Top News :
Home » » Ulama Saudi Kampanye Pelarangan Qat Teh Arab

Ulama Saudi Kampanye Pelarangan Qat Teh Arab

Posted on Monday, 18 May 2015 | garis 03:27

Muslimedianews.com ~ Host TV Arab Saudi, ulama, penulis sekaligus jurnalis Mohsin Shaikh Al-Hassan memulai kampanye untuk melarang penggunaan Qat (Catha edulias), sebuah narkotika ringan.

"Saya telah menulis surat yang memaparkan efek berbahaya dari qat diantara warga negara Yaman. Saya akan mengirimkan salinan yang sama kepada Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi (Presiden sah negara itu), Yaman TV dan Aden TV, "katanya kepada Arab News, Sabtu (16/5).

Mengutip sebuah laporan, ia berkata: "Qat telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Yaman; beberapa di antara orang miskin bahkan melupakan makanan hanya untuk membeli qat dan itu mengarah kepada kemiskinan ", tetapi dibudidayakan di berbagai belahan Yaman.


Al-Hassan mengatakan usulan tersebut didasarkan atas fakta bahwa Arab Saudi tidak hanya memimpin kampanye untuk mengembalikan pemerintahan yang sah, tapi negara ini juga terlibat dalam rehabilitasi Yaman dengan memberikan $ 274.000.000 atau 3.58 triliun dalam bantuannya melalui PBB.

Sekitar 90 persen dari penduduk Yaman kecanduan qat, kata dia. Ia meminta ulama Yaman untuk membantu dalam mencegah meluasnya penggunaan qat karena juga bertentangan dengan Islam.

Mengutip sebuah studi oleh Ahmed Al-Hadraini dari Universitas Thamar di Yaman, Al-Hassan mengatakan bahwa penggunaan qat memiliki berbagai efek berbahaya seperti kehilangan ingata, pendarahan otak, peningkatan kolesterol, kehilangan nafsu makan dan kerusakan gigi.

Qat adalah  jenis tumbuhan semak yang memiliki tinggi 1,4 sampai 3,1 meter,  daunnya sering dikunyah sebagai tradisi Bangsa Arab selama ribuan tahun. Qat mengandung alkaloid monoamine yang disebut katinona, zat stimulan yang mirip amfetamin, yang dipercaya menimbulkan keceriaan, hilangnya nafsu makan, dan euforia. Pada tahun 1980, WHO mengklasifikasikan katinona sebagai obat-obatan yang menimbulkan ketergantungan ringan atau sedang, dengan posisi masih di bawah tembakau dan alkohol. Meskipun demikian, WHO tidak menyatakan Qat sebagai adiktif.

Qat menjadi sasaran organisasi anti narkoba seperti DEA. Peredarannya dikendalikan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman, sementara penanamannya dilegalkan di negara lainnya seperti Djibouti, Etopia, Somalia, dan Yaman. (ArabNews/Wiki/IbnuManshur)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News