Top News :
Home » , , , » Ini Wahabi Yang Mengatakan Tidak ada Bukti Otentik Walisongo

Ini Wahabi Yang Mengatakan Tidak ada Bukti Otentik Walisongo

Posted on Saturday, 23 May 2015 | garis 10:59

Muslimedianews.com ~ Salah seorang ustadz Wahhabi bernama Abu Yahya Badrussalam Lc, dalam ceramahnya di tv @SalamDakwah mengatakan tidak ada bukti otentik tentang sejarah Walisongo, penyebar Islam di Indonesia. Sebagaimana dalam rekaman video berdurasi sekitar 2 menit yang diupload di Youtube.

Tidak hanya meragukan Wali Songo, ustadz Wahhabi itu juga mengharamkan gamela dan wayang yang pernah dijadikan sarana syi'ar Islam oleh Wali Songo.


Berikut transkip jawaban Badrussalam ketika ada seorag penanya yang bertanya mengenai memadukan adat dan syari'at sebagaimana dilalukan oleh WaliSongo:
**** 
"Wali Songo itu nggak ada bukti yang otentik, hanya kata kata anu, kata sepuh kita, kata ini kita, mana... (buktinya)?, apakah Walisongo meninggalkan buku? tulisan?!. Kalau Imam al-Bukhari ada, Shahih Bukhari. Imam al-Syafi'i ada, Al-Umm. Imam Ahmad, (ada) Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. tapi nggak ada kitab Sunan Bonang? , adanya Sunan Abu Daud, Turmidzi, Ibnu Majjah. gitu ya.. sementara kitab Sunan Bonang nggak ada, Sunan Gunung Jati, nggak ada. Makanya pak, karena tidak ada bukti yang otentik tentang Walisongo kita tidak bisa memastikan itu.

Katanya, para Wali itu mencampurkan adat dengan syari'ah, mana buktinya?! kita ini mau memastikan takut menuduh yang tidak-tidak, karena tidak ada buktinya. Kalau pun toh benar para Wali itu mencampurkan adat dengan syari'ah, maka kita lihat, apakah memenuhi syaratnya atau tidak, dengan syarat-syarat yang kita sebutkan tadi. Adapun kemudian (kalau) tidak memenuhi syarat, contoh berdakwah melalui Wayang Golek atau wayang-wayang lain, sementara syari'at kita mengharamkan menggambar gambar-gambar yang bernyawa. Berarti itu adat yang tidak sesuai dengan syari'at.

Atau misalnya ada Wali Songo berdakwah dengan pakai gamelan, sementara syari'at syari'at kita jelas menunjukka bahwa musik itu Haram. Ini berarti adat yangbertabrakan dengan syari'at. Maka adat yang seperti apa dulu. .. atau mungkin dulu Wali Songo pakaiannya pakai adat setempat, ya nggak masalah, selama adat seperti itu tidak bertabrakan dengan syari'at, makanya tanda tanya besar, karena masalah Wali songo ini tidak ada bukti yang otentik.
"


****
Badusalam termasuk salah seorang ustadz Wahhabi yang menolak penamaan Wahhabi terhadap ajaran Muhamamd bin Abdul Wahhab, semantara ulama Wahhabi lainnya begitu bangga dengan nama tersebut. Ia pernah memelintir sejarah Wahhabi dengan mengalihkan penamaan Wahhabi kepada Ibnu Rustum.

(Baca: Antara Wahbiyyah, Wahhabiyyah, Ibnu Rustum dan Ulama Wahabi)


Oleh : Ibnu Manshur

Share this post
:
Comments
22 Comments

+ comments + 22 comments

Bambang Trilaksana
23 May 2015 at 11:48

repot kalau orang ber iman setengah2 , jadinya keminter bener-e dewe; soal pembacaan ayat Al-qu'an dg mocopat yaa sudah gak apa2, buktinya gak terjadi apa=apa, ALLAH yaa gak melarang & gak marah, yg marah itu hanya macluk ALLAH yg keminter saja. Baiknya ak usah dibahas, mari kita melangkah ke depan.

Raden Ayu Lina
23 May 2015 at 15:03

saya adalah salah satu pemegang kitab kitab kuno walisongo berusia lbh 500 tahun dan pemegang al'quran kuno jaman walisongo berusia 500 tahun bahkan kitab kuno sunan tembayat 1443 saka pun saya pegang , bagaimana ustadz wahabi ini bilang tidak ada bukti bukti tentang walisongo ??? yang ada dia miskin ilmu dan miskin data tentang walisongo, makanya tanya kepada klrg sesepuh seperti klrg kami !!!!

T Hasbi Idham
23 May 2015 at 19:03

Sudah mulai lancang kaum wahabi salafi indonesia, dengan gagah berani meragukan dakwah walisongo di nusantara yang mengislamkan nusantara sejak berabad-abad yang lalu....mayoritas membawa paham ahlussunnah waljamaah.....wahabi baru kemaren sore muncul menyampaikan doktrin2nya sesuai pesanan dari ulama wahabi di Medinah........kalau mau menyebarkan pahamnya silahkan untuk dipakai sendiri, tapi jangan suka usil dengan paham yang lain dinusantara yang sudah berpaham ahlussunnah waljamaah yang dibawakan oleh ulama ahlul bait Rosulullah dari hadhramaut........

Irvan Mikail
23 May 2015 at 20:06

kebanyakan di indonesia ini kisah para ulama dibumbui dongeng2 turun temurun dari generasi ke generasi, mulut ke mulut, yg akhirnya banyak melenceng dari aslinya... bahkan keturunannya simpang-siur....contoh yg beredar di masyarakat adalah sunan kalijaga yg katanya sering bertapa dipinggir kali .....memang sejak kapan dalam islam ada bertapa ? apalagi sampai tidak sholat, lebih hebat dari nabi sampai tidak sholat??

baba
24 May 2015 at 10:03

lho bos, kan pada waktu ini sunan kalijaga memang belum memeluk islam, dalam sejarah setelah bertapa itu dia baru di bimbing sama sunan bonang, anda harus belajar sejarah lagi bos, jangan ngasal

Badriolog
24 May 2015 at 11:46

Ini loh contoh manusia tak sadar pentingnya sejarah. Dari dulu wahhabi dilahirkan Yahudi untuk laknatullah untuk menghilangkan jejak jejak Islam di muka bumi. Wahhabi anak haram Yahudi.

hermanto
24 May 2015 at 12:45

para wali songo itu ada ,,,,,,,lah kisah hidup dan peruangan dan juga silsilah keturunanya para wali juga di tulis di beberapa kitab yang tersimppan di keraton2 yannbng ada di indonesia,,,.kalau tidak ada laliu siapa yang menyebarkan islam di tanah indonesia???

Santri Mbeling
24 May 2015 at 16:41

Apa muhammad saw waktu d gua hiro juga sdh sholat. Apa jibril melarang nabi duduk di dlm gua hiro?

andik semrawot
24 May 2015 at 16:44

ORANG ini FPI Club... " Mengganggap orang ARAB paling AGUNG di MUKA BUMI
INI dihadapan TUHAN.....



Saya juga ingin DIA membuktikan, TUNJUKKAN DIMANA AYAT TUHAN ( AL QUR'AN
) YANG MENGATAKAN PRIORITAS UNTUK BANGSA ARAB...????????



Rusullulah saja mengatakan..UMATTI..UMATTI...UMATTI...
UMATKU..UMATKU...UMATKU...



YA AYUHANNASSS....... WAHAI MANUSIA....



Pernakah khutbah jum'at mengatakan yaaa Arabiyunn... WAHAI ORANG ARAB
tidak pernah ada...!!!!! walau itu khutbah jum'at di mecca


ISLAM ini MILIK SIAPAPUN....... Om Ustadz



TAMAN KANAK KANAK VS TAMAN KANAK KANAK

CERAMAH TAMAN KANAK KANAK YANG DENGAR JUGA ORANG TAMAN KANAK
KANAK..........



MEREKA YANG SUDAH SAMPAI PADA TINGGKAT TERTINGGI.... PASTINYA AKAN
TERSENYUM DAN MEMILIH DIAM...!!!!!!!!!!!!

andik semrawot
24 May 2015 at 17:08

PERMOHONAN PRIBADI UNTUK SAUDARA SAUDARA KU SESAMA MUSLIM DI INDONESIA....

PERBEDAAN ITU AKAN SELALU ADA SAMPAI AKHIR JAMAN....

HAKIKAT KEBENARAN ADALAH MILIK ALLAH SWT


BIAR MEREKA MENGATAKAN ORANG JAWA INI ISLAM YANG SALAH....

BIARKAN MEREKA MEMAHAMI APA YANG MEREKA ANGGAP BENAR....
BIARAKAN MEREKA MENGGANGAP DIRINYA PALING BENAR.....
BIARKAN MEREKA MENGATAKAN SURGA SEBAGAI MILIKNYA....
BIARKAN MEREKA MENGATAKAN MANUSIA ANTI NERAKA.....
BIARKAN MEREKA MENYEMBAH APA YANG DIYAKININYA BENAR....
BIARKAN MEREKA PUAS MENGHUJAT MEREKA YG TDK SEPAHAM....
BIARKAN MEREKA LARUT DENGAN NAFSU DI DALAM HATINYA....


SAYA ORANG JAWA DAN MUSLIM.....

SAYA MENERIMA PERNYATAAN ANDA DIATAS, KARENA SAYA ANGGAP ANDA MASIH BELAJAR TENTANG SE ONGGOK DAGING.... MATERI PELAJARAN PUN SEPUTAR DAGING DAN DAGING.... TAK LEBIH DARI ITU.... SAYA MAKLUMI PENGETAHUAN ANDA SAUDARA " IRVAN MIKAIL "

andik semrawot
24 May 2015 at 17:11

JANGAN EMOSIONAL SAUDARA KU...... YANG MENGATAKAN ITU HANYA SE-ONGGOK DAGING.. JADI TIDAK PERLU RISAUKAN PERNYATAAN MEREKA..

andik semrawot
24 May 2015 at 17:42

yth : Bapak Bambang Trilaksana


1. Pernakah Bapak menjumpai seorang KORUPTOR berstatus Haji..????


2. Pernakah Bapak melihat mereka yang SHOLAT namun masih mamupu mengerjakan keburukan/maksiat ( menghujat ) ..?????


Naaaa itulah yang dimaksud dengan DAGING, .... atau bahasa JAWA-nya
" KEMENUNGSAN " silimut-nya masih NAFSU atau yang DOMINAN di dalam dirinya adalah NAFSU.. contoh ( akulah yang paling BENAR..kau SALAH )



Jadi dimaklumi SAJA..!!!!


Pengetahuan mereka tentang agama masih se-ukuran TAMAN KANAK KANAK

tamu
26 May 2015 at 20:03

Rasulullah SAW. berkhalwat di gua hira, jangan memandang sunnah dari nafsu belaka yang suka di ambil yang tidak suka tidak diakui sunnah,
cerita sunan kalijaga adalah masalah spiritual jika tidak paham/tidak punya ilmunya sebaiknya diam bro

Abu Ahmad
26 May 2015 at 21:30

Setahu saya waktu Rosululloh di gua hiro, Islam belum turun kang... gak bisa disamakan antara sebelum turun syariah dan sesudah turun syariah Islam. beda kasus antara nabi dengan "mitos" sunan kalijaga.... (dan saya tidak percaya sunan kalijaga melakukan hal-hal demikian....)

wengky bagas ardiansyah
27 May 2015 at 07:27

Dia mengaku yg paling sempurna dan merendahkan umat yg bukan aliranya. Hargailah perjuangan wali songo yg mnyebarkan islam se nusantara, jdilah bangsa yg baik......jadi orang bener ajalah jd orang bener aja susah, apalagi ngurus wahabi yg jd pemecah umat

Santri Mbeling
29 May 2015 at 22:03

apa iya begitu... terus nabi2 terdahulu agamanya apa? klo islam blm turun. Bukankan Rasulullah SAW diturukan bkn untuk membawa agama baru, tp membenarkan nabi2 terdahulu dan menyelesaikan tugas2 nabi terdahulu. Coba baca buku Atlas Walisongo yg sdh dikaji berdasarkan manuskrip kuno yg tersimpan di berbagai perpustakaan
dunia, dan data2 ilmiah yg ada.

bejo
30 May 2015 at 08:46

jadi maksudnya sebelum turun syariah Islam tidak ada Islam begitu ya mas?


1. jika Islam tidak ada, mengapa kita diwajibkan mengimani semua Nabi dan Rasul terdahulu agar menjadi Islam?




2. mengapa kita wajib mengakui Rasulullah SAW. sebagai Nabi dan Rasul penutup atau yang terakhir agar kita disebut orang yang ber Islam?

Santri Mbeling
30 May 2015 at 13:36

H Machrus Ali ?? apakah beliau bisa dipercaya, apalagi beliau sdh menandatangani sebuah peryataan. Saya pernah baca tentang "Membongkar kebohongan Machrus Ali" tp sdh lama...

Supriyono Alghazzalliq 'Bos Hi
2 June 2015 at 00:35

Ambillah pesannya yang baik saja ........https://www.youtube.com/watch?v=N0dJ-f1dOVo

Supriyono Alghazzalliq 'Bos Hi
2 June 2015 at 00:37

https://www.youtube.com/watch?v=LyfSLpf6nos

Hamba Allah
2 June 2015 at 22:34

Tonton "Ajaran Dakwah Wali Songo - Ustadz Zainal Abidin,Lc." di YouTube
https://youtu.be/-kMVbXBO8DU

purnama syadzili
22 June 2015 at 08:17

“Karya tulis bukan satu-satunya alat ukur fakta atau mitosnya pelaku sejarah. Sebab Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar dan sahabat lain juga tidak meninggalkan karya tulis. Yang meninggalkan karya tulis malah ulama beberapa abad setelahnya seperti Ibnu Majah, Abu Dawud, Tirmidzi dll. Apakah karena tidak ada Sunan Abu Bakar, Sunan Umar dan yang ada Sunan (kumpulan hadis) Ibn Majah, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, apakah berarti Abu Bakar mitos, Umar mitos dan Ibn Majah faktual?”,

– Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, pada Rabu, 27 Mei 2015, di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah.

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News