Top News :
Home » » HTI Silaturahim ke Kediaman Gus Mus

HTI Silaturahim ke Kediaman Gus Mus

Posted on Thursday, 11 June 2015 | garis 15:51

Muslimedianews.com ~ Melalui akun twitternya, Juru Bicara (Jubir) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto mengupload sebuah foto dirinya bersama dengan orang HTI lainnya saat berkunjung ke kediaman KH. Ahmad Mustofa Bisri, alias Gus Mus.

Dalam kunjungannya, Ismail Yusanto mengaku disambut hangat oleh Gus Mus.

"Silturahim kpd al mukarrah kyai Mustafa Bisri di kediamannya di Rembang. Disambut hangat dg dialog yg sgt konstruktif", twit Ismail Yusanto (11/6)


"Dialog menyambung rasa dan pikiran, menyibak tabir psikologis, sosiologis dan ideologis. Ujud ukhuwah islamiyah nyata ", lanjutnya.

Nampak dalam foto itu, Ismail Yusanto ditemani oleh  Ketua DPP HTI Rahmat S Labib dan orang HTI yang lain.

Hizb ut Tahrir merupakan kelompok daripada umat Islam yang berupaya mengganti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sah secara syariat dalam pandangan Nahdlatul Ulama (NU) dengan sistem Khilafah yang selalu digambar-gembor oleh HTI.

Dalam pandangan Gus Mus sendiri, sistem khilafah atau khilafah Islamiyyah itu tidak memiliki dasar.

"Menurut Islam, sistem khilafah atau khilafah Islamiyyah itu tidak memiliki dasar. Yang ada khilafah Rosyidah terjadi sesudah Nabi Muhammad. Ada kholifah Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khotthob, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib atau yang dikenal Khulafaur Rosyidin. Setelah itu ada khilafah Umamiyyah, dinasti umayyah. Setelah itu dinasti umayyah Mojopahit, Brawijaya 1 brawijaya 2, Mataram. Habis itu dinasti Abasiyyah. Jadi Khilafah itu, khilafah Rosidah, khilfah Umamiyyah, khilafah Abaiyyah, khilafah Usmaniyyah.

Sekarang khilafah mana yang dikehendaki pengajak khilafah itu? Pemerintahan itu kalau adil ya Islami. Di Abbasyah (sekarang Etiopia), jaman Nabi Muhammad, kepala negaranya seorang nasrani tapi walaupun demikian oleh Nabi Muhammad dihormati. Para shahabat nabi yang hijrah disana juga mendapat perlindungan"
. Demikian sebagaimana pernah dijelaskan oleh Gus Mus saat ditanya pendapatnya mengenai isu Khilafah yang marak, dalam sebuah wawancara oleh Al Kautsar Jum’at 8 Muharrom 1431 H/ 25 Desember 2010 M lalu.

Ketika ditanya, bahwa nampaknya konsep khilafah itu kian mendapat sambutan dari masyarakat terutama anak muda?. Gus Mus menanggapi bahwa : "Karakter manusia itu memang suka terhadap hal yang baru, sementara yang lama dan sudah mapan dilihatnya biasa-biasa saja. Misalnya saja NU dan Muhammadiyah. Karena merasa sudah mapan NU dan Muhammadiyah sekarang ini tinggal ngantuknya saja. Munculnya gerakan baru (pengajak khilafah) lalu dilihat sebagai sesuatu yang baru. Apalagi gerakan itu banyak menawarkan kegiatan. Inilah yang memikat anak-anak muda tanpa melihat isinya benar atau salah.

Menyikapi fenomena ini tentu kita harus kembali ke basic kita sendiri. Menawarkan banyak kegiatan untuk menyalurkan semangat anak muda. Sebab anak muda itu cenderung bergerak dinamis, tak bisa diam."


Gus Mus, dikenal sebagai kiai atau sosok ulama yang bisa bergaul lintas dimensi dan sangat mengerti bagaimana menghormati tamu yang hadir kekediamannya sekalipun terhadap pihak yang berbeda. Hal itu dibuktikan oleh pengakuan Ismail Yusanto yang mengatakan dirinya beserta rombongannya disambut dengan hangat oleh Gus Mus.
red. Ibnu L' Rabassa

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News