Top News :
Home » » Mengapa Anak Anda terpengaruh Wahhabi ? #AyoMondok

Mengapa Anak Anda terpengaruh Wahhabi ? #AyoMondok

Posted on Sunday, 7 June 2015 | garis 12:20

Muslimedianews.com ~ Orang tua selalu mendambakan memiliki putra-putri yang shalih dan shalihah, memiliki pendidikan yang baik, serta kehidupan yang baik. Dalam upaya untuk mewujudkan hal itu, orang tua berupaya menyekolahkan anaknya, hingga ke jenjang universitas atau dunia kampus.

Tetapi tidak sedikit orang tua yang lalai dalam urusan pendidikan agama putra-putri mereka, dimana pendidikan umum lebih mereka utamakan dibandingkan pendidikan agama. Keduanya berjalan secara tidak seimbang.

Disisi lain, semangat keberislaman kadang tumbuh dikalangan remaja sekolah. Namun semangat keberislaman ini tidak didukung basic pengetahuan yang baik dan orang yang bisa menuntun kepada pemahaman agama secara benar. Di sekolah pun, anak-anak semisal tingkat SMA, hanya memiliki sedikit jam pelajaran agama, dalam seminggu setidaknya hanya ada 1 sampai 2 jam pelajaran agama.

Sehingga satu-satunya sarana yang akan siswa-siswi manfaatkan adalah belajar dan mencari hal-hal yang berkaitan dengan agama di internet, disamping buku-buku keislaman.

Apalagi dimasa kini, internet bukan hanya dapat di ekses melalui komputer atau laptop, tetapi internet sudah ada digengaman dan saku masing-masing para pelajar.

Mengenal "Islam" di Internet
Internet melalui situs-situs yang ada didalamnya menyajikan semua jenis informasi, termasuk informasi yang terkait dengan keislaman dengan segala macam perbedaannya.

Diawal-awal kehebohan dunia internet, artikel-artikel keislaman memang didominasi oleh artikel kalangan Wahhabi yang lebih dahulu menguasai internet. Pada awalnya, sulit sekali menemukan artikel yang disajikan oleh kalangan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah).

Tetapi dalam perkembangannya, dunia internet mulai diwarnai dengan penulis-penulis Aswaja, sehingga terjadi benturan, saling menanggapi didunia online, antara Aswaja dan Wahhabi. Tetapi situs-situs Wahhabi yang sudah mendominasi terlebih dahulu dan jumlahnya tidak sedikit, menjadi situs yang lebih populer diinternet, khususnya di mesin pencarian Google, bahkan hingga saat ini.

Ingin Belajar Islam
Para pelajar yang ingin belajar islam memanfaatkan pula internet melalui search engine Google. Ketika mereka mencari materi keislaman, yang mereka dapati adalah situs-situs Wahhabi yang rata-rata berada di halaman pertama Google. Mereka lalu membuka, membaca maka jadilah apa yang mereka baca sebagai pemahaman awal bagi mereka, karena ketiadaan filter dalam dalam diri mereka.

Pemahaman awal yang mereka peroleh, biasanya akan terus mereka pegang, hingga ada informasi pembanding yang mereka dapati. Informasi pembanding belum tentu bisa mengubah pemahaman awal mereka, apalagi bila pemahaman awal itu sudah mengkristal dalam benak mereka.

Para pelajar yang masih polos "keislaman"-nya menyangka bahwa pemahaman Islam hanya satu, pokoknya semua Islam sama. Mereka belum mengetahui berbagai perbedaan yang ada. Disisi lain, apa yang mereka sudah baca pertama kali telah menjadi pemahaman mereka dan menyangka hanya itu satu-satunya yang benar, sedangkan yang lain salah.

Tugas Dari Guru Agama di Sekolah
Sebagai pelajar, tugas atau Pekerjaan Rumah (PR) kadang diberikan oleh guru mereka, seperti tugas presentasi, membuat makalah dan sebagainya. Lalu dari mana pelajar mendapatkan bahan materi?, ya, lagi-lagi internet menjadi pilihan utama, cepat dan mudah.

Dan lagi-lagi mereka akan menjumpai tulisan-tulisan kalangan Wahhabi yang berada di halaman pertama Google, tanpa mengetahui dan bisa membandingkan dengan tulisan-tulisan kalangan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah).

Dengan cepat, mereka akan menyusun makalah atau membuat presentasi dengan bahan yang mereka dapati di internet tanpa adanya filter tersebut.

Maka, jangan lah heran mengapa putra-putri anda cenderung Wahhabi, menyesatkan amaliyah orang tua, bahkan tidak jarang sampai ada yang mengkafirkan kedua orang tuanya. Hal itu karena mereka mendapatkan informasi keislaman dari sumber yang salah. Apalagi bila di dunia sekolah telah dimasuki oleh kalangan radikal. Biasanya masuk melalui ektrakurikuler keislaman seperti Rohani Islam (Rohis) atau lembaga dakwah sekolah (LDS) yang ada di sekolah.

Didunia Kampus
Tidak berbeda dengan dunia sekolah, hal yang sama juga dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi yang tidak memiliki basic keislaman. Misalnya, ketika mendapati tugas dari dosen, maka internet juga menjadi pilihan utama agar tugas cepat selesai.

Maka dari itu, penting bagi para orang tua untuk memperhatikan pemahaman keislaman putra-putrinya dengan memasukkan mereka ke tempat-tempat yang mengajarkan Islam secara komperhensif.

Oleh : Ibnu Manshur #AyoMondok

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News