BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, April 08, 2015

MUI Minta Perang Yaman Dihentikan

Jakarta, Muslimedianews.com ~ Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, perang yang berjecamuk di Yaman, yang melibatkan kelompok pemberontak Houthi dengan koalisi yang dipimpin Saudi Arabia, berpotensi melebar ke seluruh Timur Tengah.

"Konflik di Yaman itu potensial melebar ke negara-negara Arab, negara-negara Teluk, dan negara Islam lainnya di kawasan Timur Tengah sana," ujar Ketua MUI KH Din Syamsuddin dalam keterangan pers di kantornya, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2015).

Perang tersebut dipicu pengambilalihan kekuasaan oleh pemberontak Houthi yang beraliran Syiah, dari Presiden Abdel-Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Amerika Serikat (AS) dan merupakan sekutu Saudi Arabia, Mesir dan negara-negara yang kini tergabung dalam koalisi pimpinan Saudi Arabia.

Dari 10 negara yang tergabung dalam koalisi tersebut, lima di antaranya merupakan anggota The Gulf Cooperation Council (GCC).

Pengambilalihan kekuasaan terjadi pada Januari 2015, setelah sebelumnya Houthi mengambil alih Sanaa, ibukota Yaman, dari tangan pemerintah.

Negara-negara di Timur Tengah menuding, Houthi dapat menjadi kuat dan memiliki persenjataan perang yang lengkap, karena didukung Iran. Namun negara ini membantah.

Belakangan beredar tudingan kalau Rusia juga memasok senjata untuk pemberontak Syiah tersebut, namun Moskow juga membantah.

MUI mengimbau kepada umat Muslim untuk tidak bertikai dan tidak saling membunuh. Apalagi saling berperang.

MUI bahkan meminta kepada Muslim di Indonesia agar tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengeksploitasi peperangan di Yaman dengan menciptakan isu-isu perang antarmazhab, mengingat koalisi Saudi penganut Sunni.

"Sesuai dengan wilayah MUI, kita hanya menyampaikan pesan moral untuk jangan berperang, dan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil prakarsa damai dengan menggalang dukungan dari negara Islam lewat lembaga OKI (Organisasi Kerja Sama Islam)," imbuh Sirajuddin.

Melalui rapat Forum Ukhuwah Islamiyah yang diselenggarakan MUI dan dihadiri pimpinan ormas-ormas Islam, forum mengelurkan empat pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Menyatakan keprihatinan mendalam atas gejolak politik di Yaman yang potensial mendorong terjadinya al fitnatul kubro di kalangan dunia Islam pada abad modern saat ini. Serta akan membuka pintu keterlibatan pihak luar yang hanya berniat mengadu domba sesama umat Islam.

2. Menyerukan kepada pihak-pihak yang berkonflik untuk dapat menahan diri, menghentikan perang sesama mereka, dan mengedepankan proses perdamaian lewat dialog dan semangat ukhuwah Islamiyah.

3. Mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil prakarsa sebagai negara Muslim terbesar di dunia bersama negara-negara Islam cinta damai lainnya, melakukan langkah-langkah mediasi dalam rangka persatuan dan kesatuan negara-negara OKI.

4. Menyerukan pada umat Islam Indonesia untuk tidak terhasut dan membawa masuk konflik di luar negeri ke dalam kehidupan umat Islam dan bangsa Indonesia yang rukun dan damai. (fera)
« PREV
NEXT »

No comments