BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Saturday, January 25, 2014

Al-Azhar Ambil Langkah Konkrit Bendung Penyebaran Syiah di Mesir

Muslimedianews.com, Kairo ~ Prof. Dr. Hasan Syafi’i, ketua kantor teknis Grand Shaikh Al-Azhar dan ketua Akademi Bahasa Arab, mengungkapkan bahwa Al-Azhar berniat akan membentuk komite khusus guna merancang diktat pendidikan agama dalam silabus pendidikan di setiap jenjang pendidikan di bawah jenjang kuliah, yang akan dimulai pada tahun ajaran yang akan datang. Hal tersebut bertujuan untuk membendung penyebaran Syiah melalui penjelasan akidah Ahlussunah wal Jama’ah yang akan membentengi masyatakat dari ideologi Syiah.

Syafi’i menjelaskan, bahwa telah terbentuk komite khusus yang dipimpin oleh Grand Shaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Tayyeb, dan beranggotakan perwakilan dari berbagai aliran Sunni. Beliau juga menjelaskan, bahwa Al-Azhar akan bekerja keras untuk menjaga akidah Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah), bukan hanya di Mesir, akan tetapi di berbagai negara Islam Sunni, seperti negara-negara Arab, Turki, dan lainnya.

Syafi’i juga menekankan, bahwa komite tersebut akan menerbitkan diktat-diktat tentang cinta Ahlulbait (keluarga Nabi) sesuai dengan manhaj Sunni, jawaban tentang bid’ah dan khurafat dalam paham Syiah, akidah Ahlulbait dan Aswaja tentang Ahlulbait serta posisi mereka dari kemaksuman dan imamah. Dan juga akan menjelaskan akidah Aswaja dalam masalah khilafiyah dengan Syiah dari berbagai perspektif, dengan menyesuaikan jenjang pendidikan yang   berbeda-beda.

Syafi’i menekankan, bahwa dalam menghadapi penyebaran Syiah, Al-Azhar tidak bertujuan mengafirkan Syiah dan tidak bermaksud menyerangnya, akan tetapi menjelaskan bahwa Al-Azhar menolak pengalihan hukum cabang (furu’) ke ranah akidah, khususnya dalam masalah kemaksuman para imam (dalam Syiah) yang dijadikan sebagian dari masalah keimanan (rukun iman).

Syaikh Abdul Tawwab Qutub, mantan wakil Al-Azhar menjelaskan, bahwa Grand Shaikh Al-Azhar Ahmad Tayyeb menunjuk Dr. Muhammad Imarah (Pemikir Muslim,Anggota Dewan Riset Islam Al-Azhar), dan Dr. Hasan Syafi’i, agar menjadi anggota komite khusus untuk membendung penyebaran Syiah, dan keduanya diberikan mandat untuk memilih dari ulama Al-Azhar, dan beberapa aliran pemikiran lainnya.

Qutub juga menekankan bahwa Al-Azhar menolak paham-paham baru yang dibawa Syiah untuk masyarakat Sunni. Al-Azhar akan melawan paham Syiah di seluruh negara-negara sunni, yang jumlahnya mencapai 2,5 milyar, sedangkan Syi’ah tidak lebih dari 200 juta jiwa.

Qutub juga menekankan, bahwa diktat-diktat yang akan diterbitkan akan diajarkan kepada murid-murid di sekolah-sekolah mulai tahun ajaran yang akan datang. Di dalamnya mencakup penjelasan yang lugas tentang kemoderatan Islam yang jauh dari pemikiran-pemikiran yang  ada, dan menjelaskan asas-asas yang paten dalam syariat Islam yang disepakati oleh Ahlussunah wal jama’ah. Dalam diktat dan silabus yang akan diterbitkan Al-Azhar, tidak akan mengandung serangan terhadap Syiah, akan tetapi hanya sebatas penjelasan akidah Ahlussunnah wal  Jamaah, yaitu akidah yang akan menbentengi masyarakat dari paham Syiah.

Kemudian, Qutub mengatakan, bahwa inilah aspek yang diperhatikan oleh Al-Azhar. Yang menjadi perhatian kita adalah melindungi Mesir dari konflik sektarian yang terjadi di beberapa negara Arab tetangga, meskipun tidak ada konflik agama dan sektarian di Mesir.

Sementara itu, Syaikh Ali Abdul Baqi (Sekjen Dewan Riset Islam) mengumumkan akan dimulainya pertemuan penanggungjawab para khotib dalam skala nasional, untuk membahas rencana untuk melawan husainiyat (tempat ibadah Syiah) dan penyebaran Syiah, dan menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para khotib Al-Azhar dan aktifis dakwah, dengan menjadikan 5 khatib sebagai penanggungjawab dakwah di setiap provinsi.

Abdul Baqi menambahkan, bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah mengenalkan kepada para khotib wilayah, akan kesamaan dan perbedaan antara paham Sunni dan Syiah, sehingga setiap muslim memahami hal tersebut.

Abdul Baqi juga menjelaskan, pelatihan ini akan berlangsung selama sebulan, kemudian penyebaran dan pengadaan pertemuan-pertemuan dengan para aktifis dakwah di setiap provinsi, untuk mendukung misi Al-Azhar.(waag-azhar/AF)


Sumber : waag-azhar/AF via Mosleminfo.com
« PREV
NEXT »

No comments