Top News :
Home » » Begini Upaya Citrakan Buruk Baca Qur'an Langgam Jawa menggunakan video Seriosa

Begini Upaya Citrakan Buruk Baca Qur'an Langgam Jawa menggunakan video Seriosa

Posted on Thursday, 21 May 2015 | garis 21:21

Muslimedianews.com ~ Pembacaan al-Qur'an dengan langgam Jawa yang dilantunkan oleh Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw 1436 Hijriyah di Istana negara beberapa waktu lalu, Jum'at malam 15 Mei 2015, menimbulkan kontrovesi pada sebagian umat Islam. Peringatan tersebut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sejumlah menteri, termasuk pula Hidayat Nur Wahid (PKS), Fahri Hamzah (PKS) dan sebagainya.


Pada dasarnya, pembacaan al-Qur'an dengan langgam Jawa sudah sering didengar oleh sebagian masyarakat sebelum akhirnya dilantunkan di istana negara. Bahkan Imam Masjidil Haram, Imam Masjid Nabawi, Imam Masjid Istiqlal Jakarta, Pangeran Saudi Kkhalid bin Sultan Abdul Aziz, Menag Lukman Hakim Saifuddin, para Duta Besar dan lainnya sebelumnya sudah mendengarkannya. 

(Baca:Ternyata Imam Masjid Nabawi, Masjidil Haram, Istiqlal dan Lainnya Pernah Menyimak Qur'an Langgam Jawa).

Lalu mengapa baru menjadi heboh ?

Pertama, pembacaan al-Qur'an langgam Jawa di istana negara tersebut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. Inilah persoalannya. Hampir semua yang berkaitan dengan Jokowi akan dicitra burukkan dan heboh, termasuk langgam Jawa tersebut. Dalam hal ini, tidak lepas dari permainan atau kepentingan politik. Kebetulan pula, ada seruan lengserkan Jokowi dengan aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa. Momentum yang cocok!

Kedua
, dalam persoalan langgam ini, sangat perlu diakui bahwa kebanyakan umat Islam masih sangat awam. Jangankan membahas soal langgam, membaca al-Qur'an saja masih butuh perhatian serius. Lebih jauh lagi, umat Islam sendiri banyak yang tidak mengerti langgam apa yang mereka gunakan untuk membaca al-Qur'an sehari-hari. Mengapa? karena soal langgam ini tidak terlalu dibahas, bahkan tidak dibahas sama sekali kecuali saat mereka mau menekuni qira'ah sab'ah, dan lainnya, itu karena bukan ini yang menjadi penekanan, tetapi masalah Tajwid dan Makharijul Huruf yang lebih banyak ditekankan.

Ketiga
, persoalan diatas lalu dibumbui dengan isu-isu liberal, de-islamisasi, de-arabisasi dan sebagainya. Semuanya itu dijadikan 'senjata' untuk mencitrakan buruk pembacaan al-Qur'an dengan langgam Jawa.

Dalam hal ini, Habib Muhammad Rizieq Syihab (FPI) juga yang paling getol, sampai-sampai menyerukan pelengseran Presiden RI Jokowi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin karena dianggap melecehkan al-Qur'an. Dalam pernyataannya, pelecehan terhadap al-Qur'an berarti murtad (kafir) serta orang murtad tidak oleh jadi pemimpin. (Baca : Astaghfirullah ! Habib Rizieq 'Fatwa Murtad' Presiden Jokowi dan Menteri Agama).

Kalangan pendukung FPI semakin "anti" terhadap pembacaan al-Qur'an dengan langgam Jawa, karena ternyata Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) politisi Demokrat yang dianggap sebagai orang JIL melantunkan pembacaan al-Qur'an dengan langgam Jawa. Videonya di Youtube.

Keempat
, upaya pencitraan buruk lainnya tambah menjadi-jadi ketika seseorang yang dianggap sebagai pendukung Jokowi berkomentar nyeleneh, lalu dikaitkan dengan pembacaan al-Qur'an  langgam Jawa yang dilantunkan di Istana Negara. Lagi-lagi nama "Jokowi" muncul.
situs PKSPiyungan dibagikan oleh pendukung PKS di Facebook

Kelima, tidak berhenti sampai disitu, upaya pencitraan buruk juga dilakukan dengan menyamakan pembacaan al-Qur'an langgam Jawa dengan pembacaan al-Qur'an (Al-Hujurat ayat 12) dengan irama Seiosa diiringi musik. (Video di Youtube)
postingan di republika
Video irama seriosa diatas jelas tidak bisa disamakan dengan pembacaan al-Qur'an dengan langgam Jawa yang dilakukan di Istana Negara. Sebab ada iringan musik serta tajwidnya juga berantakan.

"Ulama kita sepakat haramnya baca Alquran diiringi musik. Bukanlah baca dg langgam orkestra yg kagak boleh, tapi selain kagak boleh diiringi musik, tajwid berantakan inilah yg juga kagak boleh"
., komen Ust. Cholis Fuad Al-Mutamakkini, akrab disapa Cak Fuad, Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) PBNU, melalui akun facebooknya saat mengomentari tulisan di Republika (21/5).

red. Ibnu Manshur
Link Terkait :

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News