kepada Ikhwanul Muslimin.”

“Sikap dusta yang diajarkan oleh orang-orang Ikhwan kepada anak-anak mereka sungguh sangat menyedihkan. Ini tidak pernah ada pada generasi pertama orang-orang Ikhwan. Mereka juga pendusta, tapi tidak sampai separah saat ini,” ungkap Shaikh Ali Gomaa.

“Para orang tua dalam jamaah Ikhwanul Muslimin sibuk berdakwah kepada manusia, namun anak-anak mereka sendiri tidak terdidik dan terurus. Sungguh banyak sekali dari mereka yang menyimpang dan fasik,” tambah Shaikh Ali Gomaa.

Shaikh Ali Gomah menafikan bahwa Mohamed Morsi masih memiliki legitimasi, “Mohamed Morsi sudah tidak memiliki legitimasi lagi. Karena legitimasinya telah dicabut oleh rakyat.” (mosleminfo/sm)


Sumber : Al Masry al Youm via Moslem Info
« PREV
NEXT »

No comments