Top News :
Home » » Islam sebagai Penuntun Menuju Peradaban Sebenarnya

Islam sebagai Penuntun Menuju Peradaban Sebenarnya

Posted on Monday, 8 June 2015 | garis 19:00

Muslimedianews.com ~ Dalam bahasa Inggris, istilah civilizations paling meluas digunakan bagi merujuk kepada istilah peradaban atau tamadun. Perkataan civilize merujuk kepada memperbaiki tingkah laku yang kasar atau kurang sopan, menjinakkan (to tame) dan menyelaraskan mengikut keperluan masyarakat. Ringkasnya civilized bolehlah dikatakan sebagai keluar daripada kehidupan primitif atau barbarian kepada kehidupan yang mempunyai kehalusan akal budi dan kesopanan.[1]
 
Sedangkan dalam bahasa Arab, beberapa istilah sering dipakai untuk menjelaskan konsep tamadun. Beberapa istilah seperti madaniah, hadarah dan tamaddana. Perkataan peradaban lahir daripada perkataan maddana yang mempunyai dua pengertian, yaitu merujuk kepada perbuatan membuka bandar atau kota, serta perbuatan memperhalus budi pekerti. Daripada maddana muncul perkataan maddani yang membawa pembangunan perbandaran serta kehalusan budi pekerti yang terpuji.[2]  Hadarah pula dikaitkan dengan keadaan kehidupan yang berada pada tahap maju. Lawannya ialah badawah yang berarti mundur. Daripada arti perkataan hadarah ini dapat difahamkan bahwa apa yang kita namakan tamadun itu adalah berasal daripada bandar.[3] Bandar merupakan tempat-tempat melahirkan sebuah kemajuan Ilmu-llmu pengetahuan, perdagangan dan lain-lain dan menjadi kiblat kemajuan perkembangan dunia serta didukung oleh manusia-manusia yang bermoral dan beradab. Bandar bisa disebut juga kota-kota besar yang mengalami kemjauan IPTEK dan peningkatan tamaddun. Hal itu terjadi karena adanya penemuan dari pemikir-pemikir Islam dalam mengembangkan wacana-wacana keilmuannya. Kota-kota bisa menjadi besar tidak bisa lepas dari manusia-manusia memiliki akhlaq yang mulia. 
Peradaban merupakan suatu yang perlu untuk dicapai karena hal itu penting. Karena zaman bisa dikatakan mengalami peradaban apabila adanya sebuah kemajuan wacana-wacana Ilmu pengetahuan dan orang-orangnya memiliki moralitas yang kuat sebagai manusia yang beradab. Peradaban juga akan memberikan dampak pada manusia dari zaman jahiliyah atau kegelapan untuk menuju zaman yang terang-benderang. Peradaban Islam banyak menorehkan kemajuan perkembangan yang sangat luar biasa baik wacana keilmuan maupun ilmu pengetahuan secara umum. Banyak orang-orang Islam yang melahirkan tokoh-tokoh pemikir Islam yang membawa kemajuan diberbagai aspek bidang kehidupan sehingga banyak negara-negara barat mengapresiasi perkembangan peradaban Islam yang dimana kota-kota besar negara Islam mengalami kemjuan yang sangat pesat.
Sebuah zaman bisa mengalami peradaban apabila para manusia itu bisa sukses di dunia dan akherat. Sukses di dunia bisa juga disebut sebagai sebuah kesuksesan peradaban. Islam sebenarnya sudah ada sejak zaman kenabian Nabi Ibrahim AS walaupun dalam zaman itu belum bisa disebut Islam tetapi sudah mengarahkan pada keyakinan untuk bertauhid kepada Allah SWT. Semasa Nabi Ibrahim AS, Musa AS sampai Isa AS untuk mendakwahkan ketauhidan kepada manusia-manusia banyak membutuhkan berapa puluh tahun, ratusan tahun bahkan sampai ribuan tahun. Walaupun sudah mendakwahkan sampai selama itu pada kenyataan pengikut para nabi tersebut hanya sedikit yang mau bertauhid kepada Allah SWT. Kalau Nabi Muhammad SAW dalam mendakwahkan Islam hanya membutuhkan waktu 23 tahun untuk  mengislamkan orang-orang mekkah, madinah dan bahkan diberbagai jazirah Arab. 
Nabi Muhammad SAW ternyata memiliki obsesi besar dalam mendakwahkan Islam agar Islam sebagai peradaban dunia sebagaimana Islam merupakan rahmatan lilalamin bagi seluruh alam semesta. Nabi Muhammad SAW dalam mendakwahkan ketauhidannya hanya sampai berumur 63 tahun setelah itu baru meninggal sedangkan Nabi-nabi sebelumnya memiliki umur yang lebih panjang dibanding Rasulluah membutuhkan ratusan tahun untuk menyebarkan ketauhidannya kepada manusia. Rasulullah SAW baru menjadi Rasul ketika umur 40 tahun dan hanya dalam 23 tahun Rasul sukses menyebarkan Islam di jazirah arab dan menjadikan kota Madinah sebagai pusat peradaban Islam di dunia. 
Nabi Muhammad SAW memulai hijrahnya dari kota Mekkah menuju ke kota Yatsrib yang dimana kotanya sangat mengalami kemunduran dan kerusakan dan kota Madinah masih banyak terjadi peperangan suku-suku di kota Arab. Rasullullah mampu menjadikan kota Yatsrib dengan merubah namanya menjadi kota Madinah yang berarti kota besar atau Munawwarah (yang Dicahayai). Akhirnya kota Madinah menjadi pusat kota peradaban Islam dimana wacana-wacana keilmuan berkembang dan segala sistem aspek bidang kehidupan menjadi semakin maju. 
 Ada tiga hal yang merupakan prestasi Nabi Muhammad SAW dibandingkan Nabi-nabi sebelumnya dan perlu kita pelajari diantaranya : Yang pertama, Rasullullah dalam menjalankan dakwah melakukan hijrah dari kota Mekkah dimana di kota tersebut sudah tidak bisa menjadi kota aman bagi Rasul ke kota Yatsrib dan Rasullullah SAW merubah namanya menjadi kota Madinah. Yang kedua, Rasullullah Mampu membangun sistem pemerintahan dan sistem berbagai aspek bidang lain dengan baik sehingga mampu menjaga kerukunan dengan orang nasrani, yahudi dan suku-suku yang sebelumnya sering melakukan perang dan saat itu Rasulullah SAW menerapkan piagam Madinah (pasal 47/622 M) (Membangun Spiritual-based Civil Society). Yang ketiga, Rasullullah SAW mampu membangun masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang bermoral dimana memulai dakwahnya dari keluarga, sahabat dan seluruh kota Mekkah bahkan sampai kota Madinah dan pada saat zaman Rasul kota Madinah menjadi pusatnya beradaban Islam (Membangun Moral-based Civil Society).     
Ada beberapa hal yang menjadi Indikator Keberhasilan sebuah peradaban. Yang pertama, adanya penguasaan terhadap kemajuan wacana-wacana Keilmuan dalam berbagai aspek bidang kehidupan. Yang kedua, Melakukan sistem pemerintahan yang baik sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW yang bijaksana sehingga mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya. Yang Ketiga, Menanamkan nilai-nilai moral Islam atau kearifan Islam yang kuat karena peradaban tidak lepas dari orang-orang yang memiki akhlaq mulia dan itu menjadi indikator penting dalam sebuah peradaban yang sebenarnya.  Karena apabila masyarakat memiliki akhlaq buruk (Jahiliyah) maka hal itu terjadi tidak akan mengalami sebuah peradaban yang besar. Sungguh begitu luar biasanya perjuangan Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam demi tegak agama Allah di muka bumi. Maka sebagai umat Islam, kita harus bersyukur karena kita beragama Islam dan jadikan Rasulullah SAW untuk bisa menjadi suri tauladan buat kita semua sehingga mampu menjadi inspirasi kita dalam memperjuangkan Islam sebagaimana sifat kebijaksanaan Rasulullah SAW  dalam memimpin umat Islamnya.
Penulis : Yoga Pradito Wibiyantoro
Anggota HMI Sukoharjo, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta



[1] Oxford Latin Dictionary. 1983. New York: Oxford University Press,. Lihat juga Mahdi Shuid, 2000. “Terminologi Peradaban: Sukar Didefinisikan Mudah Diperjelaskan” dalam Wacana Dialog Peradaban, Jilid 1. Puchong: MHF Publication, , hlm. 2.
[2] Chandra Muzaffar et.al, 2001.  “Pengenalan Ilmu Ketamadunan” dalam Tamadun Islam dan Tamadun Asia, Kuala Lumpur: Penerbit Universiti Malaya, hlm.3
[3] Marzuki Hj. Mahmood, “Konsep Tamadun Dari Pelbagai Perspektif” dalam Abdul Rauh Yaacob, 1994. Lembaran Sejarah dan Tamadun Islam, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka,  hlm.47-49


Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News