Top News :
Home » » NU sebagai Perekat Agama dan Bangsa

NU sebagai Perekat Agama dan Bangsa

Posted on Friday, 5 June 2015 | garis 12:00

Muslimedianews.com ~ (1) Risalah Islam hadir di tengah dunia yg sdg galau, utk menciptkn keseimbangn hidup di dunia & akherat.

(2) Islam berusaha mngembalikan kehidupan yg tawazun (seimbang) & harmoni antara jasmani & rohani, tidak ada yg diterlantarkan

(3) Keduanya dijalankan scr serentak sbg wujud dr kehidupn yg normal, suatu taraf kehidupn yg sempurna

(4) sbgaimana firman Allah: "Dan raihlah apa yg dianugerahkn Allah kpdmu utk kbahagiaan akhirat, ttp jgn melupakn kebajikn duniawi

(5) ....dan berbuatlah baik seperti Allah telah berbuat baik kepadamu." (QS. Al-Qashash:77)

(6) Jalan itu yg dicontohkn Rasulullah SAW & pr khalifahnya; mmbangun masyarakat yg beriman & brtakwa kpd Allah, damai & sejahtera

(7) Selain tauhid, Islam jg mengajarkn norma2, etika sosial sbg refleksi dr masyarakat beriman sbg dsr mewujudkn masy sejahtera

(8) Kondisi ideal tsb terwujud hingga akhir pemerintahan Khulafaur Rosyidin dan berubah sejak muncul Bani Umaiyyah.

(9) yg merubah sistem khilafah yg dipilih scr terbuka menjdi sistem mamlakah (kerajaan) yg diwariskan turun-temurun.

(10) Saat itu kehidupan sdh cenderung pd kemegahan duniawi, sehingga kehilangan sifat tawazunnya.

(11) Saat itu pula umat terpecah ke berbagai firqah (partai) spt: Khawarij, Qadariyah, Jabariyah, Murjiah, Syiah dsb.

(12) Mereka menerjemahkn Islam sesuai dgn pandangan & kepentingannya masing2 shgg muncul aliran yg radikal, moderat serta liberal

(13) Ahlussunnah wal jama'ah (aswaja) muncul sbg langkah penyelamatan umat dr ekstremisme yg tlh menggoncang sendi2 kehidupan.

(14) Aswaja tampil dgn mengembalikan ajaran Islam yg tawassuth & tawazun (moderat & seimbang).

(15) Para ulama terkemuka seperti Imam Hasan Basri, Sufyan Tsauri dsb sbg peletak dasar ajaran ini.

(16) Munculnya Imam Abu Hasan al-Asyari memberikan warna khusus bagi gerakan aswaja selanjutnya

(18) Dlm mnghadapi bbg aliran pemikiran saat itu, Aswaja berpendirian tegas bahwa Qur'an-Hadis mrpkn sumber utama Islam, plus akal

(19) itu sesuai dgn prinsip "al aqlu fi khidmatin nash, al Qur'an was Sunnah" (akal dipsembahkn utk mmahami nash; Qur'an-Hadis)

(20) Kedudukan Al Qur'an sangat terhormat, begitu pula kedudukan akal. Akal adalah cahaya (al aqlu nur)

(21) sementara al-Qur'an adalah cahaya di atas segala cahaya (nurun alan nur) sbg penerang & petunjuk yg benar & pasti.

(22) memahami nash al-Qur'an dan Sunnah tidaklah sederhana, krn keduanya seringkali memberikn perintah scr mujmal (garis besar) sj

(23) seperti perintah aqimish shalah (kerjakan sholat), baik di Qur'an-Hadis tdk menyebutkn scr rinci sarat rukun & tata caranya

(24) Maka para ulama mujtahidlah yg merumuskn scr detail berdasarkan al Qur'an-Hadis & sejarah yg itu disebut fiqih.

(25) Karenanya orang perlu bermadzhab krn tdk mungkin berijtihad sendiri dlm memahami ayat & sejarah dr jaman ke jaman scr detail

(26) Dalam madzhab Syafi'i muncul tokoh ulama bernama Rabi' bin Sulaiman al Muradi yg menuliskan ar Risalah Imam Syafi'i.

(27) kitab itulah yang menjelaskan prinsip2 serta hirarki dalam penetapan hukum Islam.

(28) Pertama, adanya bayan Ilahi yaitu al Qur'an yg di dalamnya terdapat ayat yg muhkamat dan mutasyabihat.

(29) Ada ayat yg bersifat muthlaq ada jg muqayyad. Ada yg bermakna khas dan 'aam.

(30) Kedua, bayan nabawi yaitu Hadis yg di dalamnya ada hadis yg mutawatir, masyhur, aziz dan ahad.

(31) Semuanya menjadi sumber dengan kualifikasi yang berbeda-beda.

(32) Ketiga, bayan aqli yaitu argumen rasional; terdapat ijma (kesepakatan kolektif) dan qiyas (pandangan personal)

(33) Di situlah terlihat adanya tawazun atau keseimbangan antar dimensi uluhiyah, ukhrawiyah dan dimensi insaniyah, duniawiyah.

(34) Ketika Khalifah Mu'awiyah yg otoriter mengubah sistem khilafah menjadi mamlakah, sikap pr ulama pd saat itu berbeda pendapat.

(35) Hasan Basri walaupun mengecam Mu'awiyah ttp tdk melawan. Sementara Said bin Jubair selain mengkritik jg mengangkat senjata.

(36) Hasan Basri menolak jalan kekerasan & memilih jalan damai, dan itu sebuah pilihan yang sangat tepat demi berkembangnya Islam

(37) Sementara perjuangan Said bin Jubair dalam waktu singkat bisa dipatahkan.

(38) Sedangkan Hasan Basri mampu menjadi tokoh ulama sentral dalam perkembangn ajaran Islam. Islam bs berkembang dg jalan damai.

(39) Hasan Basri menjadi toloh rujukan utama pemikiran Islam bagi ulama baik Sunni, Mu'tazlah, Syi'ah maupun kaum sufi.

(40) Dari situlah peradaban Islam berkembang hingga sekarang.

(41) NU mengembangkan agama berdasarkan al Qur'an, Sunnah dan akal secara proporsional.

(42) NU dalam fiqih bermadzhab kpd Imam Syafi'i, teologi pada Al-Asy'ari dan spiritual pada Imam al Ghazali & Junaidi al Baghdadi.

(43) itulah yang disebut sebagai ajaran Ahlus sunnah wal jama'ah (aswaja).

(44) sebagai organisasi yg berwatak jamaah, NU selalu bersama masyarakat dan membela aspirasi mereka.

(45) NU jg membangun etika sosial, menjaga persatuan umat dan bangsa. Inilah wujud NU sbg organisasi Aswaja an-Nahdliyah

(46) Dengan posisi tersebut para ulama menegaskan bawa: nahnu ashabul haqq, haqquddini wal haqqul ijtima'i

(47) (kami adalah kelompok yang benar; benar dalam beragama dan benar dalam bermasyarakat/berbangsa).

(48) Dalam mengembangkan Islam, para ulama NU mengikuti Sunnah Nabi dan metode para wali "al amnu qoblal iman"

(49) (menciptakan keharmonisan sebelum mengajarkan keimanan) serta prinsp "al mua'asyaratu qablal aqidah"

(50) (pergaulan dan komunikasi sebelum memperkenalkan akidah). Dengan demikian Islam diperkenalkan secara damai dan beradab.

(51) Sekarang, Indonesia perlu dikembangkan dgn cara ini pula agar bisa tenteram dan selamat. #KangSaid

(52) Karena cita2 NU & para ulama adalah menciptakn Indonesia yg rukun, bersatu & damai. Semuanya diilhami oleh ajaran Aswaja. #KangSaid

Oleh: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. Ketua Umum PBNU.
Di Twit oleh chirpstory.com/li/268048 / foto : nurulhayat.org

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News