Top News :
Home » , » Diprogram Ini, Imam Ghazali Disebut Kurang Mendalami Al-Qur'an dan Hadits

Diprogram Ini, Imam Ghazali Disebut Kurang Mendalami Al-Qur'an dan Hadits

Posted on Monday, 11 May 2015 | garis 06:12

Muslimedianews.com ~ Program Khalifah di televisi swasta Trans 7 yang mengangkat tema "Imam Al Ghazali Pembela Akidah Islam", tayang pada 4 April 2015 lalu menuai kontroversi.

Pasalnya, bukan hanya menganggap tasawuf sebagai suatu pemahaman yang dianggap berusaha menyerang Islam, tetapi juga Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali dianggap kurang mendalami Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Pada menit ke 17:16, Arifin Nugroho pemandu program Khalifah yang disebut sebagai Pemerhati Sirah Nabawi nampaknya gagal memahami filsafat dan tasawuf.

Menit 17:6: " .. lalu juga yang tidak kalah pentingnya, pengaruh (Imam Al Ghazali) dalam bidang tasawuf,  disaat itu beliau hidup dimasa, dimana falsafah dan tasawuf menjadi bagian utama dalam hal pendidikan, dan beliau mampu meramu dengan begitu indahnya, sehingga tasawuf ini banyak berkesuaian dengan Islam, disaat itu bagaimana Islam diserang dengan pemahaman-pemahaman dari Romawi, pemahaan-pemahaman dari agama lain, pemahaman dari peradaban lain, Imam al-Ghazali mencoba untuk menjadi benteng. disaat banyak serangan dari berbagai macam pemahaman-pemahaman yang merusak agama ini dari sisi filsafat, dari sisi tasawuf, Imam Al-Ghazali mampu menjadi benteng, ia membentengi itu semua, dan kita sekarang dapat memetik hasilnya. "

Pada narasi sebelumnya, Arifin Nugroho juga menganggap ada satu kekurangan Imam Al-Ghazali yaitu tidak memahami Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Menit 14:19 : "...Hanya memang kalau kita lihat, beberapa pendapat ahli sejarah mengatakan, ada sedikit yang kurang dari beliau adalah, beliau kurang mendalami Al-Qur'an dan Hadits, maka subhanallah kalau lihat perjalanan beliau setelah dari damaskus, setelah dari Damaskus pulang ke kampung halaman beliau di Thus, beliau justru disini memperdalam dua kitab, shahihain, Bukhari dan Muslim".


Seorang ulama sekaliber Imam Al Ghazali, Hujjatul Islam, dianggap kurang mendalami Al-Qur'an dan Al-Hadits padahal beliau banyak hafal hadits, bahkan hadits-hadits beliau melebihi hadits dalam beberapa kitab-kitab hadits, dan karya-karya beliau dari berbagai disiplin ilmu begitu banyak.

1 Bidag Fiqh dan Ushul Fiqh : al-Taʿliqah, al-Mankhul min taʿliqat al-Uṣul. al-Basiṭh, al-Wasiṭh fi al-matdzhab, al-Wajiz fi fiqh al-imam al-syafiʿi., Khulaṣat al-mukhtaṣr wa naqawat al-muʿtaṣr , Kitab tahẓib al-uṣul (Pruning on legal theory), Ghayat al-ghawr fi diryat al-dawar , al-Mustaṣfa min ʿilm al-uṣul, Asas al-qiyas dan Fatawy al-Ghazali

2. Bidang Tasawuf dan Akhlak: Mizan al-ʿamal, Iḥyaʾ ʿulum al-din ., al-Imalaʾ ʿala Ishkalat al-Iḥyaʾ, Bidayat al-hidayah, al-ʾArba'in fi Uṣul al-din , Kimiyatu al-saʿadah , Ayah al-wald al-muḥib, al-Tibr al-masbuk fi naṣihat al-muluk, al-Munqidh min al-ḍalāl, Minhaj al-ʿābidīn , dan Sir al-ʿalamian wa kashf maʾ fi al-darian

3. Bidang Ilm Kalam/Teologi/Tauhid: al-Mustaẓhiri or Fadaʾih al-baṭiniyya wa faḍaʾil al-mustaẓhiriyya , Ḥujat al-ḥaq (Proof of the Truth), al-Iqtiṣad fil- ʿitiqad (Median in Belief), al-Risala al-qudsia, Mufaṣil al-khilaf (Clarifer of the Disagreement), Qawaṣim al-baṭinyah awa jawab al-masaʾil al-ʾarbaʿ al-lati saʾalaha al-baṭiniya bi-hamadhan, al-Maqṣad al-ʾasna fi sharah ʾasmaʾ Allahu al-husna, Jawahir al-qurʾān wa duraruh
Fayaṣl al-tafriqa bayn al-Islam wa-l-zandaqa, Mishkat al-anwar (The Niche of Light), Iljam al-ʿawamm ʿan ʿilm al-kalam, Al-ḥikmah fi makhluqat illah, dan Qanun al-ta'wil (Methodology of Interpretation)

4. Bidang Mantiq dan Filsafat: al-Muntakhal fi al-jadal, (The elect in Dialectics), Maqaṣid al-falasifah (Aims of Philosophers), Tahafut al-falasifa (Incoherence of philosophers), Miʿyar al-ʿilm fi fan al-manṭiq (Criterion of Knowledge in the Art of Logic), Miḥak al-naẓar fi al-manṭiq (Touchstone of Reasoning in Logic), al-Maḍnun bihi ʿala ghyar ahlihi, al-Qisṭas al-mustaqim (The Correct Balance), dan Maʿarij al-qudus fi madarij maʿrifat al-Nafs.

Berikut video tayangan program Khalifah Trans 7 :

(Ibnu Manshur)

Share this post
:
Comments
9 Comments

+ comments + 9 comments

Dedy Miswar
12 May 2015 at 06:33

https://www.youtube.com/watch?v=t10G0QR4shM#t=14m47s

mestinya tabayun dulu.... jangan asal menulis berita, justru malah bisa jadi anda yang memfitnah beliau :(



sekedar saran, membuat berita jangan seperti membuat gosip, yang hanya mengutamakan agar pembaca tertarik untuk membacanya...

Jengger Cindhe Laras
12 May 2015 at 09:26

Sebenarnya dimana AN menganggap Imam Al-Ghazali tidak memahami Al-Qur'an dan Al-Hadits? Coba perhatikan narasinya Menit 14:19 : "...Hanya memang kalau kita lihat, beberapa pendapat ahli sejarah mengatakan, ada sedikit yang kurang dari beliau adalah beliau kurang mendalami Al-Qur'an dan Hadits... Jelas kan AN hny mengutip beberapa pendapat ahli sejarah, bukan menurut pendapatnya dia sendiri bukan anggapan dia. Secara keseluruhan narasi AN thdp Imam Ghazali justru sangat bagus.

Fikriyadi
12 May 2015 at 21:03

Ini yg punya blog nya yang keliru, beliau ustadz Arifin mengatakan "beberapa pendapat ahli sejarah mengatakan, ada sedikit yang kurang dari beliau adalah, beliau kurang mendalami Al-Qur'an dan Hadits, maka
subhanallah kalau lihat perjalanan beliau setelah dari damaskus,
setelah dari Damaskus pulang ke kampung halaman beliau di Thus, beliau
justru disini memperdalam dua kitab, shahihain, Bukhari dan Muslim".

Di
sini beliau ustadz Arifin menukil pendapat para Ahli sejarah dan lalu
justru membela Imam Ghazali dengan mengatakan "beliau justru disini
memperdalam dua kitab Bhukari Muslim". Beginilah kalo di dalam hati seseorang sudah tertananm penyakit sehingga buru buru dalam memvonis, Tabayyun ya akhi tabayyun.

Mikir
13 May 2015 at 04:20

Buat semuanya, ini cuma trik buat meraih visitor. #mikir. Wkwkwk

Akun Radikal
24 May 2015 at 08:25

Apa yang salah dengan kalimat ini?

"disaat banyak serangan dari berbagai macam pemahaman-pemahaman yang merusak agama ini dari sisi filsafat, dari sisi tasawuf, Imam Al-Ghazali mampu menjadi benteng, ia membentengi itu semua, dan kita sekarang dapat memetik hasilnya."

Memang benar kok tasawuf di saat itu bnyk yg menyimpang, dan imam al ghazali berusaha memurnikannya, salah satunya lewat Ihya.

bejo
3 June 2015 at 08:01

Imam Al-Ghazali adalah seorang sufi pengamal tasawuf
sebaiknya mas akun radikal baca lagi karya2 beliau biar lebih paham

bejo
3 June 2015 at 08:02

siapakah ahli sejarah tersebut, mohon disebutkan namanya biar dapat dilakukan tabayun benar tidaknya

Akun Radikal
3 June 2015 at 08:08

Terus masalahnya di mana? Memangnya saya menentang beliau?

bejo
3 June 2015 at 08:34

yang saya pahami Imam Al Ghazali membendung serangan2 ulama mutazilah yang mengusung filsafat dari yunani dengan filsafat Islam (Ilmu Kalam), bukan membendung tasawuf justru beliau pengamal tasawuf.

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News