Top News :
Home » , , » DPP HTI Akui 'Berfatwa' Kebolehan Melihat Gambar Porno

DPP HTI Akui 'Berfatwa' Kebolehan Melihat Gambar Porno

Posted on Wednesday, 30 April 2014 | garis 09:07

Muslimedianews.com ~ Dipublikasikannya ulasan 'fatwa nyleneh' DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) "KH" Fathiy Syamsuddin Ramadhan An Nawiy  yang menghukumi mubah (boleh) melihat gambar atau foto porno mengundang respon dari berbagai pihak, khususnya dari kalangan syabab HTI sendiri. (Baca: Astaghfirullah DPP HTI Nyatakan Kebolehan Melihat Gambar Porno).

Mereka (Syabab HTI) ramai-ramai mencemo'oh dan menuduh tulisan tersebut sebagai suatu fitnah dan kebohongan. Upaya untuk membantah adanya 'fatwa nyleneh' DPP HTI itupun dilakukan oleh beberapa pihak yang tidak terima dengan kenyataan (fakta) tersebut. Akhirnya, justru mereka (syabab HTI) yang ramai melakukan fitnah dan serangan membabi buta terhadap media yang mempublikasikannya, kecuali mereka yang diam karena mengetahui adanya 'fatwa nyleneh' tersebut.


Sebagian mereka berusaha membantah menggunakan publikasi resmi situs HTI (hizbut-tahrir.or.id) berupa tanya jawab tentang hukum menonton film di bioskop dan menonton film porno, yang dijawab oleh Amir HTI Atho' Abu Rasytah. Sebagian lainnya, bahkan menanyakan langsung kepada Juru Bicara (Jubir) HTI Ismail Yusanto via Twitter. Ismail Yusanto dalam akun twitternya mengaku tidak tahu dan memberitahukan bahwa pendapat HT adalah haram. (Baca blog: Inikah Klarifikasi DPP HTI Membolehkan Melihat Gambar Porno ?).

Klarifikasi juga dilakukan orang HTI bernama Fatih Mujahid yang ditulis dalam akun jejaring sosial facebook miliknya (29/4/2014). Fatih Mujahid mengaku bertanya langsung pada Syamsuddin Ramadhan dan menyatakan bahwa 'fatwa nyleneh" itu tidak benar yang mencatut nama beliau. Selanjutnya mengatakan bahwa sikap yang benar sebagaimana disampaikan Amir Hizbut Tahrir, tapi mengenai sikap dirinya sendiri tidak disampaikan oleh Syamsuddin Ramadhan. Terkesan lempar tangan, Syamsuddin Ramadhan hendak mengingkari apa yang pernah ditulisnya.
Baru saja saya bertemu dengan Ustadz Syamsuddin Ramadhan dan mengkonfirmasi soal fitnah yang ditujukan pada beliau. Semua tuduhan itu tidak benar, sikap yang benar sudah disampaikan oleh Amir Hizbut Tahrir dan itu yang benar. Bukan sebaran fitnah yang mengada-ada atas nama beliau.

Apa yang tersebar dengan mencatut dan fitnah keji atas nama beliau sungguh merupakan kebohongan orang-orang pembenci dakwah Islam Ideologis. dan lontaran fitnah semoga Allah membalas perbuatan keji itu.

Para Pembenci akan terus menyebarkan kebencian dan Para Pendengki akan tetap berbuat hasut. Sudah cukup tidak usah meladeni Kedengkian mereka, dan tidak usah menyebarkan fitnah mereka, biarkan Allah membalas apa yang mereka lakukan hari ini. Perjuangan ini sangat Mulia jangan dikotori dengan meladeni sikap orang-orang bodoh dan pendengki. Aku berlindung dari godaan setan terkutuk.
Namun, dalam klarifikasi yang lain, DPP HTI yang juga penulis buku "Panduan Lurus Memahami Khilafah Islamiyah Menurut Kitab Kuning" terang-terangan mengakui tulisan yang tersebar adalah benar-benar tulisannya. (29/4/2014)

Pernyataan itu dipublikasikan di situs Ma'had Taqiyuddin An Nabhani http://matanbjm.wordpress.com/2014/04/29/146/ dan orang HTI Farid Ma'ruf fb.com/faridmaruf1981/posts/10203710384779694 . Kali ini, Syamsuddin Ramadhan menyatakan bahwa itu ranah khilafiyah, ada pendapat boleh dan tidak. Kedudukan khilafiyah seperti masalah qunut. Syamsuddin Ramadhan mengaku mengikuti pendapat Amir HT, sedangkan tulisannya (yang membolehkan melihat gambar porno) dianggap terkoreksi.

"Ana tidak tahu apa motif dibalik disebarkannya tulisan ana tersebut", jelas Syamsuddin Ramadhan mengakui tulisannya seraya mempertanyakan motif penyebaran tulisannya itu.

Berikut teksnya:
KLARIFIKASI USTADZ SYAMSUDDIN RAMADHAN (VIA SMS) KE SAYA
TERKAIT TULISAN DI SALAH SATU MEDIA ONLINE

“Hal tersebut (melihat gambar porno) masuk dalam ranah khilafiyah (yang masih diperselisihkan hukumnya). Ada yang berpendapat boleh ada yang tidak. Sama seperti perbedaan pendapat dalam masalah qunut;nikah tanpa wali dan masalah2 khilafiyah lainnya. Namun, Syaikh ‘Atha Abu Rasytah (Amir Hizbut Tahrir) sudah mengeluarkan tulisan bahwa melihat gambar porno HUKUMNYA HARAM. Saya mengikuti pendapat beliau; sehingga tulisan itu (tulisan Ustadz Syamsuddin, red) terkoreksi. Jadi, tulisan itu sudah terkoreksi sejak amir hizb mengeluarkan nasyrah haramnya melihat gambar porno. Dan itu sudah ana sampaikan sejak terbitnya nasyrah tersebut. Ana tidak tahu apa motif dibalik disebarkannya tulisan ana tersebut. Allahummaghfirlanaa wa li ihkwaninaa. Amiin. Wassalamu ‘alaikum
Syamsuddin Ramadhan sebenarnya dihadapkan pada dua pilihan, yaitu mengakui tulisannya dan bertaubat rujuk atau mengingkari tulisannya dan hidup dalam kebohongan selamanya alias taqiyyah ala Syi'ah.

Upaya-upaya klarifikasi syabab HTI, harus menerima kenyataan bahwa tulisan di Muslimedianews.com bukanlah fitnah / bukan kebohongan / bukan tuduhan / bukan mencatut , melainkan kenyataan bahwa Syamsuddin Ramadhan pernah menyatakan bolehnya melihat gambar porno. (Simak: [Dokumentasi] Syabab HTI Fatih Mujahid Klarifikasi ‘Fatwa Nyleneh’ DPP HTI dan Upaya Klarifikasi Syabab HTI di Facebook?). Salah satu komentar dari sekian banyak komentar yang menjadi saksi tulisan Syamsuddin Ramadhan :
Arya Bima Cahyaatmaja : "Dulu memang pernah ada tulisan beliau yang mengatakan sebagaimana yang dikutip di atas. Itu pendapat pribadi, tapi banyak syabab HT yang membicarakannya dan menyebarluaskannya. Pendapat tersebut di akhir 2011 dibantah oleh Azizi Fathoni yang juga syabab HT:"

Hanya butuh kejujuran mengakui tulisannya sendiri. !

Oleh : Ibnu Manshur
Dokumentasi [Screenshot dan lainnya ada di MMN]



Share this post
:
Comments
22 Comments

+ comments + 22 comments

Agustan Ahmad
30 April 2014 at 10:21

Admin, sebagai media dakwah Islam, Anda seharusnya mengedepankan akhlak mulia dalam berdakwah. Sekiranya memang Anda memandang "fatwa" dari ustadz HTI itu sebagai suatu 'kesalahan' yg hrus diubah, semstinya Anda tidak mem-publish-nya di website Anda yg bisa dibaca oleh siapa saja sehingga dapat menimbulkan fitnah yang lebih meluua, tetapi seharusnya Anda bisa mendatangi/mengundang/menyurati ybs dan "memperbaiki" kesalahannya secara face to face dalam nuansa tawashaw bil-haqq. Bukankah begitu yg ditunjukkan oleh baginda Nabi kita, SAW?

Saya sangat yakin, mengumbar aib sesama ahlul-qiblat bukanlah strategi/metode dakwah yang digariskan oleh NU kpd para juru dakwahnya. Mohon maaf apabila saya salah menilai Anda; setiap membaca postingan-postingan Anda yg berhubungan dengan harakah Islamiyah, sepertinya merupakan "kenikmatan tersendiri" bagi Anda apabila bisa 'menguliti' serta mem-publish gerakan dakwah yg berbeda pendapat dengan NU, seakan-akan NU-lah representasi Ahlussunnah wal-Jamaah satu-satunya di republik ini.

Sekali lagi, mohonn maaf, saya bukanlah membela HTI dan ormas Islam lainnya yg Anda sering "kuliti" itu--karena secara manhaj (akidah dan fikih) serta tradisi keagamaan saya sekeluarga sama dengan NU. Saya hanya kecewa karena media NU seperti MMN ini yg saya sangka bisa menjadi perekat ukhuwah (yang katanya sangat humanis, inklusif, dan pluralis) ternyata masih sangat sektarian dan belum siap menerima perbedaan dan keberagaman.

yoyok
30 April 2014 at 11:07

Bagi admin MMN memang mungkin terasa nikmat dg dapatnya menguliti harakah yg tidak sejalan dgnya.... bgm dg Ahmadiyah yg sdh jelas memiliki nabi palsu MMN diamkan....

Usman
30 April 2014 at 11:11

Ckkc faktanya DPP HTI memang pernah mengeluarkan fatwa porno. Ternyata itu bukan fitnah

Abdurrahman Pemalang
30 April 2014 at 17:35

Beritakan yang benar sekalipun pahit bagi HTI. maju terus admin

Septian AW
1 May 2014 at 03:53

Ada upaya untuk mencorengkan nama Ustad SR karena usaha beliau menulis buku "Panduan Lurus Memahami Khilafah Islamiyah Menurut Kitab Kuning" , jika ada pandangan lain soal pembahasan buku tersebut seharusnya admin fokus pada bantahan buku itu bukan malah menyudutkan nama beliau, dan berhari-hari di goreng2 terus, inget admin sebelum menyuruh orang lain tobat admin kudu tobat duluan.

Fansi
1 May 2014 at 07:52

Sangat setuju dengan pendapat ini, semoga sehera datang hari akhir dimana semua akan dimintai pertanggung jawaban atas yg sudah diperbuat... istighfar selagi masih sempat...

Manshuri Yusuf
1 May 2014 at 08:44

Sedap banget ya menguliti harakah lain, oh ini yang namanya toleransi, oh ini namanya pluralitas. Sama non muslim akur banget, sesama muslim saling menghujat

thohir anam
1 May 2014 at 12:55

RASANYA ENAK SEKALI MENJADI PENGANUT HTI, SETELAH BERFATWA TIDAK BATAL DAN HARAM BERSENTUHAN DALAM BERSALAMAN MENGINJAK LAGI KEPADA CIUM KEHORMATAN, SETELAH STATUSNYA NAIKLAGI TIDAK HARAM MELIHAT FORNO GRAFI, TINGGAL SATU LANGKAH LAGI, " PORNO AKSI " HEEMM NYMANNN???"

Samsuddin
1 May 2014 at 16:54

Benar-benar kebencian itu membuat orang tidak adil dalam pemberitaan.Kalau ada yang bertanya mengapa media NU mem-boomingkan kabar ini.Jawab cuma satu:KARENA MEREKA BENCI HTI.............Seolah-olah merekalah golongan yang paling benar.

Ucup Gegacok TSilva
1 May 2014 at 19:56

Islam Rahmatan lil alamin , gak ada NU,Muhammadiyah,HTI,dll semua itu hanya ormas jangan kita buat seolah2 semua ini adalah aliran, yang penting menjalankannya sesuai Al qur'an dan sunnah ,kalo ada perbedaan itu adalah kharunia dari ALLAH jgn karena berbeda kita saling serang sesama muslim,ayo lah bersatu wahai islam kita ini semua saudara kita bangun Islam generasi emas jilid 2.. ^_^ ALLAHU AKBAR !!!!

Rantisi
1 May 2014 at 20:39

Wow ini kebenaran yang pahit bagi Hizbut Tahrir dan pengikutnya. Maju terus "KATAKAN YANG BENAR MESKIPUN PAHIT"

rozak
2 May 2014 at 13:50

kan yg mengeluarkan fatwa itu oknum, bukan lembaga... tapi media ini kok menuliskannya Astaghfirullah DPP HTI Nyatakan Kebolehan Melihat Gambar Porno..??? seakan2 DPP HTI yg mengeluarkan fatwa resmi... kalau itu disebut fitnah juga tidak salah...
tapi saya rasa wajar kok media Islam suka saling fitnah & menebar aib saudaranya, karena Islam adalah agama permusuhan & kebencian... :)

Cah Ndeso
2 May 2014 at 16:01

Saya nahdiyin saya setuju dengan pendapat anda, saya rasa paradigma dalam situs ini perlu dipertanyakan.

tobat kang
2 May 2014 at 20:54

Silahkan terus mengghibah,maka syetan akan bersorak hore aku bnyak teman

Ridwan Akbar
3 May 2014 at 07:22

bgmn mnurut admin trkait pndpt bahtsul masaail dibawah ini:
http://fbmp-madura.blogspot.com/2012/05/pornografi-vs-pornoaksi-fersi-kitab.html
klo mau objektif, (mf tidak nyambung dgn tema) klo bisa kritik juga dong pndpt sesat Pak Quraish Syihab ttg tidak wajibnya muslimah berhijab.

Bang Yadi
4 May 2014 at 05:36

kelompok hti jd kayak jasmev ya....
lucu.....

PatriootMoslem
5 May 2014 at 00:13

“Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno,” Prof Dr KH Said Agil Siraj sumber:http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2011/09/29/16215/pbnu-situs-porno-tak-berdosa-jihadi-radikal-merusak-iman/

IZHARUL FATHONI
5 May 2014 at 20:51

bagus deh setiap hari muslim media news(MMN) sering update acara, agenda, dan media komunikasi HTI, itu tandanya mereka sebenarnya menyetujui IDE dan KONSEP HTI, tapi malu2 kuc cwing.......
masyarakat sekarang sudah cerdas,,,,,
semakin kalian hasut, semakin banyak orang mencari tau sendiri tentang HTI tentunya bertabayyun dengan yang bersangakutan yg di hasut,

Fatih
8 May 2014 at 18:29

Ga juga ah. Kalo ente blg begitu semua komen di sosmed jd kaysk jasmev. Ter msk ente jg karena ente jg komen.

thohir anam
17 May 2014 at 11:32

kenyataannya bobrok apalagi yang mau di tutupi, semakin meraja lela kesesatan ini, apabila di tutup-tutupi, biar tahu belangnya.

dakwah
21 May 2014 at 23:00

Lalu ap bedanya dengan syabab HTI yg menuduh situs ini adlh situs FITNAH? Situs ini hanya membela diri, karena dituding memfitnah. Wallahualam Bishawab. Kebenaran hanya milik Allah. Yg batil akan terlihat batil, yg benar akan dimenangkan, Allahhu Akbar!

bufawwazz
2 August 2014 at 13:44

Admin musuh kita orang kafir,lebih baik omongin mrk org kafir,dari pada omongin masalah ini. Addmin sama kaya saya kurang ilmu,yuk ngaji

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News