BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, April 20, 2014

KH Said Aqil Siradj: Kelompok HTI Tidak Paham Sejarah Islam

Muslimedianews.com ~ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj mempersilahkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) meneruskan agendanya asal tidak membawa-bawa nama NU. Namun Kang Said, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dipastikan tidak akan tertarik dengan gagasan pendirian Khilafah Islamiyah.

Dalam perjalanan sejarahnya, Rasulullah SAW juga tidak pernah mendirikan negara Islam. Justru di tengah masyarakat Madinah yang plural Rasulullah membuat kesepakatan yang dikenal sebagai Piagam Madinah. Seluruh penduduk yang ada disamakan dalam hukum, aturan serta hak dan kewajibannya, meski mereka berbeda-beda dalam agama, suku dan rasnya. Pada masa sepeninggal Rasul, model pemerintahan yang dijalankan juga beda-beda.

“Islam tidak memberikan ketentuan yang baku tentang sistem pemerintahan, yang penting pemimpinnya adil, jujur dan melayani masyarakatnya dengan baik, itu sudah cukup,” kata Said Agil.

Menurut KH Said Aqil Siraj, dalam perjalanan panjang sejarah Islam selanjutnya, malah ditemukan berbagai jenis model pemerintahan, mulai dari khalifah, imarah, sampai kesultanan yang kebanyakan justru terjadi melalui pertumpahan darah sesama kaum muslimin.

“Saya kok yakin, mereka itu tidak tahu sejarah Islam,” kata Kang Said menyindir.

Alumnus Universitas Ummul Qura’ Makkah itu memastikan bahwa menurut NU menilai gagasan dari kalangan HTI itu tidak masuk akal tersebut. Namun jika kalangan HTI bersikeras mengumumkan semangat khilafah, NU tidak akan menghalangi, asal tidak memanipulasi dukungan dari NU, apalagi sampai merebut aset-aset NU.

“Kalau sampai mereka merebut aset-aset NU, kita akan pertahankan dengan cara apapun, karena itu memang hak kita,” katanya, “Jika HTI sampai merebut aset-aset NU, maka posisi mereka tidak jauh beda dengan kelompok Mu’awiyah ketika berhadapan dengan pasukan Shahabat Ali bin Abi Thalib.”

Meski sesama muslim, namun Shahabat Ali berani bertempur untuk mempertahankan haknya. “JIka seperti itu maka mereka telah bughat pada kita,” kata Kang Said, menirukan kalimat Ali kala itu menjelang perang. “Tapi itu langkah terakhir, kalau mereka memang memaksa, kita sudah siap,” tegasnya meyakinkan.

Kepada warga NU, Kang Said mengungkapkan, sebagian besar gerakan Islam radikal di seluruh dunia, ternyata atas dukungan Amerika Serikat. Negeri besar itulah yang mendanai dan mendidik mereka. Biasanya aliran dana besar itu dilewatkan negara-negara Arab, sehingga terasa seperti dari negara Arab. “Semoga kita tidak terjebak,” tandas Kang Said.

Sumber : Arsip NU Online pada Sabtu 25 Agustus 2007. Disampaikan oleh KH. Said Aqil Siradj menjelang acara haul KH Asrori Ahmad di Pondok Pesantren Raudlatut Thullab, Wonosari, Tempuran Magelang pada Rabu (22/8/2007) malam.
« PREV
NEXT »

15 comments

  1. silakan HTI bergerak kalo mereka ingin bernasib spt G 30 S 65

    ReplyDelete
  2. dua kata !!! orang bijak !!!!

    ReplyDelete
  3. KH Said Aqil Siradj, semoga ingat dengan kitab Sejarah Khilafah dari Khulafaur Rasyidin s.d Khilafah Utsmaniyah. Salam JasMerah (Jangan Lupakan Sejarah)

    ReplyDelete
  4. Mohon konfirmasinya KH Said Aqil Siradj :D
    JasMerah (Jangan Melupakan Sejarah), apalagi ini sejarah yang KH Said Aqil Siradj buat sendiri:

    Nasehat DR Said Aqiel Siradj, MA untuk Ketua PBNU Kiyai Haji Said Aqiel Siradj

    sumber: http://firanda.com/index.php/artikel/bantahan/221-nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj

    ReplyDelete
  5. KH Akil kaya ktakutan gt y hehehe tunjukn pemikiranmu coba bisa buat konfrensi kya HTI gak y klo bisa kabari y saya bakal saluttt bangettttzzz dech... huebat top markotop buktikan muslimnews

    ReplyDelete
  6. oh ini webnya ahlul bid'ah tho.... pantas suka menyebarkan fitnah..... artikel2 lainnya banyak memfitnah kelompok islam lain..

    ReplyDelete
  7. Waaaaah gak pernah baca berita orang ini,,, HTI itu kecil bro...

    ReplyDelete
  8. Dalam perjalanan sejarahnya, Rasulullah SAW juga tidak pernah mendirikan
    negara Islam. Justru di tengah masyarakat Madinah yang plural
    Rasulullah membuat kesepakatan yang dikenal sebagai Piagam Madinah. ".....

    padahal
    Rasul dulu mengirim utusan kepada imperium Romawi dan Persia ... klo
    tidk berbentuk negara, ya tak bisa mengirim utusan kepada negara lain,
    ya memang dulu belum ada istilah negara, tp esensi dn substansinya sama
    dg konsep negara modern.... ada kekuasaan, wilayah, pemerintahan, dan
    rakyat..... dn waktu di madinah ada itu semua.....

    hmmmm piye to pak kyai,,,masygul aku....

    ReplyDelete
  9. demokrasi kudu ditentang

    Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah,
    maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. [QS Al Maa'idah 44]

    karena itulah kami menyeru penrapan syariah dn khilafah agar negeri ini memutuskan menurut apa yg diturunkan Allah, bukan memutuskan menurut hawa nafsu manusia....

    ReplyDelete
  10. silahkan menggembosi kalo ingin bernasib sama dengan abu lahab dan abu jahal

    ReplyDelete
  11. Capitalisme Must Die15 May 2014 at 00:00

    mancla mencle banyak memutar balikan sejarah islam yg benar,
    indonesia milik Allah.

    ReplyDelete
  12. saya maklumi pernyataan KH Said. Saya sebagai warga Nahdliyin justru menilai semua pernyataan NU terkait HTI adalah IRI & DENGKI semata pada gerak dakwahnya yang mampu menembus 47 negara & para aktivisnya cukup kuat akidahnya. HTI tidak pernah menjelek2an NU. Tapi sebaliknya pernyaan2 NU pada HTI sangat menggelikan & kurang informasi. saya sama sekali tak terpengaruh & justru saya semakin mantap memilih HTI daripada NU yang sombong & sok benar sendiri .

    ReplyDelete
  13. @Surya Irawan : wakaka ngaku-ngaka warga NU. HTI tidak menjelekkan NU, tapi beriru-ribu kali menjelekkan NU, baik diluar halaqah maupun didalam halaqah.

    HT kuat aqidah Muktazilahnya, NU kuat aqidah Ahlussunnahnya. Beda.

    ReplyDelete
  14. @Pasar Moslem: Kyai Said lebih paham tentang sejarah Khilafah daripada kalian. Justru karena kalian tidak pernah cerdas, mka Kyai Said katakan kalian tidak paham sejarah.

    ReplyDelete
  15. ((((ifighter : silahkan menggembosi kalo ingin bernasib sama dengan abu lahab dan abu jahal)))))

    Wakakka mau menyamakan diri seperti di masa Nabi ??? Abu Jahal itu kafir, Nabi pihak yg muslim. Kalo kita semua disini, sama-sama muslim. Bedanya HTI sesat, kami Ahlussunnah Waljama'ah

    ReplyDelete