Top News :
Home » » Puluhan Aktivis KAMMI Pakai Topeng Tokoh Katolik saat Demo

Puluhan Aktivis KAMMI Pakai Topeng Tokoh Katolik saat Demo

Posted on Friday, 22 May 2015 | garis 08:38

Muslimedianews.com ~ Ada yang berbeda dari aksi unjukrasa mahasiswa di peringatan Hari Kebangkitan Nasional depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5). Aksi berbeda ini ditunjukkan oleh massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Para mahasiswa ini memilih aksi unjukrasa diam sambil memakai topeng Guy Fawkes. Topeng Fawkes juga kerap digunakan kelompok hacker Anonymous sebagai bentuk perlawanan. Topeng itu juga dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla  yang dianggap abai dalam melindungi masyarakat pribumi.

"Ini adalah simbol perlawanan terhadap pemerintahan Jokowi yang tak adil terhadap nasib rakyat pribumi. Pemerintah lebih mementingkan kelompok asing," korlap aksi KAMMI, Akmal.

Demonstran perempuan dan laki-laki di organisasi itu memakai topeng yang terkenal lewat film V for Vendetta tersebut tanpa terkecuali.

Aksi diam para mahasiswa KAMMI ini juga sama sekali tidak terpengaruh dengan orasi-orasi organisasi mahasiswa lainnya yang sibuk menyerukan celaan terhadap pemerintah terutama Presiden Joko Widodo.

Mereka tetap tenang hanya dengan memegang beberapa selebaran-selebaran dan spanduk berisi tuntutan terhadap pemerintahan Jokowi, sapaan karib Joko Widodo. Beberapa selebaran bertuliskan perlindungan dan keadilan untuk warga pribumi.

"Itulah cara kami melawan. Melawan dengan diam," tegas Akmal.

Namun siapakah sebenarnya sosok Guy Fawkes yang kemudian wajahnya ditopengkan dan menjadi simbol perlawanan itu?

Sebenarnya Guy Fawkes adalah salah satu tokoh Katolik Inggris yang hidup pada tahun 1570-1606. Dia dikenang dalam peristiwa Gunpowder Plot. Dimana saat itu dia bersama puluhan temannya membawa sekitar 30 kilogram mesiu dan berusaha meledakkan gedung parlemen di Inggris pada 5 November 1605.

Upaya itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap raja Inggris, Raja James I dan para pejabat di Inggris yang dianggapnya telah menindas warga beragama Katolik. Namun upaya itu gagal. Dia tertangkap dan setahun kemudian dihukum mati. (flo/jpnn)

sumber jpnn/gambar: facebook via jppn
http://assets2.jpnn.com/picture/watermark/20150521_144157/144157_804186_demo_istana_kammi.jpg

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News