Top News :
Home » , » Gagasan Khilaf Khilafah Hizb ut Tahrir

Gagasan Khilaf Khilafah Hizb ut Tahrir

Posted on Sunday, 31 May 2015 | garis 11:17

Muslimedianews.com ~ Tidak ada gagasan yang lebih Khilaf selain mengusung gagasan penegakan Khilafah, ada 2 kubu pegiat Khilafah, yaitu Hizbut Tahrir dan ISIS. Kepanjangan tangan Hizbut Tahrir di Indonesia yaitu HTI.

Bedanya, Khilafah versi Hizbut Tahrir belum berdiri, sedangkan ISIS sudah mendeklarasikan Khilafah yang ber ibukota di Raqqah Suriah dan kemudian dikenal dengan IS (Islamic State). Tapi keduanya baik HTI ataupun IS sama-sama berpandangan bahwa pemerintahan Turki Utsmani yang runtuh pada tahun 1924 adalah sebuah Kekhalifahan, padahal jelas-jelas itu adalah Kerajaan. Kalaupun Turki Utsmani itu sebuah Khilafah, justru itu adalah bukti sejarah betapa Khilafah itu rapuh dan punah.

Sungguh konyol ada yang berusaha menghidupkan Kembali “sistem” pemerintahan yang telah terbukti gagal itu. Mereka ngotot bahwa Khilafah adalah satu-satunya sistem atau bentuk pemerintahan yang Islami. Selainnya itu Kufur.

Mereka berpandangan akibat sistem sekuler negara bangsa, umat Islam terpecah belah dan terpisah karena batas-batas negara. Intinya mereka bercita-cita menyatukan semua umat Islam di seluruh dunia dalam satu naungan yang namanya Khilafah dan dipimpin oleh seorang yang disebut Khalifah, konsekuensinya adalah menghapus negara bangsa seperti Indonesia, Malaysia, Mesir dan seterusnya.

Mereka terbius oleh doktrin “Islam adalah agama sekaligus negara”.

Sejatinya Khilafah adalah produk ijtihad politik yang terjadi di masa lalu, masa ‘Khulafaur Rasyidin’ ; Sayyidina Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, (plus Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib yg menjabat singkat). Dan dunia Islam juga tahu bahwa para Khalifah itu pun akhirnya terbunuh secara mengenaskan, Umar bin Khattab ditikam, Utsman bin Affan disembelih, Ali bin Abi Thalib dibacok, sedangkan Imam Hasan (sekalipun sudah tidak menjabat Khalifah) beliau meninggal karena diracun.

Tidak ada jaminan bahwa Khilafah adalah sistem yang ideal yang menjamin rasa aman bagi Khalifah dan ketentraman bagi masyarakatnya. Contoh terkini adalah Khilafah versi ISIS, alih-alih menciptakan rasa tentram yang ada adalah aktivitas teror dan horor.

Sejarah sudah mencatat sejak Muawiyah dari klan Umayyah berkuasa, Khilafah telah berubah menjadi dinasti. Bahkan dalam perjalanan sejarah berikutnya tidak ada kekuasaan tunggal yang berkuasa atas dunia Islam, ketika dinasti Abbasiyah berkuasa, muncul lagi dinasti Umayyah di Andalusia dan Dinasti Fatimiyah di Mesir.

Bukti bahwa Khilafah adalah produk ijtihad adalah Nabi tak pernah menetapkan satu bentuk kekuasaan politik tertentu dalam proses pengangkatan keempat Khalifah. Abu Bakar diangkat secara aklamasi, Umar bin Khattab diangkat melalui wasiat, Utsman bin Affan diangkat melalui tim formatur yg diprakarsai oleh Umar dan Ali bin Abi Thalib diangkat melalui aklamasi. Lantas mana yg disebut sistem Khilafah: aklamasi, wasiat atau formatur?.

Ini menunjukkan bahwa Khilafah adalah urusan ijtihad politik, dan urusan politik dalam Islam adalah urusan dunia. Bukankah Baginda Nabi telah bersabda: antum a’lamu bi umuri dun-yakum (kalian lebih tahu urusan duniamu).

Dan yang perlu digaris bawahi adalah periode Islam pada masa Khalifah dan masa kini sudah jauh berbeda, umat Islam tidak hanya berada di madinah atau timur tengah, tapi sudah tersebar di berbagai belahan bumi, bukan ribuan umat tapi 1 milyar lebih dengan aneka ragam karakter dan kebutuhan politik.

Sungguh tidak relevan bila saat ini ada yang memaksakan gagasan Khilafah, kecuali itu orang-orang yg Khilaf, dan tugas kita menyadarkannya atau setidaknya tidak ikut terbius dan Khilaf.


Penulis : Iqbal Khalidi
(Penulis cyber, konflik timur tengah, gerakan transnasional dan Islam nusantara)

Foto : nampak Rahmat S. Labib, Ismail Yusanto

Share this post
:
Comments
1 Comments

+ comments + 1 comments

anggora
1 June 2015 at 09:44

Menuding syariah dan khilafah sebagai ancaman sama saja
dengan makar terhadap Allah dan Rosul-Nya, hal itu terungkap dalam orasi Ketua
Lajnah Faaliyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Rahmat Kurnia, dalam
Rapat Akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (30/5).

“Ada yang mengatakan khilafah adalah ancaman. Mungkinkah
khilafah yang menerapkan hukum Allah dianggap ancaman?” ujarnya di hadapan
lebih dari 100 ribu peserta Rapat dan Pawai Akbar.

Warga yang berdatangan dari Jabodetabek dan sekitarnya
itu serentak mengatakan tidak.

“Tapi mereka mengatakan khilafah itu ancaman, tapi justru
Allah SWT mengatakan syariat Islam yang ditegakkan khilafah itu rahmat untuk
semesta alam. Lantas siapa yang dipercaya Allah atau mereka?” tanyanya retoris.

Bukan hanya dari sisi keimanan, dari sisi fakta sejarah
pun sejarawan terpercaya mengakui kehebatan peradaban Islam. Bukan hanya muslim
tapi pemeluk Kristen dan yahudi pun menikmati hidup yang baik di era Khilafah.

Lalu Rahmat pun mengutip Bloom and Blair dalam
Islam, a Thousand Years of Faith and Power :” In the Islamic lands, not
only Muslims but also Christians and Jews enjoyed a good life” ujarnya.

Kemudian Rahmat pun kembali bertanya kepada para
peserta. “Kalau begitu masih percaya tidak omongan yang mengatakan bahwa
khilafah adalah ancaman?” tanyanya. Serentak peserta pun memekik: “Tidaak…”

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News