BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Tuesday, August 12, 2014

JAT Pecah soal ISIS, Mantan Anggota Bentuk Jama'ah Ansharus Syari'ah (JAS)

Muslimedianews.com, Bekasi ~ Keanggotaan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang tidak mendukung pergerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), dianggap berseberangan dengan ideologi JAT. Dengan begitu, keanggotaan jamaah ini mesti menanggalkan semua atribut yang berkaitan dengan JAT.

"Keanggotan kami telah keluarkan dari Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) karena menolak pergerakan ISIS di Indonesia. Selanjutnya, kami membentuk dan mendeklarasikan Jamaah Ansharusy Syariah (JAS)," ujar Amir Jamaah Ansharusy Syariah, Ustadz Muhammad Achwan, saat musyawarah pembentukan JAS di Asrama Haji Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/8/2014) petang.

Latar belakang pembentukan JAS ini, kata Muhammad Achwan, terkait pergerakan ISIS yang bertentangan dengan aqidah Islam.

"JAS dibentuk karena merespon perbedaan pendapat yang terjadi pada anggota JAT dalam menyikapi Khilafah Islamiyah oleh Daulah Islamiyah di Irak dan Syam (ISIS). Amir JAT, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, telah memutuskan bahwa seluruh anggota JAT yang menolak klaim khilafah itu harus keluar dan tidak lagi dalam ikatan JAT," ungkapnya.

Meski begitu, kata dia, hubungan antara JAS dengan JAT masih tetap dijaga, sebagaimana layaknya hubungan antar jamaah untuk saling menasehati sesama kaum Muslimin. Anggota JAS berpegang teguh pada nilai-nilai syariah yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah (ajaran nabi).

Saat musyawarah pembentukan JAS, hadir pula petinggi JAS lainnya antara lain, Sekretaris Majelis Syariah JAS Fuad Al Hazimi, Wakil Juru Bicara JAS Abu Al Izz, serta Ketua Majelis Syuro Abdurrochim Ba'asyir.

Saat ini, keanggotan JAS sudah terdata sekitar 2.000 orang yang tersebar di enam wilayah nusantara. "Wilayah yang sudah terbentuk keanggotaan kami antara lain, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat dan Bengkulu. Cikal bakal keanggotaan sudah mucul di Tangerang, Samarinda dan Balikpapan," klaim Fuad Al Hazimi.

Kegiatan JAS, kata Fuad Al Hazimi, melakukan dakwah ke masjid-masjid seperti biasa serta melaksanakan penegakan Syariah Islam.

Saat disinggung terkait ideologi Pancasila yang menjadi dasar negara, pihaknya mengatakan, JAS menegakkan Syariah Islam. "Kami menjalankan ideologi Islam. Memperjuangkan tegaknya Syariah Islam di Indonesia," imbuhnya.

JAS adalah pecahan dari JAT. Sebelumnya, JAT sendiri merupakan pecahan dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Abu Bakar Ba'asyir adalah pimpinan MMI tetapi akhirnya keluar dan memmbentuk JAT. Saat ini Majelis Mujahidin dipimpin oleh Irfan S. Awwas.

[MKL/Beritasatu.com/Muslimedianews.com]
« PREV
NEXT »

1 comment

  1. Kita lihat saja sebentarlagi akan jelas siapa yang haq dan siapa yang bathil siapkan lah hati dan fiqrah antum kalo ternyata yg haq itu tidak sesuai dengan yg antum kira sekarang

    ReplyDelete