BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, April 09, 2014

Kata-kata Mutiara Maulana Al-Habib Luthfi Bin Yahya Tentang Cinta Indonesia

Muslimedianews ~ Di berbagai kesempatan al-Habib Luthfi bin Yahya tidak pernah melupakan pentingnya cinta Indonesia. Beliau selalu menekankan kepada warga Indonesia, khususnya umat Islam, agar selalu menumbuhkembangkan rasa cinta dan pedulinya terhadap NKRI. Menurut beliau, "NKRI adalah Harga Mati, NKRI Bukan Basa-basi!"

“Bangga terhadap Indonesia bukan sombong, tapi rasa syukur pada Allah Swt. Hormat pada Merah Putih bukan syirik, tapi ungkapan rasa syukur pada Allah Swt. untuk memiliki Bangsa Indonesia.”

“Bendera Merah Putih adalah harga diri Bangsa, kehormatan Bangsa. Jika kita mau bercermin kepada Bendera Merah Putih semestinya kita malu menjadi Bangsa. Koruptor tidak akan melakukan korupsi jika mau bercermin pada pendiri Bangsa, pada sang saka Merah Putih.”

“Cinta NKRI tidak hanya dilaksanakan pada 17 Agustus saja, melainkan setiap hari Senin dan upacara kebangsaan yang lain. Cinta kepada bangsa selalu ditanamkan melalui pengibaran sang saka Merah Putih. Kalau kita tidak cinta pada NKRI, untuk apa kita harus melakukan upacara bendera, hormat kepada sang saka Merah Putih?”

“Betapa pentingnya cinta tanah air, salah satu contohnya dengan menghormati Bendera Merah Putih. Meskipun jahit atau bikin merah putih itu gampang, namun banyak darah yang mengucur, banyak pengorbanan yang penuh rasa sakit demi menurunkan bendera Belanda dan menggantinya dengan Bendera Merah Putih. Sehingga sebagai anak Indonesia kita harus mempunyai penghormatan yang luar biasa kepada Merah Putih, harus menyucinya dan merawatnya dengan penuh perasaan cinta.”

“Kecintaan pada partai jangan melebihi mata kaki. Kecintaan pada bangsa dan negara sampai ke leher. Kecintaan pada agama melebihi ujung kepala.”

“Yang memperjuangkan Bangsa ini adalah para ulama, kiai dan pejuang muslim yang tak sempat dianugrahi bintang gerilnya. Maka jika ada kelompok-kelompok yang hendak menggerogoti kesatuan Bangsa ini, mereka adalah orang-orang yang tidak tahu sejarah. Wajib hukumnya bagi kita untuk menjaga keutuhan Negara ini dari rongrongan sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab.”

“Semangat nasionalisme sekarang ini semakin menurun. Itu terlihat dari sikap dan perilaku para elit, termasuk juga masyarakatnya yang tidak pernah rukun. Selalu ribut dalam perbedaan, khilafiyah. Segala sesuatu selalu dipolitisir dan dihubung-hubungkan, yang akhirnya hanya saling menyalahkan. Hingga akhirnya, Indonesia hanya dijadikan lintasan saja oleh bangsa lain. Saya tidak ingin masalah khilafiyah ini dibesar-besarkan, yang ujung-ujungnya hanya menjadikan Indonesia negara yang selalu jadi tontonan. Padahal Indonesia dengan segala potensinya, mampu menjadi negara yang besar dan disegani bangsa-bangsa lain. Ini menjadi salah satu tugas umat Islam agar Indonesia bisa maju dan sejajar dengan negara-negara lain.”

“Umat Islam seharusnya memasang gambar-gambar para pahlawan, khususnya pahlwan Islam, seperti Pangeran Diponegoro, juga gambar-gambar para wali, termasuk pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari. Hal ini agar setiap warga yang melihat gambar itu selalu terkenang dengan semangat para pahlawan yang ada di gambar itu. Semangat untuk membela negara, semangat untuk memerdekakan negara, semangat kepahlawanannya. Bukan bermaksud syirik maupun menyekutukan Tuhan dengan gambar-gambar itu, tetapi semangat yang dimiliki para pahlawan itu untuk dikenang dan diamalkan di zaman sekarang ini. Bahwa mereka yang sudah meninggal itu, ternyata masih memberikan semangat untuk membangun negara. Mereka yang sudah syahid, tidak tinggal diam untuk bangsa dan generasi penerusnya.”

“Pancasila mampu melindungi pluralitas yang ada, dan menjadi ideologi negara, maka Pancasila akan memperkokoh pertahanan nasional dan memperkokoh NKRI. Sebab Pancasila akan dimiliki semua pihak. Bila Pancasila itu tumbuh pada diri setiap anak bangsa dengan diperkokoh atau di beck-up oleh agamanya, maka kekuatan, kesatuan dan persatuan semakin erat terjalin dan tidak akan mudah digoyahkan. Karena Pancasila menjadi sebab tumbuhnya nasionalisme dan bebas dari kepentingan politik atau tidak akan menjadi bemper kepentingan politik. Sehingga tumbuh mekar secara murni kecintaan kepada agama, tanah air dan bangsa. Dari itu akan menjadi cermin bagi bangsa lain.”

“Nasionalisme secara filosofis sudah dicontohkan oleh para leluhur, para pendahulu bangsa semenjak penajajahan seperti sedekah bumi, sedekah laut, ‘terlepas dari persoalan syirik/musyrik’, karena saya tidak tahu hati orang. Sedekah bumi dan sedekah laut itu adalah wujud syukur atas bumi dan laut yang dianugerahkan kepada Bangsa Indonesia. Sedekah bumi itu sebagai bentuk handar beni, perasaan yang bukan saja memiliki tapi juga mencintai.”

“Siapapun yang menjadi pemimpin bangsa, harus dihormati dan ditaati. Jika rakyat menghormati pemimpinnya maka Bangsa dan Negara ini akan kuat. Sebaliknya jika rakyat terus menerus mengkritik, mendemo dll pemimpinnya, maka kapan pemerintah akan bisa fokus bekerja. Saya tidak melarang ‘kritik’, akan tetapi salurkan kritik dan aspirasi itu pada saluran yang sudah disediakan pemerintah.”

“Aliran-aliran di luar Ahlussunnah yang meresahkan, mereka adalah kelompok Islam yang menolak Pancasila dan menganggap pemerintah tidak sah. Untuk mengatasi kelompok Islam seperti ini perlu ditekankan pentingnya sosialisasi ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Jangan sampai anak seorang tokoh NU, menjadi anggota Islam radikal.”

Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 09 April 2014

« PREV
NEXT »

3 comments

  1. KEPEMIMPINAN BERFIKIR DALAM ISLAM

    Ikatan kebangsaan (Nasionalisme) tumbuh di tengah-tengah masyarakat, tatkala pola pikir manusia mulai merosot.| Ikatan ini terjadi ketika manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ. | Saat itu naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya tempat dimana mereka hidup dan menggantungkan diri. | disinilah timbul ikatan nasionalisme, yang tergolong ikatan yang lemah dan rendah nilainya.

    Berdasarkan hal ini, ikatan nasionalisme merupakan ikatan yang rusak (tabi'atnya buruk) karena tiga hal :

    (1) Karena mutu ikatanya rendah, sehingga tidak mampu mengikat antar manusia satu dengan yang lainnya untuk menuju kebangkitan dan kemajuan.

    (2) Karena ikatannya bersifat emosional, yang selalu didasarakan pada perasaaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yaitu untuk membela diri.| Disamping itu ikatan yang emosional sangat berpeluang untuk berubah-ubah, sehingga tidak bisa di jadikan ikatan yang langgeng antara manusia satu dengan yang lainnya.

    (3) Karena ikatannya bersifat temporal, yaitu muncul saat membela diri karena datang ancaman. | Sedangkan dalam keadaan stabil, yaitu keadaan normal, ikatan ini tidak muncul, | Dengan demikian, tidak bisa di jadikan pengikat antar sesama manusia.

    Selain ikatan lemah yang disebutkan diatas masih ada ikatan lain yang dianggap oleh sebagian orang sebagai alat untuk mengikat anggota masyarakat yaitu :

    -IKATAN KESUKUAN

    -IKATAN KEMASALATAN

    -IKATAN KEROHANIAN



    ______________________ SOLUSI_________________


    Seluruh ikatan tadi tidak layak di jadikan pengikat antar manusia dengan kehidupannya, untuk meraih kebangkitan dan kemajuan.
    Ikatan yang BENAR untuk mengikat manusia dalam kehidupannya adalah AQIDAH AQLIYAH (akidah yang sampai melalui proses berfikir) yang melahirkan peraturan hidup menyeluruh.


    Inilah yang disebut sebagai ikatan ideologis (berdasarkan pada suatu mabda/ideologis)


    Mabda adalah aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. | Yang dimaksud akidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup; serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan.


    Sedangkan peraturan yang lahir dari akidah tidak lain berfungsi untuk memecahkan dan mengatasi berbagai problematika hidup manusia.
    ------Melanjutkan Kehidupan Islam Dengan Syariah Dan Khilafah---
    Ini misi kami apa misi mu ?
    #IndonesiaMilikAllah


    Lah wong Kerajaan Langit Dan Bumi Kepunyaan Allah, Masa kita di suruh Menerapkan "Manual Book nya/ aturannya" yaitu Islam secara Kaffah (menyeluruh) dengan bingkai Khilafah masa kita tidak memperjuangkan.


    Wallah a'lam bi ash-shawab.[]@Agus Juliyanto

    ReplyDelete
  2. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.... tolong di hayati dan di analisa ayat itu mas,, mengapa Alloh swt menurunkan ayat itu? apa tujuan dan maksudnya?? Apakah bkn berarti bahwa Alloh swt sdh memprediksi bahwa manusia itu hidup beraneka ragam keyakinan? Dan agar tidak saling bermusuhan dan berperang terus???? Saranku sampean belajar lagi yg dalam ilmunya...

    ReplyDelete
  3. cetek pikirmu kanf

    ReplyDelete