Top News :
Home » » Soni Abu Husein At-Thuwailibi VS Abul Jauzaa', Wahhabi Versus Wahhabi Saling Caci

Soni Abu Husein At-Thuwailibi VS Abul Jauzaa', Wahhabi Versus Wahhabi Saling Caci

Posted on Saturday, 9 May 2015 | garis 21:24

Muslimedianews.com ~ Abul Jauzaa', salah seorang ustadz wahhabi yang cukup dikenal dikalangan wahhabi didunia online. Ia mengelola sebuah blog keislaman yang beralamat di http://abul-jauzaa.blogspot.com dengan title blog  "!! كن سلفياً على الجادة / Jadilah Seorang Salafi Sejati".


Abul Jauzaa, nama aslinya adalah Dony Arif Wibowo. Ia pernah terlibat debat dengan Ust. Muhammad Idrus Ramli didunia online dengan saling menanggapi artikel, tetapi belakangan Abul Jauzaa' tidak melanjutkannya.

Difacebook, Abul Jauzaa' juga pernah terlibat "cekcok" dengan seorang Wahhabi lainnya bernama أبو حسين الطويلبي atau Soni Abu Husein At-Thuwailibi. Mei 2014 lalu.

Soni tergolong Wahhabi yang baru, tingkahnya masih seperti anak-anak seperti yang dikatakan oleh Abul Jauzaa'.

Perseteruan antara Soni dan Dony hingga berujung pada saling caci maki yang dahsyat.

A. CACI-MAKI SONY KE DONY
Sony Abu Husein menyebut Abul Jauzaa' sebagai seorang yang bermanhaj Setan.

Dari sekian banyaknya cacian atau celaan Sony terhadap Abul Jauzaa', bila dirangkaum, maka Abul Jauzaa adalah Laki-laki keji, Khabits, tukang Fitnah, Tukang Ghibah, Tukang Buhtan, perusak kehormatan seorang Muslim, penebar kebencian dan kedustaan dengan menggunakan Dalil-dalil.

B. CACI-MAKI DONY KE SONY
Sedangkan bila caci maki Abul Jauzaa' kepada Sony Abu Husein Ath-Thuwailibi, maka Sony adalah pendusta, ngawur, cengeng, gila popularitas, lisannya jelek dan kotor, sok senior, jago memutar balikkan fakta, takut eksistensinya hilang, adab/akhlaknya buruk, anti kritik, takut dianggap bodoh, konyol, ABG yang sering bersandiwara, Presiden Pemutarbalikkan Fakta, bodoh, lucu aneh, ngibul, gagal dalam beragumentasi, lisannya gak beres, gak jujur, sering misuh-misuh, underestimate, Woman sekali, gaya preman, Soni bin Bruek, over acting.


C. FACEBOOK KEDUANYA ?
Facebook Sony Abu Husein Ath-Thuwailibi awalnya beralamat di https://www.facebook.com/abuhusein.atthuwailibi dengan nama "Abu Husein At-Thuwailibi", tetapi belakangan sudah tidak aktif. Lalu pindah ke https://www.facebook.com/profile.php?id=100009004239414&fref=nf memakai nama arabic "أبو حسين الطويلبي".

Sedangkan facebook Abul Jauzaa awalnya beralamat di https://www.facebook.com/donnie.aw dengan nama "Dony Arif Wibowo" dan belakangan juga tidak aktif hingga dicari-cari oleh fans-nya.


D. SCREENSHOT FACEBOOK SONY
Screenshot dilakukan  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1489451614601160&set=a.1432499416963047.1073741832.100006090070591&type=1&relevant_count=1  pada17 Mei 2014. Sekarang akun ini tidak bisa dibuka (non-aktif/sudah berganti).

Facebook lama: Sony Abu Husein At-Thuwailibi
Foto Abul Jauzaa diupload oleh Sony difacebooknya.
 






E. SCREENSHOT FACEBOOK DONY
Screenshot dilakukan tanggal 18 mei 2014 melalui akun ini https://www.facebook.com/donnie.aw/posts/10201987224588679. Dan sekarang sudah non-aktif.









F. PENUTUP
Untuk Abul Jauzaa', anda dicari fans anda.
"Mencari Abul Jauzaa' ?"
facebook baru Sony

Oleh : Ibnu Manshur

Share this post
:
Comments
7 Comments

+ comments + 7 comments

Puspito Rinonce
10 May 2015 at 09:16

Kenapa kok bisa berseteru ya mas?
Karena memang yang namanya WAHABI itu nggak pernah ada.
Itu kan cuma penamaan kalian orang-orang yang anti sama dakwah Tauhid & Sunnah.



Beda kan sama NU?
Kalau NU, terutama yang macam kalian ini.

Kalian ini kan generasi nepotisme Indonesia.
- Meski aqidahnya rusak & bobrok, selama masih berada dibawah bendera NU maka akan dibela & disembunyikan aibnya.
- Tapi kalau diluar NU, meski aqidahnya nyenggo-nyenggol cocok, maka akan dimusuhi & tak jarang dikritisi habis-habisan.


Abul Jauzaa & Abu Husen ini mirip Ulama masa lampau, kadang berselisih pendapat, menandakan kalau keduanya ini murni menginginkan kebaikan & kelurusan saudaranya.

Beda sama generasi nepotisme kayak kalian.
Meski manhajnya rusak nggak mbejaji, sepanjang sama-sama NU maka namanya akan dilindungi & dijaga mati-matian. Kadang nggak segan nipu buat menjayakan nama Ormasnya.

Beda sama WAHABI..
Ada yang nipu satu maka langsung ketahuan, karena saudara-saudaranya tegas, nggak pandang bulu kalau negur orang yang salah.

Sama kayak Albani yang marahin percetakan Hijaz gara-gara bohong soal tulisan Albani, padahal di buku itu nama Albani ditinggikan setinggi langit.


Kalau NU mana mungkin berani negur saudaranya sesama Ormas yang salah, yang ada malah dibela mati-matian.
Gara-gara generasi nepotisme macam kalian ini Indonesia sekarang kalah maju dari Saudi, UEA, & Kuwait.

Puspito Rinonce
10 May 2015 at 09:17

Kenapa kok bisa berseteru ya mas?
Karena memang yang namanya WAHABI itu nggak pernah ada.
Itu kan cuma penamaan kalian orang-orang yang anti sama dakwah Tauhid & Sunnah.

Beda kan sama NU?
Kalau NU, terutama yang macam kalian ini, pasti akan saling membela antar sesama orang NU meskipun saudaranya kacau sekalipun.

Kalian ini kan generasi nepotisme Indonesia.
Generasi tebang pilih aturan.
- Meski aqidahnya rusak & bobrok, selama masih berada dibawah bendera NU maka akan dibela & disembunyikan aibnya.
- Tapi kalau diluar NU, meski aqidahnya nyenggo-nyenggol cocok, maka akan dimusuhi & tak jarang dikritisi habis-habisan.

Abul Jauzaa & Abu Husen ini mirip Ulama masa lampau, kadang berselisih pendapat, menandakan kalau keduanya ini murni menginginkan kebaikan & kelurusan saudaranya.

Beda sama generasi nepotisme kayak kalian.
Meski manhajnya rusak nggak mbejaji, sepanjang sama-sama NU maka namanya akan dilindungi & dijaga mati-matian. Kadang nggak segan nipu buat menjayakan nama Ormasnya.

Beda sama WAHABI..
Ada yang nipu satu maka langsung ketahuan, karena saudara-saudaranya tegas, nggak pandang bulu kalau negur orang yang salah.

Sama kayak Albani yang marahin percetakan Hijaz gara-gara bohong soal tulisan Albani, padahal di buku itu nama Albani ditinggikan setinggi langit.

Kalau NU mana mungkin berani negur saudaranya sesama Ormas yang salah, yang ada malah dibela mati-matian.
Gara-gara generasi nepotisme macam kalian ini Indonesia sekarang kalah maju dari Saudi, UEA, & Kuwait.

yayat
11 May 2015 at 12:52

:p tak guyu ae..

Mas, endi onok wong NU nek salah malah ngelindungi iku?
Nek salah pasti negur neng omahe, duduk lwt facebook. Mangkane wong NU nek ngomong jarang nylekitno ati. Bedo karo kowe. :p

Hah kalah maju? Gara² minyak ae gaya. Entenono nek minyak entek. Baru ga isok opo². La wong timteng iku isine mung pasir tok. Mene mene iku arab saudi gawe destinasi wisata tok.

Eyang Kakung
11 May 2015 at 15:36

Jelas sekali benang merahnya. Caci-maki antar SALAFI itu, pemicunya
adalah SALAFI pertama bilang bahwa "syiah itu bukan sesat tapi kafir".
Lalu SALAFI kedua marah lantaran SYIAH disebut KAFIR. Orang paling bodoh
di dunia pun, kecuali syiah, bisa menyimpulkan mana SALAFI ASLI dan
mana SALAFI PALSU (syiah yang ngaku2 SALAFI).

Makanya saya sering
berpesan untuk waspada terhadap propaganda syiah, syiah yang ngaku2
islam, ngaku2 aswaja, ngaku2 salafi, dan ngaku2 ahlus-sunah. Caci-maki
SALAFI ASLI v.s. SALAFI PALSU pun dijadikan propaganda untuk menjelekkan
salafi. Astaghfirullah...!

Agus Fatih
12 May 2015 at 02:34

Gitu za Boz.... ?
Jadi intinya Saling menegur za Boz...? Tapi setelah saya baca berulang-ulang, sepertinya itu bukan teguran lho boz.. kayak mirip caci maki gitu.. Apakah memang sudah jadi tradisi di Wahabi, kalo menegur itu harus memakai cacian, makian dan dgn kata-kata ug tidak pantas di baca...?
Dengan sesama Wahabi saja menegurnya seperti itu... apalagi kalo dgn yg di luar Wahabi... haduch gak kebayang dach...

theman
15 May 2015 at 13:25

ni orang secara tidak langsung menyanjung2 amrik, soalnya hanya amrik yg ngasih duit paling bnyak nang 3 negara sing disebutno..yah wahabi memang ada benang merahnya sama pax britanica dan pax judaisme..dulu si muhammad bi abdul wahab konco paling akrabnya ya mata2 inggris si hempher bahkan di wikipedia terang2 ngasih line di awal artikel mengenai buku si hempher seperti ini :

Confessions of a British Spy is a document purporting to be the account by an 18th-century British agent, Hempher, of his instrumental role in founding the conservative Islamic reform movement of Wahhabism, as part of a conspiracy to corrupt Islam.

mengenai caci maki, ndak usah heran sodara2 sampeyan kan semua baca hadist nabi mengenai khawarij to..ya kalo sampeyan paham hadist tsb hal tsb adalah wajar soalnya akhlak kan mesti nomor sekian soalnya mereka g bener2 paham qur'an apalagi internalisasi nilai2nya.

Nuruddin Araniri
25 June 2015 at 01:25

mas Puspito Rinonce apakah Rasulullah mengajarkan caci maki sesama Muslim,..bahkan para sahabat juga beda pendapat tapi tidak saling caci maki,...nah kalau begitu siapa yg kalian contoh ? , atau mungkin saya yg salah belajar islamnya mungkin dulu Abu Bakar ra,..memaki Umar Bin Khotop ra karena beda pendapat,...mungkin saya pas belajar Syirah Nawabawiya pas bab Sahabat saling caci maki saya tertidur atau pas bolos..

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News