Top News :
Home » » Ganggu Ketentraman Warga, Pengikut Salafi Teratak Batukliang Diusir Warga

Ganggu Ketentraman Warga, Pengikut Salafi Teratak Batukliang Diusir Warga

Posted on Friday, 12 June 2015 | garis 22:45

Muslimedianews.com ~ Warga Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah menolak keberadaan pengikut salafi di tempatnya. Karena, dianggap selama ini telah mengganggu ketentraman masyarakat. Sehingga, atas ketidaknyamanan warga terhadap keberadaan pengikutsalafi di tempatnya, Selasa malam sejumlah warga Teratak mengusir dan melempari rumah salah satu pengikut jamaah salafi, H Junaidi dan Junaidi.

Malam itu juga, empat pengikut salafi diamankan pihak kepolisian, seperti H Junaidi, Junaidi, Zaenal Abidin dan Sunan Giri alias Unang. Atas persoalan itulah, warga dan pengikut salafi di pertemukan di Musholla Polres Loteng. Sehingga, terjadi keputusan bahwa dua orang pengikut salafi yakni Marzuki dan Sunan Giri akan keluar dari Teratak. Sedangkan  H Junaidi dan Junaidi akan kembali ke Teratak dan berjanji tidak akan mengganggu ketentraman masyarakat.


Kepala Desa Teratak M Ipkan mengatakan, hal ini dipicu karena pengikut salafi telah melanggar surat kesepakatan yang telah dilakukan di tahun 2014 lalu. Dimana, isi surat kesepakatan itu pengikut salafi berjanji tidak akan mengganggu ketentraman masyarakat. Tapi, apa mereka kembali melakukannya, sehingga warga terpancing dan terjadi seperti kejadian Selasa malam tadi. “Kami dalam hal ini tidak akan bertanggungjawab apabila warga melakukan hal yang tidak diinginkan, karena pengikut salafi sudah membuat surat kesepaktan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” katanya.

Hal itu, dipicu karena H Junaidi saat meninggal anaknya tidak ikut melakukan tahlilan dan dzikir. Sehingga, inilah yang menjadi pemicu kembali persoalan itu. Jadi, dalam mengambil keputusan ini, ia harus korbankan pengikut salafi, ketimbang akan korban seribu warga yang tidak ikut dalam ajaran salafi itu. “Ketimbang saya akan korbankan seribu warga saya, lebih baik saya korbankan sebagian kecil yakni pengikut salafi,” ujarnya.

Camat Batukliang Utara HL Wiraningsung mengatakan, pihaknya hanya menginginkan warganya aman. Tapi, kalau pengikut salafi masih menggangu ketentraman warga lainnya, maka pihaknya akan ambil tindakan. “Kami hanya ingin keamanan bermasyarakat saja,” singkatnya.

Kasi Binmas Islam Kemenag Loteng Drs H Khairudin menjelaskan, dalam ajaran ini memang tidak ada perbedaan dengan yang lainnya. Tapi, kalau memang ajaran itu akan membahayakan diri kita maka lebih baik dihidarkan. Artinya, jangan membayakan diri dan jangan mengundang orang lain untuk membayakan kita. “Semuanya memang bagus. Tapi, lebih baik jangan bahayakan diri kita,” singkatnya.

Sedangkan, H Junaidi mengaku bahwa ia ikut melakukan dzikiran. "Siapa bilang tidak ikut dzikiran, malah ada buktinya kalau pernah ikut dzikiran". Kemudian, ia juga mengaku tidak pernah mengajak orang lain untuk ikut ke ajaran salafi. Tapi, saat itu terjadinya pengrusakan itu, ia ditanya, maka dijawablah "kalau ingin lebih tahu silahkan nonton di TV Rodja, TV satu dan lainnya". Ia mengaku juga ngaji disana. Apalagi, yang buka pengajian itu pernah kesini.

Dalam keputusan, apakah disuruh keluar atau tidak dari Teratak, ia jawab tidak akan keluar dari Teratak. “Saya akan memperbaiki diri. Dan saya tidak akan keluar dari Teratak,” katanya.

Begitu juga Junaidi, ia selama ini hanya ingin belajar dan mencari ilmu tentang agama. Karena, selama ini ia rasa ilmu yang dimiliki tentang agama islam masih sedikit. Dan ia juga mengaku tidak pernah mengajak orang untuk ikut. “Saya juga akan tinggal di Teratak,” ujarnya.

Sedangkan, Marzuki dan Sunan Giri akan keluar dari Teratak. Karena mereka tidak mau keluar dari ajaran Salafi. “Kalau saya akan keluar dari kampong. Tapi, saya minta untuk diberikan waktu hanya beberapa hari untuk mengurus semua keperluan yang ada,” tandas mereka saat dilakukan mediasi di Musholla Polres Loteng. |dk


sumber sasambonews/foto proses mediasi warga (radarlombok)

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News