Top News :
Home » » ISIS Digerakkan Ideologi Takfiri dan Eks-Tentara Saddam Husain

ISIS Digerakkan Ideologi Takfiri dan Eks-Tentara Saddam Husain

Posted on Tuesday, 12 May 2015 | garis 20:48

Muslimedianews.com ~ Asal daripada dari ISIS adalah gerakan Tauhid wal Jihad di Irak, pimpinan  Abu Mus'ab Zarqawi yang berasal dar Yordania. Ia asalnya adalah preman dan pada tahun 2004, ia dibaiat oleh Al-Qaidah.

Tahun 2006 muncul Islamic State of Irak (ISI) yang pendirinya adalah Abu Bakar Baghdadi, murid daripada Abu Musab Zarqawi. Oleh karena itu, ISIS digerakkan oleh dua bentuk kelompok, yaitu pertama, kelompok ideologi, dan kedua, eks tentara Saddam Husain.

Demikian dijelaskan oleh Irjen Pol. Muhammad Tito Karnavian, MA. Ph.D selaku salah satu narasumber acara sarasehan bertajuk "Aktualisasi Revolusi mental melalui sosialisasi dan deklarasi masyarakat Sumatera Selatan anti radikalisme menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian" di Griya Agung Gubernur Sumatera Selatan, Senin (11/5).

Irjen Pol. Muhammad menjelaskan bahwa ancaman ISIS di Indonesia, dapat di baca dalam Buku ISIS : Inside The Army of Terror yang dituliskan oleh Michael Weiss & Hasan Hassan (Regan Avas, New York, 2015). ISIS merupakan kolaborasi eks-tentara Saddam Husain dan gerakan Tauhid wal Jihad. Simbousis mutualisme antara ideologi takfiri dan politik.

Di Pakistan, sekarang ada Pesantren-Salafi yang mendidik teror. "Kita saat ini menghadapi War of terror (Perang Melawan Teror)", jelasnya.

Menurutnya, Indonesia punya bergaining ditingkat internasional karena mayoritas warga Islam moderat, adanya kasus bom Bali, adanya gerakan radikalis di dunia internasional dan adanya ISIS.

"Indonesia bisa minta apapun pada dunia internasional, misalnya papua jangan diganggu dan lain-lain, karena dunia internasional membutuhkan sikap Indonesia dalam menghadapi terror internasional", lanjutnya.

Sementara KABAHRKAM POLRI Komjen Pol. Putut Eko Bayu Suseno yang juga menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut menjelaskan bahwa melakukan pencegahan terhadap radikalisme dan terorisme merupakan tugas Polri. Paham-paham radikal jangan sampai masuk ke Indonesia.

Narasumber lainnya yaitu Wantimpres Dr. KH. Hasyim Muzadi. Hadir dalam acara tersebut, Irjen Pol. Muhammad Tito Karnavian, MA. Ph.D, KAPOLDA Sumatera Selatan Irjen Pol. Iza Fadri sebagai narasumber, Wakil Gubernur H. Ishak Mekki, Ketua DPRD Praopensi, PWNU Sumatera Selatan dan PCNU Se-Sumatera Selatan, Bupati, Kapolres, dan Ormas se-Sumatera Selatan.

Acara tersebut diakhiri dengan deklrasi bersama anti radikalisme dan kelompok ISIS yang dibacakan oleh Ketua DRRD Provinsi Sumatera Selatan. (MS/IM)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News