Top News :
Home » » KH Cholil Nafis: PBNU Kerjasama dengan Universitas al-Musthafa al-Alamiyah Iran

KH Cholil Nafis: PBNU Kerjasama dengan Universitas al-Musthafa al-Alamiyah Iran

Posted on Wednesday, 6 May 2015 | garis 03:44

Surabaya, Muslimedianews.com ~ Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, KH. Cholil Nafis, PhD mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pasar utama bagi paham seperti Syiah, Wahabi, Hizbut Tahrir (HT) dan Islam Liberal (Islib). Artinya, NU menjadi rebutan atau lahan yang dijadikan sasaran dakwah mereka. ”Karena NU paling besar maka Syiah, Wahabi, HTI dan Islam Liberal itu berusaha mendekati NU,” kata Kiai Cholil Navis, Rabu (29/4/2015) sore.


Strategi mereka, kata Kiai Cholil Nafis, berbeda-beda. Syiah, misalnya, memakai strategi seolah-olah ajaran Syiah dan NU itu dekat, tak ada perbedaan. ”Padahal secara ushul (aqidah/teologi) Syiah dan NU jelas berbeda,” katanya.

Sedang Wahabi, tegas dia, mempengaruhi warga NU justeru dengan cara menyalahkan ajaran NU. Begitu juga HTI dan sebagainya. Menurut dia, sekarang beberapa pimpinan NU, baik di PBNU maupun di daerah banyak yang tertarik dengan ajaran Syiah, Wahabi dan HTI. ”Saya lihat di Jawa Barat, di Jawa Tengah, di Jawa Timur sudah ada semua,” katanya.

Menurut dia, kalau ketertarikan pengurus NU kepada Syiah, Wahabi, HTI dan Islam Liberal ini terus terjadi, maka tak mustahil NU nanti akan habis. Apalagi Syiah, Wahabi, dan lainnya memang punya target untuk menghabisi ajaran NU. ”Mereka menarget tahun 2050  NU akan habis,” katanya.

Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah ini bahkan menuturkan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas al-Musthafa al-’Alamiyah, Qom, Iran. Qom adalah sebuah kota yang merupakan ibukota Provinsi Qom di Iran. Qom menjadi sebuah kota suci bagi penganut Islam Syi'ah. Kota ini merupakan pusat pendidikan Syi'ah terbesar di dunia.

Menurut Kiai Cholil Nafis, dokumen kerjasama di bidang pendidikan, riset dan kebudayaan itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan Rais Am Syuriah PBNU yang saat itu dijabat KHA Sahal Mahfudz. Dokumen tertanggal 27 Oktober 2011 itu dibuat dalam dua bahasa, Persia dan Indonesia.

”Saya kopi yang berbahasa Indonesia karena saya gak begitu paham bahasa Persia,” katanya sembari minta PIN BANGSAONLINE.com untuk mengirim foto kopi dokumen MoU tersebut. BANGSAONLINE.com menerima dokumen MoU tersebut dalam versi bahasa Indonesia.

Menurut Cholil Nafis, Kiai Said Aqil tak bisa mengelak karena sudah ada dokumen resmi yang dia temukan. ”Di PBNU ada, di Universitas al-Mustafa juga ada,” tegas dosen Universitas Indonesia (UI) itu ketika ditanya dapat dari mana dokumen tersebut. Ia mengaku pernah sekali berkunjung ke Universitas al-Mustafa al-‘Alamiyah. ”Saya kesana mewakili UI dalam urusan akademik,” katanya.

Menurut dia, kerjasama itu berlaku selama 4 tahun. "Kalau tak ada pembatalan, kerjasama itu akan terus dan diperpanjang dengan sendirinya," katanya.

MoU PBNU dengan Universitas al-Musthafa al-Alamiyah ini sempat heboh karena Rais Am PBNU yang saat itu dijabat KHA Sahal Mahfudz tak mengatahui MoU tersebut. Setelah mengetahui, beliau marah dan membatalkankan MoU tersebut. (tim/BANGSAONLINE) 

Share this post
:
Comments
2 Comments

+ comments + 2 comments

Fahlewi Saala Marsyad
6 May 2015 at 04:54

Kerjasama dengan Syi'ah tidak bertentangan dengan Islam. Allah dan Nabinya kan sama.

Sabdo Hidup
8 May 2015 at 13:06

Banyak kyai demi beda pilihan partai maka saling serang dan sindir.. .perpcahan di nu karena itu. Tetutama tokoh yg dekat ppp selalu melakukan serangan demi mengegombosi lawan ujungnya jabatan. Daripada bicara ngalor ngiduk lebih baik jadi kyai diam.satu satunya kyai yg paling tidak bisa kemakan isu fitnah misi anti syiah yg di bawa wahabi adalah anak anak buah gus dur. Kalaunlainya cuma cari tenar dan makan

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News