Top News :
Home » » Aktifis Muda NU tantang kader PKS Hafidz Ary

Aktifis Muda NU tantang kader PKS Hafidz Ary

Posted on Thursday, 4 June 2015 | garis 08:24

Muslimedianews.com ~ Kerap kali melakukan serangan terhadap gerakan nasional #AyoMondok, seorang aktifis ITJ (Indonesia Tanpa JIL) yang memiliki akun twitter #nawacitRa ‏@hafidz_ary atau Hafidz Ary Nurhadi, MT ditantang debat oleh aktifis muda NU dari Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika.

Hafidz Ary yang enggan dikaitkan sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menganggap gerakan nasional #AyoMondok yang dilaunching di Gedung PBNU pada 1 Juni 2015 telah ditunggangi oleh sepilis. "Gerombolan sepilis ga pantas ikut2an pake hestek #AyoMondok , mrk pantasnya pake hestek #AyoMabok #AyoMojok aau #AyoBeasiswaGakPerluPinter.", tulisnya.

Selain itu, Hafidz Ary alumni Elektro ITB 1998 itu juga meremehkan ilmu alat yang dijadikan pondasi utama di pondok pesantren dalam memahami nas-nas al-Qur'an maupun Hadits.  "Udah ketaker lah Misalnya. Masalahnya mereka cuma pernah pesantren, berlajar ilmu alat. Nah bagian ini yang dijadikan andalannya. Ini mah kosong", tulisnya.


Twit "nyirnyiran" terhadap gerakan #AyoMondok" itu langsung mendapat tanggapan dari akun @Sahal_AS. Akhmad Sahal mengajak Hafidz Ary yang merasa "paling Islam" itu untuk berdebat secara terbuka mengenai Islam.

Tidak hanya mengajak berdebat, Akhmad Sahal juga memberikan kelonggaran kepada aktifis ITJ itu untuk memakai referensi-referensi atau buku-buku terjemahan.

"Gimana kalo kita debat terbuka tentang Islam Bro @hafidz_ary? Klo kamu mau pake' terjemahan g apa-apa deh. Berani?", tantang Akhmad Sahal.

"Bro , ketimbang kau di belakang nyinyirin , gimana kalo kita debat terbuka ttg Islam pas aku di Indonesia? Berani?", tambahnya.

Ajakan diskusi @Sahal_As kepada @hafidz_ary belum juga mendapat respon, tetapi pengguna twitter lainnya banyak mendukung terjadinya diskusi tersebut.

"Saya siap mendatangi dimanapun berada, asal mau berdebat secara JANTAN dengan gus . Show your balls, fidz!",
dukung akun  Ahlusunah Wal Jamaah @QuoteAhlusunnah

"lama-lama kamu bisa sakit , ngomel ngomel sendiri. debat itu bukan kalah menang. debat itu untuk tabayun tulis akun Jajang Jahroni ‏@jajang_jahroni merespon terhadap twit monolog Hafidz Ary.

"Mantap Gus ,tapi ini gak bakal berani...berani nya cuman dibelakang aja sambil nyinyir...ahahah"
, tulis akun Diandra M Partamarga ‏@diandramargan.

ditantang debat tuh ma mas , berani gak? jgn cuma berani di tweet", tulis akun  sija daeng ‏@sijadaeng

"Ini sih udah ngerendahin pesantren, bilang ngaji alat isi kosong,sumpah saya jaga pondok!", tulis akun Muhammad A. Anibudin ‏@aanaboodz

"Sdr sy rasa akan lbh bijak jika menerima tantangan u/debat terbuka drpada bikin TL yg mengindikasikan kedengkian.", saran akun Eddy Santry ‏@EDDYSANTRI.

Sementara Akhmad Sahal meminta Hafidz Ary untuk mengontaknya bila siap terhadap tantangannya.  "Kalo udah siap kontak aku, @hafidz_ary. Aku di Jakarta sampe Desember. Kamu pake terjemahan juga bolah :)", tulisnya lagi.

Dalam twit lamanya (2013), Hafidz Ary juga pernah menyarankan agar orang non-muslim untuk bunuh diri saja karena menurutnya percuma hidup dimana ujung-ujungnya ke neraka.


red. Ibnu Manshur



Share this post
:
Comments
4 Comments

+ comments + 4 comments

theman
4 June 2015 at 09:22

gw dulu pas masa2 kampanye agak alergi juga sama si sahal AS krna inklinasi berlebihannya ke arah calon jkw-jk (yg sekarng baru kebuka dah kedoknya), tapi lama2 grup2nya orang2 kayak hafid ary, mbak2 berjilbab yg lpa namanya kader PKS tulen, bener2 bikin eneg luar biasa..apalagi ketika mengatakan gus dur dedengkot islam liberal..fuck bener2 orang PKS atau PKS wannabe macem si MN yg isi tweetnya pada g mutu..

Ibrahim
4 June 2015 at 13:03

Barusan saya googling. Tweet lengkap soal tweet hafidz ary ttg #berpikir yang ada di artikel ini bisa dilihat di https://hafidzary.wordpress.com/2013/01/06/jil-makna-islam-dan-kafir/

Mambaca artikel secara menyeluruh akan memberikan gambaran lebih jelas.

Media muslim jangan kayak media konven ah! Potong2.. :)

Rizal Malik
8 June 2015 at 17:09

Ckckck fakta yg tak terelakkan kalau NU dan pesantrennya sudah terkontaminasi dgn virus liberal

Scotty
10 June 2015 at 19:22

ga usah dilayani tantangan debat si sahal.....diamkan saja!!

Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”.

Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”

Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”

Imam Syafi’i menasehatkan “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

Iman Syafi’i juga menasehatkan, “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”
“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda: “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yg suka bertengkar. (QS Az-Zuhruf [43]: 58 )” (HR. At-Tirmidzi no. 3253, Ibnu Majah dan Ahmad)

Imam Malik rahimahullah, berkata: “Berjidal adalah menghilangkan cahaya ilmu dan mengeraskan hati, serta menyebabkan permusuhan.” (Ibnu Rajab, Fadhlu Ilmi salaf ‘alal Khalaf: 35)

Kesimpulannya perdebatan yang harus dihindari adalah perdebatan dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu.

Firman Allah ta’ala yang artinya

“..Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”.(QS Shaad [38]:26)

“Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS An’Aam [6]:56)

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News