Top News :
Home » » Ini Dampak Orang Yang Tidak Puasa Ramadlan

Ini Dampak Orang Yang Tidak Puasa Ramadlan

Posted on Thursday, 11 June 2015 | garis 15:30

Muslimedianews.com ~ Hukum orang yang meninggalkan puasa Ramadhan, seperti hukum orang yang meninggalkan shalat. Jika dia meninggalkan karena mengingkari hukumnya yang wajib, maka dia dihukumi kafir. Demikian pula dengan rukun Islam yang lain (zakat, haji, dan sebagainya).

Jika meninggalkan puasa karena malas dan menganggap remeh, sebagian ulama tidak menghukuminya kafir, namun dianggap tidak lengkap Islamnya, karena Rasulullah saw mengibaratkan Islam seperti bangunan yang dibangun di atas lima penyangga. Jika lengkap kelima penyangga tersebut, bangunan akan kokoh. Jika kurang lengkap, bangunan akan mudah roboh. Rasulullah saw bersabda:

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَة أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَام الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ البَيْتِ لِمَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً .متفق عليه
“Islam dibangun di atas lima penyangga: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke baitullah bagi yang mampu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika seseorang meninggalkan puasa, hakim atau pemerintah wajib memerintahkannya untuk bertaubat dan memberinya sanksi. Jika tidak mau bertaubat, dalam hukum Islam, orang tersebut dipenjara dan tidak diberi makan dan minum sampai terbenamnya matahari (Maghrib). Orang tersebut tidak dihukumi kafir, namun dikhawatirkan akhir hayatnya mati dalam keadaaan su-ul khatimah (akhir kehidupan yang jelek). Na’udzubillah…

Rasulullah saw bersabda:

بَيْنا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعيَّ فَأَتَيَا بِي جَبَلاً وَعِراً، فَقَالاَ: اصْعدْ. فَقَلْتُ: إِنِّي لاَ أُطِيْقُهُ. فَقَالاَ: إِنَّا سَنُسهِلُهُ لَكَ. فَصَعِدْتُ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الجَبَلِ إِذَا بِأَصْوَاتٍ شَدِيْدَةٍ، قُلْتُ: مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ؟ قَالُوْا: هَذَا عوَاءُ أَهْلِ النَّارِ. ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِيْنَ بِعَرَاقِيْبِهِمْ، مُشَقَّقَةً أَشْدَاقِهِمْ، تُسِيْلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا، قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قاَلَ: هَؤُلاَءِ الَّذِيْنَ يُفْطِرُوْنَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ. رواه ابن خزيمة
“Ketika tidur, aku bermimpi didatangi dua orang membawa pundakku. Keduanya membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, Naiklah! Aku menjawab, “Aku tidak mampu.” Keduanya mengatakan, “Kami akan membantu memudahkanmu.” Maka aku mendaki, ketika sampai di puncak gunung, tiba-tiba terdengar suara melengking keras. Aku bertanya: “Suara apa itu? Mereka menjawab, “Itu adalah suara penghuni neraka.” Kemudian dia berangkat lagi membawaku, ternyata aku dapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, mulutnya pecah dan mengeluarkan darah. Saya bertanya, ”Siapa mereka?” Dia berkata, “Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum dibolehkan (waktunya) berbuka puasa.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Hadits tersebut menjelaskan tentang akibat yang akan diterima oleh orang yang – sebenarnya – semula dia berpuasa, namun tanpa alasan yang dibenarkan syariat (‘udzur syar’i), dia membatalkan puasanya (Jawa: mokel). Orang yang semula berpuasa seperti itu saja akan mendapatkan siksa perih kelak, lalu bagaimana yang sejak semula memang tidak berpuasa?

Oleh Ustadz Faris Khoirul Anam

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News