Top News :
Home » » Islamisasi di Nusantara dan Terbentuknya Masyarakat

Islamisasi di Nusantara dan Terbentuknya Masyarakat

Posted on Wednesday, 13 May 2015 | garis 04:35

Muslimedianews.com (Part 1) ~ Insya Allah kajian pertama, kami akan mengangkat tema Islamisasi di Nusantara dan bagaimana masyarakat terbentuk di Indonesia.

Kajian ini perlu kita bahas, karena sebagian dari kita salah memahami Islamisasi dan Arabisasi. Apakah perlu membahas perbedaan Islamisasi dengan Arabisasi?

Dalam kajian sejarah masuknya Islam di Nusantara, terlebih di Indonesia, para pakar masih berselisih pendapat.

Perselisihan mrk terletak pd pertanyaan, kapan Isalm datang&singgah di Indonesia, dr mn Islam berasal, siapa yg menyebarkanya pertama kali?

Ketika para ahli dipertautkan pd pertanyaan2 tersebut di atas, maka muncullah beberapa polemik yg memang membutuhkan beberapa sudut pandang.

Selain daripada itu, interpretasi data atau kurang data yg valid yg mendukung suaty teori atas teori yg lain.

Hal inilah yg menyulitkan kapan masuknya Islam ke Nusantara, mengingat letak geografis Indonesia sangat luas.

Menurut Mansur Suryanegara, setidaknya ada empat teori yg melatarbelakangi masuknya Islam ke Nusantara.

Keempat teori tersebut adalah teori India, teori arab, teori persia, dan teori china. Keempat teori ini sama2 mempunyai argumentasi yg kuat.

Kita akan bahas keempat teori tersebut satu persatu. Dan kita mulai dari Teori India. Teori ini dipelopori oleh Pijnappel.

Ia salah seorang profesor bahasa Melayu di Universitas Leiden Belanda. Ia berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia bukan berasal dari Arab

Bukan pula dari Persia secara langsung. Akan ttapi berasal dari India, terutama dari pantai barat yaitu Gujarat dan Malibar.

Ada yang pernah ngaji Kitab Fathul Muin bukan? Fathul Muin yg tenar namanya di pesantren2 di Nusantara ditulis oleh orang Malibar INDIA.

Yaitu Zainuddin al-Malibari, yg tidak lain anak idelogis dari Ibnu Hajar al-Haitami.

Karena alasan itulah Islam masuk ke Nusantara lewat orang Arab yg  menetap dan bermadzhab syafii, hingga rata2 muslimnya bermadzhab syafii.

Namun dalam perkembangannya, teori India yang digagas oleh Pijnappel ini direvisi total oleh C.Snouck Hurgronje.

Namun dalam perkembangannya, teori India yang digagas oleh Pijnappel ini direvisi total oleh C.Snouck Hurgronje.

Masih menurut Hurgronje, Penduduk yg berasal dari Deccan bertindak sebagai perantara dagang antara Negeri2 Islam dan Penduduk Indonesia.

Selanjutnya orang2 dari Deccan itulah yang kemudian menetap di kota2 pelabuhan Indonesia untuk menyemai benih2 agama Islam.

Memang harus diakui, Islam itu tumbuh berkembang, di samping karena kekuatan Politi, juga karena kekuatan perdagangan.

Setelah orang-orang Decan (India) menyebarkan benih2 Islam di Indonesia, barulah setelah itu datang orang-orang Arab yg bergelar Sayyid...

Atau Syarif (Keturunan Rasulullah) melanjutkan estafeta Islamisasi di Indonesia. Menurut sebagian pakar, para sayyid tersebut walisongo.

Para Sayyid tersebut menemukan kesempatan baik untuk menunjukkan keahliannya dalam berdakwah dengan menggunakan metode hikmah.

Sehingga dengan demikian banyak masyarakat yang dengan sadar mengikuti dakwah mereka tanpa merasa sedikitpun dipaksa.

Inti dari dakwah mereka adalah Mengislamkan orang kafir dengan santun dan tidak mengkafirkan orang yang sudah Islam.

Alasan Hurgronje bahwa Islam masuk di Indonesia berasal dari Deccan adalah adanya kesamaan tentang faham fiqih syafii di pantai Coromandel.

Di samping itu pengaruh Syiah yang masih meninggalkan sedikit jejaknya di Jawa dan di Sumatera, yg dulunya mempunyai pengaruh yg kuat.

Masih menurut Hurgronje, bahwa pada awal abad ke 12 sebagai priode yg paling memungkinkan awal penyebaran Islam di Nusantara.

Di samping Hurgronje, pendapat teori India ini juga diperkuat oleh J.P. Moquette.

Ia mempunyai kesimpulan bhw tempat asal Islam di Nusantara adlh Gujarat, India. Pendapat ini didsarkan pd pengamatannya terhdap bentuk nisan

Batu Nisa yang Moquette amati adalah Batu Nisan Maulana Malik Ibrahim di Gresik Jawa Timur. Kemudian ia membandingkan Nisan tersebut...

Dengan Nisan yang ada di Cambay, Gujarat. Dari fakta inilah kemudian Moquettee menginterpretasikan bahwa bantu Nisan di Gujarat dihasilkan..

Bukan untuk pasar lokal saja, akan tetapi nisan tersebut di ekspor ke wilayah lain termasuk Jawa.

Oleh karena itu ia menyimpulkan bahwa hubungan bisnis inilah yg memungkinkan orang2 Nusantara mengambil Islam dari Gujarat.

Mimin lanjutin besok lagi yah... soalnya mimin sudah ngantuk. Wassalamualaikum wr wb.

Catatan:
Ada banyak teori sebenarnya yg melatarbelakangi dakwah islam di Nusantara. Yg sudah dibahas teori India.  Masih ada tiga teori lagi, teori arab, teori china/tiongkok, dan teori persia.
@kajiannusantara, 10 Mei 2015
http://chirpstory.com/li/265687

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News