Top News :
Home » » ironis ! Republika Promosikan Kelompok Anti-Republik Indonesia

ironis ! Republika Promosikan Kelompok Anti-Republik Indonesia

Posted on Wednesday, 6 May 2015 | garis 22:34

Muslimedianews.com ~ Salah satu media Nasional yang bernama Republika mempromosikan kegiatan kelompok Anti-Republik Indonesia Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di laman situsnya, ROL, pada 6 Mei 2015.

Dalam laman tersebut, ROL memberikan bahwa Hizbut Tahrir Indonesia akan menggelar Rapat dan Pawai Akbar (RPA) dengan tema bersama Umat Tegakan Khilafah, Selamatkan Indonesia dari Neoliberalisme dan Neoimperialisme. HTI mengklaim RPA tersebut bakal diikuti oleh 500 ribu peserta.


"Puncaknya diselenggarakan di Gelora Bung Karno dan sepanjang jalan Thamrin pada 30 Mei, insya Allah akan diikuti oleh sekitar 150ribu peserta se-Jabotabek," demikian isi pesan singkat yang diterima ROL, Rabu (6/5/2015).

Sebagaimana diketahui bahwa HTI merupakan kelompok transnasional yang berupaya mengganti Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI) dengan sistem Khilafah yang selalu gigih mereka perjuangkan diluar parlemen. HTI menganggap Indonesia merupakan negara bersistem kafir.

Ironisnya, kelompok anti-Republik Indonesia, mengkafirkan sistem Indonesia dan berupaya mengganti NKRI tersebut bukan hanya dipromosikan oleh media seperti Republika, tetapi juga diizinkan menggelar kegiatan oleh aparat keamanan Indonesia.

Pandangan HT sendiri berbeda dengan pandangan maintream umat Islam Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang menganggap NKRI sudah final. Disisi lain, ulama NU memperingatkan tentang bahaya pandangan HTI tersebut.

KH. Hasyim Muzadi pernah memperingatkan bahwa keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia  harus diwaspadai. (BacaWaspadai Keberadaan HT di Indonesia)

Demikian pula, KH. Muhict Muzadi, memberikan peringatan yang sama. Bahkan Kiai Muchith menyarankan agar seluruh jajaran PBNU lebih kompak dan tidak bergerak sendiri-sendiri menghadapi ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila. Ancaman itu, katanya, semakin nyata, terutama setelah Hizbut Tahrir Indonesia cukup terang-terangan mengkampanyekan pendirian Khilafah Islamiyah di Indonesia. (Baca: NU Tolak Khilafah atas Pendirian dan Dasar yang Jelas)

Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia melalui jalur Australia. Pertama kali dibawa oleh orang yang bernama Abdurrahman Al Baghdadi, tinggal di Bogor. Ia mengkader Mahfudz Kurnia, Ismail Yusanto dan Muhammad al-Khattat (nama aslinya Muhammad Gatot Saptono) menjadi anggota Hizbut Tahrir kemudian membentuk cabang yang diberi nama Hizbut Tahrir Indonesia. (Baca: Mengapa Indonesia Bukan Khilafah ?)

Abdurrahman Al Baghdadi saat ini sudah tidak aktif di HT. Demikian pula dengan Gatot yang dulu pernah menjadi Ketua DPP HTI sudah tidak aktif lagi di Hizbut Tahrir Indonesia. Kedua sudah berstatus sebagai "Mantan HTI". Bahkan Gatot sudah pernah menjadi caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) pada pemilu tahun lalu.

red. Ibnu Manshur
 

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News