Top News :
Home » » Ada Apa NU dan Khilafah ?

Ada Apa NU dan Khilafah ?

Posted on Monday, 18 May 2015 | garis 10:20

Muslimedianews.com ~ Bismillahirrahmanirrahim. Tema kultwit malam ini yakni "NU dan Khilafah".

1. Admin telah membaca tiga buku penting yang harus dimiliki oleh anak-anak NU dan wajib juga dimiliki oleh komunitas/kelompok diluar NU.

2. Buku "Mengenal Nahdlatul Ulama" karya KH Abdul Muchith Muzadi (Surabaya: Khalista, 2006).

3. Buku "Islam NU - Pengawal Tradisi Sunni Indonesia" karya KH. A. Busyairi Harist (Surabaya: Khalista, 2010).

4. Buku "Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah - Dari Pembiasaan Menuju Pemahaman dan Pembelaan Akidah-Akidah NU (Surabaya: Khalista, 2013).

5. NU mendasarkan paham keagamaannya kepada empat sumber, yakni Al-Qur`an, Al-Hadist, Al-Ijma` dan Al-Qiyas.

6. Dalam bermadzhab, NU berpegang kepada "pada salah satu" dari empat madzhab, yakni Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi`i dan Hanbali.

7. Madzhab Hanafi ~> Imam Abu Hanifah al-Nu`man bin Stabit (80-150 H); Maliki ~> Imam Malik bin Anas bin Malik (90-179 H)

8. Madzhab Syafi`i ~> Imam Abu Abdillah bin Idris bin Syafi`i (150-204 H) dan Hanbali ~> Imam Ahmad bin Hanbali (164-241 H).

9. NU adalah organisasi "Diniyah Islamiyah Ijtima`iyah (sosial keagamaan) bukan organisasi politik. Eksistensinya diikat oleh AD/ART NU.

10. KH. Achmad Siddiq, Rais 'Am PBNU era 1980-an mengajukan tiga macam persaudaraan (ukhuwwah).

11. Pertama ~> ukhuwwah Islamiyyah artinya persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar keagamaan (Islam)

12. ......... baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional.

13. Kedua ~> ukhwuwah wathaniyyah artinya persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kebangsaan.

14. Ketiga ~> ukhuwwah basyariyyah, artinya persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kemanusiaan.

15. Ketiga macam ukhuwwah ini harus diwujudkan secara berimbang menurut porsinya masing-masing.

16. Satu dengan lainnya tidak boleh dipertentangkan, sebab hanya melalui tiga dimensi ukhuwah inilah rahmatan Lil 'alamin akan terealisasi.

17. Bagaimana Islam rahmatan lil’alamin dimplementasikan ke dalam NU? NU menerjemahkan konsepsi rahmatan lil’alamin .....

18. ........ lewat pendakatan tawassuth dan i’tidal yang dikongkritisasikan ke dalam sikap nahdliyah.

19. Konsekuensi logis dari gagasan tersebut yakni NU lahir dari rahim Indonesia dan bertujuan merawat Indonesia dari "perusak bangsa".

20. Maka ciri utama NU dalam berkomunikasi dengan masyarakat memakai 3 pendekatan, yaitu pendekatan dakwah (fiqh ad-da'wah).......

21. ........ pendekatan hukum (fiqh al-ahkam) dan pendekatan politik (fiqh as-siyasah).

22. Ajaran Islam rahmatan lil'alamin dengan pendekatan tawassuth dan i'tidal juga menyediakan konsep dalam kaitan hubungan agama dan negara.

23. Kontroversi hubungan agama dan negara dapat dikelompokkan menjadi tiga paradigma, yaitu: paradigma integeralistik .....

24. ...... paradigma sekularistik dan paradigma simbiotik. NU di posisi mana? NU lebih menggunakan paradigma simbiotik.

25. Dalam konstalasi ini, sesuai dgn pegangan NU yg tawassuth, maka hubungan agama dan negara dalam pandangan NU berada pada pola akomodatif

26. NU dalam hal ini menentukan visi kenegaraannya dengan pendekatan membangun "Islamic society" daripada membangun "Islamic state"

27. Dengan demikian, agama dalam konteks negara diletakkan sebagai sumber nilai, dan secara fungsional agama mengambil peran tawassuth.

28. Dlm hal ini pemikiran Faucault (w. 1984 M) menarik utk dikaji. Diskursus "within the dominan discourse & outside the dominan discourse".

29. Mengonter diskursus dominan namun masih dalam ruang wilayah yang sama & membuat diskursus baru sebagai pijakan alternatif.


30. Dari konsep dasar NU dan pemikiran Faucault tadi, maka NU dalam memasarkan ideologinya dengan melihat-mengamati sosial-budaya yang ada.

31. NU memandang Pancasila bukanlah sebuah agama tetapi bagi NU ideologi Pancasila adalah cara mempersatukan masyarakat Indonesia.

32. NU menganggap penting mengambil bagian dari masalah Indonesia, karena terjadi krisis nilai (moral) krisis kelembagaan & krisis persatuan

33. Krisis nilai (moral). Kita sudah kehilangan moralitas, khususnya moralitas sosial. Inilah yang memicu konflik-konflik horisontal.

34. Runtuhnya moralitas publik menyebakan sistem penyangganya ambruk. Tanpa moralitas publik dan sistem yang baik.....

35. ............. persatuan dalam konteks ke-Indonesiaan menjadi terancam.

36. Maka dengan ini NU meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya untuk memepertahankan dan mengembangkan Pancasila dan UUD 1945.

37. Konsekuensi logis NU dari mempertahankan Pancasila, maka secara otomatis NU menganggap bahwa "khilafah" yang digaungkan HTI tdk berlaku.

38. Kata kha-la-fa di dlm al-Qur`ân beserta derivasinya disebut 127 kali (Abd al-Bâqi, al-Mu‘jâm al-Mufahras li Alfâdzi al-Qur’ân al-Karîm).

39. Hizbut Tahrir (HT) berdiri pada tahun 1953 di Palestina yang didirikan oleh Taqiyuddîn al-Nabhani (w. 1977 M).

40. Pada tahun 1980-an Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia dan tahun 1990-an ide-ide mereka semakin kuat mengakar di tengah-tengah masyarakat.

41. HTI sebagai organisasi yg memiliki ideologi transnasional diasumsikan berwajah "religious extremism".

42. Jika NU sebagai organisasi dakwah maka HTI yang menggaungkan ideologi "khilafah" adalah 'pemain politik' yg tak berpartai.

43. HTI selalu berpendapat bahwa NU mendukung sistem khilafah. Apakah benar, mari kita lihat sejarah kebelakang terlebih dahulu.

44. Kaum pesantren/ulama ahlussunnah wal jamaah Indonesia punya kepentingan ikut serta dlm pengiriman delegasi (baca: mukhatamar khilafah).

45. Kepentingan itu bukan karena pentingnya status khilafah, melainkan sikap NU kepada pemerintah Saudi tatkala itu.

46. Pemerintah Saudi yg mengusung alasan anti-syirik dll terhadap ajaran yg dilakukan oleh NU, ingin menyampaikan keberatannya kepada Saudi.

47. Sebelum kemunculan Centraal Comite Chilafat pun kondisi perpolitikan di Turki yg menjadi kiblat sebagian mayoritas Islam sdg bergejolak.

48. Keikutsertaan bkn berarti mengindikasikan bahwa KH Wahab Hasbullah dkk sebagai inspirator khilafah, tetapi lebih kepada reaksi ke Saudi

49. KH Wahab Hasbullah dan NU selama ini dijadikan bahan legitimasi kelompok HTI, padahal sejarahnya berkata lain. Alias HTI mengada-ada.

50. Buku-buku sejarah tidak pernah mengungkap bahwa NU mendukung khilafah kecuali persepsi itu dibangun dan dijadikan doktrin org-org HTI.

51. Jika menggunakan hermeneutika sosio-historis Fazlur Rahman (w. 1988 M) maka argumentasi normatif HTI tidak kontekstual sama sekali.

52. Logika yang dibangun HTI pada Qs. al-Maidah/5: 48-49 telah terjadi jumping to conclusion dalam menafsirkan kata hakama menjadi khilafah.

53. Sulaiman al-Thamawi dlm kitab al-Sulthâth al-Stalâts mengatakan bhw al-Qur`ân dan al-Hadis tidak pernah menyinggung masalah pemerintahan

54. Muhammad al-Baltaji di dalam kitabnya Manhaj ‘Umar ibn al-Khatththâb fi al-Tasyrî’, bahwa sistem pemerintahan.....

55. ........ dalam Islam akan selalu berkembang dan berubah sesuai dengan zaman yang ada.

56. Bagaimana mungkin lagi, netralisitas kata "khalifah" pada Qs. al-Baqarah/2: 30 berubah menjadi "sistem khilafah".

57. Walaupun dalam doktrin HTI di dalam kitab Ajhizah-nya bahwa syarat in`iqad paling pertama yakni khalifah (wajib muslim).

58. Khalîfah tunggal yang diinginkan oleh kelompok Hizbut Tahrir dengan melihat kondisi dan situasi saat ini merupakan sebuah utopis belaka.

59. Sampai saat ini pembuktian sistem khilafah itu sebuah solusi bangsa dengan pendekatan normative tdk ada. Penafsiran syarat kepentingan.

60. Tidak ada satu kitab yang ditulis oleh HTI untuk membuktikan bahwa khilafah berbasis pada teori-teori di dalam al-Qur`an.

61. Keunikan tersendiri bagi para pengamat khususnya, kegagalan cita-cita mewujudkan khilâfah Islâmiyah di Palestina.....

62. ... tidak saja gagal menerapkannya tetapi utk membebaskan Palestina, HT/HTI dengan para pengikutnya tidak mampu.

63. Mohammad Hatta (w. 1980 M) di dalam "Kedaulatan Rakyat, Otonomi & Demokrasi" dengan tegas mengatakan:

64. Pengakuan di muka Tuhan akan berpegang pada Pancasila itu tidak mudah diabaikan. Dan disitu pulalah terletak jaminan............

65. .... bahwa demokrasi tidak akan lenyap di Indonesia. Ia dapat ditekan sementara dengan berbagai rupa. Akan tetapi lenyap dia tidak.....

66. ...... Lenyap demokrasi berarti lenyap Indonesia merdeka.

67. Imam Ghazali dalam al-Iqtishâd fi al-I‘tiqâd, (Turki: Nur Matbaasi, 1962) mengatakan mengatakan bahwa kajian tentang imamah....

68. .... dalam hal ini masuk term khilâfah - bukan termasuk hal yang penting....

69. Hal itu juga bukanlah bagian kajian ilmu logika (rasionalitas), tetapi ia termasuk bagian dari Ilmu Fikih....

70. Lebih lanjut, bahwa masalah imâmah dapat berpotensi melahirkan sikap fanatisme. Orang yang menghindar dari menyelami soal imamah....

71. .... lebih selamat drpd yg mencoba menyelaminya, meskipun ia menyelaminya degn kaidah yg benar, & apalagi ketika salah dlm menyelaminya.

72. Bangsa atau kelompok akan eksis dan jaya tatkala mengedepankan akhlak, termasuk akhlak dalam membicarakan sejarah NU dan Khilafah.

73. Pernyataan admin terakhir, jangan pernah terlena dengan argumentasi al-Qur`an dan Hadis yang dilontarkan oleh kelompok HTI.

74. Cermati betul-betul kalimat hadist di kitab al-Sunan al-Kubrâ li al-Baihâqi “يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ”

75. “يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ” atau “mereka berkata dengan sebaik-baik firman Allah”.

76. NU dari sejarah kelahiran sampai saat ini tidak pernah berpikir untuk menerapkan Khilafah. Karena bagi NU khilafah bukan solusi bangsa.

77. Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

@KajianNusantara, 16/5/2015 http://chirpstory.com/li/266498

Share this post
:
Comments
3 Comments

+ comments + 3 comments

Pjuang Aslibhogorr
31 May 2015 at 06:04

sampah lagi sampah lagi

theman
4 June 2015 at 10:52

sampah?, apa pikiranmu ga nyampe?ah alay jaman sekarang sempit pikir sempit dada..

Salim Al Fatih
7 July 2015 at 11:23

Khilafah adalah bagian dari hukum fiqh Islam, yakni sebuah institusi yang menyatukan ukhuwah umat Islam, dan menerapkan Syariat Islam dalam ranah publik dan masyarakat, serta yang menyebarkan dakwah ke dalam dan luar negeri dengan Jihad.

Dan kewajiban Khilafah adalah kewajiban umat Islam yang didasari atas ijma shahabat. Dan tegak Khilafah bagi umat Islam secara dalil naqli maupun aqli adalah sebuah keniscayaan.

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News