Top News :
Home » , , » Aksi Bughot HTI Melanggar Syari'at Islam

Aksi Bughot HTI Melanggar Syari'at Islam

Posted on Saturday, 30 May 2015 | garis 08:26

Muslimedinaews.com ~ Hizb ut Tahrir atau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan organisasi politik yang sedang berupaya mendapatkan kekuasaan dan menguasai umat Islam atas nama Khilafah Islamiyah yang mereka cita-citakan. Kelompok ini mengklaim berdiri pertama kali di Palestina meskipun secara resmi sebenarnya berdiri di Yordania. Saat ini, Hiz ut Tahrir berpusat di Inggris. Dari sana mereka memantau perkembangan HT diseluruh dunia.

Di Indonesia, HTI masih dirangkul oleh pemerintah sehingga terdapat sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) dinegara yang dianggap oleh HTI sebagai negara kufur (negara bersistem kafir). Pandangan HT tersebut bertentangan dengan pandangan mainstream umat Islam yang mengakui Indonesia (NKRI) sebagai sebuah negara yang sah secara hukum Islam (syari'at).


Berpijak dari pandangan mengkufurkan NKRI, HTI terus berupaya untuk mengubah NKRI menjadi Khilafah Islamiyah yang diklaim sebagai kelanjutan daripada Khilafah Nubuwwah. Segala usaha dikerahkan oleh HTI untuk tujuan Khilafah mereka. Disisi lain, mereka tidak mengakui Khilafa lainnya seperti yang diklaim oleh kelompok Khilafatul Muslimin, Khilafah IS (ISI) dan lainnya.

Upaya-upaya Hizb ut Tahrir tersebut pada dasarnya merupakan bagian daripada aksi bughot (makar) yang dilarang oleh syariat Islam. Dalam kata lain, HT terus-terusan melakukan pelanggaran atas Syariat Islam.

Berikut kultwit menarik Akhmad Sahal (@sahal_AS) pada tanggal 29 Mei 2015 tentang pelaranggaran syariat yang dilakukan HTI :
*****
(1) Berikut adlh twitku ttg “HTI: Melanggar Syariah. Makar thd Negara yg Sah.”

(2) HTI menggelar rangkaian rapat akbar dan pawai mengusung tegaknya khilafah dan syariah. Tp betulkah mrk sesuai dgn syariah?

(3) Negara pancasila adlh kesepakatan/ perjanjian kolektif bangsa. Gerakan khilafah HTI mau merongrongnya. Bgmn ini mnrt syariah?

(4) NKRI dan kebangsaan adlh hasil kesepakatan pelbagai kelompok lintas agama dan suku. Untuk apa kesepakatan itu?

(5) Konstitusi RI bilang, tujuan negara RI: melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa.

(6) Tujuan negara RI tsb mnrt syariah adlh  (kemasalahatan umum). Kesepakatan kek gitu mengikat warga, termasuk yg muslim.

(7) Kesepakatan antar kelompok lintas suku, agama utk kemaslahatan adlh terpuji mnrt Islam. Mirip dgn Hilful Fudul pada masa Nabi.

(8) Hilful Fudul adlh kesepakatan suku2 Arab Mekah pra Islam utk keadilan dan anti kezaliman. Muhammad blm jadi Nabi, dan beliau ikut.

(9) Ketika Muhammad sudah jadi Nabi, beliau tetap memuji Hilful Fudul. Kata Nabi, kalau ada lagi kek gitu, beliau akan tetap ikut serta.

(10) Apa arti pujian Nabi the Hilful Fudul? Artinya: perjanjian utk tegakkan kemaslahatan itu hal yg maslahat, pesertanya tak harus muslim.

(11) Ttg Hilful Fudul, saya pernah kultwit ttg Sumpah Pemuda sbg bentuk mutakhir Hilful Fudul: chirpstory.com/li/165570

Baca: Hilful Fudlul Sumpah Pemuda 28 Oktober

(12) Negara Pancasila sbg kesepakatan bersama bangsa juga bisa dibandingkan dgn Dustur al Madinah (Konstitusi Madinah) pada masa Nabi.

(13) Konstitusi Madinah adlh kesepakatan bersama Muslim dgn nonmuslim Madinah (Yahudi) membangun solidaritas Madinah melawan agresi luar.

(14) Menarik utk dicatat, dlm Konstitusi Madinah, kaum Yahudi yg ikut dlm perjanjian tsb dianggap sbg bagisn dari “UMMAH.”

(15) Tp kaum Yahudi tsb akhirnya diusir dari Madinah oleh Nabi. Kenapa? Bukan krn mereka Yahudi, tp krn mereka melanggar kesepakatan.

(16) Pelanggaran kesepakatan bersama memang hal yg sangat dikecam keras dlm Islam. Banyak dalil menyerukan muslim utk taati perjanjian.

(17) Hadits: Al muslimun ‘inda syuruthihim: Muslimin terikat perjanjian yg mereka bikin. Ada juga sejumlah ayat Qur’an yg senada .

(18) Menurut Fikih, perjanjanjian yg mengikat itu bukan hanya dgn muslim. Dgn non muslim pun mengikat juga.

(19) Atas dasar itulah Islam mengecam keras pihak yg melanggar kesepakatan bersama utk kemaslahatan, siapapun pelakunya.

(20) Bgmn dgn HTI? Mrk adlah warga negara Indonesia, tp mengusung gerakan yg nyata2 merongrong negara hasil kesepakatan bangsa.

(21) Kalo @felixsiauw n HTI melepaskan kewarganegaraan RI, trus menegakkan khilafah di luar RI, ya silakan . Kalo masih warga RI, itu MAKAR.

(22) Makarnya HTI dan @felixsiauw adlh pelanggaran kesapakatn bersama yg tercela, dikecam keras dlm Islam.

(23) Kalo Negara Pancasila dianalogikan dgn Konstitusi Madinah, maka makarnya HTI = makarnya kaum Yahudi di Madinah.

(24) Selain itu, dlm persepktif politik Sunni, makar terhadap negara yg sah adlh kejahatan politik yg serius.
Bagaimana penjelasannya? Break dulu banter ya..:)

(25) Bgmn hukumnya makar thd negara yg sah kek HTI @felixsiauw menurut fikih siyasah/ fikih politik sunni?

(26) MAKAR yg saya maksud di sini adlh merongrong negara sendiri yg sah. Bedakan Makar dgn dgn oposisi/ demo/ kriitik thd pemerintah.

(27) Oposisi/ demo thd pemerintah itu sah, sbg bentuk kritik thd pemerintah. Tp Makar itu berkhianat thd keabsahan negara kita.

(28) Mnrt Sunni, pemerintah yg berbasis prinsip syura (musyawarah), bertujuan menegakkan ketertiban adalah pemerintah yg sah, asalkan..

(29) Pemerintah seperti itu sah dan wajib ditaati, selama pemerintah tsb tak memerintahkan melakukan ma’siat.

(30) Jadi, pemerintah yg tak berbasis Syura (misal rezim tiran) dan yg menyuruh bermaksiat, itu pemerintah yg tidak sah, tak wajib ditaati.

(31) Utk paparan ttg pandangan politik Sunni ttg pemerintah yg sah, simak misal Al Iqtishad fil I’tiqad karya Al-Ghazali.

(32) Nah Negera RI dibangun berdasar prinsip syura, yg dlm bentuk skrg adlh demokrasi. Dan tak menyuruh maksiat. Negara yg sah mnrt fikih.

(33) Gerakan khilafah HTI yg merongrong NKRI adlh makar thd negara yg sah = bertentangan dgn Syariah.

(34) Jangan terkecoh dgn koar2nya HTI bahwa mereka menegakkan hukum Allah, dan yg ga seperti mereka = kafir. Khawarij dulu juga koar2 gitu.

(35) Khawarij koar2 “Tak ada hukum selain hukum Allah”, hukum buatan manusia = kafir. Tp ujungnya, Khawarij membunuhi yg tak sepaham.

(36) Jangan pula terkecoh dgn penampilan luar HTI yg terkesan damai. Lihat juga isi ideologinya yg penuh bahasa kekerasan thd NKRI,

(37) Yg tak kalah penting adlah faakta ini: HTI yg koar2 menegakkan syariah ternyata perilakunya justru bertentangan dgn Syariah.

(38) Dgn melanggar perjanjian bersama bangsa, dan dgn menggelar makar thd negara yg sah, HTI tampil sbg gerakan yg kontra Syariah. SEKIAN.
*****

red. Ibnu Manshur

Share this post
:
Comments
4 Comments

+ comments + 4 comments

Pjuang Aslibhogorr
31 May 2015 at 06:00

kalo kata IWA K, ah masa iya sih yang bener aja?

bagi saya HTI itu seperti makmum yang ingin membenarkan imam yang salah dalam sholat, selebihnya hanya fitnah penuh dengan nafsu yang dilayangkan oleh penulis tweet Akhmad Sahal (@sahal_AS), menyajikan sejarah yang berbeda sama sekali untuk melakukan pembenaran,

padahal sudah seharusnya kaum muslimin bersatu, mau HTI, PKS, Salafi or what ever, semuanya harus dewasa dan tidak saling suudzon perihal medan dakwah yang ditempuh, yang pada akhirnya menuju tegaknya syariat Alloh di muka bumi Indonesia,

fitnah-fitnah sampah jangan lah diletakkan di situs sebagus ini

anggora
1 June 2015 at 09:48

Menuding Syariah dan Khilafah Ancaman, Makar terhadap
Allah dan Rosul-Nya


Menuding syariah dan khilafah sebagai ancaman sama saja
dengan makar terhadap Allah dan Rosul-Nya, hal itu terungkap dalam orasi Ketua
Lajnah Faaliyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Rahmat Kurnia, dalam
Rapat Akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (30/5).

“Ada yang mengatakan khilafah adalah ancaman. Mungkinkah
khilafah yang menerapkan hukum Allah dianggap ancaman?” ujarnya di hadapan
lebih dari 100 ribu peserta Rapat dan Pawai Akbar.

Warga yang berdatangan dari Jabodetabek dan sekitarnya
itu serentak mengatakan tidak.

“Tapi mereka mengatakan khilafah itu ancaman, tapi justru
Allah SWT mengatakan syariat Islam yang ditegakkan khilafah itu rahmat untuk
semesta alam. Lantas siapa yang dipercaya Allah atau mereka?” tanyanya retoris.

Bukan hanya dari sisi keimanan, dari sisi fakta sejarah
pun sejarawan terpercaya mengakui kehebatan peradaban Islam. Bukan hanya muslim
tapi pemeluk Kristen dan yahudi pun menikmati hidup yang baik di era Khilafah.

Lalu Rahmat pun mengutip Bloom and Blair dalam
Islam, a Thousand Years of Faith and Power :” In the Islamic lands, not
only Muslims but also Christians and Jews enjoyed a good life” ujarnya.

Kemudian Rahmat pun kembali bertanya kepada para
peserta. “Kalau begitu masih percaya tidak omongan yang mengatakan bahwa
khilafah adalah ancaman?” tanyanya. Serentak peserta pun memekik: “Tidaak…”

Mardyansah
4 July 2015 at 02:34

Jadi Kesimpulannya apa mas,
NKRI kufur? atau Syah ?

Mardyansah
4 July 2015 at 02:35

Jadi Kesimpulannya apa mas
NKRI kufur atau syah?

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News