Top News :
Home » » Didesa Ini, Adzan Ashar Pukul 16.30. Apa Latar Belakangnya?

Didesa Ini, Adzan Ashar Pukul 16.30. Apa Latar Belakangnya?

Posted on Sunday, 14 June 2015 | garis 05:12

Muslimedianews.com ~ Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, ada adzan yang dikumandangkan jam setengah lima sore. Adzan yang berkumandang di berbagai masjid dan mushalla itu cukup mengejutkan para pengunjung, tak terkecuali tim bimasislam yang baru usai meliput KUA penerima proyek SBSN di Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (04/06), karena bertanya-tanya, 'adzan shalat apa ini'?

Menurut keterangan Misyadi, tokoh masyarakat setempat, adzan yang dikumandangkan pada pukul 16.30 itu adalah adzan shalat Ashar. Hal tersebut sudah mentradisi sejak lama, dan dianggap sebagai bagian dari kearifan lokal. Hal itu disebabkan karena rata-rata masyarakat di daerah penghasil kentang tersebut berprofesi sebagai petani. “Semacam mengingatkan kepada warga agar segera pulang dari ladang, sebentar lagi tiba waktu Maghrib. Segeralah shalat Ashar”, demikian Misyadi.


Namun demikian, kata pria yang juga berprofesi sebagai porter itu, masyarakat tetap dibolehkan jika hendak shalat ashar di awal waktu. “Dulu, para tokoh agama di sini memahami kondisi masyarakat yang harus berladang hingga sore. Untuk mengingatkan mereka agar tetap shalat Ashar berjamaah di masjid, maka adzan Ashar dikumandangkan lebih sore. Jadi, di kampung ini jeda antara adzan Ashar dan Maghrib hanya satu setengah jam” terang Misyadi.

Ditemui secara terpisah, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Nur Khazin, yang salah satu tugasnya adalah menetapkan jadwal shalat, mengaku baru mengetahui tradisi adzan pukul 16.30 itu. Dikatakan Nur Khazin, salah satu fungsi adzan adalah memberi tahu tibanya waktu shalat. Pria yang mendalami ilmu falak sejak di bangku pesantren itu mengatakan, daerah yang memiliki tradisi seperti ini perlu mendapatkan pembinaan.

Desa Patak Banteng terletak di kaki Gunung Prau, kawasan pegunungan Dieng. Letaknya yang tepat di kaki gunung menjadikan desa ini menjadi pintu masuk bagi para pelancong yang hendak mendaki salah satu destinasi favorit para pendaki di Jawa Tengah. (ska/foto:Ade Lang Lang Hari Murti/dieng.org)

sumber BimasIslam Kemenag

Share this post
:
Comments
1 Comments

+ comments + 1 comments

14 June 2015 at 15:55

Di temanggung kec Bulu juga ga beda, malah pernah jam 5'an lho :D .

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News