Top News :
Home » » Arifin Nugroho Ustadz TV Trans 7 Ternyata Palsukan Sejarah Imam Al-Ghazali

Arifin Nugroho Ustadz TV Trans 7 Ternyata Palsukan Sejarah Imam Al-Ghazali

Posted on Tuesday, 12 May 2015 | garis 21:34

Muslimedianews.com ~ Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa salah satu program keislaman di Trans 7 “Khalifah” menuai banyak kecaman dari masyarakat muslim, lantaran dianggap telah melakukan penghinaan yang sangat luar biasa terhadap sosok ulama besar dalam sejarah Islam, Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali.

BACA: Diprogram Ini, Imam Ghazali Disebut Kurang Mendalami Al-Qur'an dan Hadits 


Dalam program tersebut ia menuturkan:

“….Hanya memang kalau kita lihat, beberapa pendapat ahli sejarah mengatakan, ada sedikit yang kurang dari beliau adalah, beliau kurang mendalami Al-Qur’an dan Hadits, maka subhanallah kalau lihat perjalanan beliau setelah dari damaskus, setelah dari Damaskus pulang ke kampung halaman beliau di Thus, beliau justru disini memperdalam dua kitab, shahihain, Bukhari dan Muslim.”

Setelah ditelusuri, pernyataan Arifin Nugroho yang mengaku sebagai pemerhati sirah Nabi SAW. ini tidak ditemukan dalam literatur Islam manapun. Tidak pernah ada dalam sejarah Islam ada ulama yang mengatakan bahwa Imam Al-Ghazali tidak mendalami “Al-Quran dan Hadis”. Bagi seorang ulama, tuduhan ini adalah penghinaan yang sangat luar biasa, seperti kita mengatakan kepada tukang sate bahwa ia tidak mendalami cara membuat sate.

Imam Al-Ghazali mendapatkan julukan sebagai pembela Islam yang argumentatif “Hujjatul Islam” justru lantaran beliau mampu membuktikan kebenaran Islam secara logis dengan berlandaskan Al-Quran dan Hadis kepada kaum Ateis dan kalangan muslim yang menyimpang.

Pakar sejarah manapun tidak ada yang mengatakan bahwa Imam Al-Ghazali tidak mendalami Al-Quran dan Hadis. Yang ada, segelintir ulama mengkritik beliau di sisi ilmu hadis saja, bukan Al-Quran. Menurut para ulama, di dalam ilmu hadis beliau memang tidak setingkat Imam Bukhari dan Muslim, namun juga tidak seawam yang dikatakan oleh orang-orang belakangan. Dan, adanya penggunaan beberapa hadis yang lemah (dhaif), menurut para ulama hal yang sama juga terjadi pada para ulama hadis yang lain. Kesalahan kecil semacam itu tidak lantas merobohkan semua kredibiltas keilmuan Al-Ghazali.

Bahkan, menurut sejumlah peneliti, Imam Al-Ghazali banyak memberikan sumbangsih dalam studi ilmu hadis. Setidaknya hal itu dapat dibaca di dalam kitab Ushul Fikih beliau “al-Mustashfa” dimana beliau memberikan beberapa analisa dan pandangan terkait ilmu hadis. Begitu berharganya sumbangsih ini, sehingga para ahli hadis setelah beliau banyak yang menukil hasil analisa beliau. Misalnya, Imam al-Zarkasyi dalam kitab “al-Nukat ‘ala Ibn al-Shalah” setidaknya mengambil tujuh belas pendapat dari Imam Al-Ghazali dalam ilmu hadis. Sementara itu Imam al-Syakhawi dalam kitabnya “Fath al-Mughits bi Syarh Alfiyah al-Hadits” mengambil pendapat Imam Al-Ghazali dalam ilmu hadis tidak kurang dari  dua puluh empat permasalahan. Sedangkan Imam Al-Iraqi berargumentasi dengan pendapat Imam Al-Ghazali dalam ilmu hadis di tiga tempat dalam kitab Alfiyah Hadis-nya.

Melihat fakta ilmiah itu, maka banyak netizen yang mempertanyakan kredibilitas ‘kepakaran’ Arifin Nugroho dalam bidang sejarah. Sebenarnya, dari buku sejarah apa ia mengambil pendapat itu? (mosleminfo/SI)

Sumber Mosleminfo

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News