BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Saturday, August 16, 2014

Ustadz HTI Haramkan Upacara Bendera dan Menjadi Pembina Upacara

Muslimedianews.com ~ Muhammad Shidiq Al Jawi atau H. Ir. M. Shiddiq al-Jawi, MSI, salah seorang ustadz HTI sekaligus Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam sebuah "fatwanya" mengharamkan upacara bendera dan menjadi pembina upacara.

Menurutnya, upacara bendera yang dilaksanakan saat ini dianggap sebagai sarana untuk menyeru dan menanamkan pada paham nasionalisme yang haram.


"Haram juga hukumnya segala macam jalan atau sarana yang mengantarkan pada perbuatan menyeru kepada ‘ashabiyah, seperti upacara bendera atau menjadi pembina upacara. Sebab upacara bendera yang dilaksanakan di Dunia Islam saat ini, tiada lain adalah sarana atau jalan untuk menyeru dan menanamkan paham nasionalisme.",

Ustadz HTI mengharamkan Nasionalisme yang diartikannya sebagai fanatisme kebangsaan karena dianggap sebagai bagian dari bentuk Ashobiyah. Ia menyitir hadits riwayat Abu Daud untuk mendasari argumentasinya.  "Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang menyeru kepada ashabiyah.” (HR Abu Dawud, hadits hasan)"

Haramnya Nasionalisme bagi ustadz HTI tersebut sama seperti haramnya Zina dan Khamr, sehingga perantara yang mengantarkan pada perbuatan Zina dan meminum Khamar atau semisalnya juga dihukumi haram.

M. Shiddiq Al Jawi menggunakan kaidah "al-wasilah ila al-haram haram” (segala perantaraan yang membawa pada yang haram, hukumnya haram juga) untuk menguatkan pendapatnya tersebut. Dengan metode yang sama pula, Shiddiq Al Jawi mengharamkan upacara bendera dan menjadi pembina bendera.

Dalam ulasannya, Shiddiq Al Jawi juga mengutip pendapat pendiri HT yang mengatakan bahwa nasionalisme berasal dari negara kafir penjajah.

"Padahal Islam tidak pernah mengajarkan dan membenarkan paham nasionalisme. Paham nasionalisme sebenarnya berasal dari negara-negara kafir penjajah. Paham ini sengaja dihembuskan kepada Dunia Islam untuk memecah belah kaum muslimin yang sebelumnya bersatu dalam satu kekhilafahan (Taqiyuddin an-Nabhani, Piagam Umat Islam, hal. 20-22)"., kutipnya dilansir situs syabab HTI detikIslam (16/8/2013) dikutip SyababIndonesia.com (14/8/2014). [1]

Tetapi menurut Shiddiq Al Jawi, bila terdapat paksaan (ikrah), maka tidak apa-apa melaksanakan upacara bendera selama hati tidak setuju. Menurutnya, hal itu bagian dari rukhshoh (keringanan), meskipun tidak dijelaskan lebih rinci mengenai rukhshoh dan batasan yang terkategori dengan paksaan (ikrah) tersebut.

Nahdlatul Ulama Tentang Nasionalisme
Asumsi ustadz HTI tentang nasionalisme sangat berbeda dengan para ulama dikalangan NU, Hadlaratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari pernah mengatakan :

"Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari Agama, dan keduanya saling menguatkan" [2]

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H As’ad Said Ali membedakan antara nasionalisme yang bertumpu pada nilai-nilai Islam dan nasionalisme yang sekuler. Hal itu yang membedakan dengan NU. Ia menegaskan bahwa rasa kebangsaan Nahdlatul Ulama tumbuh dan dilandasi nilai-nilai keagamaan pesantren. Hal inilah yang membedakan nasionalisme NU dengan nasionalisme sekuler. [3]

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj juga pernah mengatakan bahwa NU telah berhasil mengawinkan antara Agama dan semangat nasionalisme. NU telah memberikan sumbangsih dalam menentukan bentuk negara Indonesia; sebuah negara yang dijiwai nilai-nilai agama dan nasionalisme. [4]

Salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH. Abdul Wahab Hasbullah bahkan pernah membentuk organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916.

Oleh : Ibnu Manshur

[1]http://detikislam.com/cakrawala/tsaqofah/hukumnya-ikut-upacara-bendera-dan-menjadi-pembina-upacara/ (16/8/2013, https://www.facebook.com/KomunitasMuslimahRinduSyariahKhilafah/posts/533904926658622 (18/8/2013), http://www.syababindonesia.com/2014/08/hukum-ikut-upacara-bendera-dan-menjadi.html (14/8/2014)

[2] http://huseinmuhammad.net/satu-jam-bersama-gus-mus-7/
[3] http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,45946-lang,id-c,nasional-t,Nasionalisme+NU+Bertumpu+pada+Nilai+Pesantren-.phpx
[4] http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,23640-lang,id-c,warta-t,Said+Aqil++NU+Berhasil+Mengawinkan+Agama+dan+Nasionalisme-.phpx


« PREV
NEXT »

49 comments

  1. Gak usah macem2, kalo gak mau , jangan tinggal di nkri, minggat yang jauh, gitu aja repot.

    ReplyDelete
  2. lha... kalo sekarang nasionalisme yg bertumpu pd apa?
    apakah ekonomi ala kapitalisme yg diadopsi negeri ini bisa dikatakan nasiolasime berbasis nilai islam?
    dikuasainya SDA oleh asing apakah bisa disebut nasionalisme yg berdasarkn nilai-nilai islam?
    rusak dan bejatnya moralitas pergaulan remaja apakah bisa dikatakn nasionalisme yg berdasarkn nilai-nilai islam?
    #mikir dengn jernih.... dlm setiap peristiwa yg terjadi dinegeri ini... apakah berdasarkn islam?

    ReplyDelete
  3. Klo berdasarkan islam di jalanan bakal banyak bom bunuh diri , tembak dibelakang di selokan, perempuan menderita , seluruh opini dan pendapat dikebiri. tanpa kapitalisme anda ga bisa internetan dan beropini bebas seperti ini.

    ReplyDelete
  4. Aah Masa sih, kamu paling tau deh....!

    ReplyDelete
  5. Pancet ae. Kelakuannya. Pake istlh haram segala. Padahal anda juga menikmati kemerdekaan d NKRI. WAH ANDA GEJE.

    ReplyDelete
  6. Rasulullah Saw., adalah teladan kita, beliau sorang kepala negara Islam di Madinah, kemudian negara Madinah ini, memperluas wilayahnya ke berbagai wilayah sekitarnya. Perluasan wilayah ini terus dilakulan oleh Khilafah Islam sampai 14 abad kemudian 2/3 dunia ada dalam genggaman dunia Islam. Ketika Khilafah Utsmani runtuh tahun 1924, sekat faham nasionalisme inilah yg menjadikan ka muslim tidak bersatu. Faham nasionalie ini dari barat, bukan dari Islam. Oleh karena itu, mari kita hilangkan faham nasionalisme ini dan mari kita bersatu.

    ReplyDelete
  7. kamu hidup ditanah siapa??? siapa yg memperjuangkan negara indonesia?? ucacara haram2 ndasMu

    ReplyDelete
  8. Gampang silahkan bentuk negara sendiri tapi jagan di negara indonesia,kasus ini mirip dg kasus ahmadiah ngaku islam agama tapi tdk mengakui nabi muhammad sebagai nabi terakhir

    ReplyDelete
  9. boleh aja tp jangan di Indonesia tercinta... Indonesia negara yg plural. bikin aja negara baru di t4 lain atau ganti warga negara.. lbh cepat lbh baik..

    ReplyDelete
  10. ga ada yg namanya nasionalisme berbasis Islam atau nasionalisme yg berdasarkan nilai2 islam. berarti ada tidak paham dengan makna nasionalisme di indonesia. blajar lagi pendidikan kewarganegaraan di SD

    ReplyDelete
  11. Ampun DJ..semuanya haram cyiiiinnttt...tinggal dj hutan aja mas ustad..ga ada upacara bendera dsitu..

    Heran bikin fatwa sesuka hatinya aja..semakin banyak org yg disesatkan..bertobatlah..
    Nasionalisme jgn dicampuradukan dgn agama..nasionalisme dsini adalah kita bangga sbgai 1 bangsa Indonesia dan wajib membela negara serta mempertahankan NKRI

    Jd tolong jgn buat bangsa ini perang saudara krn fatwah ga penting kayak begitu mas..

    ReplyDelete
  12. Dia lupa asal usul dia !!!.. Lupa sama nenek moyangnya !!!. Lupa apa pura-pura lupa sama pengorbanan buyut-buyutnya. Inikah seorang ustad?. Ustad itu menyeru kepada kebaikan pak. bukan tukang provokasi.. Nama belakangnya pake Al-Jawi segala.. Jawa kan maksud loe?. Jawa ada mana pak?... Hellllooooooo.......

    ReplyDelete
  13. orang-orang yg mengatakan ulama HTI yg ingin khilafah harus keluar dari indonesia adalah orang bodoh dan berpikiran picik,asal kalian tau saja,negara indonesia ini merdeka krn para ulama dan mujahid,dulu belanda menjajah indonesia krn ingin menyebarkan kristen di indonesia tapi tdk bisa krn ada umat islam yg melawan.apa ada pejuang kristen yg melawan belanda?kalau yg bilang ada itu cmn kebohongan sejarah,Patimura saja adalah muslim,jdi wajar kalau umat islam ingin menerapkan syariat islam secara kafah krn umat islam yg berjasa,

    ReplyDelete
  14. noh, ngomong sama bokong. otak lo picik. Fanatisme lo bikin ga pantes jadi warga Indonesia. Pergi! Sekarang!

    ReplyDelete
  15. Ini fatwa apalagi? Saya kira pendapat diatas yg akan merusak tatanan nkri. Nasionalisme ini bukan menyembah atau menyekutukan Allah. Ini wujud syukur kita atas kemerdekaan yg dirasakan bersama antar suku ras agama dan budaya.

    ReplyDelete
  16. identitas NKRI adalah pancasila , uud 45 dan binekatunggal ika...harga mati...penduduk islam terbesar didunia hanyalah jumlah pemeluk agama....bukan identitas negara

    ReplyDelete
  17. INI INDONESIA BOOOSSS........!!! DISINI KITA WAJIB MEMATUHI DAN MENJUJUNG TINGGI ATURAN UUD YANG SUDAH DIATUR SEJAK KAKEK, NENEK ANDA BELUM LAHIR. KALAU ANDA TIDAK SUKA ATURAN INDONESIA, PERGI SAJA KE MANA YANG ANDA RASA COCOK DENGAN KEINGINAN ANDA. SAYA MELIHAT ORANG SEPERTI INILAH YANG HARUSNYA DUHUKUM MATI. SEBAB INI LEBIH BERBAHAYA DARI PENGEDAR NARKOBA. KARENA YANG DIEDARKANNYA BUKAN OBAT TERLARANG TETAPI FAHAM RASISME YANG BISA MEMBUAT ORANG TERMOTIVASI UNTUK MELAKUKAN PEMBERONTAKAN TERHADAP KEDAULATAN NKRI. SANGAT BERBAHAYA ORANG INI; INI BENAR-BENAR HARUS DI WASPADAI. SERIBU BAHKAN SEJUTA PENGEDAR NARKOBA TIDAK AKAN SANGGUP MERUBAH IDIOLOGI PANCASILA.
    TETAPI SEPULUH ORANG SEPERTI INI PASTI DAPAT MEMECAH BELA PERSATUAN DAN KESATUAN NKRI.

    ReplyDelete
  18. Harko Pranaristanto28 April 2015 at 11:31

    Kalau
    ustad itu patokannya adalah negara Arab Saudi, ini Ada bendera Arab
    Saudi dan Lagu kenagsaan Arab Saudi. Jadi orang Arab Saudi juga haram
    menyanyikan lagu kebangsaan mereka dan haram juga menghormati bendera
    mereka????

    Aash Al Maleek adl lagu kebangsaan Arab Saudi yg ditetapkan
    pd 1950. Lirik lagu ditulis oleh Ibrahim Khafaji, & musik oleh Abdul
    Rahman Al-Khateeb. Sebagai negara berbentuk kerajaan, Saudi Arabia,
    seperti halnya negara-negara Arab kerajaan atau emirat lainnya di dunia,
    lagu kebangsaannya mengandung unsur penghormatan kpd raja.

    Syair Arab ‘Aash al-Malik:
    ﺴﺎﺮﻋﻲﻠﻠﻤﺠﺪﻮﺍﻠﻌﻠﻴﺎﺀ

    ﻤﺠﺪﻱﻠﺨﺎﻠﻕﺍﻠﺴﻤﺎﺀ

    ﻮﺍﺭﻓﻌﻰﺍﻠﺨﻓﻕﺃﺨﺿﺭ

    ﻴﺤﻤﻝﺍﻠﻨﻮﺭﺍﻠﻤﺴﻄﺭ

    ﺭﺩﺩﺃﷲﺃﻜﺑﺭ

    ﻴﺎﻤﻮﻄﻨﻲ

    ﻤﻮﻄﻨﻲ

    ﻗﺩﻋﺸﺖﻓﺨﺭﺍﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ

    ﻋﺎﺶﺍﻠﻤﻠﻚﻠﻠﻌﻠﻢﻮﺍﻠﻮﻂﻦ

    Syair ‘Aash al-Malik:

    Saari’ii lil-majdi wal ‘alyaa-a
    Majjidii li-khaaliqis samaa-a
    Warfa’il khaffaaq akhdhar
    Yahmil an-nuur al-musaththar
    Raddidiy ALLAHU AKBAR!
    Yaa Mawthini!
    Mawthini!
    Qad ‘ishta fakhr al-muslimiin,
    ‘Aash al-malik, lil-’alam wal-wathan!

    Artinya:
    Bergegas menuju kemuliaan & kegemilangan,
    Kemuliaan bagi Sang Pencipta langitMengibarkan bendera hijau
    Membawa cahaya yg terang benderang
    Ulangilah Allah Maha Besar!
    Wahai negeriku!
    Negeriku!
    Sungguh telah jaya kaum muslimin,
    Semoga raja panjang umur, bagi alam & bangsa!

    ReplyDelete
  19. hahahahahahahaha....... sana..!!! belajar sejara dulu baru ngebacot, jangan cuman tau sampulnya doang hahahahahahahahahaaaa........ tidak tamat SD ya????

    ReplyDelete
  20. Kudu ngguyu pulian...

    ReplyDelete
  21. Yang ini lucu.. Belajar sejarah yang bener dulu...!!! Bukan hanya kaum muslim, orang2 kristen, saudara budha dan hindu.. Bahkan dulu kaum komunis juga ikut melawan penjajah.. Yang dilawan itu penjajahan dan kesewenang2an.. Makanya anda bisa sampe lahir.. Lahir di tanah yang merdeka.. Tanah NKRI..

    ReplyDelete
  22. m.irfan nugroho28 April 2015 at 13:23

    islam dan nasionalisme berbeda tapi tidak bertolak belakang.....kl uda bicara soal nasionalisme,ga memandang agama lagi. mau agama islam,kristen protestan,kristen katolik, hindu,budha, maupun kongfhuchu semua di hati kita NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.....NKRI harga mati

    ReplyDelete
  23. Hahaha
    aya aya wae ntu ustadz,
    Saking pinternya
    Mungkin gk pernah sekolah SD

    ReplyDelete
  24. Hilangkan pake jidatmu aja biar makin item :v

    ReplyDelete
  25. alasan nya haram upacara bendera karena tdk pernah diajarka dalam islam, menjadi pengemudi atau jadi sopir juga haram karena tdk pernah di ajarkan islam,menjadi dokter juga haram karena tdk pernah di ajarkan dalam islam. dalil nya si USTAZD GOBLOK

    ReplyDelete
  26. Mas..bangun mas.. Masih ngimpi aje loe ngomong cuma muslim yg berjuang.. Makanye baca buku sejarah yg bener.. Jangan cuma dicekokin info sesat sama ustad2 yg ga jelas. Loe jadi keblinger sndiri. Perjuangan melawan penjajahan sudah dimulai sebelum Islam masuk Nusantara. Seluruh golongan dan agama di Nusantara ini juga berjuang melawan penjajahan... Bangun mas..banguuunn..

    ReplyDelete
  27. HTI ini caper ("cari perhatian") aja. Maunya apa ?? keras gak jelas

    ReplyDelete
  28. Susah ya kalo orang ga ngerti falsafah negara kebangsaan.. Nasionalisme Indonesia ya didirikan berdasarkan falsafah n dasar negara, yaitu Pancasila.. Para pendiri republik ini sudah paham bahwa Indonesia itu majemuk, sekalipun mayoritas penduduknya muslim. Jadi Indonesia tidak didasarkan pada agama tertentu, tapi nilai2 kebaikan universal yg tercermin di Pancasila.. Balik belajar lagi sono.. Kalo ga suka NKRI minggat aja loe dari republik ini.

    ReplyDelete
  29. Bendera adalah lambang negara. Upacara bendera adalah sarana untuk menimbulkan kesetiaan kpd negara. Kalau anda mengharamkan upacara bendera berarti mengharamkan RI. Anda sebaiknya minggat saja dari negeri ini. Mestinya orang2 seperti ini sudah harus ditangkap krn subversi dan bersikap memusuhi negara.

    ReplyDelete
  30. shidiq qomaruddin28 April 2015 at 19:31

    tegakan Islam,,,tp tolong jgn sampai porak porrandakan NKRI.NKRI sdh damai dgn adanya nasionalisme...silahkan yg ga suka nasionalisme..tinggalkan NKRI.NKRI juga ga akan ganggu HTI.

    ReplyDelete
  31. nasionalisme bertumpu pada apa? yaa jelas Pancasila & uud 1945 sebagai salah satunya, anda tidak pernah diajari pkn ya?

    kalau negara ini mau dibuat paham berbasis islam, kemana akan anda bawa orang-orang yang memiliki kepercayaan dan kebudaayaan lain? bukankah kita hidup dengan berbagai perbedaan
    Dan ingat bahwa nenek moyang kita mempertahankan NKRI ini dengan berbagai perbedaannya (agama, ras, budaya)

    ReplyDelete
  32. Statement ahmad sakhroni : #mikir dengn jernih.... dlm setiap peristiwa yg terjadi dinegeri ini... apakah berdasarkn islam?


    yaa jelas, pada artikel inilah salah satunya yang akan memecah belah persatuan NKRI bung...

    ReplyDelete
  33. Anggota isis kah... jgn hidup di indonesia mas... ini negara republik bukan negara islam...

    ReplyDelete
  34. Tepat sekali!!👍

    ReplyDelete
  35. yang jelas hukum bukan milik HTI dan ketuanya sangat bodoh cara memandang hukum

    ReplyDelete
  36. hadeeeeeeechhh.....
    susah klo Ustadz karbitan!!!
    tau gk tuch asbabul knp hadist itu turun??
    al qur'an dan hadist itu gk bs d telan mentah2..
    ada ilmunya klo mau menafsirkan...
    ojo sak penak udele dewe..
    :D

    ReplyDelete
  37. terus bagaimana tentang penyebaran agama islam pada masa kerajaan hindu?
    ingat lho, islam bukan agama asli penduduk indonesia
    hindu juga bukan,
    lha kalau belanda diserang karena menyebarkan agama kristen, harus ingat, bahwa dulu juga islam bukan agama asli indonesia.
    kalo ada penyebaran islam diserang karena alasan penyebaran agama, ingat bahwa hindu bukan agama asli indonesia
    kalo ada penyebaran agama hindu diserang karena alasan penyebaran agama, ingat bahwa hindu bukan agama asli indonesia


    jadi alasan penyebaran agama itu tidak logis. kalo mau dijadikan alasan, anda tidak tahu diri

    ReplyDelete
  38. Kl begitu dia pindah ke yaman saja.

    ReplyDelete
  39. sartono kholil3 May 2015 at 17:26

    Ini kepinteren ini Ustadz HTI....
    Dioa mengatakan haram tentang nasionalisme.
    Memangnya dia tinggal dimana sekarang..?
    Apapa yang telah diharamkan malah mereka duluan
    yang mengambil manfaatnya. Hmmmm gak sesuai.
    Kalau haram semua haram. Dia di NKRI juag haram.
    beratan mana sama yang nasionalisme adalah cinta tanah air..?

    ReplyDelete
  40. Yg benci org lain itu yg dosa, apalagi mau mendirikan paham sendiri, tdk peduli dgn keyakinan HAK org lain itu namanya egois.
    Coba kl di negara barat yg mayoritas kristen, trus yg muslim di habisin bagaimana jika posisi anda yg jadi muslim di sana?

    ReplyDelete
  41. TUHAN yg punya ciptaan saja tdk membinasakan yg anda anggap kafir, tapi kenapa anda yg jadi manusia mau membenci yg tdk sepaham agama dgn anda. Nanti kiamat baru TUHAN yg punya HAK menggadili, kenapa di dunia anda mau bikin neraka duluan.

    ReplyDelete
  42. Lihat negara-negara TIMUR TENGAH yg sedang bergejolak spt Irak, walaupun sama-sama muslim tapi pada mau merebut kekuasaan, karena yg pemberontak ini menganut paham yg salah mau membunuh siapa saja walaupun sama-sama muslim. Apa kl nanti mati anda bisa yakin masuk sorga?

    ReplyDelete
  43. sartono kholil7 May 2015 at 17:07

    Bendera itu lambang Kemerdekaan.
    Haram upacara Bendera berarti HTI Haram menikmati
    seluruh isi Negeri ini yang dinikmati olehnya.
    Ini dimana kecerdasannya...Ustadz...?
    Hirup udara haram, makan minum haram,
    jual beli dengan rupiah haram.
    Sebab itu semua tercakup dalam isi NKRI.

    ReplyDelete
  44. Yang di belakang itu bendera apa bukan?
    Kalau diinjek2 boleh tidak?
    Saat Iblis tidak mau sujud kepada Nabi Adam, Allah melaknat Iblis dan mengusir Iblis dari surga.
    Artinya menghormati sesama makhluk itu boleh sebagaimana kita menghormati orang tua, ulama, atau pemimpin. Cuma kalau menyembahnya sebagai Tuhan, nah itu yang haram.

    Apa tidak boleh menghormati sesama makhluk Allah?
    Apa thd sesama makhluk Allah harus kurang ajar begitu?

    ReplyDelete
  45. Dulu para syuhada memperjuangkan kemerdekaan dengan dalih agama, ustadz karbitan jaman sekarang memecah belah bangsa dengan dalih agama

    ReplyDelete
  46. Bumi dan isinya milik sp mas mas yg budiman, kok yg menyebarkan agama dan sunnah rasulnya di usir, bumi ini kan milik Allah, indonesia milik Allah, jadi yg gak mau pakai aturan Allah, ya minggat dari buminya Allah, buat bumi atw kehidupan sendiri, mikir dong, klo antumm , ini made in Allah, ya harus pakai aturan Allah, secara menyeluruh. buku pdmannya Al-Qur'an dan sunnah, ijmak sahabat. dan kiyas, gmn yah, kok yang patuh pad tuhannya diusir. yg membuat aturan sendiri, g ada di Alqur'an. mlh sok gtu. syahadat lgi.

    ReplyDelete