Top News :
Home » » Alhamdulillah, Ibadah di Masjid Raya Kembali ke Ahlussunnah Wal Jamaah Asy-Syafi'iyah

Alhamdulillah, Ibadah di Masjid Raya Kembali ke Ahlussunnah Wal Jamaah Asy-Syafi'iyah

Posted on Thursday, 11 June 2015 | garis 02:25

Aceh, Muslimedianews.com ~ Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid kebanggaan orang Aceh. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan ibadahnya haruslah mengacu yang sesuai dengan ahlussunnah wal jamaah atau mazhab Syafi'i. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin di rumah dinasnya di Blang Padang, Selasa, 9 Juni 2015.
 
“Saya selaku ketua DPR Aceh, telah melakukan koordinasi dengan tokoh ulama Aceh dan juga Ormas Islam, kalau kita lihat kondisi dan budaya masyarakat di Aceh pelaksanaan ibadah di Masjid Raya itu harus bermazhab Syafi'i atau ahlussunnah wal jamaah,” katanya.
 

Teungku Muharuddin juga menambahkan bahwa tata cara pelaksanaan ibadah shalat Jum'at seperti, azan Jumat sebanyak dua kali, khutbah Jumat wajib muwalat dan khatib diharuskan memegang tongkat yang diserahkan oleh bilal.
 
“Jadi saya pikir itu yang harus dilakukan oleh Gubernur Aceh, kemudian juga dalam pengisian khatib, kenapa tidak kita coba misalnya memakai khatib ulama kharismatik Aceh,” ujarnya.
 
Menurutntya, seharusnya yang menjadi khatib di Masjid Raya Baiturahman haruslah ulama kharismatik yang ada di Aceh seperti Abu Kuta Krueng, Abu Tumin, kemudian Abu Paya Pasi serta Waled Nu. “Seharusnya ulama-ulama seperti itu yang menjadi khatib setiap ibdah Jumatnya,” kata Ketua DPR Aceh.
 
Alhamdulillah, kali ini kalangan wakil rakyat di DPR Aceh cukup membanggakan dan menyejukkan umat lslam Ahlussunnah Waljamaah di mana telah membuat sebuah kesepakatan dengan para Alim Ulama Aceh dan Ormas-ormas lslam akan hal tata cara pelaksnaan ibadah di Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Diketahui sebagaimana sebelumnya pelaksanaan tatacara ibadah di mesjid tersebut jauh dari apa yang diharapkan dan tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh ulama-ulama Asy-Syafi'iyah.
 
Sebagaimana hasil Rapat Koordinasi Pimpinan/ Anggota DPR Aceh dengan Tokoh Ulama Aceh dan sejumlah Ormas lslam, tentang Pelaksanaan Ibadah Di Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, menjelaskan;
Tata cara pelaksanaan pelaksanaan ibadah di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, telah menghasilkan beberapa kesepakatan sebagai berikut;
I. Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Shalat Jum'at:
1. Azan Jum'at dilakukan dua kali,
2. Khutbah Jum'at wajib muwalat
3. Khatib sunnat memegang tongkat yang diserahkan oleh Tgk.Bilal,
4. Mimbar harus mengikuti format mimbar yang ada di Mesjid Nabawi,
5. Pasca shalat Jum'at dilanjutkan dengan Do'a (termasuk Do'a untuk kebaikan Pemimpin dan Rakyat Aceh),
6. Khatib Jum'at harus diisi oleh tokoh-tokoh ulama Aceh,
7. Pelaksanaan sebagaimana tatacara tersebut di atas sudah harus dilaksanakan pada hari Jum'at, tanggal 12 Juni 2015, dan yang bertindak sebagai Khatib adalah Tgk. Nuruzzahri (Waled NU), sedangkan yang bertindak sebagai Imam shalat Juma'at adalah Tgk.Zamhuri, dan yang bertindak sebagai Muazzin pertama Tgk.Suherman dan Muazzin kedua Tgk.Abdullah Ibrahim, kemudian yang menjadi Bilal adalah Tgk.H.Zulkifli Juned.
8. Yang mengatur dan mengurus pelaksanaan ibadah di Mesjid Raya selanjutnya akan dilaksanakan oleh pengurus Mesjid Raya Baiturrahman, dengan terlebih dulu dikoordinasikan dengan pihak-pihak sebagai berikut;
a. Tgk.Ali Basyah Usman (Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh),
b. Tgk H. Tu Bulqaini Tanjongan (Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh),
c. Tgk.H. Ahmad Tadjuddin atau Abi Lampisang (Ketua FPI Aceh), dan
d. Tgk.H. Muhammad Daud Hasbi (Ketua PB.Ishafuddin Aceh).
 
II. Tata Cara Pelaksnaan Ibadat Shalat Tarawih
Shalat Tarawih dilakukan dengan 20 (dua puluh) rakaat secara brkesinambungan dan diselingi dengan shalawat Nabi dan do'a serta dilanjutkan dengan 3 (tiga) raka'at shalat Witir dengan 2 (dua) kali salam.
Akhir suratnya juga menuliskan sebagai catatan penting;
Apabila kesepakatan sebagaimana termaktub di atas tidak dilaksanakan oleh Pengurus Mesjid Raya Baiturrahman, maka pengaturan dan pengurusan tatacara pelaksanaan ibadah selanjutnya akan dilaksanakan oleh nama-nama di bawah ini sebagai delegasi tokoh ulama dan ormas lslam Aceh, sebagai berikut;
a. Tgk.Ali Basyah Usman (Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh),
b. Tgk H. Tu Bulqaini Tanjongan (Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh),
c. Tgk.H. Ahmad Tadjuddin atau Abi Lampisang (Ketua FPI Aceh), dan
d. Tgk.H. Muhammad Daud Hasbi (Ketua PB.Ishafuddin Aceh).
 
Demikian surat kesepakatan bersama tersebut dibuat, untuk dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaannya.
Banda Aceh, 9 Juni 2015
 
Tertanda
Dewan Perwakilan Rakyat Aceh
Ketua Tgk H.Muharruddin, S.Sos.I
 
Demikianlah bentuk surat tersebut berupa tahniah kepada Pemrintah Aceh agar dapat menjadi perhatiannya dalam melaksanakan tatacara peribadatan di mesjid kebanggaan umat lslam Aceh. Semoga oleh umara tersebut (Gubernur Aceh, Zaini Abdullah) dapat mewujudkannya.
Oleh: Ibnu Munir/ Khairul Aceh.

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News