Top News :
Home » , » MUI : Mengingkari Kesepakatan NKRI berarti Pemberontak

MUI : Mengingkari Kesepakatan NKRI berarti Pemberontak

Posted on Sunday, 31 May 2015 | garis 19:10

Muslimedianews.com ~ Ketua Bidang Dakwah MUI Cholil Nasif menjelaskan, NKRI telah mewadahi semua aspirasi umat beragama karena tak ada penganut agama apapun yang kesulitan untuk menjalankan ajaran agamanya.

Maka, kata dia, siapapun mengingkari kesepakatan NKRI berarti Bughat (pembangkang/pemberontak) yang harus diperangi.

Sementara itu, Dr. KH. Ma’ruf Amin selaku Wakil Ketua Umum MUI berpesan kepada seluruh dai agar dalam berdakwah memperhatikan metodenya.

Menurutnya, kebaikan yang disampaikan dengan cara yang tidak benar tidak akan tercapai kebaikan tersebut. Karena itu, kata Ma'ruf Amin, para dai jika berdakwah dengan retorika harus menggunakan perkataan yang lembut (qaulan layyina), mulia (qaulan kariman), argumentatif (qaulan balighan), dan benar (qaulan sadidan).  Demikian sebagaimana diberitakan Republika.

Bughot merupakan tindakan haram didalam syari'at Islam. Dalam arti lain, merupakan pelanggaran terhadap syari'at Islam. Dalam khazanah fiqih, bughot berarti “pemberontakan”. Berasal dari akar kata bagha, yang berarti “melampaui batas”. Bughot dilarang menurut fiqih dan pelakunya harus diperangi.

red. Ibnu Manshur


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News