Top News :
Home » » Tuntunan Shalat Warga NU dan Dalil-Dalilnya

Tuntunan Shalat Warga NU dan Dalil-Dalilnya

Posted on Monday, 11 May 2015 | garis 21:32

Muslimedianews.com ~ Selama ini umumnya kaum nahdliyin (santri) mempelajari agama dari para guru, kiai dengan mendengar ngaji kitab-kitab salaf, seperti belajar wudhu dan shalat biasanya tidak tahu dalilnya. Dulu ketika saya masih kecil untuk belajar shalat cukup dengan kitab pasolatan, Safinatun Najah, langsung dari ayah saya yang pernah nyantri di Mbah Kholil Bangkalan. Ketika saya mondok di Tebu Ireng (1937-1942) oleh Mbah Hasyim (KH. Hasyim Asy'ari) dibacakan kitab Taqrib, kitab fiqih yang adi wirida beliau (di samping kitab Bukhari, Muslim, dll). Kitab fiqih semacam Taqrib isinya lengkap dan mudah dipahami, tanpa mencantumkan dalil dari Al-Qur'an dan Haditsnya.

Beberapa tahun terakhir ini banyak kelompok yang mempertanyakan dalil amaliah kita, termasuk masalah wudhu dan shalat. Maka terbitnya buku semacam ini sangat dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa ibadah para kiai dan santri nahdliyin sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah Saw.


Pesan saya, sekalipun buku ini sudah dilengkapi dengan dalil dan gambar, sepatutnya tetap belajar kepada para guru atau kiai yang betul-betul kiai, seperti dawuh (pesan) Hadhratus Syaikh:

"Ilmu adalah agama, hakikat shalat juga agama, perhatikan dari siapa kalian memperoleh ilmu itu, dan bagaimana kalian menunaikan shalat itu, karena kelak kalian akan ditanya (tentang semua itu), janganlah menimba ilmu kecuali dari ahlinya, yakni seorang yang adil, tsiqah (terpercaya) dan bertakwa kepada Allah. " (Risalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah; hal. 32-33, dalam Irsyad as-Syari)

Dengan begitu ilmu yang didapat dari guru yang pernah mengaji langsung dari gurunya, seterusnya bersambung kepada pengarang. Sedangkan pengarang dari para ulama, tabi'in, sahabat, sampai kepada Rasulullah Saw dan keluarganya.

Tradisi keilmuan semacam ini memiliki sanad yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara ilmiah juga di hadapan Allah Swt. (KH. Abdul Muchit Muzadi -- Mustasyar PBNU)

Saya minta kepada Kiai Sholeh Qosim untuk menyusun buku tuntunan ibadah shalat (mulai wudhu, tayamum dan berjamaah) untuk warga NU disertai dengan dalil dan gambar, sebagaimana yang beliau ajarkan dalam diklat-diklat shalat sempurna seperti Nabi Saw. (KH. Abdul Manan A. Ghani -- Ketua LTM PBNU)

Alfaqir sangat bergembira dan bersyukur kehadirat Allah Swt serta mendukung. Alfaqir juga berdoa semoga buku yang sangat berharga ini bermanfaat kiranya di dunia dan di akhirat bagi penulis, pembaca dan penggunanya. (KH. M. Bashori Alwi Murtadho -- JQH PBNU)

Buku kecil ini berupaya memadukan fiqih qauly NU dan fiqih manhaji NU, dengan menampilkan ibarah kitab mu'tabarah dipadu dengan tambahan dalil-dalil yang diperlukan. Memang ini rintisan yang amat berat, tapi sungguh mulia, semoga sukses. (Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, MA -- Guru Besar UIN Sunan Ampel)

 Penulis: KH. M. Sholeh Qosim, M.Si dan A. Afif Amrullah, M.EI
Pengantar: KH. Abdul Muchit Muzadi
Penerbit: Muara Progresif
Harga: Rp 35.000.-

Sumber via \bukuaswaja.blogspot.com\

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News