Top News :
Home » , » Menguak Rahasia Muhammadiyah Selalu Nampak Beda dengan Nahdlatul Ulama (NU)

Menguak Rahasia Muhammadiyah Selalu Nampak Beda dengan Nahdlatul Ulama (NU)

Posted on Wednesday, 25 June 2014 | garis 11:04

Muslimedianews ~ KH. Ahmad Dahlan dan Kh. Hasyim Asy’ari itu sekawan, sama-sama menunut ilmu agama di Arab Saudi. Sama-sama ahli hadits dan sama-sama ahli fikih. Saat hendak pulang ke tanah air, keduanya membuat kesepakatan menyebarkan Islam menurut skil dan lingkungan masing-masing. Kiai Ahmad bergerak di bidang dakwah dan pendidikan perkotaan, karena berasal dari Kuto Ngayogyokarto. Sementara Kiai Hasyim memilih pendidikan pesantren karena wong ndeso, Jombang. Keduanya adalah orang hebat, ikhlas dan mulia.

Keduanya memperjuangkan kemerdekaan negeri ini dengan cara melandasi anak bangsa dengan pendidikan dan agama. Kiai Ahmad mendirikan organisasi Muhammadiyah dan Kiai Hasyim mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). Saat beliau berdua masih hidup, tata ibadah yang diamalkan di masyarakat umumnya sama meski ada perbedaan yang sama sekali tidak mengganggu. Contoh kesamaan praktek ibadah kala itu antara lain:


1.    Shalat Tarawih sama-sama 20 rakaat. Kiai Ahmad Dahlan sendiri disebut-sebut sebagai imam shalat Tarawih 20 rakaat di Masjid Syuhada Yogya.
2.    Talqin mayit di kuburan, bahkan ziarah kubur dan kirim doa dalam Yasinan dan tahlilan.
3.    Baca doa Qunut Shubuh.
4.    Sama-sama gemar membaca shalawat (Diba’an).
5.    Dua kali khutbah dalam shalat Ied, Iedul Fithri dan Iedul Adha.
6.    Tiga kali takbir, “Allah Akbar”, dalam takbiran.
7.    Kalimat iqamah (qad qamat ash-shalat) diulang dua kali.
8.    Dan yang paling monumental adalah itsbat hilal, sama-sama pakai rukyah. Yang terakhir inilah yang menarik direnungkan, bukan dihakimi mana yang benar dan mana yang salah.

Semua amaliah tersebut di atas berjalan puluhan tahun dengan damai dan nikmat. Semuanya tertulis dalam kitab Fiqih Muhammadiyah yang terdiri dari 3 jilid, yang diterbitkan oleh: Muhammadiyah Bagian Taman Pustaka Jogjakarta, tahun 1343-an H. Namun ketika Muhammadiyah membentuk Majlis Tarjih, di sinilah mulai ada penataan praktek ibadah yang rupanya “harus beda” dengan apa yang sudah mapan dan digariskan oleh pendahulunya. Otomatis berbeda pula dengan pola ibadahnya kaum Nahdhiyyin. Perkara dalail (dalil-dalil), nanti difikir bareng dan dicari-carikan.

Disinyalir, tampil beda itu lebih dipengaruhi politik ketimbang karena keshahihan hujjah atau afdhaliah ibadah. Untuk ini, ada sebuah tesis yang meneliti hadits-hadits yang dijadikan rujukan Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam menetapkan hukum atau pola ibadah yang dipilih.

Setelah uji takhrij berstandar mutawassith, kesimpulannya adalah: bahwa mayoritas hadits-hadits yang dipakai hujjah Majlis Tarjih adalah dha’if. Itu belum dinaikkan pakai uji takhrij berstandar mutasyaddid versi Ibn Ma’in. Hal mana, menurut mayoritas al-Muhadditsin, hadis dha’if tidak boleh dijadikan hujjah hukum, tapi ditoleransi sebagai dasar amaliah berfadhilah atau fadhail al-a’mal. Tahun 1995an, Penulis masih sempat membaca tesis itu di perpustakaan Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Soal dalil yang dicari-carikan kemudian tentu berefek pada perubahan praktek ibadah di masyarakat, kalau tidak disebut sebagai membingungkan. Contoh, ketika Majlis Tarjih memutuskan jumlah rakaat shalat Tarawih 8 plus 3 witir, bagaimana prakteknya?

Awal-awal instruksi itu, pakai komposisi: 4, 4, 3. Empat rakaat satu salam, empat rakaat satu salam. Ini untuk Tarawih. Dan tiga rakaat untuk Witir. Model Witir tiga sekaligus ini versi madzhab Hanafi. Sementara wong NU pakai dua-dua semua dan ditutup satu Witir. Ini versi asy-Syafi’i.

Tapi pada tahun 1987, praktek shalat Tarawih empat-empat itu diubah menjadi dua-dua. Hal tersebut atas seruan KH. Shidiq Abbas Jombang ketika halaqah di Masjid al-Falah Surabaya. Beliau tampilkan hadits dari Shahih Muslim yang meriwayatkan begitu. Karena, kualitas hadits Muslim lebih shahih ketimbang hadits empat-empat, maka semua peserta tunduk. Akibatnya, tahun itu ada selebaran keputusan Majlis Tarjih yang diedarkan ke semua masjid dan mushalla di lingkungan Muhammadiyah, bahwa praktik shalat Tarawih pakai komposisi dua-dua, hingga sekarang, meski sebagian masih ada yang tetap bertahan pada empat-empat. Inilah fakta sejarah.

Kini soal itsbat hilal pakai rukyah. Tolong, lapangkan dada sejenak, jangan emosi dan jangan dibantah kecuali ada bukti kuat. Semua ahli falak, apalagi dari Muhammadiyah pasti mengerti dan masih ingat bahwa Muhammadiyah dulu dalam penetapan hilal selalu pakai rukyah bahkan dengan derajat cukup tinggi. Hal itu berlangsung hingga era orde baru pimpinan Pak Harto. Karena orang-orang Muhammdiyah menguasai Departemen Agama, maka tetap bertahan pada rukyah derajat tinggi, tiga derajat ke atas dan sama sekali menolak hilal dua derajat. Dan inilah yang selalu dipakai pemerintah. Sementara ahli falak Nadhliyyin juga sama menggunakan rukyah tapi menerima dua derajat sebagai sudah bisa dirukyah. Dalil mereka sama, pakai hadits rukyah dan ikmal.

Oleh karena itu, tahun 90-an, tiga kali berturut-turut orang NU lebaran duluan karena hilal dua derajat nyata-nyata sudah bisa dirukyah, sementara Pemerintah-Muhammadiyah tidak menerima karena standar yang dipakai adalah hilal tinggi dan harus ikmal atau istikmal. Ada lima titik atau lebih tim rukyah gabungan menyatakan hilal terukyah, tapi tidak diterima oleh Departemen Agama, meski pengadilan setempat sudah menyumpah dan melaporkan ke Jakarta. Itulah perbedaan standar derajat hilal antara Muhammadiyah dan NU. Masing-masing bertahan pada pendiriannya.

Setelah pak Harto lengser dan Gus Dur menjadi presiden, orang-orang Muhammadiyah berpikir cerdas dan tidak mau dipermalukan di hadapan publiknya sendiri. Artinya, jika masih pakai standar hilal tinggi, sementara mereka tidak lagi menguasai pemeritahan, pastilah akan lebaran belakangan terus. Dan itu berarti lagi-lagi kalah start dan kalah cerdas. Maka segera mengubah mindset dan pola pikir soal itsbat hilal. Mereka tampil radikal dan meninggalkan cara rukyah berderajat tinggi. Tapi tak menerima hilal derajat, karena sama dengan NU.

Lalu membuat metode “wujud al-hilal”. Artinya, pokoknya hilal menurut ilmu hisab atau astronomi sudah muncul di atas ufuk, seberapapun derajatnya, nol koma sekalipun, sudah dianggap hilal penuh atau tanggal satu. Maka tak butuh rukyah-rukyahan seperti dulu, apalagi tim rukyah yang diback up pemerintah. Hadits yang dulu dielu-elukan, ayat al-Quran berisikan seruan “taat kepada Allah, RasulNya dan Ulil Amri” dibuang dan alergi didengar. Lalu dicari-carikan dalil baru sesuai dengan selera.

Populerkah metode “wujud al-hilal” dalam tradisi keilmuwan falak? Sama sekali tidak, baik ulama dulu maupun sekarang.

Di sini, Muhammdiyah membuat beda lagi dengan NU. Kalau dulu, Muhammadiyah hilal harus derajat tinggi untuk bisa dirukyah, hal mana pasti melahirkan beda keputusan dengan NU, kini membuang derajat-derajatan secara total dan tak perlu rukyah-rukyahan. Menukik lebih tajam, yang penting hilal sudah muncul berapapun derajatnya. Sementara NU tetap pada standar rukyah, meski derajat dua atau kurang sedikit. Tentu saja beda lagi dengan NU. Maka, selamanya takkan bisa disatukan, karena sengaja harus tampil beda. Dan itu sah-sah saja.

Dilihat dari fakta sejarah, pembaca bisa menilai sendiri sesungguhnya siapa yang sengaja membuat beda, sengaja tidak mau dipersatukan, siapa biang persoalan di kalangan umat?

Menyikapi lebaran dua versi, warga Muhammadiyah pasti bisa tenang karena sudah biasa diombang-ambingkan dengan perubahan pemikiran pimpinannya. Persoalannya, apakah sikap, ulah atau komentar mereka bisa menenangkan orang lain?

Perkara dalil nash atau logika, ilmu falak klasik atau neutik, rubu’ atau teropong modern sama-sama punya. Justeru, bila dalil-dalil itu dicari-cari belakangan dan dipaksakan, sungguh mudah sekali dipatahkan.

Hebatnya, semua ilmuwan Muhammadiyah yang akademis dan katanya kritis-kritis itu bungkam dan tunduk semua kepada keputusan Majlis Tarjih. Tidak ada yang mengkritik, padahal kelemahan akademik pasti ada. (Diedit ulang dari tulisan Ustadz Sulaiman Timun Mas).
 
 
Sya’roni As-Samfuriy, Cikarang 25 Juni 2014

Share this post
:
Comments
179 Comments

+ comments + 179 comments

core
25 June 2014 at 19:25

Kalau memang dibilang fakta sejarah, please tunjukkan rujukan dan referensi nya.
Trims. Wassalam.

Paijo Ndeso
25 June 2014 at 20:34

Orang Muhammadiyah sekarang memang dalam mengamalkan ajaran agama Islam 'waton suloyo' dengan NU

Iing 24
26 June 2014 at 00:29

Setuju core..
Dari bbrp cntoh amalan yg dibilang sama diatas,coba dikaji lagi dalil hujjahnya tadz..
Saran ane jg coba nt cari n kaji sejarah berdirinya muhammadiyah dan nu..
Muslim pintar n selamat tu kata Rosul ga taklid buta lho tadz..
Wallahu 'alam bishshowab..

Gus Madkhan
26 June 2014 at 09:55

Saya takut, jangan jangan tulisan ini ada korelasinya dg politik saat ini, karena tulisan ini lebih mengedepankan perbedaan.

Anugrah Arifin
26 June 2014 at 10:56

muhammadiyah berbeda krn alasan politik,!!? bukannya NU yang cenderung terjun ke politik praktis.! fiqih muhammadiyah lwat majelis tarjih memang tidak mengedepankan tindakan nurut manut pada pendahulu tetapi beramal berdasarkan pengkajian Al-Quan dan As-snunnah maqbullah, makanya selalu dinamis. saya sepakat dengan komen2 yang ada, tampilkan fakta sejarahnya.!

Ferio
26 June 2014 at 12:01

Buku tarjih Muhammadiyah pernah saya baca, Hditsanya shahih semua. Malah NU yang banyak memekai hadits lemah, tntng Tahlilan, Yasinan, bla bla bla. Lupa ya? Bukannya NU melandaskan 4 Pilar kebangsaan (Pancasila,UUD,Bhinneka TI, dan NKRI) sebagai landasan utama? mrnggeser Quran dan hadits. Siap yang termankan suasana politit disini? setuku sama yang lainnya mana referensi sejarahnya?

Nia
26 June 2014 at 15:27

Hati- hati. Bacaan ini sepertinya bertujuan utk memecah-belah umat Islam. Sama sekali tidak berdasar. Meski beda orang NU dan Muhammadiyah selalu saling memghargai.

bismillah
26 June 2014 at 21:25

Astaghfirullah seblum ente menulis ini apkh ente sudh tahu kbnaranya? Kl benar apkh ini baik dan tak memech blh umat islam bila ini berhasil menumbuhkan sekcil apapun sdra seiman kita bila terjadi sesungguhnya syaiton sudah menyesatkan anda bertobatlah, ingat kita tidak boleh membicarakan ataupun membka aib sdara seiman meskipun itu benar dan itu sama halnya kita memakan bangkai

tuara
27 June 2014 at 13:36

udahlah jalani sesuai yang dianggap benar, toh tanggung jawabnya juga personal kan. islam harus bersatu guys^^

Paradita Umbara
27 June 2014 at 17:39

gak jelas, g cantumin refrensi....

abdur
27 June 2014 at 23:59

kalau memang benar muhammadiyah punya tradisi tidak taklid, kenapa taklid sama majlis tarjihnya, bikin rukyah sendiri aja, itu lebih konsisten dg ilmunya

Herlina Kusumaningrum
28 June 2014 at 10:56

Pendapat anda sangat kritis,,namun perlu disangsikan kebenarannya karena sama sekai tidak menunjukkan daftar rujukan....

agung marsudi
30 June 2014 at 01:34

kamu itu bisa apa!kamu mencerai beraikan umat Muhammadiyah ya !...kami punya keyakinan masing masing apakah NU itu sudah benar mutlak.Jangan gitu dooong kita punya pemahaman penafsiran masalah hadist jangan sok bener lah ini fiqih

Ratri Cahyaningrum
30 June 2014 at 12:20

Maaf sebelumnya, setelah membaca artikel ini saya merasa kalau anda terlihat menyudutkan muhammadiyah, tersirat sedikit dalam artikel ini bahwa anda masih betindak subjektif, trims...

azizi
1 July 2014 at 15:40

SUBHANALLOH ...
TERIMA KASIH ATAS PENCERAHANNYA ....
BAGI YANG TIDAK SETUJU, COBALAH UNTUK MEMBANTAH DENGAN ILMIAH.
TUNJUKKAN BAHWA ENGKAU LEBIH ILMIAH DAN RENDAH HATI DARI PENULIS ARTIKEL DI ATAS ...

ahmad
2 July 2014 at 05:01

yasinan 7 hari setelah orang meninggal di yg dilakukan orang2 nu itu aneh,karena di asal islam yaitu mekkah dan madinah tidak ada begituan, rasul pun tidak mencontohkan, kumpul 7 hari setelah ada orang meninggal itu tradisi hindu, kita sama2 tau bahwa para wali menyusupkan ajaran islam ke tradisi hindu untuk menarik masyarakat hindu zaman itu untuk masuk islam,sekarang kita sudah tau kalo sebenernya tidak ada kumpul 7 hari / yasinan di islam . mari kita bersihkan islam seperti asalnya, karna kumpul 7 hari setelah orang meniggal itu tradisi agama hindu lalu disisipkan baca yasin .

Prince of Caesar
2 July 2014 at 19:19

salah satu buktinya, http://generasisalaf.wordpress.com/2012/11/19/siapa-yg-bilang-nu-muhammadiyah-bertentangan/

aboe
2 July 2014 at 21:31

awalnya saya kira tulisan ini seimbang. ternyata tujuannya memberatkan sebelah dengan bahasa satirenya.

itulah bedanya NU dan Muhammadiyah. Bagi Muhammadiyah, pendiri itu bukan untuk di ikuti secara serampangan. Tapi hanya rujukan, sama seperti kita memahami 4 Mashab. Tetap kita mencari kebenaran di Al-qur'an dan As-Sunnah. Jika terdapat kekeliruan maka harus di luruskan. Itu yang di ajarkan KH. Ahmad Dahlan. Kedinamisan dan toleransi di Muhammadiyah itulah yang menjadikannya tetap solid hingga sekarang. dan Ingat yah! Muhammadiyah hanya ORGANISASI, naungan tempat berjuang. Muhammadiyah tidak pernah menyatakan KELOMPOK AGAMA.
terus mengenai ORGANISASI YANG BERPOLITIK? hahaha....heloooooowwwww, ini gak salah cerita? haruskah saya pake kacamata hitam pura-pura gak liat? :D *miris*

kita
7 July 2014 at 09:35

silahkan baca buku "Muhammadiyah Itu NU! Dokumen Fiqih yang Terlupakan"...
resensinya ada di http://www.muslimedianews.com/2014/07/muhamadiyah-itu-nu-sebuah-buku.html

fitana. chalill
8 July 2014 at 02:36

Maaf gan..
Punya alasan yang lebih kuat dan akurat gak mas..??
dan kenapa harus sama samain...??
Gak pa2 donk kalo sekumpulan manusia berpikir ingin menjadi yg terbaik di sisi sang pencipta..??

Cita
11 July 2014 at 22:36

Aku jadi bingung deh. Sama2 agama islam kok ada perbedaannya juga sih? Kan niatnya sama2 beribadah kepada allah.

THOHIR ANAM
12 July 2014 at 09:22

SUDAH JELAS MUHAMMADIYAH SEKARANG, AMALIAHNYA MENGIKUTI " WAHABI" YANG MENGAKU QUR'AN HADIST KENYATAANNYA MENYIMPANG DARI QUR'AN HADIST, CONTOH YANG DIPERSELISIHKAN SETIAP TAHUN TTG AWAL PUASA, QUR'AN HADIST MENJELASKAN SUPAYA BERPATOKAN KEPADA HILAL ATAUBULAN, TAPI MUHAMMADIYAH NGARANG-NGARANG SAJA, DENGAN HISAB, PADAHAL TAK SATUPUN DALI YANG MENGARAH KEPADA HISAB, " ITULAH SESATNYA "

THOHIR ANAM
12 July 2014 at 09:28

ZIARAH KUBUR SUNNAH, TAWASSUL SUNNAH MEMBACA SHALAWAT SUNNAH DZIKIR SUNNAH MALA DI BILANG SYIRIK, KOK MENGIKUTI AJARAN DUL WAHHAB YANG SESAT DAN KAFIR, APAKAH MASIH BELUM JELAS AJARAN MUHAMMADIYAH SESAT, ITU BAGIAN KECIL, BELUM MASALAH TTGG KETUHANAN, SEMUA YANG TIDAK SEPAHAM KAFIR, KEMANA QUR,AN HADISYNTA, MAKANYA JANGAN FANATIK BUTA. YANG DIJAMIN SELAMAT OLEH ALLAH DAN RASULNYA HANYA FAHAM " AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH TITIK YANG LAIN SESAT "

Novi Rosalinda
12 July 2014 at 23:24

Assalamu'alaikum ..
Maaf sebelumnya ..
Muhammadiyah ataupun NU itu hanyalah sebatas organisasi bernaungan agama islam ..
Kedua organisasi tsb sama sama bertujuan beribadah kepada Allah swt ..
Kedua organisasi tsb intinya sama saja agamanya ISLAM ..
Dan bukankah sebagai umat islam ini kita semua adalah saudara ? Maka dari itu mohon jangan saling menghujat .. Saling menghujat akan membuat agama islam terpecah belah .. Dan itulah yang diharapkan oleh yahudi ..
Sahabat muslim .. Saudara kita di gaza, warga muslim di palestina membutuhkan tentara2 muhammad (saudara muslim) untuk saling merangkul dan saling membantu ...
Bukankah lebih baik kita mendoakan atau membantu saudara kita daripada menghujat saudara kita ?
Ayo kita saling menghargai dan jangan ada yg saling menghujat lagi .. Perbedaan pasti ada, asalkan perbedaan itu tidak menyimpang it's okay kan ?
Sahabatku saudaraku ...
Mulai saat ini mari kita saling merangkul , saling menghargai satu sama lain ..
Tingkatkan ibadah kita masing2 ..

Maaf sebelumnya ..
Untuk penulis blog ini, bukankah lebih baik jika anda sebelum memposting sebuah tulisan ttg agama itu harus memperhatikan lebih detail lagi ? Tidak mencondongkan hanya satu sisi saja yg membuat pertikaian di antara saudara kita ? ..

Terimakasih :) maaf jika comment saya ada yg salah dan menyinggung ..

Hambali Alghifari
14 July 2014 at 20:25

Dari pertama baca biasa saja, lalu selanjutnya memojokan Muhammadiyah. Sudahlah saudaraku, ente itu fanatik khilafiyah. Biarkan saja beribadah sebagaimana berlandaskan alquran dan hadits, tidak akan ada habisnya bila kita bicara furu'udin.

kang maryo
19 July 2014 at 03:57

ya. ziarah itu bisa sunnah, tawassul, shalawat juga sunnah. namun praktik di dalam ajaran sekarang yang menjadi pertanyaan "masihkah itu menjadi sunnah?". dan MAAF di dalam ajaran kami tidak ada yang manyatakan "kamu/mereka SESAT" tapi kami diajarkan dalam berislam "barangsiapa yang menyelisihi Al Qur'an dan Sunnah maka dia KAFIR" itu saja. dan saya gagal memahami ahlus sunnah wal jamaaah sebagai sebuah golongan/kelompok namun sekumpulan orang2 yang mempunyai ciri2 sebagai pemelihara sunnah Nabi dan tetap di dalam barisan/jamaah ISLAM ajaran Rasulullah..

Ruzaini
21 July 2014 at 10:33

apa alasan orang2 sekarang ketika banyak shalat tarawih di mesjid yg telah berubah dari 23 raka'at menjadi 11 raka'at?
Supaya gak capek katanya,,supaya lebih efektif waktu untuk ceramah katanya,,supaya orang2tua bisa ikut juga katanya,,helloww,,
apa lagi ya alasan orang2 nanti beberapa tahun lagi kalau penetapan derajat hilal berubah menjadi lebih rendah..?
Buka mata buka otak mu..

Wandy Lefrans
24 July 2014 at 23:30

PERBEDAAN TETAP ADA SAUDARAKU TETAPI KITA HARUS CARI RIDHO ALLAH DENGAN VERSI KEPERCAYAAN MASING-MASING. INGAT ALLAH HANYA SATU walau Bagaimanapun Versinya kita sesama muslim bersaudara..!!!

telo arab
26 July 2014 at 21:00

tulisan yang kurang pantas....penulisnya tidak menguasai medan,,,klo gak tau yang sebenarnya jangan asal nulis Om...rusak umat nanti

Jimi Roy
27 July 2014 at 11:53

Berdasarkan penjelasan artikel Sya`roni AS keduanya benar menurutnya masing-masing, baik MD dan juga NU, karena menggunakan dalil atas nama Golongan bukan berdasar atas dasar Quran, jadi hanya dasar emosi nafsu prestise, masing-masing mau mengatakan benar baginya(segudang dalih masing-masing hadits dipakai) untuk mempertahankan pendapatnya yang paling benar. Ane prihatin sama kedua organisasi Islam ini, karena berdasarkan Quran telah melanggar Ruum ayat 30 dan melanggar Al Mukminuun ayat 52,53, Waina haadzihi ummatukum ummatau waahidah, wa ana robbukum fat taquuna," mengapa tidak bertaqwa menjadi ummataw waahidah, mereka memisahkan diri dengan urusan mereka dan membuat golongan yang masing-masing menganggap benar dirinya,tunggu saja saatnya.
Yang paling beban diakhirat kelak masing-masing ditanyakan ttg mengkultuskan pendirinya, ini ditandai nyata adanya perpecahan pendapat yang diperbesar, karena ketaqwaannya telah terkontaminasi dengan masing-masing golongannya, (organisasinya)Allah telah memperingatkan dalam surat Albaqoroh 139, mengapa kamu berdebat dalam menuju Allah, RabMu sama, amalmu sama masing-masing bertanggung jawab dihadapan Allah, terimalah dengan ikhlas tidak saling berdebat

Ali Sudirman Pasaribu
27 July 2014 at 15:33

Sya’roni As-Samfuriy, tulisan anda tidak berdasar, Muhammadiyah tidak pernah berpolitik, perbedaan itu adalah rahmat, jangan dijadikan fitnah, saran saya segeralah Istighfar....

wawan
28 July 2014 at 14:34

Kalo tulisannya jelas tidak seimbang..., hanya saja kita harus cari kebenaran dari kitab Fiqih Muhammadiyah yang terdiri dari 3 jilid, yang diterbitkan oleh: Muhammadiyah Bagian Taman Pustaka Jogjakarta, tahun 1343-an HKalo memang benar..., ya.. muhammadiyah yang sekarang bukanlah muhammadiyahnya Kyai Ahmad Dahlan. Dan menjadi pelik lagi masalahnya, Jika amalan yang dilakukan Kyai Ahmad Dahlan sesuai dengan kitab tersebut, dan tokoh sentral muhammadiyah yang sekarang masih mengakui prinsip pokok Kyai Ahmad Dahlan, Maka para tokoh sentral muhammdiyah sekarang telah menghakimi Kyai Ahmad Dahlan dengan prinsip Kyai Ahmad Dahlan. Prinsip pokok yang saya ketahui, mohon dikoreksi, "Semua amalan ibadah yang tidak sesuai quran hadits adalah bid'ah". Jika fakta sejarah kitab tersebut benar, apakah pendiri muhammadiyah telah melakukan bid'ah? Saya tidak menghukumi tapi menanyakan berdasarkan kaitan premis2 tersebut. Dan jika premis2 tersebut benar kesimpulan saya sementara Muhammadiyah yang sekarang bukanlah Muhammadiyahnya Kyai Ahmad Dahlan.... Wallahu'alam

Tegak_KHLFH
28 July 2014 at 20:46

hati - hati bro...situs in. sepertinya kedok islam doang....artikelnya penuh adu domba...

zuhad
31 July 2014 at 02:20

hidup indonesia... generasi yg slamet itu yg terdahulu.. klo sudah ngrubah dg alasan kesahihan dalil, apa org yg belakangan jauh lebih alim dr Kanjeng Kyai Haji Ahmad Dahlan ya...

Irwandi Wawa Aditiawarman
1 August 2014 at 06:18

Kalau memang tidak mentaqlid ustadz/kiyai yg pengetahuan keislamannya mumpuni, cobalah berkaca, sudah sedalam apa ilmu keislaman kita?
Alangkah lebih baiknya masing2 kita coba terus meningkatkan pengetahuan islam. Jadi ngga sembarang nulis dan ngga sembarang komen.

Ilham Gilberld
7 August 2014 at 15:23

Pada dasarnya NU di dasari dg AL-QUR'AN dan hadist tetapi terdapat
perselisihan masdhab di antara mreka yg menjadikan perselisihan pendapat
yg merujuk pada keduanya...akan tetapi NU dg murni mencari makna dan
arti dg rujukan atau patokan AL-QUR'AN dan HADITS.. sedangkan
muhammadiyah merujuk kepada sauhabat2 nabi yg terdahulu...

contoh:INI BENAR2 TERJADI DAN BUKAN MENGARANG ATAU MENGADA-NGADA

saya pernah maen ke rumah saudara saya yg berada di songgom kec
tegal saya melihat ada orng meninggal dan saya ikut melayad.. pada saat
saya ikut melayad bersama (orng2 muhammadiyah) saya tidak mendengar
suara LAILAHAILALLAH.. TIADA TUHAM SELAIN ALLAH yg dmikian artinya.. dan
saya tanyakan pada tmean saya mengapa tidak membacanya.? jawab: kalo
disini emng seperti ini kami tidak mengucapkanya menurut ulama kami
tidak usah...

saya:oh..terus habis ini nanti malam tahlilan tidak..?

temen:tidak...

saya:mengapa

tmen:menurut saya tidak perlu

saya:pada dasarnya orang mati butuh do'a dari orng yg hidup agar bisa
tenang dah tentram di alam sana,mreka bisa sedih kalau anak cucu mereka
sudah lupa dan tidak perhan mendo'akanya .

dan dia terdiam.

tmen:ya saya tidak tau menau dan tidak mau tau.

setalah anda membacanya terdapat pelajaran bahwa pada dasarnya orang muslim di wajibkan atasa beberapa perkara.

1-salam dan menjawab orang salam sesama muslim (wajib hukumnya)

2-menjenguk orang yg sakit

3-mengantar mereka yg meninggal kekuburan

4-mendo'akan mreka yg telah tiada

pada dasarnya islam terdapat ratusan aliran tetapi aku
berpegang teguh bahwa al-qur'an dan hadits adalah patokan dan pedoman
hidup kami

(NU)

Abu Yazid
9 August 2014 at 01:45

Saya bukan nahdiyin pun jg muhammadiyah, sy hanya pemerhati keislaman. saya hny ingin menarik garis lurus dari awal, maka penulis secara implisit mengatakan bahwa " SENG BENER IKU NU". Tapi sayang penulis tdk mnyertakan dalil sekaligus derajat hadits yg mnyebutkan poin2 tentang jmlh shlat tarawih, Talwin, dst sampai tentang Qunut. smg Penulis bisa lebih berhati2...

reza a
13 August 2014 at 11:01

sumbernya diperjelas

hmjn wan
26 August 2014 at 08:28

Ass.
Wr. Wb.

Dengan mempertajam perbedaan, tak
ubahnya seseorang yang suka menembak burung di dalam sangkar. Padahal terhadap
Al-Qur’an sendiri memang terjadi perbedaan pendapat. Oleh sebab itu, apabila
setiap perbedaan itu selalu dipertentangkan, yang diuntungkan tentu pihak
ketiga. Atau mereka sengaja mengipasi ? Bukankah menjadi semboyan mereka, akan
merayakan perbedaan ?

Kalau perbedaan itu memang kesukaan
Anda, salurkan saja ke pedalaman kepulauan nusantara. Disana masih banyak
burung liar beterbangan. Jangan mereka yang telah memeluk Islam dicekoki
khilafiyah furu’iyah. Bahkan kalau mungkin, mereka yang telah beragama tetapi
di luar umat Muslimin, diyakinkan bahwa Islam adalah agama yang benar.

Ingat, dari 87 % Islam di Indonesia,
37 % nya Islam KTP, 50 % penganut Islam sungguhan. Dari 50 % itu, 20 % tidak
shalat, 20 % kadang-kadang shalat dan hanya 10 % pelaksana shalat. Apabila dari
yang hanya 10 % yang shalat itu dihojat Anda dengan perbedaan, sehingga
menyebabkan ragu-ragu dalam beragama yang mengakibatkan 9 % meninggalkan
shalat, berarti ummat Islam Indonesia hanya tinggal 1 %. Terhadap angka itu
Anda ikut berperan, dan harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT.
Astaghfirullah.

Wass. Wr. Wb.

hmjn wan@gmail.com

Narotama
6 September 2014 at 20:35

saya kok merinding melihat komentar tulusan ini... cobalah kita introspeksi diri apakah kita pasti masuk golongan orang yang di mulaikan Alloh ? itu saja perbedaan itu pasti dari ke empat mashab aja udah ada perbedaan mengapa kita harus berselisih ? kita kembalikan pada sejarah saat wafatnya nabi saja sudah banyak perselisihan toh perselisihan tersebut sangat arif dan bijaksana di tanggapi pada waktu itu ... apa kita tidak malu hanya karena keyakinan kita harus menyingkirkan hal - hal yang bersifat manusiawi... padahal tujuan akhir kita adalah surga, apakah dengan menghujat satu sama lain pasti masuk surga, saya yakin bahwa anda andalah yang saling menghujat yang tidak pernah di hisab... tetapi langsung masuk neraka .......

idaiyah sri handayani
6 September 2014 at 21:40

kalau kita bingung mana yg benar dn mana yg salah, kebali ke alquran. pasti ada jawaban nya. NU ATAU MUHAMADIYAH, yg mendirian orang2 sama seperti kita. cuman bedanya dia pendidikanya tingi, tpi alquran siapa yg punya,,,,,,,,,,,,,,,

Viocki Ceswind
29 September 2014 at 21:32

tulisan tsb boong n membodohi umat muslim,smoga yg nulis tsb sadar n taubat

Viocki Ceswind
29 September 2014 at 21:46

yg nulis diatas orang sesat n kafir

salam
4 October 2014 at 13:56

Ga gitu2 amat kali..barusan nanya knp solat ied idul adha orang Muhammadyah hari ini bukan besok?
Orang Muhammadyah jawab: soalnya kemarin Haji2 wukuf arafah..jadi hari ini hari raya..
Menurutku masuk akal.

Harusnya tulisan artikel bersifat seimbang & menengahi dengan fakta & referensi,bukan berpihak.

Andri Shinoda Gigikita
4 October 2014 at 19:11

Istifar gan anda hrus bijak dlam menulis jgan menyudutkan suatu golngan/ormas jgn mengadu domba umat biarkan brjlan msing2 dngan dnamis buka mata anda lebih baik anda mnlis yg lebih kreatif dkit dech g usah sling menjatuhkan belum tentu pndpat anda benar..wassalam

Andri Shinoda Gigikita
4 October 2014 at 22:02

Saudara thohir kalau nu ato muhammadiyah sesat knap mereka masih berdiri hingga saat ini apakah ulul amri d indonesia slah,???

Sy pnya sepupu alumni pesantren pnorogo gntor dia bea siswa ke madinah aktif d pemda ansor dybertanya kpda dosen brtanya tentang cra2 nabi Muhammad stelah kmtian ternyata tidak ada ritual yg biasa sperti biasanya kami pakai seperti yasinan d tahlil dr hri 1 smpai haul dan dmadinah dan mekkah tidak ada ritual seperti itu, jd jgn brkata sesat kpda umat nabi Muhammad qt harus terus bljar dan jgn menghujat smga andabsa lbih rendah hati wassalam

rasyid
6 October 2014 at 00:12

media ajing pemecah umat..

rasyid
6 October 2014 at 00:17

media anjing,babi,bajingan pemecah umat islam...provokator..NU dan muhammadyah bersaudara..

rasyid
6 October 2014 at 00:19

media anjing,babi,bajingan...pemecah umat.

rasyid
6 October 2014 at 00:22

ga ada otak sok,kritis..

rasyid
6 October 2014 at 06:15

media anjing,babi,bajingan pemecah umat islam..

rasyid
6 October 2014 at 06:19

makanya ini media anjing,babi pemecah umat..

aizha
6 October 2014 at 17:06

assalamualaikum wr wb....
setelah membaca artikel ini, dalam pandangan saya kok heran yaa knapa web ini sebagai web org2 islam memberikan suatu pandangan yang mengadu domba....
saya salut pada Prof. Dr.KH.Ahmad Zahro yang terang2an dalam ceramahnya pernah ia berkata saya ini wong NU tapi di benci karo kuabeh wong NU. Krn yang membenci itu takut kehilangan berkat.....
Dan kebanyakan yang sering saya baca jarang ada ulama Muhammadiyah trs beralih masuk NU. tapi banyak sekali ulama NU setelah tau muhammadiyah dia langsung bergabung masuk muhammadiyah.

gus topan
10 October 2014 at 13:04

Yang nulis anak TK yah...
Cm pake napsuu...
Org taklid sm golongan ya spt ini
#mikir ya akhii....

gus
10 October 2014 at 13:07

Ajarane sopo mas tahlilan kui?
Po jaman Rosulullah eneni tahlilan?
#mikir

Abi darda
25 October 2014 at 18:55

Perbedaan NU dan muhammadiyah yaitu
- NU :selalu mengerjakan bid'ah ,yg pada dasarnya tidak pernah di ajarkan oleh al-qur'an, contohnya :tahlilan ,dll
- Muhammadiyah :selalu mengerjakan apa yg di lakukan rasulullah ,dan para sahabatnya ,dan tidak mengerjakan bid'ah ,karena bid'ah adalah pekerjaan yg sia sia ,tidak mendapat pahala maupun dosa

ifan kurniawan
26 October 2014 at 20:38

Silahkan anda bilang NU bid'ah. Memang NU menggunakan ijmak. Kalau dulu para wali tidak menggunakan ijmak fainsya Allah apakah ada islam di indonesia

Hasan Basri
29 October 2014 at 17:13

assalamalaikum......mmenurut saya baik nu maupun muhamddiah tidak ada yang salah, hanya saja ketika kita masuk didalam "organisasi dakwah" islam baik NU or MD, kita seakan lupa bahwa NU ataupun MD merupakan mashab bahkan seolah menjadikannya agama,,,,,bagiku ulama2 keduanya bisa dijadikan reperensi, tidak usah panatik bahwa MD benar atau NU yang benar,,,,,islam...tetaplah islam.... kita satu, kalau ada perbedaan pendapat yang sipatnya tidak pokok yang menyimpang dari alquran, maka itu wajar....bukankah kebenaran yang hakiki itu hanya milik allah, manusia hanya berkewajiban menggunakan akalnya untuk mencari dan setelah itu meyakini kebenaran atas kajian nalar akalnya dengan niat dan tujuan yang benar dan baik....jadi sudahillah saling menghujat seolah kita adalah yg paling benar. yang perlu kita WASPADAI adalah orang2 yang punya ambisi2 tertentu dengan memanfaatkan NU ATAU MD....

IPPUL
9 November 2014 at 01:05

saya sangat tidak setuju dengan tulisan tersebut diatas, tidak mengandung ilmu yg sesuai syariat,yg ada hanyalah tulisan tanpa mendasar dan cenderung akan menimbulkan perpecahan ummat islam dengan membenarkan tanpa syar'i begitu juga sebaliknya,mohon untuk direvisi tulisan tersebut,wallohu'alam

eva
20 November 2014 at 15:23

Bebul...betul..betulll... yg nulis wong NU itu. Hhihi ..

Namsak
23 November 2014 at 20:33

Tulisan ini sudah saya baca setahun yang lalu. dan ternyata dumuat berkali-kali. benar komentar yang mengatakan bahwa tulisan ini perlu ada rujukan dan bukti-bukti, karena dalam pandangan saya ada yang ngawur. kasus penentuan awal bulan hijriyah, sepertinya ngawur. Pada masa orde baru, Muhammadiyah tetap berpendirian pada wujudul hilal. Biar jelas baca tulisan Mutoha Arkanuddin yang berjudul "20 Tahun Keputusan Sidang Isbat Penentuan Awal Bulan
Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah di Indonesia". Tulisan ini bisa diakses diinternet. Tampak sekali dalam tulisan itu, muhammadiyah berpendirian wujudul hilal, bukan imkanurrukyah yang tinggi seperti yang ditulis pada tulisan ini.

MRF
26 November 2014 at 18:23

dosen mana

arya
27 November 2014 at 16:16

perlu di pikirkan baik2 oleh warga MU, kembalilah ke jalan yg benar seperti para pendahulu dan pendiri Muhammadiyah

arya
27 November 2014 at 16:18

https://generasisalaf.wordpress.com/2012/11/19/siapa-yg-bilang-nu-muhammadiyah-bertentangan/

Arya
28 November 2014 at 15:20

KH Ahmad Dahlan waktu masih hidup shalat tarawihnya 20 rokaat dan itu tercantum di Kitab Fiqih Muhammadiyah yg di terbitkan oleh Muhammadiyah Bagian Taman Pustaka Jogjakarta tahun 1343 H. Bagaimana menurut anda? apakah Beliau salah?

Handy Abdul Syukur
30 November 2014 at 18:47

perbedaan itu untuk memperkuat Umat Islam , bukan saling melemahkan , dan yg penting saling Toleransi aja " Lakun di Nukum Waliyadim "

zie tangi
5 December 2014 at 03:43

kok pada ribot ae.. tidur2 besok kerja!!! yg penting sholat dulu,bisa baca Al Qur'an.dan mampu menjalankan rukun islam dan rukun iman itu baru islam.bukan golongan.. jangan mbacot ae.nggak NU nggak Muhamadiyah fanatik kok sama golongan.. fanatik tu ma Allah SWT itu baru enak.. otak pada kadaluarsa semua!!!

ummat Muhammad
17 December 2014 at 14:07

Lidah anda....?
Anda ini ummatnya siapa...?
Sebagai ummat Muhammad, saya malu......

ummat Muhammad
17 December 2014 at 14:08

Lidah anda....?
Anda ini ummatnya siapa...?
Sebagai ummat Muhammad, saya malu.....

ummat Muhammad
17 December 2014 at 14:09

Lidah anda....?
Anda ini ummatnya siapa...?
Sebagai ummat Muhammad, saya malu...

ummat Muhammad
17 December 2014 at 14:09

Lidah anda....?
Anda ini ummatnya siapa...?
Sebagai ummat Muhammad, saya malu....

agus rahman
23 December 2014 at 14:03

hisab itu ilmu untuk menentukan posisi bulan, hilal adalah awal bulan yang ditandai munculnya bulan pada waktu maghrib ketika matahari terbenam pada akhir bulan, bisa dilihat jika posisinya 4 derajat atau lebih itupun jika cuaca cerah, dan mustahil bisa dilihat jika kurang dari 4 derajat walaupun cuaca sedang cerah.....dengan ilmu hisab juga bisa memprediksi terjadinya gerhana baik matahari maupun bulan dengan tepat dan akurat dari mulai jam, menit sampai detik kapan mulai gerhana dan kapan berakhirnya.........jadi hisab tidak sesat sebagaimana yg anda tuduhkan.......yg sesat itu justru tuduhan anda.....ini termasuk ikhtilaf yg harus dihormati jangan dijadikan sebagai pemicu permusuhan sesama muslim

agus rahman
23 December 2014 at 14:19

media ini namanya media Islam tetapi banyak mengkritik ajaran Islam yang berdasarkan dalil2 yang shohih....ironinya justru membela pendapat2 yg nyeleneh dan aneh seperti mengucapkan hari natal, praktek ibadah yg sama sekali tidak berdalil dari Nabinya ( contoh tarawih 20 rakaat sedangkan yg 11 rakaat yg nyata2 langsung dari istri Nabi saw yaitu siti 'Aisyah dan haditsnya shohih dikritik), ziarah kubur untuk tabaruk ke kuburan, tawasul di kuburan.......disisi lain membiarkan tradisi2 syirik seperti gerebeg mulud, nyuci jimat pada bulan mulud, berebutan apem yg dianggap berkah, rebo wekasan dll...........jadi tepatnya media ini namanya bukan media aswaja tetapi media ahlu bid'ah wa tradisiyah....

Muslim Asli
8 January 2015 at 07:33

Yang ngikut sahabat itu nu bro! Shalat tarawih 20 rakaat itu sunnah sahabat bukan sunnah nabi. Itu diakui kiyai nu. Kok dibolakbalik utk mencari pembenaran? Beginilah kalau sdh khatama Allah ala qulubihim!

fikri
8 January 2015 at 12:35

Walisongo penyebar agama islam di tanah jawa iku strategine Salam dulu baru Islam, bukan islam dulu terus ngamukan koyo inte...lek jaman sa'iki cah bagus. dadi mudah menyebar ke semua kalangan. gayane: mari kita kembali ke Qur'an dan hadist, halah koyo paham qur'an hadist lan mudeng sejarah, dron sodron. inte..lek koment : anda semua bid'ah, syirik.. halah opowi.... wong islam kok ngamukan gampang nyalahne wong lio. ngono ngaku umat nabi Muhamad. dron sodron..

muh sholihin
15 January 2015 at 09:19

yang membuat hukum menjadi haram itu itu bukan karena membaca sholawatnya, atau membaca surat yasyinnya... tapi karena yasinan dah tahlilannya itu yang tidak pernah diajarkan oleh nabi... karena tidak pernah diajarkan oleh nabi maka do'a doanya-pun otomatis nyari2 sendiri kan? waktunya pun harus ditentukan sendiri... padahal kan sudah jelas sabda nabi: (Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara yang baru. Setiap perkara-perkara yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.)

wkwkwk
15 January 2015 at 09:23

katanya admin web ini biar webnya cepet terkenal gan

anto
23 January 2015 at 18:06

NU berlandaskan qur'an hadist ijma' dan qiyas Bro.. jangan asal ngomong aje.. bisa jadi fitnah lho..

samsara
26 January 2015 at 00:15

Perlu juga diingat bahwa budaya sarungan itu bukan budaya Islam. Pada masa nabi Muhammad Saw, itu juga muhammadiyah pakai

habib
29 January 2015 at 12:27

tahlilan dan yasinan kok aneh, kan didalamnya ada nilai-nilai islam. mendo'akan orang lain. emang harus dicontohin oleh Nabi Muhammad satu persatu? Kita dibekali Qur'an dan Hadits serta AKAL PIKIRAN bro.

Belajar Islam
30 January 2015 at 11:08

Ass.Wr Wb saya sangat prihatin membaca tulisan di web ini. Mohon maaf memang saya belum tau apa2 tapi saya ingin belajar secara BAIK dan BENAR.
Tak sepatutnya ada tulisan seperti ini karena justru akan memecah belah umat islam yang ada di Indonesia. Mungkin kalo boleh saya berpesan kepada penulis agar kiranya tidak menyudutkan salah satu organisasi yang tidak sepaham dengan anda, tapi mulailah belajar mengenai SUNAH dn HADIST secara benar berlandaskan Al Quran agar anda tidak terjerumus lebih jauh. Janganlah anda mengklaim bahwa apa yang anda terima dari guru2 anda adalah paling benar? Cobalah tengok seluruh umat Islam di seantero dunia adakah ritual yang sama (kecuali shalat,zakat, puasa dan haji) seperti anda? membaca tahlil nyeribu hari tujuh hari dan lain sebagainya? yang jelas jelas bukan ajaran ISLAM dan sudah pasti anda akan mengatakan, mereka yang tidak menjalankan semua ritual yang sama dengan anda adalah SALAH.
Sekali lagi saya mengingatkan belajarlah..... pelajari sunah dn hadist dengan benar dan terimalah dengan lapang dada dan hati yang ikhlas seluruh ayat2 al Qur'an dan jangan sekali kali anda menyatakan kata guru saya begini ya harus begini.

Belajar Islam
30 January 2015 at 11:18

BANG THOHIR ANAM TOLONG DONG MAKNA DARI " AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH " SAYA YAKIN ANDA CERDAS DALAM MENTERJEMAHKANYA.
WASSALAM

Ricky
31 January 2015 at 01:39

Ricky Al Gazali
Sudah2 saya Muslim, saya cuman numpang belajar di Muhammadiyah krn itu adalah sebuah organisasi bukan agama.
Saya tetap menghargai saudara sy dari NU dan kita sama2 Muslim.
Tolong saudara2 Muslimku berhentilah berdebat dan saling menjelekka satu sama yg lainnya malu dilihat oleh NonMuslim.
Mari kita bergerak bersama2 mencari jati diri sebagai seorang Muslim yg sesungguhnya.
semoga kita orang2 yg selalu disayangi Allah SWT sehingga kita semua diberikan petunjuk menjadi seorang Muslim yg sebenar2nya.
Amin..

InsyaaAllah
31 January 2015 at 07:15

klo boleh jujur para wali yang mengajari kami itu pun pernah di jumpai Rosul. maka dari itu kami yakin.

InsyaaAllah
31 January 2015 at 07:27

Sebelum komen
https://generasisalaf.wordpress.com/2012/11/19/siapa-yg-bilang-nu-muhammadiyah-bertentangan/

Nino Galino Eggehl
5 February 2015 at 11:16

Ketika dikasih fakta bisanya cuma membantah tanpa dasar yg jelas. Fakta di lapangan memang seperti yg sudah diungkapkan penulis.
Mereka memang beda 😀😀😁

amam
6 February 2015 at 20:09

muhammadiyah itu organisasi yg cerdas. abis lihat dari al quran dan hadist masih harus dikaji lagi. muhammadiyah di bangsa ini sangat berkontribusi besar. mungkin kalo ga ada muhammadiyah orang orang masih berfikir primitif. kalo masalh tahlilan dan yasin mungkin kalau tahlilan banyak cara yg salah. dirumah saya orang nu tahlilan menggunakan mic padahal di al quran jelas janganlah kamu mengeraskan suaramu allah itu tidak tuli.

hendra
8 February 2015 at 02:50

https://www.youtube.com/watch?v=yjh4u5L0x38&spfreload=10

Denny Considi
17 February 2015 at 10:26

trus kalau menentukan waktu sholat emang pake apa?? lihat matahari?

HL
20 March 2015 at 12:16

maaf, tapi saya kurang sreg dengan postingan ini, dimana seperti menjatuhkan salah satu pihak, ini memang hanya perasaan saya atau apa entah. contohnya seperti tulisan "Disinyalir, tampil beda itu lebih dipengaruhi politik ketimbang karena keshahihan hujjah atau afdhaliah ibadah."
POLITIK? lalu jika anda katakan bahwa muhammadiyah merujuk pada hadist2 dhoif, mohon tunjukkan hadist yang mana. mohon penjelasannya.. trimakasih

aseh
23 March 2015 at 12:09

agama bisa melahirkan kebudayaan, tetapi kebudayaan tidak bisa melahirkan agama.
bukan berarti yang tidak dilakukan nabi itu dilarang. karena apa-apa saja yang telah dilarang oleh nabi itu sudah sangat jelas.


monggo saling menghormati...
perbedaan itu akan selalu ada..
jangan kan di indonesia...
zaman para sahabat pun yang hidupnya bersama dengan nabi, itu sudah ada perbedaan.. tetapi mereka saling menghormati. dan tidak pernah mengejek atau merendahkan satu dengan yang lainnya.


wallahua'lam bissowab...

Militer Indonesia
9 April 2015 at 23:43

SEMUANYA BACA KOMENTAR SAYA INI !!!
Judulnya Itu Salah BESAR Terbalik Seharusnya NU itu MUHAMADIYAH !!!
Kan NU Baca Bukunya Kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 NU berdiri 1926
BACA ITU NU TOLOL Bagaimana Mungkin Muhammadiyah itu NU Lah NU saja Ajaranya Dari Kitab Fiqih Muhammadiyah yg udah ga di pake Karena Ajaranya Merujuk Individual Dahlanisme Ini oleh NU Buku Kitab Muhammadiyah di Pungut Oleh NU Bego !
NULIS JUDULNYA JUGA SEAKAN - AKAN NU YANG PALING BENAR !
PADAHAL ISINYA AJARAN NU DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924 !
NU ITU NIRU AJARAN MUHAMMADIYAH DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924
OLEH MUHAMMADIYAH AJARAN DARI BUKU ITU DI HILANGKAN KARENA TIDAK SESUIA OLEH AJARAN NABI MUHAMMAD LALU OLEH NU BERDIRI TAHUN 1926 BUKU ITU DI PUNGUT OLEH NU LALU DI AJARKAN HINGGA SEKARANG PADAHAL AJARAN NU BERASAL DARI BUKU MUHAMMADIYAH 1924 YANG SALAH BESAR !

Militer Indonesia
9 April 2015 at 23:58

SEMUANYA BACA KOMENTAR SAYA INI !!!
Judulnya Itu Salah BESAR Terbalik Seharusnya NU itu MUHAMADIYAH !!!
Kan NU Baca Bukunya Kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 NU berdiri 1926
BACA ITU NU TOLOL Bagaimana Mungkin Muhammadiyah itu NU Lah NU saja Ajaranya Dari Kitab Fiqih Muhammadiyah yg udah ga di pake Karena Ajaranya Merujuk Individual Dahlanisme Ini oleh NU Buku Kitab Muhammadiyah di Pungut Oleh NU Bego !
NULIS JUDULNYA JUGA SEAKAN - AKAN NU YANG PALING BENAR !
PADAHAL ISINYA AJARAN NU DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924 !
NU ITU NIRU AJARAN MUHAMMADIYAH DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924
OLEH MUHAMMADIYAH AJARAN DARI BUKU ITU DI HILANGKAN KARENA TIDAK SESUIA OLEH AJARAN NABI MUHAMMAD LALU OLEH NU BERDIRI TAHUN 1926 BUKU ITU DI PUNGUT OLEH NU LALU DI AJARKAN HINGGA SEKARANG PADAHAL AJARAN NU BERASAL DARI BUKU MUHAMMADIYAH 1924 YANG SALAH BESAR !

Militer Indonesia
9 April 2015 at 23:58

SEMUANYA BACA KOMENTAR SAYA INI !!!

Judulnya Itu Salah BESAR Terbalik Seharusnya NU itu MUHAMADIYAH !!!

Kan NU Baca Bukunya Kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 NU berdiri 1926

BACA ITU NU TOLOL Bagaimana Mungkin Muhammadiyah itu NU Lah NU saja Ajaranya Dari Kitab Fiqih Muhammadiyah yg udah ga di pake Karena Ajaranya Merujuk Individual Dahlanisme Ini oleh NU Buku Kitab Muhammadiyah di Pungut Oleh NU Bego !

NULIS JUDULNYA JUGA SEAKAN - AKAN NU YANG PALING BENAR !

PADAHAL ISINYA AJARAN NU DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924 !

NU ITU NIRU AJARAN MUHAMMADIYAH DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924 cc

OLEH MUHAMMADIYAH AJARAN DARI BUKU ITU DI HILANGKAN KARENA TIDAK SESUIA OLEH AJARAN NABI MUHAMMAD LALU OLEH NU BERDIRI TAHUN 1926 BUKU ITU DI PUNGUT OLEH NU LALU DI AJARKAN HINGGA SEKARANG PADAHAL AJARAN NU BERASAL DARI BUKU MUHAMMADIYAH 1924 YANG SALAH BESAR !

Militer Indonesia
9 April 2015 at 23:59

SEMUANYA BACA KOMENTAR SAYA INI !!!
Judulnya Itu Salah BESAR Terbalik Seharusnya NU itu MUHAMADIYAH !!!
Kan NU Baca Bukunya Kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 NU berdiri 1926
BACA ITU NU TOLOL Bagaimana Mungkin Muhammadiyah itu NU Lah NU saja Ajaranya Dari Kitab Fiqih Muhammadiyah yg udah ga di pake Karena Ajaranya Merujuk Individual Dahlanisme Ini oleh NU Buku Kitab Muhammadiyah di Pungut Oleh NU Bego !
NULIS JUDULNYA JUGA SEAKAN - AKAN NU YANG PALING BENAR !
PADAHAL ISINYA AJARAN NU DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924 !
NU ITU NIRU AJARAN MUHAMMADIYAH DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924
OLEH MUHAMMADIYAH AJARAN DARI BUKU ITU DI HILANGKAN KARENA TIDAK SESUIA OLEH AJARAN NABI MUHAMMAD LALU OLEH NU BERDIRI TAHUN 1926 BUKU ITU DI PUNGUT OLEH NU LALU DI AJARKAN HINGGA SEKARANG PADAHAL AJARAN NU BERASAL DARI BUKU MUHAMMADIYAH 1924 YANG SALAH BESAR !sss

Militer Indonesia
9 April 2015 at 23:59

SEMUANYA BACA KOMENTAR SAYA INI !!!

Judulnya Itu Salah BESAR Terbalik Seharusnya NU itu MUHAMADIYAH !!!

Kan NU Baca Bukunya Kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 NU berdiri 1926

BACA ITU NU TOLOL Bagaimana Mungkin Muhammadiyah itu NU Lah NU saja Ajaranya Dari Kitab Fiqih Muhammadiyah yg udah ga di pake Karena Ajaranya Merujuk Individual Dahlanisme Ini oleh NU Buku Kitab Muhammadiyah di Pungut Oleh NU Bego !

NULIS JUDULNYA JUGA SEAKAN - AKAN NU YANG PALING BENAR !

PADAHAL ISINYA AJARAN NU DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924 !

NU ITU NIRU AJARAN MUHAMMADIYAH DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924 sfsfs

OLEH MUHAMMADIYAH AJARAN DARI BUKU ITU DI HILANGKAN KARENA TIDAK SESUIA OLEH AJARAN NABI MUHAMMAD LALU OLEH NU BERDIRI TAHUN 1926 BUKU ITU DI PUNGUT OLEH NU LALU DI AJARKAN HINGGA SEKARANG PADAHAL AJARAN NU BERASAL DARI BUKU MUHAMMADIYAH 1924 YANG SALAH BESAR !

Militer Indonesia
9 April 2015 at 23:59

SEMUANYA BACA KOMENTAR SAYA INI !!!
Judulnya Itu Salah BESAR Terbalik Seharusnya NU itu MUHAMADIYAH !!!
Kan NU Baca Bukunya Kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 NU berdiri 1926
BACA ITU NU TOLOL Bagaimana Mungkin Muhammadiyah itu NU Lah NU saja Ajaranya Dari Kitab Fiqih Muhammadiyah yg udah ga di pake Karena Ajaranya Merujuk Individual Dahlanisme Ini oleh NU Buku Kitab Muhammadiyah di Pungut Oleh NU Bego !
NULIS JUDULNYA JUGA SEAKAN - AKAN NU YANG PALING BENAR !
PADAHAL ISINYA AJARAN NU DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924 !
NU ITU NIRU AJARAN MUHAMMADIYAH DARI BUKU FIQIH MUHAMMADIYAH 1924
OLEH MUHAMMADIYAH AJARAN DARI BUKU ITU DI HILANGKAN KARENA TIDAK SESUIA OLEH AJARAN NABI MUHAMMAD LALU OLEH NU BERDIRI TAHUN 1926 BUKU ITU DI PUNGUT OLEH NU LALU DI AJARKAN HINGGA SEKARANG PADAHAL AJARAN NU BERASAL DARI BUKU MUHAMMADIYAH 1924 YANG SALAH BESAR ! ---

ndii duadelapanrajab
11 April 2015 at 23:24

Amir bin Said dari bapaknya meriwayatkan:

Satu hari Rasulullah
SAW datang dari daerah berbukit. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid
Bani Mu'awiyah, beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan shalat dua
rakaat. Kami pun turut shalat bersama dengan Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW berdoa dengan agak panjang kepada Allah SWT.

Setelah selesai berdoa, Rasulullah SAW pun berpaling kepada kami lalu berkata:

"Aku
telah memohon kepada Allah SWT tiga hal. Dari tiga hal itu, hanya dua
hal yang Dia kabulkan sementar yang satu lagi ditolak. Tiga hal itu
adalah:
1. Aku memohon kepada Allah SWT agar Dia tidak membinasakan
umatku dengan musim susah (paceklik) yang berkepanjangan. Permohonanku
ini dikabulkan oleh Allah SWT.
2. Aku memohon kepada Allah SWT agar
umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir
besar yang telah melanda umat Nabi Nuh a.s.). Permohonanku yang ini pun
dikabulkan oleh-Nya.
3. Aku memohon kepada Allah SWT agar umatku
terbebas dari pertikaian sesama mereka (peperangan, percekcokan antara
sesama umat Islam). Tetapi permohonanku yang ini tidak dikabulkan (telah
ditolak) oleh-Nya."

Windy Saputri
22 April 2015 at 16:37

mohon maaf mas muh sholihin, saya ikut nimbrung. saya tidak menyalahkan salah satu atau keduanya dari nu maupun muhammadiyah, meskipun saya sendiri sedang belajar di pesantren nu. saya akan berusaha seobjektif mungkin, dan sebelumnya mohon maaf jika ada salah dan khilaf. saya yakin kedua-duanya memiliki dasar sendiri-sendiri. dan keduanya juga didirikan oleh ulama yang shalih. tak usahlah saling menyalahkan, dan tak perlulah fanatik. bukankah kita berpijak pada satu agama yg benar? namun apakah secara pribadi masing-masing dari kita sudah benar-benar menjalankan Islam dengan kamil? maka dari itu, nasihat dari bapak saya atas banyaknya golongan Islam di dunia ini adalah "ati-ati dewe (hati-hati sendiri,edt)". maknanya apa, ya kita jalani saja apa yang telah diajarkan oleh guru-guru kita, lalu kita pasrahkan hasilnya kepada Allah. bukankah hasil hanya milik Allah? bukankah yang paling benar hanya Allah? bukankah dalam masalah furu' itu yang benar mendapat 2 pahala sedangkan yang tidak benar mendapat 1 pahala? mengenai sabda nabi yg anda sampaikan "Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara yang baru. Setiap
perkara-perkara yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat", saya rasa hal tersebut sebaiknya tidak langsung ditafsirkan secara tekstual. jika langsung ditafsirkan scara tekstual maka banyak sekali perilaku manusia dan apa-apa yang menyertainya itu adalah bid'ah, karena banyak hal-hal yg dilakukan manusia sekarang yang tidak dilakukan oleh Rasulullah. jika anda mendengarkan serta mempelajari aneka tradisi warisan dari pendahulu-pendahulu kita, maka akan timbul banyak pertanyaan. dari mana Islam datang? siapa yang membawa Islam ke Indonesia? apa kepercayaan-kepercayaan di Indonesia sebelum Islam datang? bagaimana metode yang dipakai oleh para penyebar Islam di Indonesia dalam berdakwah? nah maka dari itu mari kita saling menghormati amalan masing-masing. saya kira, asalkan dia berusaha dengan maksimal dan istiqomah secara baik dengan tetap bersandar diri kepada Yang Maha Benar, maka suatu saat Allah akan menyelamatkannya, insya Allah. mari kita lirik hati kita masing-masing, apakah sudah benar-benar bersih dari sifat-sifat madzmumah? mari kita berusaha menjaga keIslaman dan keimanan kita, mudah-mudahan dimasukkan ke dalam golongan yang diberi nikmat dan keselamatan dunia dan akhirat oleh Allah Swt, amin. salam kenal dan salam persaudaraan :)

dona
17 May 2015 at 21:41

Mendoakan bagi yang mati wajib bagi kami. Tetapi mengirim doa beramai-ramai yg mengacu pada tradisi hindu budha bagi kami itu yg tdk ada. Berdzikir dgn suara yg kuat kuat. ALLAH tdk tuli.. Berdoalah dengan hati yg ikhlas. Tulus. Khusyuk antara kau dan Tuhanmu. Tak perlu beramai-ramai. Itu lbh baik. Mengirim doa dan pahala itu tdk ada. Apa kau sudah menjamin punya ladang pahala yg bsa kau kirim"kan? Sudah punya jaminan tahlilan berpahala? Kalau itu tdk pernah diajarkan rasul? Tdk pernah dlakukan diluar indonesia? Menurutmu itu berpahala? Itu yg kau kirimkan?

dona
17 May 2015 at 21:46

Umat manusia kan gak org indonesia aja. Kalo itu baik. Kenapa diluar indoneia gada yg melakukannya yaa?

dona
17 May 2015 at 21:48

Emang yg nyata nyata fitnah siape? Lihat ini artikel baru tau ada warga NU yg beginian.

Md
18 May 2015 at 19:14

Yg sya tau tahlilan itu hukumnya makruf ... ( mendkati haram) boleh sja klo niatnya untuk mendoakan ... N klo ada orang NU gc mampu gc bisa ngadain tahlilan .. Mau Ngdain tahlilan sampex hutang ..... Pasti fikiran orang NU gc mampu itu ( mau ngadain gc pnya uang gc ngadain malu dengan orang NU ) trus ngdain dengan tu7an biar gc malu ..... Opo gc bahaya nk ngnu

Yg paling benar itu warga muhammadiyah ...

#tegakkan sunnah tuk melemahkan bid'ah ....

Info-gress
17 June 2015 at 14:30

ALHAMDULILLAH, saya telah merasakan manfaat nyata dari adanya Kalender Hijriyah Hisab Wujudul Hilal yang biasa dipakai Muhammadiyah, maka saya dapat menyiapkan undangan dengan mengonsep lebih awal kemudian mencetaknya untuk acara yang akan saya selenggarakan sekitar satu setengah bulan yang akan datang atau tepatnya pada tanggal 9 Syawal 1436 Hijriyah = 25 Juli 2015 Miladiyah tidak perlu menunggu dua Sidang Isbat, yaitu Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan dan Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1435 Hijriyah. Sungguh mengherankan jika banyak Ummat Muslim yang tiap tahun memperingati Tahun Baru Hijriyah, tetapi kenyataannya di dalam praktek ketika membuat undangan tidak mempergunakan tanggal Kalender Hijriyah. Yaaa, bisa dimaklumi karena mereka ragu tanggalnya tidak pasti, kalau hilal belum terukyat bisa berubah dengan menggenapkan jumlah hari bulan sebelumnya menjadi 30 hari. Jelas jika demikian Kalender Hijriyah menjadi kurang bermakna dan tidak dapat bermanfaat sebagai penanda hari. https://www.facebook.com/azkuna/media_set?set=a.1004184089606844.1073741914.100000457866691&type=3

Info-gress
17 June 2015 at 14:35

ALHAMDULILLAH, saya telah merasakan manfaat nyata dari adanya Kalender Hijriyah Hisab Wujudul Hilal yang biasa dipakai Muhammadiyah, maka saya dapat menyiapkan undangan dengan mengonsep lebih awal kemudian mencetaknya untuk acara yang akan saya selenggarakan sekitar satu setengah bulan yang akan datang atau tepatnya pada tanggal 9 Syawal 1436 Hijriyah = 25 Juli 2015 Miladiyah tidak perlu menunggu dua Sidang Isbat, yaitu Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan dan Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1435 Hijriyah. Sungguh mengherankan jika banyak Ummat Muslim yang tiap tahun memperingati Tahun Baru Hijriyah, tetapi kenyataannya di dalam praktek ketika membuat undangan tidak mempergunakan tanggal Kalender Hijriyah. Yaaa, bisa dimaklumi karena mereka ragu tanggalnya tidak pasti, kalau hilal belum terukyat bisa berubah dengan menggenapkan jumlah hari bulan

sebelumnya menjadi 30 hari. Jelas jika demikian Kalender Hijriyah menjadi kurang bermakna dan tidak dapat bermanfaat sebagai penanda hari. https://www.facebook.com/azkuna/media_set?set=a.1004184089606844.1073741914.100000457866691&type=3

girl
18 June 2015 at 04:22

Ini artikel kok memojokkan muhammadiyah ya, anda begitu karna mungkin anda NU bagi muhammadiyah itu beda lagi menurut saya muhammadiyah itu baik baik saja, puasa sja muhammadiyah selalu berbarengan dengan mekkah , kenapa NU tidak? hanya sebagian orang NU yang memandang negatif, toh kita sebagai muhammadiyah tidak mempermasalahkan NU tidak memaksa NU untuk beralih ke muhammadiyah itu kepercayaan masing masing tolong jangan memihak meskipun anda NU , buat anda penulis shrusnya anda tidak memihak dlm artikel ini, dimata allah apa NU benar? Kalau anda belum tau lebih baik jangan memojokkan muhammadiyah

girl
18 June 2015 at 04:34

Miris baru tau saya bahwa NU in sering memjokkan oranglain ckck kalau anda belum tau banyak jangan buat arikel diketawain sama orang yang lebih tau nantinya kan jadi malu sendiri, kayak NU yang udh bener aja. Muhammadiyah yang lebih mengikuti ajaran nabi , kalau NU apa NU mengajarkan tahlilan? Qunnut? Berdoa boleh tpi bagi kami muhammadiyah berdoa seperti tahlilan itu mmang tidak perlu dan tidak diwajibkan cukup mendoakan sendri* itu lebih baik , qunnut? Di mekkah sholat subuh tidak pakai qunnut begitupun muhammadiyah karna qunnut di gunakan saat peperangan nabi jaman dlu, tolong ya diperluas lagi, benar benar miris

Yudi Wahyudi
18 June 2015 at 13:55

ya memang contohnya kalau ada orang meninggal cukup disholatkan bukankah doa dlm sholat jenazah itu sudah bagus, praktis megapa harus menambah nambah yg lain yg bisa memberatkan semua pihak.

NU-Santara
21 June 2015 at 08:07

habis mabuk ya non, atau abis lewat jembatan atau pohon mana kok ngomongnya diulang2? wkwkwkwkwkwk

Nu-santara
21 June 2015 at 08:13

saya doakan, ayahmu, ibumu, nenekmu, dan keluargamu yang sudah meninggal mendapat siksa kubur. .....


Eit, marah ya? kan ga bakalan sampai doanya . . . .

Izul Theboss
21 June 2015 at 21:29

Assalamualaikum.sahabat semua jangan pernah terkecoh dan terjebak dengan tulisan2 semacam ini...mari kita mempelajari agama kita lebih jauh dan memperbanyak referensi ..agar kita bisa bijak menyikapi semuanya trmasuk perbedaan...banyak hal yang lebih penting dripada sekedar mengurusi perbedaan yg sederhana...mari kita rukun beragama, kita hanya berbeda kendaraan semata...ancaman kita diluar lebih besar...khususnya diluar agama kita...mereka tersenyum melihat kita rapuh dan berseteruu...terima kasih.....

mysterio
21 June 2015 at 21:39

Ya,
Klo mendung, lihat pada kebiasaan,
Yg penting bisa di yakin atau zan,,
Krna kduanya slah stu syarat sah ibadah

mysterio
21 June 2015 at 21:43

Klo anda bilang muhammadiyah benar,
Berarti anda belum 'alim

Ahmad Ziyaoel Wahid
22 June 2015 at 00:24

Maaf sebelumnya untuk saudara sholihin. Redaksi "Semua bid'ah adalah sesat" saya rasa sangat tidak pas. Alangkah baiknya bila kita mempelajari khazanah sastra arab terlebih dahulu sebelum mengartikan sesuatu yang berbahasa arab. Redaksi tersebut (كل بدعة ضلالة), ialah menggunakan balaghoh. كل بمعنى بعض. Terkadang orang arab memang menggunakan redaksi كل nakun bilmakna بعض. Semantik, tergantung konteks. Kalau dikatakan "Semua" bid'ah adalah sesat, berarti orang yang menaiki motor, memakai pakaian ala barat (Jeans, Kaus)dan lokal (peci, sarung) juga sesat. Bid'ah kan ada dua, khasanah dan sayyi'ah. Hukum bid'ah bisa berbeda2 tergantung bid'ahnya. Maaf kalau saya panjang lebar. Suwun.

Darus salam
22 June 2015 at 00:54

Ketika dibandingkan dengan kebolehan hisab sebagai pengganti rukyat matahari untuk menentukan waktu sholat, dia bilang, itu berbeda dengan hakekatnya rukyat hilal karena yang dimaksud rukyat matahari adalah melihat hakekatnya waktu-waktu sholat berupa pengaruhnya terhadap kondisi sesuatu berdasarkan pancaran sinarnya, bukan karena wujud dari mataharinya... ya wis gapapa namanya saja hujah...

Tapi kalau dibandingkan dengan hadits صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي kira-kira bagaimana yah caranya melihat cara nabi sholat, so karena nabi kan sudah tidak ada?? lantas makna melihat dalam hadits tersebut menjadi bagaimana implementasinya??

satria perdana
22 June 2015 at 02:42

Kalau sdah terlalu fanatik pasti bakal terjadi seperti ini. Perdebatan yg tiada henti. Kalau merasa kalah emosi dan ego pasti cepat terbakar. Berusaha saling serang pendapat. Saya hidup di lingkungan organisasi keagamaan tertentu, tetapi saya tidak fanatik. Kefanatikan tanpa didasari kebijaan hanya menimbulkan kebencian. Misal, suporter bola yg fanatik sering tawuran, kalau dipikir mereka masih satu daerah dsb. Juga terbukti banyak komen di atas dari saudara saudara kita yg mungkin mengerti justru memercikan kebencian dan saling menyudutkan. Ini yg menjadikan perpecahan. Islam ya islam aja, gausah bawa bawa embel2. Jadi intinya, saya tidak mau terlalu fanatik, yang saya tahu tugas saya menjalankan tuntunanNya dan menjauhi laranganNya. ~muslim Indonesia~

wawan
22 June 2015 at 06:05

Ya fakta sejarah, kiayi Dahlan tarawih 20 rakaat..
Perubahan fikih Muhammadiyah dan perbedaan2 baru muncul sejak Majelis Tarjih dibentuk..

Arifin
22 June 2015 at 06:06

Pola pertahanan dengan referensi yg nol.. Putol. Mana ada hadist dhaif oleh muhammadiyah dipake. Kalau ada tolong dtunjukkan. Lagi2..tulisan berbau balas dendam dan cenderung provokatif. Beginilah sikap anak kecil. Besar tapi kecil. NU.. NU. terlepas hadist yg dipakai, kita lihat bagaimana praktek sholat tarawih orng2 NU. sangat perlu pendidikan. Imamnya bacaan ga bener,, cepetnya minta ampun. Ngalah-ngalahin Bis malam cepat, jombang Surabaya. Ya begitulah adanya. NU dri dlu tidak berubah.

Nur Kholis
22 June 2015 at 06:47

siapa bilang di luar indo g ada yg melakukan tahlilan? coba tengok ke maroko atau yaman sebagai contohnya

Perdamaian Antar ORMAS
22 June 2015 at 06:54

Wes orea wayae posting koyo ngene, NU karo MUHAMADIYAH wes podo RUKUN ra usah gawe ulah nok media, ojo gawe gara-gara maneh. sak iki indonesia wes paham diadudomba, hapusen. postingan ngeneiki mancing provokasi. karepe bener tapi ra mikir, . __kamu tahu, bahwa para ulama' mengadakan acara besar-besaran disetiap daerah,ngeluarin dana besar besaran hanya untuk DAMAI INDONESIA dan BERSATU----sepurane seng akeh...nek nyinggung perasaan.

juan jije
22 June 2015 at 10:29

Rasulullah tdk pernah kenal NU atau Muhammadiyah, .... Quran dan Hadist pahami kemudian amalkan, barakallahya sahabat-sahabat Islam

Kang Aldie
22 June 2015 at 10:53

Benar min, terima kasih atas sharing informasinya semoga nantinya umat Islam di Indonesia dapat terbuka nuraninya akan kebenaran ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah an Nahdliyyah.

Kang Aldie
22 June 2015 at 11:01

MasyaAllah sungguh tidak berakhlak, ketahuilah saudaraku:

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Aphan Arie
22 June 2015 at 13:05

siapa bilang negara lain ga pakai, temen saya yg di singapur dan malaysia bilang kalo d tempat mereka ada yasinan dan tahlilah, tapi metode dan porsinya berbeda,

abah
22 June 2015 at 13:14

terlalu banyak yang koar2.......
terutama yg laki2............................
ntar sholatnya aja ga full.......
perbaiki dulu ibadah wajibmu.... baru bicara sunnah........

Zainal Abidin
22 June 2015 at 14:37

ROSULULLAH MENENTUKAN AWAL IDUL FITRI SELALU MENGGUNAKAN RU'YATUL HILAL. BAGAIMANA DG MUHAMMADIYAH...???

Aep
22 June 2015 at 14:38

lah kalau begitu, ada tuh di tempat saya yg dia orang NU dan pimpinan pondok pesantren lagi, trs saya jg mesantren di sana. dia sering beda lebarannya sama NU yang lain, bahkan sama dengan lebaran Muhammadiyah. Kok bisa orang ini bikin analisis seperti itu ya. Jangan cari2 perbedaan bung. karena di akhirat ga bakalan ditanya, Organisansimu apa? trs, apakah menjamin jika orang NU akan masuk surga dan orang Muhammadiyah akan masuk neraka atau sebaliknya? Kita semua tidak tahu kan. Gak ada satu orang pun yang tahu bahwa kita itu akan masuk surga atau neraka. yang pasti kita hanya berusaha untuk bersungguh2 dalam menjalankan Islam sesuai dengan apa yang kita pahami dan kita yakini dari masing2 individu. Jangan memecahbelah umat. karena jika kita pecah maka non muslim dan orang2 barat serta yahudi yang akan senang melihat kita tengkar dan pecah.

22 June 2015 at 17:05

Nulis apa sih mbak? Nulis kok gak ada titik komanya. jadi bingung yang baca.

22 June 2015 at 17:07

nulis apa sih? bukan GC, tapi "enggak" atau "tidak". bukan tu7uan , tapi "tujuan".

Askolani ibnu poenya
22 June 2015 at 20:46

Aduh..... kok malah gontok gontok an yaaa........ kayak gini nihhh yang bikin umat non muslim ketawa ngeliat orang islam bertikai hanya karena beda paham

22 June 2015 at 22:08

benar nih, saya baca biografinya memang Ahmad Dahlan dan Hasyim Anshari itu satu perguruan, tapi mereka tidak pernah melakukan Bid'ah lho, hanya saja yang sekarang ketika dipimpin oleh pemimpin yang kagak amanah barulah banyak TBC, seperti (maaf) said aqil syirad, kepada yang beda fiqih dimasalahkan tapi yang beda aqidah malah wellcome. kan aneh.

Juga yang Qunut disalahin yang kagak Qunut disalahin, eh pas bagian yang kagak shalat dibiarin, kan aneh -_-

coba mampir ke http://kazekate.com/islam/landasan-islam/manhaj/islam-dan-ormas/

23 June 2015 at 02:12

sungguh tidak obyektif, mesti yang nuli NU

23 June 2015 at 02:14

bener ni medianya anjing, kamu kan pemacanya. hehehehehe peace

kang bahar
23 June 2015 at 08:44

Yg nulis ini bocah sd...fuck....

NAULY
23 June 2015 at 10:53

Apapun organisasi anda, imanku tdk terpengaruh krn Tuhanku bersamaku dlam qalbuku,

Rachmad Alif Firdaus
23 June 2015 at 11:20

postingan sampah.

muqoddimahnya bagus, ternyata akhirnya juga adu domba.

theman
23 June 2015 at 11:27

jadi lu bilang orang NU skarang sama kyai hasyim beda?dapat referensi dari mana koq tahu beda..??

theman
23 June 2015 at 11:29

la kalo disholatkan dan didoakan bagus, kenapa di tahlili koq ga boleh didalamnya g kalah bagus lo dari do'a, yg ngedoain lebuh banyak lagi..

theman
23 June 2015 at 11:32

lo apa sahabat tidak merunut sama nabi?aneh banget..sahabat yg dekat sekali dengan nabi ada banyak jika satu berbuat yg tidak sesuai bukankah ada yg lainnya tapi aneh sekali dalam sejarah tidak ada yg ngritik umar tarawih 20 rakaat atau usman adzan 2 kali

theman
23 June 2015 at 11:33

ha2 makruh maksudnya koq mendekati haram?belajar dari mana mas?di ketawain anak MI lo

theman
23 June 2015 at 12:57

harusnya kalo menurut definisi anda Muhammadiyah itu tukang bid'ah model akut ya?tapi kenapa NU yg nurut manut pada pendahulu sering disebut kuburiyun, ahlul bid'ah, sesat, bahkan kafir..aneh banget kan?

theman
23 June 2015 at 13:08

ini mah wahabi nya abdul wahab (emg ada wahabi yg lain) dan disayangkan Muhammadiyah yg dikota2 isi nya kayak si abi darda ini..

23 June 2015 at 15:00

mangga mampir ke link yang saya beri :) | InSyaaAllah para ulamanya MD dan NU seperti di Miftahul Huda masih pada sejalan, tapi untuk para pemimpinnya apalagi Said Aqil Sirad selalu beda.

coba ke http://kazekate.com/islam/landasan-islam/manhaj/islam-dan-ormas/

23 June 2015 at 15:03

referensinya dari Silaturahim Akbar ANAS, dan saya memang anak NU yang mondok di pondok NU :) banyak ulama NU yang sudah melenceng dr Qur'an dan Sunnah

Wido Hirawan
24 June 2015 at 03:42

seharus nya media anda ini mempersatukan umat muslim, bukan sebalik nya.

Didik Achmadi
24 June 2015 at 04:58

Bagi anda yg membuat artikel ini mohon dilampirkan refernsi yang benar, banyak kalimat provokatif di tulisan anda seolah-olah menyudutkan pihak tertentu. Islam itu bukan milik Muhammadiyah maupun Nu melainkan ummat seluruh alam. Sy org muhammadiyah, 6 tahun sy sekolah di NU. Sy pernah tahlilan; diba', terawih 22, namun sy juga tdk mengatakan NU mengamalkan yg tdk benar. Ada beberapa amalan didalamnya yg menyimpang. Org meninggal harus tahlil yg kerabat ditinggalkan tak mampu mengadakan tahlil sampai harus hutang sana kemari. Ini yg salah. Bukan NU yg salah, namun pengikutnya yg salah. Sama halnya dg pengikut Muhammadiyah yg salah mengartikan ijma' dalam memutuskan sebuah hukum. Islam itu indah, tak memaksa. Namun tulisan anda sungguh memaksa. Salam.

theman
24 June 2015 at 10:26

ANAS itu aliansi anti syiah?NU g pernah ngikut2 yg begitu2, habib al kaff tidak pernah dekat dgn NU dia labih dekat ke DDI dan beliau tidak mewakili PWNU jatim cek disini (http://www.muslimedianews.com/2015/03/deklarasi-aliansi-nasional-anti-syiah.html)
lagian anak NU ga akan pernah bilang kayak gini : tapi mereka tidak pernah melakukan Bid'ah lho, krna amaliyah NU memang bnyak yg bid'ah tapi hasanah sesuai dengan pemahaman ulama salaf bukan ulama wahabi ..ayo NU mana mas? :)..ato jangan2 ga paham NU itu gimana

theman
24 June 2015 at 10:27

NU garis lurus ya mas?

Juni
24 June 2015 at 13:14

Wr.wb????
Salam macam apa tu?

Juni
24 June 2015 at 13:15

Ass??????
Pantat
Wr.wb????
Mknan apaan???
Wass???
Opo iku???

Juni
24 June 2015 at 13:25

Intinya tiada sesembahan yg patut di sembah melainkan ALLAH dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.
Yg dapet hidayah dan sudah memang di siapin surga sebelum meninggal ya bersyukurlah kelak.
Yg belum dapet hidayah dan harus mampir neraka dulu ya yg sabar.kalau udah slese masa hukumannya pasti akan di angkat dari neraka(kecuali yg kekal di neraka)
Itu saja dari saya.

Suyanto
25 June 2015 at 07:43

Sebagian isi postingan anda benar, tp bnyak juga yg tidak sesuai fakta....kalau dibilang KH. Ahamad Dahlan pernah jd imam masjid Syuhada shalat tarawih, sungguh tidak masuk akal...KH. Ahmad Dahlan meninggal 1923, sementara masjid syuhada baru di bangun peletakan batu pertamanya saja th 1952....mhn berhati hati karna menyangkut informasi yg anda bagikan bnyk orang, bisa sesat dan menyesatkan.

oblak
25 June 2015 at 09:51

sodaraku,
tahukah kamu siapa yang menangis jika seperti ini ?
maaf kalau saya lancang, saya hanya ahli maksiat, dalam pandangan saya saudara saudara adalah patokan standar perilaku penerus nabi. hafal ilmunya hafal amalan nya. cukup saya aja kalau hanya ingin jadi contoh bagaimana kalau umat berselisih bagaimana kalau umat banyak omong. buat saudara seiman, mungkin ada beberapa kawan yang jelas jelas berbeda dalam melakukan ibadahnya, alangkah nikmatnya jika sebuah perbedaan kita cari bersama sama bukan atas asas pembenaran/klaim. mari di cari bersama sama, sayangi saudara kita

Umi Nahlia
25 June 2015 at 11:40

saya setuju dengan tulisan anda di awal, bahwa KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy'ari adalah dua ulama hebat (Allahumma Yarhamhum), awal saya berfikir tulisan ini akan obyektif, ternyata keliru... sangat disayangkan... :(, sudahlah semua pasti ada dalil ketika memutuskan sesuatu, toh ulama2 yang ada di Nu dan Muhammadiyah insy ulama-ulama yang bersih hati, berbuat untuk kebaikan ummat, jadi please.... jangan memperkeruh.... Nu atau Muhammadiyah, stop saling menghujat! kita semua bersaudara...Wallahu a'lam bisshawab

Agus Lahendra
25 June 2015 at 13:14

1. https://aslibumiayu.wordpress.com/2012/04/08/hukum-tahlilan-menurut-nu-silahkan-dibaca-mudah-mudahan-bermanfaat/

2. https://axingx5.wordpress.com/2013/01/20/tahlilan-selamatan-kematian-menurut-hasil-muktamar-nu-ke-1/

Ari
26 June 2015 at 13:13

mas Ahmad Zilyoul Wahid,

yang dimaksud bid'ah dalam pembahasan kita ini adalah dalam "tata cara ibadah" bukan "sarana dunia".
Kalau sarana dunia itu sah saja misalkan Naik motor, mobil, pesawat, hp, laptop.

Namun kalau tata cara ibadah yang tidak diajarkan nabi adalah bid'ah (semua bid'ah dlm ibadah adalah sesat).

Kita ini disuruh menyelisihi umat lain, misal umat lain memanjangkan kumis, maka kita dianjurkan memotong kumis.

contoh lain, Kita tidak boleh sholat ketika tepat matahari terbit karena itu seperti para penyembah matahari (berarti kita harus menyelisihi penyembah matahari) penyembah matahari ibadahnya dengan caranya sendiri sedangkan kita ibadah dengan sholat pun dilarang. hukumnya haram sholat pas tepat matahari terbit.

Nah kalau hitungan tujuh harian (membacakan yasin 7 hari) lalu empat puluh harian (membaca yasin) lalu seratus harian atau nyatus (membaca yasin) dan seribu harian atau nyewu (membaca yasin) itu sebenarnya mengambil hitungan orang hindu (tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, seribu hari). Kan kita di suruh menyelisihi umat lain.
Barang siapa menyerupai suatu umat maka ia bagian dari umat itu?

Arif Widodo
27 June 2015 at 01:13

Mohon maaf tapi tulisan ini terasa agak tendensius, sembari berharap Dewan Tarjih Muhammadiyah akan menggunakan hak jawab. Lebih dari itu, menurut saya yang masih fakir ilmu, dalam hal beribadah tentunya bukan bersandarkan kebiasaan mana yang lebih patut diikuti Muhammadiya atau NU, tapi kembali ke Qur'an dan Hadits. Pengalaman saya di luar Indonesia bertemu orang-orang dengan berbagai latar belakang, banyak praktik menjalankan ibadah yang malah tidak sama dengan NU dan juga Muhammadiyah, perbedaan minor/khilafiah juga banyak tapi kami tidak pernah mempersoalkannya selama ada landasannya.

3i
27 June 2015 at 13:58

jaman nabi muhammad juga tidak menggunakan pengeras suara, bidah bukan

3i
27 June 2015 at 14:03

lah itu yang kemudian beberapa fihak menganggapnya sebagai Bid'ah dan sesat......

3i
27 June 2015 at 14:08

di mekkah taraweh 20 rakaat kenapa tidak sama dengan anda?

datu666
28 June 2015 at 12:35

Tahun 90 an perasaan waktu itu saya lebaran duluan,,, saya ingat pada waktu itu pasar senin,, kaum nahdiyin masih puasa,, saya sudah lebaran,,

hasnul
28 June 2015 at 13:25

Selamat kepada sang penulis, penyunting dan penyebar tulisan ini, anda telah tergabung dengan barisan pemecah Islam. InsyaAllah tempat yang layak sudah menanti...bravo.

nipellsleep
29 June 2015 at 23:13

wah ini mesti penerus MKG rupanya :D

MsAnakbangsa
30 June 2015 at 04:00

teman2 monggo paparkn argumen anda. jangan saling berhujjah hanya pakai nafsu tanpa dasar.

ben syafiq
30 June 2015 at 05:33

Inilah....kalau zaman orangnya sudah pandai pandai,
cuma sayang kepandaiannya belum terakomodir
untuk menjadi ilmu yang manfaat bagi dirinya
maupun orang lain. Digunakannya untuk caci maki.
sayang sekali. mengapa..? sebab hubbunnafs.

arfan ahmad
30 June 2015 at 22:10

islam memang berkiblat ke mekah madinah broo,, karna dua kota itu yg tidak bisa di masukin fitnah / dajjal entah kamu menamainya wahabi atau apapun tapi ya itu islam,

nabil
1 July 2015 at 13:19

Saya muhammadiyah...
Anda sudah yakin bila anda alim?

nabil
1 July 2015 at 13:20

Saya Muhammadiya

nabil
1 July 2015 at 13:21

Saya Muhammadiyah

ben syafiq
3 July 2015 at 06:22

سبحن الله والحمدلله ولا اله الا الله والله اكبر
يا الله.....معف اورع فد فندي برعلم تتافي
فد جفات جفات ايموسي بركت كسر كسر...؟

Eddy Noegroho
3 July 2015 at 18:24

PENULISNYA NGAWUR... BIN INSOMNIA... KHA DAHLAN MENINGGAL THN 1923 KOK DIBILANG NGIMAMIN SHALAT TARWEH 20 RAKAAT DI MASJID SYUHADA.....YANG BARU DIRESMIKAN OLEH B.KARNO PADA 1951..SELURUH
TULISANNYA MENJADI TIDAK VALID BAGIKU....

makauci@gmail.com
6 July 2015 at 04:33

Muhammadiyah mah klo mati tinggal dikubur ae, ngk usah di doain segala :D

Abi Jayandi
16 July 2015 at 15:26

saya perhatikan rasyid sama ummat ini kayaknya orang yang sama,,,, licik sekali ini orang...

Abi Jayandi
16 July 2015 at 15:28

artikel ini penuh dengan kedustaan, sayang sekali NU dipenuhi dengan orang2 semacam ini.

Alfan Fadli
17 July 2015 at 13:18

perdebatan tidak penting, sudahlah wahai saudara2ku..intintinya kita saling menghormati saya..,,perebatan2 ini seolah kalian membela islam,seolah islam akan hancur gara2 perbedaan...ngapain kita susah2 MEMBELA ISLAM?? harusnya kita memohon agar di bela Oleh islam. ISLAM itu KEKAL....kita butuh ISLAM, tapi ISLAM TIDAK buuh kita, orang yang berani membela pastinya harus lebih kuat dari yang dibela,,sekarang saya tanya...apakah saudara2 sekalian sudah merasa HEBAT daripada ISLAM ????? renungkan....maaf...jika ada kata2 saya yang salah,,,wassalam

Alfan Fadli
17 July 2015 at 13:35

perdebatan yang tidak perlu, wahai saudara2ku... argument2 yang kalian lontarkan seolah2 kalian sangat takut islam hancur,kalian ingin membela ISLAM dengan keyakinan kalian sendiri2...benar kan?
buat apa??? ISLAM itu gak perlu di bela, harusnya kita memohon pad islam agar kita di lindungi,dan di bela islam di akhirat nanti,,islam itu kuat,kekal,abadi,,,sedangkan kita? ingat pada dasarnya,orang yang membela harus lebih kuat dan tangguh dari yang di bela!!!
apa saudara2 sudah merasa hebat dari ISLAM? APA kalian pikir ISLAM perlu pembelaan kita??coba renungkan,,


alangkah baiknya jika kita saling menghormati saja,..yang penting kita tetap istiqomah pada keyakina kita masing2,dan menjadikan alquran dan alhadits sebagai pedoman kita,,,


maaf,jika ada kata2 saya yang salah...wassalam

bejo
17 July 2015 at 21:03

jadi maksudnya ajaran Kyai Ahmad Dahlan gak sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW ????
jadi bingung

dick11
24 July 2015 at 07:53

No tolerance for intolerance....kaum terpecah belah..kalian seagama tapi layaknya musuh sepersusuan..banyak yang ingin menghancurkan islam dan kalian saling berbangga akan perspektif yang mempermudah mereka menang..saya bukan ahli agama tapi saya miris melihat kalian layaknya komedian yang menghibur para perusak islam...wassalam saudaraku...i'm Muhammadiyah but I'll try to respect with the others

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News