Top News :
Home » , » Menghadapi Aliran Islam Impor Lebih Penting Dalam Muktamar NU

Menghadapi Aliran Islam Impor Lebih Penting Dalam Muktamar NU

Posted on Wednesday, 13 May 2015 | garis 06:33

Oleh : Mustiko Romadhoni PW

Muslimedianews.com
~ Nahdhatul Ulama atau yang dianggap sebagai Islam Nusantara harus mampu menyelesaikan permasalahan aliran Impor dalam agama Islam. Hal ini perlu digodok pada Muktamar yang akan di gelar di Jombang mendatang. Para Ulama NU, para Kyai maupun budayawan NU harus lebih menggodok dan mempersoalkan tentang bagaimana menyikapi aliran Impor yang banyak meresahkan masyarakat dengan ideology yang mereka bawa.

Aliran agama yang banyak mengatasnamakan perjuangan muslim atau pun golongan-golongan Radikal, Fundamental, dan Liberal akan terus menjadi persoalan agama pada bangsa ini.

Pada Era saat ini Ideologi berperan sebagai konstruk social yang mampu merubah tatanan social. Sebelumnya masyarakat hanya memahami Islam Nusantara yang menjadikan Madzhab Imam Syafii sebagai madzhab mayoritas, ternyata sekarang banyak sekali paham–paham yang tidak jelas masuk di Negara pun dengan tujuan sebenarnya kita tidak mengetahuinya. Kalau di telisik melalui analisa social, masyarakat dibuat bingung dengan keadaan saat ini. Kebingungan itu dapat dilihat berapa banyak masyarakat kita yang secara akidah luntur.

Lunturnya akidah atau ideology Muslim Indonesia karena dihadapkan dengan persoalan ekonomi. Masuknya aliran impor di Indonesia karena membawa penawaran dibidang ekonomi, missal dari organ-organ kepemudaan seperti HTI, KAMMI, dll.

Dalam sitem kaderisasi rata-rata menggunakan pendekatan secara individu untuk menyelesaikan dalam hal akademis, organisasi, dan juga financial, begitu pun yang marak saat ini adalah ISIS, yang jika masuk mendapat jaminan kesejahteraan ekonomi. Permasalahn itu dikarenakan Islam yang asli lahir Di Indonesia tidak mampu mempertahankan atau memberdayakan kembali masyarakat muslim, sehingga mengakibatkan kelunturan nilai-nilai akidah karena ekonomi melemah.

Perlu diadakan rekonstruksi gerakan dalam menyelesaikan persoalan aliran Islam Impor. NU harus mampu memberikan terobosan baru dalam mempertahankan ideology melalui kesejahteraan ekonomi, karena diakui atau tidak kacamata masyarakat saat ini dibilang sejahtera adalah ukuran perekonomiannya. Pemberdayaan Ekonomi atau Pendidikan ekonomi kreatif harus segera diwujudkan bagi seluruh elemen yang mengaku mempertahankan Islam Nusantara, seperti NU dikalangan Ormas dan PMII dikalangan OKP. Peperangan hari ini adalah peperangan Idologi melalui jalur ekonomi.

Perlu jadi pembahasan utama pula terhadap MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dengan adanya perdagangan bebas bukan tidak mungkin aliran Impor Islam akan bertambah lagi. Wali Songo menyebarkan agama Islam melalui perdagangan. Oleh karena itu dalam Muktamar NU di Jombang nanti semuanya harus menyikapi dan mengatur strategi dalam pencegahan aliran baru maupun membumi hanguskan secara perlahan aliran impor yang saat ini ada secara sistematis dan terstruktur serta mampu mengkonstruk kembali social masyarakat Indonesia sejati. (pw)

Ada satu kutipan yang perlu diwaspadai oleh bangsa Indonesia : “Untuk menghancurkan Negara muslim atau mayoritas muslim ada 3 cara: Hancurkan bukti-bukti sejarahnya, Hilangkan bukti-bukti sejarahnya, Katakana bahwa nenek moyangnya bodoh dan primitive" (Kutipan Juri Lina Swedia of zionits)

Mustiko Romadhoni PW
*Kader PMII Komisariat Raden Paku Malang

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News