Top News :
Home » » Banjir dan Sampah Menjadi Momok Masyarakat

Banjir dan Sampah Menjadi Momok Masyarakat

Posted on Wednesday, 6 May 2015 | garis 01:48

Genuk, Muslimedianews.com ~ Anggota DPRD Kota Semarang Muhammad Sodri yang terpilih pada dapil 3 Kota Semarang yang meliputi wilayah Genuk, Pedurungan dan Gayamsari mengelar serap Aspresiasi Masyarakat di kelurahan Penggaron Lor, Senin (3/5/2015)

Gelar serap aspresiasi masyarakat merupakan agenda reses dan evaluasi kinerja anggota DPRD Kota Semarang masa sidang 1 tahun 2015. Anggota DPRD Komisi C Muhammad Sodri, membuka ruang aspirasi sebagai bentuk mewadahai dan memfasilitasi masyarakat untuk turut serta berpartisipasi aktif demi pembangunan kota semarang yang lebih baik.


Beragam persoalan disampaikan oleh masyarakat, seperti persoalan pembangunan jalan Wolter Monginsidi, jalan perkampungan, talut, gorong-gorong, sulitnya mendapatkan akses dana, fasilitas pendidikan, taman fasilitas umum masyarakat, lampu penerangan dan yang menjadi momok besar bagi kota Semarang saat ini ialah persolan banjir dan sampah.

Seperti yang diungkapkan Dimas Bp dari Gayamsari, bahwa fasilitas akses jalan untuk wilayah Gayamsari sudah cukup memadahai namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni persoalan banjir dan rob di kawasan kaligawe.

“Selain masalah banjir dan rob yang menjadi keinginan warga salah satunya tersedianya fasilitas umum untuk masyarakat, taman bermain dan belajar. Meski sudah ada beberapa, akan tetapi perlu penambahan dan perawatan oleh karena efek pembangunan dan banjir mengakibatkan tidak terawatnya fasilitas umum yang sudah tersedia,” lanjutnya

Semarang kota banjir, hal itu sudah tidak terbantahkan lagi, beragam cara sudah dilakukan baik pembangunan talut maupun pemberian fasilitas pemompa air. Seiring air meluap kiriman sampah semakin menumpuk dan pengembangan pembangunan real estet juga mempengaruhi penimbunan sampah yang marak dijalan-jalan.

Sampah semakin menjadi buah bibir yang selalu dipertanyakan oleh karena lahan semakin sempit. Apa lagi Semarang setiap harinya mendapatkan tumpukan sampah 10 ton. Begitupun kesadaran masyarakat tentang kesadaran membuang sampah juga belum menjadi etika pribadai, yang mampu membangkitkan semangat hidup bersih.

Selain persoalan sampah Ali Subhan perwakilan dari warga Bangetayu mengatakan, mengucapkan banyak terima kasih karena sudah memperhatikan pembangunan jalan Wolter Monginsisi. Dimana akses jalan di wilayah Genuk memang sangat memperihatinkan, dibandingkan wilayah lain di kota Semarang.

“Sedangkan penerangan jalan, dihimbau untuk lampu yang mati dan pohon besar yang menutupi penerangan jalan untuk dapat diperhatikan. Dan juga memberikan kesadaran bagi masyarakat dikawasan akses jalan untuk dapat memasang lampu penerangan, apa lagi saat ini rawan dengan pembegalan,” imbuhnya

Jalan Wolter Monginsidi saat ini lagi gencar dibangun, memang akses jalan kawasan Genuk rentan rusak oleh sebab genangan air dan masalah banjir. Rimbunan pohon besar juga banyak yang menutupi lampu penerangan jalan. Proyek pembangunan Jalan Wolter Monginsidi lanjutan tahap dua sedang berlangsung, saat ini sedang pembangunan jalan wilayah kelurahan Karangroto hingga sampai perbatasan Semarang dan kota Demak di wilayah Penggaron Lor.

M. Sodri anggota Komisi C yang membidangi masalah pembangunan didampingi Kepala Kantor Kecamatan Genuk Sumarjo, SH sangat antusias mendengarkan keluh kesah masyarakat yang mensuarakan apresiasinya. Masyarakat sangat berharap banyak ada wakil rakyat yang benar-benar memperhatikan mereka, khususnya di wilayah Genuk yang terkadang terpinggirkan dalam persoalan pembangun infrakstuktur.

Sumarjo Camat Genuk menuturkan, jika saja ada DPRD seperti Sodri-Sodri yang lain di Genuk, pastinya wilayah di Kecamatan Genuk akan mengalami pembangunan yang lebih pesat.

Kepada Camat Genuk Sumarjo lebih menyorot persoalan penyakit demam berdarah. Ia mengatakan bahwa, Genuk menempati peringkat terakhir persoalan demam berdarah, sudah ada 12 orang yang menderita penyakit demam berdarah.

Hal ini tentu tidak dapat terelakan bahwa sampah juga menjadi pendorong, nyamuk demam berdarah menempatinya. Begitupun juga masalah banjir menyebabkan air yang tergenang memicu nyamuk demam berdarah bersarang.

Sodri mengatakan bahwa kita perlu adanya saling sinergi baik masyarakat, kelurahan maupun pihak kecamatan dan tentunya saya sebagai wakil masyarakat akan terus memperjuangkan dan mengawal aspresiasi masyarakat.

“Sekarang ini diwilayah Gayamsari, Pedurungan dan Genuk sedang masa pembangunan. Saatnya kita berpartisipasi aktif untuk mewujudkan kota yang bersih dan layak untuk anak. Ini semua menjadi tanggungjawab kita bersama,” lanjutnya

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak M. Sodri selaku angota DPRD Kota Semarang, karena sudah memperhatikan kami sebagai warga masyarakat dan membuka rumah aspirasi sebagai wadah bagi masyarakat untuk mensuarakan keinginannya,” ucap Suratman perwakilan dari Penggaron Lor. (Lukni Maulana)


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News