Top News :
Home » » Amalan di Malam Nishfu Sya'ban menurut Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki

Amalan di Malam Nishfu Sya'ban menurut Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki

Posted on Tuesday, 2 June 2015 | garis 05:08

Muslimedinews.com ~ Sebagaimana biasanya Pada malam Nisfu sya'ban, banyak kita temui di beberapa masjid masyarakat Nusantara selepas sholat maghrib berjamaah, mereka bersama-sama membaca al quran surah yasin 3 kali, lalu berdoa dengan doa nisfu sya'ban dengan harapan agar hajatnya dikabulkan oleh Allah dan lain sebagainya.

Maka amalan seperti ini tidaklah diharamkan dalam agama, karena amalan ini masuk dalam kategori bertawsshul dengan amal salih. Sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al hasani rahimahullah.

Dalam kitabnya yg khusus membahas tntang bulan Sya'ban berjudul " Syahru Sya'ban maadza fiiha ". Beliau mengatakan :"Membaca surah yasin dengan Niyat meminta kebaikan dunia dan akhirat atau membaca al quran seluruhnya sampai khatam semua itu tidak diharamkan jg tidak dilarang.

Ada sebagian kalangan yg menganggap amalan seperti itu  adalah haram, dilarang. Mereka mengatakan : orang-orang awam apa yang mereka lakukan mulai dari membaca surah yasin 3 kali, satu kali agar niat panjang umur disertai kemampuan untuk taat. Kedua kali dengan niat agar dijaga dari keburukan dan dilampangkan rezekinya. Ketiga kali dengan niat agar hati menjadi tenang tentram dan husnul khatimah. Kemudian melakukan shalat hajat disela sela doa. Semua itu adalah tidak ada dasarnya dan tidak sah sholat kecuali dengan niat ikhlas kepada Allah bukan semata mata tujuan tertentu.

Maka aku menjawab : sesungguhnya Tuduhan seperti ini dengan sendirinya bathil (tidak benar). Dugaan seperti ini akan menutupi karunia Allah dan rahmatnya. Dan yang benar adalah amalan seperti ini tidaklah di larang sama sekali selamanya. Mulai dari membaca al-Quran, wirid-wirid zikir, doa-doa untuk tujuan bersifat duniawiah atau permintaan setiap orang, hajat-hajat, dan cita-cita setelah meng-Ikhlaskan niat kepada Allah pada kesemua itu.

Maka adapun syaratnya adalah Ikhlaskan niat melakukan karena Allah Swt. Dan niat ini memang dituntut di segala ibadah dan perbuatan mulai dari sholat, zakat, haji, berjihad, berdoa, dan membaca al-Quran. Maka harus sahnya amal dibarengi niat ikhlas kepada Allah SWT. Dan ini memang dituntut tidak di perselisihkan didalamnya. Bahkan jika suatu amalan tidak dibarengi ikhlas karena Allah maka ia tertolak sebagaimana firman Allah :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّين ... الآية
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama". (QS. Al bayyinah : 5)

Akan tetapi tidak ada yang melarang seseorang menambahkan pada amalnya beserta niat ikhlas kepada Allah juga permintaan-permintaan atau Hajat-hajatnya yang bersifat agama dan duniawiah, materi ataupun tidak materi, yang tampak ataupun yg bathin.

Dan siapa saja yang membaca surah Yasin atau lainnya dari surah-surah al-Qur'an lillah ta'aala mengharap keberkahan di dalam umurnya, keberkahan didalam hartanya, keberkahan didalam sehatnya, maka sesungguhnya semua itu tidak berdosa baginya melakukannya. Karna ia menempuh jalan kebaikan dengan syarat tidak meyakini amalan tersebut secara khusus disyariatkan. Maka ia membaca surah Yasin tiga 3 kali, 30 kali atau 300 kali, bahkan ia membaca al-Qur'an sampai khatampun ikhlas karena Allah Swt, serta mengharap hajatnya dikabulkan, keinginannya ditunaikan, kesusahannya dihilangkan, penyakitnya disembuhkan dan hutang-hutangnya dilunaskan. Maka apa semua itu pantas dianggap berdosa sedangkan Allah menyukai hamba yang meminta minta kepadanya segala sesuatu. Ia hadapkan kepada Allah dengan bacaan surah Yasin atau sholawat kepada Nabi SAW. Tidaklah itu melainkan hanya sebagai perantara dalam bertawassul dengan Amal amal saleh.

Dan tiada seorangpun dari umat Islam yang mengkhilafkan tawassul dengan Amal saleh. Maka siapa saja yang ia berpuasa, sembahyang atau membaca al quran dan bershodaqoh maka sesungguhnya ia bertawasshul dengan sholatnya puasanya bacaanya dan sedekahnya. Bahkan itu lebih diharapkan dikabulkan. Sebagaimana dalam hadits Sahih, hadits yang menceritakan tiga orang yang terjebak didalam Gua. Lalu satu orang bertawashul dengan perbuatan baik terhadap orang tuanya, yang kedua bertawashul dengan menjauhi perbuatan buruk, dan yang ketiga bertwashul dengan amanahnya dalam menjaga harta orang lain dan menunaikannya dengan sempurna. Kemudian Allah mengabulkan doa mereka sehingga mereka terbebaskan dari gua tersebut. Inilah satu macam dari Tawassul yang mana oleh Ibnu Taimiyah dijelaskan secara rinci dalam kitabnya "Qaa'idah Jaliilah fit Tawassul wal Wasiilah ".

Dengan ini jelas sudah Amalan Nisfu sya'ban termasuk amalan yang dibolehkan bahkan dianjurkan dalam agama, bertawassul dengan amal-amal saleh.

Adapun doa yang biasanya dibaca dalam nisfu sya'ban setelah membacan Yasin 3 kali yaitu :

بسم الله الرحمن الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.
أللهم يا ذا المن ولا يمن عليه يا ذا الجلال والإكرام يا ذا الطول والإنعام لا إله إلا الله أنت ظهر اللاجئين ، وجار المستجيرين ومأمن الخائفين . أللهم إن كنت كتبتني عندك ( في أم الكتاب ) شقيا أو محرما أو مطرودا أو مقترا علي في الرزق فامح.
أللهم بفضلك شقاوتي وحرماني وطردي وإقتار رزقي وأثبتني عندك غي أم الكتاب سعيدا مرزوقا موفقا للخيرات فإنك قلت وقولك الحق في كتابك المنزل على لسان نبيك المرسل : يمحو الله ما يشاء ويثبت عنده أم الكتاب (سورة الرعد : 39). إلهي بالتجلي الأعظم في ليلة النصف من شهر شعبان المكرم التي يفرق فيها كل أمر حكيم ويبرم . أسألك أن تكشف عنا من البلاء ما نعلم وما لا نعلم وما أنت به أعلم إنك أنت الأعز الأكرم . وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه وسلم .

Doa ini oleh Sayyid Alawi Al-Maliki telah ditunjukkan kepada para masyayikh guru-guru beliau dari ulama hadits dan fiqih, mereka semua memastikannya dan membenarkannya. Dalam hadits pun doa ini ditemukan dalam hadits mauquf. dalam kitab al-Mushannaf libni abi Syaibah dan Ibnu Abid Dunya dalam ad-Du'a :

عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ ، قَالَ : مَا دَعَا قَطُّ عَبْدٌ بِهَذِهِ الدَّعَوَاتِ إِلَّا وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي مَعِيشَتِهِ : " يَا ذَا الْمَنِّ ، فَلَا يُمَنَّ عَلَيْكَ , يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ , ظَهْرُ اللَّاجِئِينَ وَجَارُ الْمُسْتَجِيرِينَ وَمَأْمَنُ الْخَائِفِينَ , إِنْ كُنْتَ كَتَبْتنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا فَامْحُ عَنِّي اسْمَ الشَّقَاءِ , وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ سَعِيدًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرِ فَإِنَّكَ تَقُولُ فِي كِتَابِكَ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ سورة الرعد آية 39 " .

Inilah keyakinan kita, manhaj Ahlussunah wal jamaah
Semoga manfaat, Wallahu a'lam bishowwab..

Penulis: Muhammad Iqbal Mansury (Maroko)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News