BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Tuesday, February 03, 2015

'Nasehat Sang Kyai' Untuk Felix Siauw Terkait Nasionalisme

Muslimedianews.com ~ Felix Siauw atau Felix Yanwar Siauw mungkin tidak asing didengar, khususnya bagi pengguna sosial media dan penggemar artis. Felix, seorang muallaf (mantan Katolik) yang aktif dalam sebuah kelompok transnasional yang anti-NKRI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Figur Felix memang di blow-up oleh HTI sebagai ustadz dan motivator remaja guna menjaring generasi muda Islam dan kalangan awam agar menjadi anggota atau simpatisan mereka.


HTI adalah partai politik (parpol) yang bercita-cita memiliki kekuasaan / mendirikan negara sendiri yang mereka sebut sebagai Khilafah Islamiyah (versi An-Nabhani), tetapi tidak mengakui negara Khilafah versi lainnya seperti ISIS (di Irak), Khilafatul Muslimin (Indonesia), dan lainnya.

Demikian pula HTI tidak mengakui Nation State (negara bangsa) seperti Indonesia, dll. Bahkan menurut mereka, Indonesia adalah negara yang menganut sistemnya orang kafir. Mereka pun menentang paham Nasionalisme, paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air.

Sebagai syabab (anggota resmi) HTI, Felix pun memiliki pandangan yang sama yaitu anti terhadap Nasionalisme. Salah satu "fatwa" Felix yang cukup menyita perhatian, bahwa Nasionalisme tidak ada dalilnya dari sisi agama.

"membela nasionalisme, nggak ada dalilnya, nggak ada panduannya | membela Islam, jelas pahalanya, jelas contoh tauladannya", kicau Felix melalui akun twitternya.

Inilah kesalahan fatal Felix, ia berupaya mempertentangkan Islam dengan Nasionalisme, bahkan menyebut pembelaan terhadap Nasionalisme tidak ada dalil dari sisi agama.

Hal itu tentu berbeda dengan pandangan para ulama yang justru berupaya menanamkan nasionalisme dan tidak mempertentangkannya dengan Islam. Memang, ada dua kutup terkait Islam dan Nasionalisme yaitu ada kelompok Islamis dan ada kelompok Nasionalis. Tetapi dengan kepiawaiannya, ulama mampu memadukan keduanya. Inilah yang dilakukan oleh NU sehingga nasionalisme tidak menjadi 'gersang' tetapi berlandaskan pada agama.

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj pernah mengatakan, NU telah berhasil mengawinkan antara Agama dan semangat nasionalisme. NU telah memberikan sumbangsih dalam menentukan bentuk negara Indonesia; sebuah negara yang dijiwai nilai-nilai agama dan nasionalisme.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H As’ad Said Ali membedakan antara nasionalisme yang bertumpu pada nilai-nilai Islam dan nasionalisme yang sekuler. Hal itu yang membedakan dengan NU. Ia menegaskan bahwa rasa kebangsaan Nahdlatul Ulama tumbuh dan dilandasi nilai-nilai keagamaan pesantren. Hal inilah yang membedakan nasionalisme NU dengan nasionalisme sekuler.

NASEHAT 'SANG KYAI'
Dan berikut nasehat Hadlratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari terkait dengan Islam dan Nasionalisme. Beliau pernah mengatakan,

"Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari Agama, dan keduanya saling menguatkan"

Simak pula, kata-kata Mutiara Maulana Al-Habib Luthfi Bin Yahya Tentang Cinta Indonesia, lihat disini.

Dengan semangat nasionalisme juga, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH. Abdul Wahab Hasbullah pernah membentuk organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916.

Oleh : Ibnu Manshur
« PREV
NEXT »

32 comments

  1. Subhanallah !!!
    Semoga Kita bisa menyadari bahwa Nasionalisme itu PENTING

    ReplyDelete
  2. Lebih penting & lebih utama berislam secara kaffah, jangan setengah2 jngn dicampur aduk antara haq dgn yg bathil

    ReplyDelete
  3. miftah rido anshari3 February 2015 at 10:27

    Sebagai muslim (bukan anggota sebuah golongan, tapi pengikut nabi Muhammad), saya mau komentar :

    1. HT tidak pernah memblow up sang ustadz, di awal2 malah ustadz mau dikeluarkan karena dianggap membawa cara dan pemikiran berbeda dari mainstream firqohnya. Di awal2 ustadz memang jarang bahas khilafah, sedangkan firqoh konsennya kesana.

    Ketika penulis mengatakan HTI memblowup ustadz, apa dasarnya?

    2. Koreksi terhadap metode menjawab, ketika pertanyannya adalah mana dalilnya, harusnya dijawab dengan dalil Al Quran dan Sunnah, dan tulisan ini tidak menjadikan Al Quran Sunnah sebagai referensi dalilnya.

    3. HT dan NU memang berbeda, terlebih dalam hal memandang sebuah bangsa. HT memandang bangsa yang ideal itu adalah bangsa yang bukan terkotak2 kecil yang terikat karena wilayah, tetapi 1 bangsa besar yang terikat karena Iman, melindungi kepentingan ummat, dipimpin oleh seorang khilafah. Semisal saat zaman umar bin khattab, dimana 2/3 dunia hidup dalam aturan syariat dan menjadi salah satu masa kejayaan ummat manusia.

    Perbedaan cara pandang antara HT dan NU ini sudah lama sekali, dan sudah sering didiskusikan, solusi dari diskusi adalah antar firqoh bersinergi pada hal yang disepakati, bukan mempertentangkan perbedaan. Hal yang dianggap benar oleh firqoh memang harus didakwahkan, dan tidak perlu membenturkannya dengan firqoh lain.

    Jadi kalau ada yang meributkan pandangan HT dan mempertentangkannya dengan pandangan NU, itu sama dengan anak kemaren sore yang belum memahami history dan adab dakwah Islam.

    ReplyDelete
  4. @Miftah Rido Anshori : Bukannya HT yang mulai mencari masalah? yang mencatut logo NU siapa? mengatakan nasionalisme tidak ada dalilnya?. Ini biang masalah dalam dakwah dan kehidupan umat Islam di Indonesia. Justru Felix ini tidak tau adab dakwah dan tidak memahami sejarah Islam, khususnya Islam di Indonesia. Termasuk juga anta.

    Kalau HT tidak ingin terkotak, bubarkan saja HT. Kita bernegara bukan berarti kita tidak bersaudara dengan yang lain, bukan berarti negara lain bangsa musuh kita. Ukhuwah / persaudaraan Basyariyah perlu dibina secara global, persaudaraan sesama bangsa pun demikian (ukhuwah Wathoniyah).

    ReplyDelete
  5. kadang banyak sekali perselisihan karena agama, seperti kalian ini memperebutkan tulang tanpa daging..
    Agama itu mengatur enaknya kayak apa, agama itu meneduhkan setiap pemeluknya, bukan malah diributkan.., Mohon dilihat track record para ulama besar, mereka bisa fleksibel dengan keadaan, tanpa harus menfatwa ini itu haram.. kalo kata Wali Songo, "dapat ikannya tapi tidak keruh airnya".. :)

    ReplyDelete
  6. Jelaskan kemana indonesia saat muslim rohingya, cina, afrika disiksa kafirin? Apa yang bisa dilakukan umat islam kalo tidak bersatu? Hasilnya kita hanya kembali passrah tanpa pernah bisa menolong saudara kita, apa Allah tempatkan muslim hanya di Indonesia? Tak, kita lahir di indo ini takdir, tapi kita islam harus melalui proses berfikir. Fikirkanlah jika semua muslim didunia bersatu dalam sebuah negara, takan ada lagi yang berani usik kita

    ReplyDelete
  7. Dalam pemikiran saya

    Ustadz adalah orang yang mengerti ilmu fiqh dan syariah

    Motivator adalah orang yang membangkitkan semangat.

    Ingin memakai pemikiran saya ya silahkan, ga juga ga apa-apa.

    FYI sekarang ini banyak orang yg disebut "ustadz" padahal ilmu pas-pasan

    ReplyDelete
  8. setuju... mereka kayak'e cuma berbekal pinter ngomong, wkwkwk

    ReplyDelete
  9. yah sama-sama saling terbuka saja pemikirannya, jika ilmu belum cukup tidak perlu berkata yg tidak ada gunanya (Jika merasa paling benar dan banyak ILmu, ingat IBLIS di usir dari Surga karena apa) dalam ajaran islam mengajarkan untuk kedamaian, bukan mencari permusuhan.
    Wallahu a'lam bisshowab

    ReplyDelete
  10. Ya kita tentu gabisa masuk urusan mereka wong mereka negara sendiri, emangnya kamu nyalain indonesia kamu udah berbuat apa sama mereka ? Halah mbok tetanggamu laper aja kamu gaktau, belum ngurus indonesia, belum malah kalau idemu itu dilakukan islam jadi satu negara, lak malah buram semua gak karuan. Kamu pernah belajar kan kalau tuhan menjdikan manusia bersuku suku berumat berbangsa bangsa supaya saling mengenal. Kok semua arep disamakan, perbedaan adalah keniscayaan, mbok melek kamu itu. Oke kalo itu idealismu, dan ga setuju sama indonesia silakan keluar dari tanah kami, indonesia!!
    Pergi aja ke arab sana yang katamu makmur, kaya.

    ReplyDelete
  11. NKRI HARGA MATI ! ! ! !

    ReplyDelete
  12. Balik ke khilafah = Mundur ribuan tahun. Bukankah islam itu progresif? kemajuan?

    ReplyDelete
  13. HAHAHAHAHAHAHA ngakak.
    sok2 an mau bantu negara lain... negara sendiri aja bnyk yg kelaparan, ga bisa sekolah, sudah berbuat apa utk orang di sekeliling anda?
    kita bisa berempati, berdoa bagi muslim yg tertindas,apabila belum bisa langsung membantu disana, tdk harus menyimpan dendam,

    koar2 negara kafir, lihat diri kita masing2. Apakah kita Tuhan bisa mengkafirkan orang? apakah Tuhan tidak melihat dan mendengar jeritan umatNya sehingga kita perlu membalas kejahatan dengan kejahatan?

    ReplyDelete
  14. Slow bro...
    Jaman skrg toleransi agama dijunjung tinggi , tp saudara seiman malah dicaci maki... gak pantes lah kitasaling mencaci
    Kita sama" di indonesia bro...
    Wwoles..

    ReplyDelete
  15. Nasionalisme......
    Pemberontak Papua juga menggunakan nasionalisme karena ingin memerdekakan wilayahnya dari cengkeraman pemerintah Indonesia yang korup.
    Hahahaha....

    ReplyDelete
  16. muslim mmg harus maju.tp,tdk boleh membuang syariat islam/khilafah yang umurnya ribuan tahun.sholat juga ribuan tahun,haji juga..boleh kita buang?bahkan al quran juga ribuan tahun.wallahu alam

    ReplyDelete
  17. mantap penjelasannya...semoga khilafah tegak segera.
    “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia
    tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak
    mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj
    kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan
    mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada
    kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia
    akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak
    mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang
    menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.
    Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.”
    Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).

    ReplyDelete
  18. ngapunten, maaf mbk/mas nya udah baca sejarah runtuhnya kejayaan agama islam ndak? kalau udah pernah baca coba direnungi aja, semoga bisa menjadi hal yang baik. hehehe
    (gak niat mbela siapa-siapa coba direnungi aja)

    ReplyDelete
  19. ngapunten, maaf mas nya udah baca sejarah runtuhnya kejayaan agama islam ndak? kalau udah pernah baca coba direnungi aja, semoga bisa menjadi hal yang baik. hehehe
    (gak niat mbela siapa-siapa coba direnungi aja)

    ReplyDelete
  20. Khilafah itu masuk dlm rukun Islamkah..ko dibandingkan dg sholat dan haji
    Ato jgn2 masuk dlm rukun iman..smp dibandingkan dg Al Qur'an
    Wah hebat dalil aqli mas ahmad aguss ini..sudah buat rukun Islam dan rukun iman versi baru dg menambahkan unsur khilafah didalamnya..sehingga kl org ga mau khilafah yv dimaksud HT mrk menjadi kafir

    ReplyDelete
  21. InsyaaAllah..khilafah tegak5 February 2015 at 01:26

    Nasehat kiyai koq gak ada dasarnya., mana dalil nasionalisme sm agama islam itu slg berdekatan.,??

    ReplyDelete
  22. asalamualaikum''HTI ,bukanlah Partai politik yg seperti kalian gambarkan,partai politik yg di terapkan HTI dalam pengertian islam keseluruhan yaitu mengatur urusan umat,jika umat ini di hina maka secara garis besar agama islam pun terhina,jika saudara kita sesama umat muslim sakit dan tertindas maka sepantasnyalah kita yg beragama muslim pun harus bertindak,bukankah kita sudah mengikrarkan bahwasanya saudara kita itu adalah umat muslim,maka jika tidak mengakui bahwasanya kaum muslimin dan musliman bukan saudara,apa jawaban kita ketika di tanya malaikat maut,kelak,

    ReplyDelete
  23. komen anda ini dasarnya apa?

    ReplyDelete
  24. Muhammad Supriyanto7 February 2015 at 08:02

    Mas sebagai muslim kita itu bersaudara..Persaudaraan sesama muslim tidak pernah terikat dan dibatasi oleh negara dan wilayah yang berbeda..Sepanjang dia seorang muslim dan memegang teguh akidah yang benar maka dia saudara kita mas..Menurut saya kata-kata mas menunjukkan kalau mas memang tidak punya rasa solidaritas kepada sesama muslim..Saya nggak belain HTI atau NU, sebagai seorang muslim seharusnya kita jangan mengeluarkan statemen kalau masalah muslim Rohingya bukan urusan kita..Saya kurang sependapat dengan mas Isme..

    ReplyDelete
  25. “Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah,
    atau melebihi cinta kami pada Makkah” (HR al-Bukhari 7/161)

    “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa saat Nabi diusir dari Makkah beliau berkata: Sungguh aku diusir dariMu (Makkah).
    Sungguh aku tahu bahwa engkau adalah Negara yang paling dicintai dan dimuliakan oleh Allah.
    Andai pendudukmu (Kafir Quraisy) tidak mengusirku dari mu, maka aku takkan meninggalkanmu (Makkah)”
    (Musnad al-Haris, oleh al-Hafidz al-Haitsami 1/460)

    ReplyDelete
  26. “Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah,
    atau melebihi cinta kami pada Makkah” (HR al-Bukhari 7/161)

    ReplyDelete
  27. mnurut ana redaktur ini kurang hati2,pasalnya mbah hasyim juga mengkritik nasionalisme ala indonesia.

    monggo dsimak,

    Dengan itu, hilanglah sentimen perbedaan jenis
    (jinsiyah), patriotisme (qaumiyah), sentimen
    bahasa (lughowiyah), sentimen madzhab
    (madzhabiyyah), dan nasionalisme (wathoniyah).
    Sentimen-sentimen itulah yang menyebabkan
    permusuhan, kebencian, dan kedzaliman.
    http://dakwahmedia.com/2015/02/pandangan-
    kh-hasyim-asyari-tentang-nation-dan-
    nasionalisme-sangat-clear-subhanallah/

    ReplyDelete
  28. whatt?? kok situs ini demen banget ya nyalah-nyalahin orang? katanya cinta damai dan gak membid'ahkan orang, tapi kebanyakan artikelnya kayak gini.. nyalahin saudara se iman, yang jelas gak se iman malah dibelain dengan alasan "menghormati KEBERAGAMAN" situs apaan sih neh??

    ReplyDelete
  29. Satu hadis saja sudah cukup akan wajibnya Nasionalisme Hubbul Wathon Minal Iman, cinta tanah air bagian dari iman

    ReplyDelete
  30. 1. Mencintai negeri kita adalah bagian dari ajaran Islam, tp bkn berarti kecintaan kt thd negeri kt membuat kt terkotak-kotak dan menganggap warga negsra lain yg muslim bukan saudara kita. Ini yg hrs dikritisi dan inilah yg terjadi jika nasionalisme lebih didahulukan drpd islam.
    2. Bg yg mengatakan jika khilafah=mundur ribuan tahun brrti ga paham sejarah, sistem yg digunakan sekarang,demokrasi, jauh lbh kuno drpd khilafah, demokrasi itu lahir abad ke 6 SM

    ReplyDelete
  31. NKRI Tidak Harga mati,yang harga mati itu bersatu nya umat islam kembali.Itu baru harga mati.......
    Coba renungi dan buka mata hati anda.Lihatlah saudara2 kita di luar sana.Apa yang anda bisa lakukan?
    hanya memikirkan NKRI kah?
    Berarti pikiran anda sempit....

    ReplyDelete