Top News :
Home » » Anggota DPP HTI : Soal Pancasila, Akal Saya Tidak Sampai

Anggota DPP HTI : Soal Pancasila, Akal Saya Tidak Sampai

Posted on Monday, 15 June 2015 | garis 05:11

Muslimedianews.com ~ Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, di Situbondo, pada 16 Rabiul Awwal 1404 H bertepatan dengan 21 Desember 1983 M, Nahdlatul Ulama menyatakan Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.

Dalam rumusan itu dinyatakan pula bahwa Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat 1 Undang Undang Dasar (UUD) 1945, yang menjiwai sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. Dan bagi Nahdlatul Ulama (NU) Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia.


NU memahami hubungan antara Islam dan Pancasila sehingga dalam rumusan Munas Alim Ulama di Situbondo itu, NU menegaskan bahwa penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.

Dalam pembukaan Musyarawah Nasional (Munas) Alim Ulama NU di Masjid Istiqlal Jakarta (14/6/2015), Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj mengatakan bahwa dalam pandangan para Ulama NU, Pancasila merupakan intisari dari ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Ulama NU tersebut, diantaranya KH Wahid Hasyim dan KH Masykur (BPUPKI), juga KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah sebagai penasehat BK.

Tetapi, hal demikian nampaknya tidak dipahami kalangan Hizbut Tahrir. Misalnya, anggota DPP HTI Fahmi Amhar. Apa yang dikatakan oleh KH. Said Aqil Siraj diplintirnya dengan statemen "PANCASILA = SYARI'AT ISLAM?".

"Bangsa Indonesia itu tidak cuma muslim. Yang non muslim juga mengamalkan Pancasila. Apakah berarti mereka menegakkan syariat Islam? Padahal mereka tidak syahadat, tidak sholat, tidak puasa, tidak zakat, bahkan juga makan babi, dll", katanya, sebagaimana ditulis di akun facebooknya (14/6) saat mengomentari berita dari Detik.

" ... akal saya koq tidak sampai ...",
aku Dr. Fahmi Amhar yang juga seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) Republik Indonesia sejak 1987 itu.

Dalam Detik, memberitakan bahwa KH. Said Aqil Siraj mengatakan "Bagi para ulama NU baik itu Wahid Hasyim dan yang lain seperti Hasyim Asy'ari memandang bahwa Pancasila adalah ahlusunnah wal jama'ah. Maka NU menegaskan bahwa pengamalan Pancasila adalah wujud menegakkan syariat Islam,".

red. Ibnu Manshur 
Pancasila sebagai Perwujudan Islam Nusantara


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News