Top News :
Home » , , » Fatwa Ulama Aceh: Aqidah Salafi itu Sesat dan Menyesatkan

Fatwa Ulama Aceh: Aqidah Salafi itu Sesat dan Menyesatkan

Posted on Sunday, 24 August 2014 | garis 00:12

Muslimedianews, Banda Aceh ~ Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh belum lama ini menyatakan bahwa ajaran baru kelompok Salafi adalah ajaran sesat dan menyesatkan, baik dibidang aqidah maupun ibadahnya. Hal ini tertuang dalam Fatwa MPU Aceh Nomor 09 Tahun 2014 Tentang Pemahaman, Pemikiran, Pengalaman, dan Penyiaran Agama Islam di Aceh.

Fatwa para ulama Aceh yang dikeluarkan pada 27 Sya'ban 1435 H/ 25 Juni 2014 ini menyebutkan bahwa pengajian Kelompok Salafi di Gampong Pulo Raya Kecamatan Titeu Kabupaten Pidie dan ditempat lainnya adalah sesat dan meminta pemerintah untuk segera menutup pengajian, penyiaran dan ceramah serta melarang aktivitas kelompok Salafi.

Ketua MPU Aceh, Drs Tgk H Gazali Mohd Syam, mengatakan fatwa ini dikeluarkan setelah melakukan pengkajian mendalam bersama puluhan ulama di berbagai kabupaten/ kota, dan pertemuan dengan pimpinan kelompok Salafi.

“Fatwa MPU Aceh dikeluarkan terhadap ajaran Salafi itu dilakukan setelah beberapa pengkajian bersama 47 ulama, yang berada di kabupaten/ kota, termasuk beberapa kali pertemuan dengan pimpinan Salafi,” kata Ketua MPU Aceh, Drs Tgk H Gazali Mohd Syam, Kamis (21/8/ 2014).

Disebutkan ajaran Salafi di Pulo Raya khususnya di Aceh, sangat jauh berbeda dengan ajaran Salafi yang berkembang di masa sahabat Nabi Muhammad, Salafi di Mesir dan Salafi di Arab Saudi.

Hasil keputusan fatwa MPU Aceh menghasilkan 4 poin penting di bidang aqidah dan 5 poin di bidang ibadah yang ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam. Seperti yang tertuang dalam ajaran Salafi, Allah itu berada di atas 'Arsy/ langit dan Allah itu membutuhkan tempat, waktu, dan arah. Ini berarti Allah membutuhkan makhluk karena semua itu baik Arsy, tempat, dan waktu adalah ciptaan Allah padahal Allah tidak membutuhkan itu semua.

Inilah 4 poin aqidah Salafi yang sesat dan menyesatkan yang dikeluarkan MPU Aceh:

  1. Meyakini Allah di atas langit/ 'arsy, 
  2. Meyakini Allah terikat dengan waktu, tempat dan arah, 
  3. Meyakini kalamullah itu berhuruf dan bersuara dan 
  4. Meyakini nabi Adam AS dan Nabi Idris AS bukan Rasulullah.

Sedangkan di ibadah yang salah dalam ajaran Salafi adalah niat shalat di luar takbiratul ihram, haram qunut pada shalat Shubuh, haram memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, haram berzikir dan berdoa berjama’ah, serta wajib mengikuti hanya Alquran dan hadist dalam bidang aqidah, syariah dan akhlak.

Berikut adalah bunyi fatwa lengkap MPU Aceh tersebut:



FATWA MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA ACEH NOMOR 09 TAHUN 2014 TENTANG PEMAHAMAN, PEMIKIRAN, PENGAMALAN DAN PENYIARAN AGAMA ISLAM DI ACEH

DEWAN PARIPURNA ULAMA MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA ACEH MEMUTUSKAN :

Menetapkan : FATWA TENTANG PEMAHAMAN, PEMIKIRAN, PENGAMALAN DAN PENYIARAN AGAMA ISLAM DI ACEH.

PERTAMA : Bidang Aqidah

A. Mengimani bahwa zat Allah hanya di atas langit/’arasy adalah sesat dan menyesatkan;
B. Mengimani bahwa zat Allah terikat dengan waktu, tempat dan arah (berjihat) adalah sesat dan menyesatkan;
C. Mengimani bahwa kalamullah itu berhuruf dan bersuara adalah sesat dan menyesatkan;
D. Mengimani bahwa Nabi Adam AS dan Nabi Idris AS bukan Rasulullah adalah sesat dan menyesatkan.

KEDUA : Bidang Ibadah

A. Pemahaman yang membolehkan niat shalat diluar takbiratul ihram adalah salah;
B. Pemahaman yang mengharamkan qunut pada shalat shubuh adalah salah;
C. Pemahaman yang menyatakan bahwa haram memperingati maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah;
D. Pemahaman yang menyatakan bahwa haram berzikir dan berdo’a secara berjama’ah adalah salah;
E. Pemahaman yang menyatakan bahwa wajib mengikuti hanya Al-Quran dan Hadits dalam bidang Aqidah, Syari’ah dan Akhlak adalah salah.

KETIGA : Taushiyah

A. Meminta pemerintah untuk segera menutup pengajian, penyiaran dan ceramah yang difatwakan sesat oleh Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh seperti pengajian Kelompok Salafi di Gampong Pulo Raya Kecamatan Titeu Kabupaten Pidie dan ditempat lainnya serta melarang aktivitasnya;
B. Meminta kepada masyarakat untuk tidak mengikuti pengajian, ceramah, penyiaran dan diskusi yang menyimpang dari ajaran Islam;
C. Meminta kepada orang tua (wali) untuk melarang anaknya mengikuti pendidikan dan kegiatan lainnya yang menyimpang dari Islam;
D. Meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, dan ukhuwah;
E. Meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu keagamaan dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan;
F. Meminta kepada orang-orang yang terlanjur mengikuti ajaran menyimpang untuk segera bertobat dan membekali diri dengan ajaran Islam yang benar;
G. Meminta kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti Fatwa Majelis Permusya-waratan Ulama Aceh ini.

Ditetapkan di : Banda Aceh
Pada tanggal : 27 Sya’ ban 1435 H/  25 Juni 2014 M


PIMPINAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA ACEH

K e t u a,
d.t.o.
Drs. Tgk. H. Gazali Mohd. Syam

Wakil Ketua,
d.t.o.
Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA

Wakil Ketua,
d.t.o.
Tgk. H.M. Daud Zamzamy

Wakil Ketua,
d.t.o.
Tgk. H. Faisal Ali



Sumber: Website Resmi MPU Aceh/ HarianAceh
Redaktur: Ibnu Munir



Share this post
:
Comments
25 Comments

+ comments + 25 comments

Tia Novita
26 August 2014 at 21:04

orang2 di warung kopi kok ketawa kalo baca Fatwa Ulama Aceh y..? kenapa
y..? kok gak da dalil yg ditunjukkan satu pun..? apa landasan Agama di
Aceh..? Alquran dikemanakan..? Hadist diurut ke berapa..? apa islam d
Aceh hanya hasil rekayasa pikiran MPU y..? kayaknya MPU perlu blajar
lagi deh, Maboook, hana jep kupi watei bwt Fatwa y? hahahahaha....
kalo cuman mencap org sesat aja y anak2 pun bisa,

Tia Novita
26 August 2014 at 21:25

orang2 di warung kopi kok ketawa kalo baca Fatwa Ulama Aceh y..? kenapa
y..? kok gak da dalil yg ditunjukkan satu pun..? apa landasan Agama di
Aceh..? Alquran dikemanakan..? Hadist diurut ke berapa..? apa islam d
Aceh hanya hasil rekayasa pikiran MPU y..? kayaknya MPU perlu blajar
lagi deh, Maboook, hana jep kupi watei bwt Fatwa y? hahahahaha....
kalo cuman mencap org sesat aja y anak2 pun bisa,

Tia Novita
26 August 2014 at 21:47

orang-orang yg duduk d MPU hendaknya perlu blajar lagi ilmu Agama, dalami dulu baru bicara, Knapa berfatwa tanpa dalil.? Fatwa MPU Aceh berlandaskan apa..? Quran dan Hadits atau pikiran sendiri..? kasian Ummat islam D aceh

zaki
2 September 2014 at 11:50

Bandingkan fatwa MPU Aceh dengan Pandangan MUI Jakarta Utara Tentang Salaf / Salafi, http://kusnandarputra.blogspot.com/2013/01/fatwa-mui-tentang-salafi.html

Aminuddin Noor II
2 November 2014 at 03:31

Ulama yang di ulamakan oleh yang bukan ulama

S. Pawiro
8 November 2014 at 11:26

OH ternyata kelompok salafy sesat...Terimakasih informasinya

Agus Setyobudi
29 November 2014 at 23:42

Ah masa sesimple itu sih konklusi dari MPU Aceh. Kan mestinya penjelasannya lebih detail, klu nyalahin orang ya harus bisa mbenerin dengan dalil-dalil yang jelas. Klu spt tsb di atas jelas-2 memaksakan pemahamannya sendiri untuk orang lain.

Yun Al Fatahillah
30 November 2014 at 16:09

dalilnya mana? Kalau Allah tidak berada di atas arsy.. Bukankah banyak tertulis di Al Qur'an? kalau Allah berada di atas arsy.. As Sajadah: 4.. Ternyata MPU juga bisa salah... :)

Fatah
30 November 2014 at 16:12

apakah ada pernyataan Imam Syafii yang menetapkan melafadzkan niat sebagai sunnah?

Aldi Rahmat
8 January 2015 at 00:16

Assalamu'alaikum Warahmatullah.

Langsung saja ya,
Kenapa anda wahai Para MPU Aceh yang beranggapan pemahaman Salafi tentang Allah berada diatas Arsy' itu menyesatkan? Bukankah Al-Qur'an telah mengatakan sendiri pada Surat Al-A’raf: 54, Yunus: 3, Ar-Ra’d: 2, Al-Furqan: 59, As-Sajdah: 4 dan Al-Hadid: 4, semuanya dengan lafazh:

ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

Artinya:

“Kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).”

Pertanyaan nya, Dia itu siapa? Dia itu ialah Dia Allah Yang Maha Agung Maha Perkasa. Berarti, Allah toh yang duduk diatas 'Arsy yang agung bukan? Sudah tertera kok di Al-Qur'an. Masih bisakah anda melanggar pemahaman ini & menganggap ini sesat?


Wahai Para MPU Aceh dan jajarannya, kembalilah ke jalan Allah dan As-Sunnah, dan , saya sangat sakit hati bahwa anda mengatakan "Salafi menganggap haram memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, haram berzikir dan berdoa berjama’ah, serta wajib mengikuti hanya Alquran dan hadist dalam bidang aqidah, syariah dan akhlak".

- Lah memang iya kok Maulid Nabi itu haram, kenapa? Adakah anda mempelajari/mendapati 1 butir hadits dari Rasulullah atau pun para Sahabat tentang MAULID NABI tersebut? 1 pun tidak ada hadits yang keluar dari Rasulullah/para Sahabat tentang adanya kegiatan MAULID NABI itu pada zaman rasulullah/sahabat, kalau pun ada, pastilah itu hadits dhoif (palsu).

Berarti umat Islam diakhir zaman ini sudah tidak berpegang pada ajaran rasulullah dan membuat ajaran yang baru dengan sesuka hati mereka. Anda (Para MPU Aceh) jangan membuat omongan sendiri dan anda juga salah karena tidak bersandar pada Hadits dan Al-Qur'an. Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah telah bersabda (yang artinya) :

"Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada pemimpin) meskipun (yang memimpin kalian) seorang budak Habasyi, sebab sesungguhnya siapa pun di antara kalian yang masih hidup (sepeninggalku), maka ia akan melihat berbagai perselisihan. Oleh karena itu hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunahku dan sunah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk (Allah). Pegang erat sunah tersebut dan gigitlah dengan gigi geraham. Berhati-hatilah kalian terhadap muhdatsatil umur (hal-hal baru), karena sesungguhnya semua muhdats (yang baru) itu bid'ah dan semua bid'ah adalah sesat. (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Tirmidzi).

1 tujuan sama berkomentar disini :
Janganlah anda beranggapan sesuai keenakan lisan/pikiran anda. Kalau ingin mencetuskan fatwa, hendaklah dikaji dengan sempurna. Bagaimana bisa sempurna? Ya seperti yang saya katakan tadi, yaitu "Berpegang teguh pada Sunnah Rasulullah (Hadits-hadits) dan hendaklah juga bersandar pada Al-Qur'an".
Apabila itu sudah dilakukan, Insya Allahhu Ta'ala, semua orang pasti akan merespond baik kepada fatwa Anda.

Sekian, Jazakumullahukhoir, Assalamu'alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.

Aldi Rahmat
8 January 2015 at 00:25

Jagalah mulut anda wahai saudaraku, janganlah anda menjadi makhluk yang melampaui batas, kaji lah tentang salafi lebih dalam, dan apakah anda juga mengatakan "Imam Asy-Syafi'i" juga sesat? Imam Asy-Asyfi'i (semoga beliau dirahmati Allah) adalah salah satu generasi setelah para sahabat, dan pendahulu kuta semua. Cobalah anda browsing lebih dalam tentang Salafiyyah, dan jangan hanya mendegar fatwa diatas yang tidak tau tonggak pembicaraan, dan barulah anda berkoak lagi

Aldi Rahmat
8 January 2015 at 00:39

Niat hanya lah didalam hati, misalkan, apabila anda hendak sholat haruslah hendak ambil wudhu' terlebih dahulu, nah jika saya bertanya saat anda mengambil air wudhu, "Anda mau ngapain?" , anda mengatakan "saya ingin sholat".

Nah, dari sini lah berasal niat itu. Anda mengambil air wudhu' untuk sholat bukan? Berarti anda sudah berniat untuk sholat. Tidak pakai "Nawaitu dst..."
Berarti, niat adalah kesengajaan terhadap suatu pekerjaan, dan tidak perlu diucapkan/dilafadzkan.

Sekian.
Assalamu'alaikum Warahmatullah.

kasfulkurniawan
26 January 2015 at 10:53

lucu ah.. yang ngeluarkan fatwa ini seperti tidak ber'ilmu..

asyfa
30 January 2015 at 21:37

salaf adalah generasi terdahulu ummat ini, salaf adalah manusia yang belajar langsung dari rosululloh, yang mengerti persis cara beragama nabi, kalo kalian mau baik agama dan dunianya, ikutilah cara salaf beragama niscaya akan baik. sedang yang tidak mengikuti salafussoleh, dipastikan kalian akan mengikuti sembarang manusia, niscaya akan sesat, mpu bisa belajar agama lebih dalam dulu sebelum berfatwa,...

Muhammad Murdiansyah Nugraha
1 February 2015 at 18:37

gan, bkan ulamanya yg menyimpelkan keputusan. tp redaktor tulisan ini terlalu menyimpelkan tulisannya, mgkin dgn alasan hanya disampaikan hasil saja. ya pastinya ulama2 tsb lbih tau dr kt kok. mereka uda bka kitab dan mgkin uda menggathamkamnya.

dian
9 February 2015 at 06:00

Ada artikel di situs ini yang menjelaskan bahwa imam al as'ariy tidak mengkafirkan siapa pun. Tapi kok situs ini begitu bencinya pada kelmpok yg disebut salafi. Berarti pendapat imam yg diikuti dalm aqidah ga diamalkan. Org yang bersyahadat tidak ada Ilah selain Allah, Muhammad adalah Utusan Allah kemudian sholat puasa zakat menyeru kebaikan kok dibilang sesat. Sdg org2 yg jelas ga sholat bikin onar mabuk judi zina ga diprotes. Dan kristenisasi makin merajalela. Jgn terlalu sibuk menyerang dong. Garis pertahanan jgn sampai dilewatkan.Kalo nulis asl nulis aja admin ini .

Ahmad Ryuzaki
17 March 2015 at 11:23

tau perbedaan Nabi sama Rasul tdk? Setiap rasul pasti seorang nabi, namun tidak setiap nabi itu seorang rasul, dengan demikian, jumlah nabi jauh lebih banyak dibanding jumlah rasul.Rasul diutus kepada kaum yang kafir, sedangkan nabi diutus kepada kaum yang telah beriman
Nabi yang pertama adalah Adam dan rasul pertama adalah Nuh
Ilmu itu lebih utama dari tindakan dan ucapan

apamtho
8 April 2015 at 11:26

kata ulama sesat ya sesat ? ulama lebih tau dari kita ? kenapa mereka mengajarkan agama kepada orang yang sudah beragama, kafir yang tidak beragama yang seharusnya di ajarkan agama mereka, jangan ke aceh!!!

apamtho
8 April 2015 at 11:28

belajar agama buk...........

apamtho
8 April 2015 at 11:30

anda yang tak berilmuuuu>>>>>>>>>>>>>>>> jagan sok tau .. pergi ke pesantren supaya ada ilmuuu

apamtho
8 April 2015 at 11:55

jangan sok tau

apamtho
8 April 2015 at 12:07

raneeh lee nejeb kupi maka lagenyaan hai cupooo

Syuaibar Iqbal
26 June 2015 at 02:23

Dalam fatwanya mpu tidak menyebut semua salafi. Tapi hanya salafi di pulo raya saja. Bukan salafi di mesir ataupun saudi. Muslimedia telah menyebar fitnah kepada mpu aceh dan menyatakan seolah2 semua salafi sesat dari judul artikel. Allahu musta'an. Bertaubatlah, mumpung ramadhan.

arizz
26 June 2015 at 18:08

ALLAHUAKBAR....menyatakan sekelompok org itu sesat bkn perkara mudah looo..helllo MPU....mana Alquran dan Hadist nya...kok logika2 ajaaa., terusss menyalhkan landasan alquran dan hadist untuk aqidah..klo bkn dri 2 landasan itu dri mana jugaaaaajugaaaaa..apa dari fatwa2 yg gk jelas ini...ala hai eh mlaaaaaam....

hamba allah
22 July 2015 at 17:12

JANGAN MERASA PALING BENAR.....KECUALI DIANTARA KALIAN ADA YG SUDAH PERNAH MASUK SURGA,,,,JADI SEHARUSNYA ISLAM LEBIH BERSATU...SEMUA ALIRAN SEMOGA BENAR...DAN KITA SALING MEMBERIKAN MASUKAN YANG TERBAIK....

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News