Top News :
Home » » Tanggapan Diskusi Ust. Jamil Chansas dan Kyai Alawi Al-Bantani, Benarkah Aswaja versus Syi'ah?

Tanggapan Diskusi Ust. Jamil Chansas dan Kyai Alawi Al-Bantani, Benarkah Aswaja versus Syi'ah?

Posted on Thursday, 7 May 2015 | garis 01:53

Muslimedianews.com ~ Tanggal 9 April 2015 di UIN Sunan Ampel Surabaya digelar bedah buku karya KH. Alawi Nurul Alam al-Bantani menghadirkan penulis buku dan Ust. Muhammad Jamil Chansas. Buku karya KH. Alawi Al-Bantani antara lain berjudul KYAI NU Meluruskan Fatwa-Fatwa "Merah" MUI dan DDI, Kyai NU Membongkar Ketidakjujuran Al-Bani Atas Hadist, dan lain-lain.


Dalam diskusi itu terjadi klaim sepihak, dimana KH. Alawi Nurul Alam Al-Bantani diposisikan sebagai pihak Syi'ah sementara Ust. Jamil Chansas dianggap sebagai kubu Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah), meskipun Kyai Alawi Al-Bantani sendiri bukan Syi'ah.

"Cap" sepihak itu kemungkinan karena Kyai Alawi Al-Bantani terlalu dekat dengan Syi'ah dan terlalu memberikan pembelaan terhadap Syi'ah baik dalam berbagai acara yang diisi olehnya maupun didalam buku-buku karyanya. Tetapi cap sepihak itu sangat tidak etis.

Dan menurut informasi yang dapat dipercaya, tujuan diskusi itu sebenarnya untuk memberikan "pelajaran" kepada Kyai Alawi agar tidak terlalu memihak Syi'ah karena ia kemana-mana selalu membawa-bawa nama PBNU, yaitu mengatas namakan Lembaga Ta'mir Masjid (LTM) PBNU.

Diskusi "Sunni versus Syi'ah" (tanda petik) itu membingungkan umat Islam, khususnya nahdliyyin, karena Ust. Jamil Chansas justru mengeluarkan pernyataan yang membingungkan. Tak ayal, hal itu membuat salah seorang aktifis Sarkub geram dengan statemen Ust. Jamil Chansas dan pesan Ust. Idrus Ramli yang bombastis hingga mengeluarkan kata-kata yang cukup kasar.

"Setelah saya liat ( bahasa anak muda sekarang ; Tonton ) Videonya, gak ada tuh yg namanya takluk menaklukkan. Dan dari beberapa jawaban Kyai Alawi Albantany atas beberapa kritik Dari Kyai Jamil , tidak ada Indikasi Kyai Alawy itu SYI'AH....! Satu hal yang amat sangat saya sesalkan statmen Dari SI JAMIL murid dari SI IDRUS RAMLI yang mengatasnamakan seluruh Ulama Ahlussunnah waljama'ah : "Orang tua Kanjeng Nabi itu KAFIR." Dan atas statmen ini,kalau saya ketemu langsung orangnya tak gaploki jidatnya biar pada benjol...". tanggap salah seorang aktifis Sarkub.

Tanggapan aktifis Sarkub itu setelah menerima pesan yang beredar, bahwa diskusi itu dianggap sebagai diskusi "Debat terbuka, Sunnah vs Syi'ah," dan pihak Syi'ah (dalam hal ini Kyai Alawi) dinyatakan takluk sama anak-anak Sunni.

BERITA DI NU ONLINE

Kegiatan diskusi itu dimuat dalam situs NU Online dengan judul "Pelajar NU Surabaya Wadahi Tabayun Kiai Alawi" (12/04/2015). Diberitakan bahwa dalam diskusi itu Kiai Alawi menerima banyak kritik karena dinilai terkesan mendukung Syiah di samping fatwa-fatwanya dianggap bertentangan dengan pemahaman ulama-ulama Aswaja.

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,58784-lang,id-c,daerah-t,Pelajar+NU+Surabaya+Wadahi+Tabayun+Kiai+Alawi-.phpx


Rekaman diskusi tersebut juga di uploa did Youtube degan judul "Ceramah Agama: Kyai Syiah Alawi Al Bantani di"telanjangi" Kedok Syiahnya oleh Murid KH Idrus Ramli".
Judul di Youtube itu adalah judul yang lebay.


BERJALANNYA DISKUSI
Ada beberapa hal yang dikritisi oleh Ust. Jamil Chansas, diantaranya pemberian judul buku dengan "KYAI NU", istilah "Ketidak Jujuran" pada judul buku. Kedua hal ini tidak terlalu subtansial.

Hal lain yang dikritik oleh Ust. Jamil Chansas adalah soal orang tua Nabi yaitu Ibunda Nabi Muhammad Saw. Kritikan ini menimbulkan kebingungan antara pandangan Syi'ah dan Ahlussunnah wal Jama'ah.

VIDEO mulai menit 12:44, Ust. Jamil Chansas mengatakan:


"Kyai Alawi ini menolak paham Ahlussunnah wal Jama'ah, didalam buku ini beliau menolak paham-paham Ahlussannah wal Jama'ah, terutama disini menolak kitab Syarh Shahih Muslim karangan Imam al-Nawawi. Coba perhatikan, ketika diri beliau sedang mengomentari ibunya Nabi. Beliau meragukan tentang hadits bahwa Nabi ketika meminta istighfar kepada Allah, kemudian DILARANG oleh Allah, tetapi berziarah itu boleh. Ini menurut Kyai Alawi, hadits ini adalah bermasalah. Kenapa? karena hadits ini tentang ibu Nabi adalah kafir. Dan itu (kafirnya ibu Nabi) kenyataannya dalam Ahlussunnah wal jama'ah. Karena dalam pandangan Ahlussunnah wal Jama'ah, meninggal ibu, ibu Sayyidina Muhammad itu, Siti Aminah, itu dalam keadaan KAFIR. Dan ini ternyata dipermasalahkan oleh Kyai Alawi"
Dalam hal ini Kyai Alawi mempermasalahkan hadits tentang mengistighfari ibunda Nabi karena menurut Kyai Alawi, Ibunda Nabi Sayyidatuna Aminah tidaklah kafir, selamat dan masuk surganya Allah. Pandangan Kyai Alawi ini ternyata dikritik oleh Ust. Jamil Chansas. Menurutnya, Ahlussunnah wal Jama'ah memandang bahwa kedua orang tua Nabi adalah kafir.

Kritikan dan pemahaman Ust. Jamil Chansas justru yang bermasalah dan membingungkan umat. Sedangkan pandangan Kyai Alawi adalah yang tepat bahwa orang tua Nabi selamat.

Lebih jauh lagi, Ust. Jamil Chansas menambahkan pernyataan yang terbolak balik.
 

Video menit 14:27, Ust. Jamil Chansas mengatakan:

"Orang-orang mayoritas Ahlussunnah wal Jama'ah itu mengatakan bahwa siti Aminah itu kafir. "yang tidak mengatakan kafir itu bukan madzhab ahlussunnah wal Jama'ah. Tapi adalah madzhab Syi'ah.

Saya ambil contoh pendapatnya Syi'ah, Syaikh Shaddiq (orang Syi'ah) dalam kitabnya al-I'tiqad, mengatakan siti Aminah adalah Islam. "
Bukan hanya mengkafirkan Ibunda Nabi, Ust. Jamil Chansas juga menuduh orang yang tidak mengatakan Ibunda Nabi kafir berarti bukan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah) tetapi Syi'ah.

Pantas saja bila aktifis Sarkub, geram dengan Ust. Jamil Chansas. Ia memposisikan diri dalam diskusi sebagai pihak Sunni (Aswaja) tetapi mengkafirkan orang tua Nabi dan
menuduh yang tidak mengkafirkans sebagai Syi'ah.

Dalam hal ini, justru yang tepat adalah padangan Kyai Nurul Alam Al-Bantani yang tidak mengkafirkan kedua orang tua Nabi. Sedangkan pemahaman Ust. Jamil Chansas yang disebut sebagai murid Ust. Muhammad Idrus Ramli perlu diluruska, karena itu kesalahan yang sangat fatal dan "keteledoran" Kyai-Kyai yang hadir dalam diskusi tersebut.

Dalam diskusi itu, Kyai Alawi tampak menerima kritikan-kritikan Ust. Jamil Chansas tanpa memberikan tanggapan yang berarti.

Dalam diskusi itu juga, terlihat bahwa Ust. Jamil Chansas sebenarnya ingin menegaskan bahwa NU menolak Syi'ah maupun Wahhabi.

KONFIRMASI STATEMEN

1. Informasi dari sumber yang dapat dipercaya, konfirmasi sudah dilakukan kepada Ust. Idrus Ramli terkait pernyataan Ust. Jamil Chansas yang kurang terawasi hingga mengeluarkan statemen mengkafirkan orang tua Nabi. Ust. Idrus Ramli hanya mengatakan "yang penting tujuan utama bukan itu".

Jawaban singkat Ust. Idrus Ramli itu karena memang tujuan diskusi hanya untuk memberi "pelajaran" kepada Kyai Alawi Al-Bantani yang terlalu condong dan membela Syi'ah. Adapun statemen Ust. Jamil Chansas adalah sebuah keteledoran dan kurang terawasi oleh ustadz-ustadz yang hadir dalam diskusi tersebut.

Bahtsul Masail NU tahun 2012 telah mengokohkan bahwa orang tua Rasulullah selamat hingga akhirat dengan mengutip sanggahan-sanggahan Imam Suyuthi terhadap argumen pihak yang mengkafirkan.


2. Konfirmasi juga dilakukan kepada Ust. Jamil Chansas terkait dengan statamen itu, ia mengatakan sudah diperingatkan oleh Ust. Idrus Ramli. Ia juga mengaku bahwa hanya itu yang teringat dalam diskusi dan memang tidak mengkajinya secara mendalam.

3. Terkait dengan dengan pernyataan aktifis Sarkub, memang sangat disayangkan ketika mengingatkan ustadz sekaliber Ust. Idrus Ramli. Tetapi kekesalan aktifis Sarkub terhadap statemen Ust. Jamil Chansas dapat dimaklumi. Adapun tujuan Ust. Idrus Ramli sebenarnya 'bersih bersih NU dari Syiah dan Liberal'.

Satu hal yang sangat perlu diapresiasi, digelarnya forum diskusi atau dialog memberikan banyak pelajaran bagi umat Islam, khususnya warga nahdliyyin bahwa dialog itu penting, sehingga dari dialog itu akan semakin mendekatkan dan merapatkan barisan-barisan Nahdlatul Ulama.

Oleh : Ibnu L' Rabassa

Share this post
:
Comments
1 Comments

+ comments + 1 comments

theman
9 June 2015 at 12:56

lama2 saya secara pribadi menganggap ust idrus itu orang yg anti dialog..dan susah untuk mengerti...dialog dengan KH said agil menunjukkan hal tersebut smpe yai ali mashuri menengahi dan memberikan penyimpulan meskipun sama2 kepala dan berambut beda kecerdasan

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News