Top News :
Home » , , » Polda DIY akan Amankan Acara HTI yang Mau Ubah Negaranya

Polda DIY akan Amankan Acara HTI yang Mau Ubah Negaranya

Posted on Saturday, 9 May 2015 | garis 19:04

Muslimedianews.com ~ Ironis, bukan hanya mendapatkan izin, Polda DIY juga hendak mengamankan acara Rapat dan Pawai Akbar (RPA) 2015 kelompok transnasional Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang bercita-cita ubah negaranya (NKRI) menjadi Khilafah ala Hizbut Tahrir.

Kapolda DIY Brigadir Jenderal Polisi Drs. Erwin Triwanto, S.H. ketika menerima audiensi DPD I HTI DIY pada Selasa, 14 April 2014 juga memberikan apresiasi kegiatan HTI dalam hal tertib melaksanakan kegiatan. “Seharusnya HTI menjadi panutan bagi organisasi lain dalam pelaksanaan kegiatan. Untuk kegiatan Pawai dan Rapat Akbar tanggal 10 Mei 2015, kepolisian siap mengamankan.”, tuturnya sebagaimana dilansir situs resmi HTI.

HTI DAN ISIS TIDAK SAMA, BENARKAH ?


Dalam pertemuan itu, Kapolda dikabarkan menanyakan pandangan Hizbut Tahrir tentang ISIS. Pertanyaan itu lalu dijawab oleh Ketua DPD I HTI DIY M. Rosyid Supriyadi bahwa HTI berbeda dengan ISIS.

"HTI berbeda dengan ISIS", jawaban ini hanyalah retorika M. Rosyid belaka yang hendak mengalihkan penanya dari esensi perjuangan HTI. Ibarat sebuah kalimat, jawaban tersebut masih koma, sebab dalam lanjutan jawabannya, M. Rosyid secara jelas menyatakan HTI sama dengan ISIS. "Perjuangan HIzbut Tahrir dalam menegakkan khilafah adalah dengan pemikiran, tanpa kekerasan"., jawabnya.

Hizbut Tahrir dan ISIS sama-sama sebagai kelompok yang menginginkan Khilafah. Dalam hal ini, HTI sama dengan ISIS. Sama-sama hendak mengubah NKRI -negara milik Kapolda yang seharusnya diamankan dan dibela- menjadi khilafah ala HTI.

Hanya saja sampai saat ini HTI belum mampu mendirikannnya karena metode perjuangan mereka berbeda dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) yang lebih 'simpel'. Serupa tapi Tak Sama.

Tetapi HTI  sudah menyiapkan "piranti lunaknya" soal pemerintahan Khilafah ala mereka. Perlu juga diketahui bahwa, ISIS sendiri tidak memasukkan Hizbut Tahrir sebagai bagian dari pejuang Khilafah. Disisi lain, meskipun sama-sama menginginkan Khilafah, HTI menolak Khilafah ISIS. Mereka ingin mendirikan Khilafah mereka sendiri.

Dikabarkan pula, bahwa dalam audiensi yang berlangsung di ruang tamu kapolda tersebut, beliau didampingi KARO OPERASI; KOMBES POL Drs. Mohamad Arief Pranoto, M.M., KABID HUMAS AKBP Hj. Anny Pudjiastuti, S.Sos.M.Si, serta wakil direktur Intelkam. Dari HTI juga hadir Ust. Farid Ma’ruf (Ketua SC RPA), dan pengurus lainnya yaitu Ust. Nurwidianto, Ust. Agus Shiddiq, dan Ust. Hermanto selaku tim dokumentasi.

Hizbut Tahrir secara organisasi memegang prinsip penegakan Khilafah melalui propaganda bukan senjata. Tapi siapa yang bisa menjamin simpatisan Hizbut Tahrir di lapangan mengikuti prinsip organisasinya? Kita tidak tahu, termasuk Kapolda DIY tersebut juga tidak tahu.

Sebenarnya banyak aktivis Hizbut Tahrir yang sudah tidak sabar menunggu tegaknya khilafah. Cita-cita menegakkan Khilafah hanya dari seminar ke seminar, talkshow, demo, kumpul-kumpul di GBK, dan kali ini 2015, RPA (Rapat dan Pawai Akbar).

Yang perlu umat Islam waspadai, termasuk oleh Kapolda tersebut adalah kemungkinan adanya migrasi aktivis Hizbut Tahrir menjadi suporter ISIS. Tidak sedikit orang menjadi korban hasutan politik Khilafah Hizbut Tahrir, termasuk di Indonesia.

Oleh : Ibnu L' Rabassa
foto. doc. fanpage hizbut tahrir

Share this post
:
Comments
1 Comments

+ comments + 1 comments

Sambiloto
19 May 2015 at 20:56

Mau dibawa ke mana negara kita? Mau menjadikan Indonesia sebuah provinsi dari khilafah (imperium) Pan-Saudi Arabia? Mau meleburkan identitas dan budaya asli bangsa Indonesia? Coba pelajari sejarah HT yang bermula di Jordania. Pertanyaannya, mengapa HT tidak laku di negara asalnya (rumpun negara2 berbudaya Arab?). Khilafah model mana yang dicita2kan HT transnasional? Coba tunjukkan di mana di dunia Arab saat ini memakai sistem khilafah? Indonesia sudah memiliki kearifan lokal yang memang ccok bagi budaya lokal yang lembut dan kekeluargaan. Janganlah dikontaminasi dengan unsur2 radikal kekerasan, balas dendam dan pemaksaan.
Para wali sudah menggunakan cara benar menyebarkan Islam dengan cara akomodasi dan asimilasi kultural dan selektif, diambil yang baik dan cocok untuk diterapkan di Indonesia. Begitu pula para ulama penerus wali dari tradisi NU yang telah mengindonesiakan Islam, bukan mengarabkan Indonesia. Kalau HT ngotot mau mengubah sistem di Indonesia menjadi khilafah model HT internasional, cobalah perjuangkan itu di tanah asal ideologi politik HT sendiri di Jordania sana ! Wahai saudara2ku bangsa Indonesia, waspadalah terhadap penghilangan identitas bangsa dan budaya kita. Dan akhirnya bangsa kita hanya menjadi suporter bangsa lain atau bahkan terjajah secara ideologi.

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News