Top News :
Home » » Ustadz Salafy Ini Akan Mengisi Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw

Ustadz Salafy Ini Akan Mengisi Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw

Posted on Wednesday, 6 May 2015 | garis 03:03

Muslimedianews.com ~ Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw merupakan salah satu kegiatan rutin umat Islam setiap tahunnya dalam rangka mengambil hikmah dan pelajaran daripada peristiwa Isra' Mi'raj, khususnya perintah shalat.

Tetapi oleh sebagian kalangan, seperti pengikut salafy-wahhabi, peringatan tersebu dianggap sebagai peringatan bid'ah sesat, dalilnya "kullu bid'ah dlolalah wal kullu dlolalah fin nar, setiap bid'ah sesat dan setiap yang sesat adalah dineraka". Meskipun sebenarnya peringatan Isra' Mi'raj tidak ada bedanya dengan acara tabligh akbar, seminar, dan sebagaianya. Hanya karena menggunakan istilah "peringatan" lalu disesatkan.


Baru-baru ini beredar undangan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Indragiri Hilir bekerjsama dengan Pengurus Masjid Agung Al-Huda Tembilahan, penceramahnya salah seorag ustadz salafy-wahhabi yaitu Ust. Abu Qadatah Al-Atsary, pimpinan Ponpes Ihya' As-Sunnah Tasik Malaya, Jawa Barat.


Bisa dibayangkan gemparnya pengikut wahhabi saat mengetahui ustadz mereka diundang dalam acara "bid'ah". Beberapa pengikut wahhabi terus berupaya mencari tahu terkait undagan tersebut. Diantara mereka ada yang mengaku bertenya kepada murid Abu Qatadah.

Salah seorang akun facebook, AS, mengupload sebuah screenshot yang berisi penjelasan bahwa berdasarkan keterangan murid Abu Qadatah, ia mengaku diundang acara Tabligh Akbar. Ia juga mengaku tidak tahu kalau acara itu acara peringatan Isra' Mi'raj dan foto yang dijadikan pamflet dianggapnya tanpa izin.

Abu Qatadah Al-Atsary Dimata Salafy-Wahhabi Lainnya
Abu Qadatah merupakan salah satu murid ulama salafy Muqbil bin Haadi al Wadi’i . Dimata salafy wahhabi lainnya, Abu Qadatah dianggap sebagai (salafy) Surury. Surury maksudnya pengikut pemahaman Muhammad Surrur, dianggap bukan Ahlussunnah oleh mereka. Ada beberapa jenis salafy, diantaranya Salafi Wahabi Yamani, Salafi Haroki (sururi),  Salafi Jihadi dan lain-lain.

Dalam sebuah blog salafy-wahhabi, berisi krititikan pedas terhadap Abu Qadatah. Ditulis oleh Abu Hamzah al Atsari. 17 Rajab 1424 (14/09/2003) disebutkanmengutip dari tulisan al Ustadz Abu Hamzah Yusuf. Isinya sebagai berikut:

Kaum muslimin –rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun, kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana menghembuskan angin baru sebagai sebuah “kado syubhat” tuk melegitimasi bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama’ah – miskin… mereka – tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.

Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi’i rahimahulloh, namun kini rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah sururiyyah –inna lillahi wa inna ilaihi raji’un-. Dia pernah mengatakan, “Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam bil ‘Ilmi).

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah –sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain dia mengatakan “Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja” (yakni dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *), dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, “Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah.” Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah diapun keluar dari majlis tanpa pamit, seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah.

Selengkapnya baca di https://tukpencarialhaq.wordpress.com/2007/01/24/man-huwa-siapakah-dia-abu-qotadah/

red. Ibnu Manshur


Share this post
:
Comments
1 Comments

+ comments + 1 comments

aelfizon
13 May 2015 at 08:39

Kalau masalah Mi`raj ke langit tujuh, dialog dengan nabi Musa dan nabi–nabi lain yang sudah meninggal dunia, maka tidak diterangkan dalam al Quran dan hadisnya juga tidak dikenal di kalangan kebanyakan sahabat. Kisah MI`raj di kalangan sahabat sangat nyeleneh. Di kalangan kebanyakan tabiin hadis MI`raj itu tidak dikenal. Khulafaur rasyidin dan Istri–istri Rasulullah SAW tidak kenal dengan hadis
MI`raj itu atau kisah–kisah di dalamnya. Dan suatu saat akan saya bahas dalam
judul tersendiri.



http://mantankyainu.blogspot.com/2012/05/isra-okey-miraj-no.html#comment-form

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News