Top News :
Home » » Penggunaan Langgam Nusantara Menurut Para Ahli al-Quran

Penggunaan Langgam Nusantara Menurut Para Ahli al-Quran

Posted on Tuesday, 2 June 2015 | garis 01:21

Muslimedianews.com ~ Fenomena bacaan al-Qur'an menggunakan langgam Nusantara, khususnya langgam Jawa, menimbulkan banyak perdebatan, termasuk di kalangan awam sekali pun.

Dengan keterbatasan referensi, dibumbui dengan ego pemahaman dan organisasi masing masing, sebagian masyarakat sudah mengambil keyakinan dan prinsip bahwa membaca al-Qur'an dengan langgam daerah masing masing tidak diperbolehkan. Namun, sebagian lagi mengatakan bahwa hal tersebut sah selama kaidah-kaidah dalam membaca al-Qur'an digunakan dengan benar.

H. Sholehuddin, salah satu qori terbaik di Pringsewu, Lampung, mengatakan bahwa diperbolehkan membaca al-Qur'an menggunakan langgam daerah tertentu. Boleh di sini dengan syarat kaidah membaca al-Qur'an seperti tajwid,  fashohah, dan lainnya tetap dipakai agar tidak mengubah makna al-Qur'an.

Juara MTQ tingkat Provinsi Lampung ini mengajak masyarakat untuk tidak berpikir sempit dalam menyikapi fenomena ini. "Niati membaca al-Qur'an untuk beribadah ikhlas karena Allah SWT," ujar pria yang langganan jadi dewan juri MTQ tingkat Provinsi tersebut.

Ustadz Jumangin,  Ketua Jam'iyyatul Qurra wal Huffadh (JQH) NU Kabupaten Pringsewu, mengatakan bahwa membaca al-Qur'an dengan menggunakan langgam merupakan bentuk kekayaan khasanah budaya.

Menurutnya, membaca al-Qur'an dengan menggunakan lantunan lagu akan lebih dapat diresapi. Dan ketika al-Qur'an dibaca dengan lagu yang sesuai dengan seni budaya seseorang, tentunya akan lebih menjadi daya tarik sehingga al-Qur'an akan dapat lebih membumi di seluruh budaya.

Ustad Munawir, Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU Provinsi Lampung menyatakan, fenomena langgam Nusantara memang baru mencuat setelah Peringatan Isra Miraj di Istana Merdeka Jakarta menampilkan model bacaan Langgam tersebut.

Menurutnya sebuah kewajaran bila terjadi perbedaan pendapat. Hal ini karena masyarakat belum terbiasa mendengarnya. Selama tidak memiliki niatan untuk merendahkan keagungan AlQuran,  menurutnya hal ini sah sah saja. Dan yang lebih penting adalah tidak mengubah makna dari ayat ayat alquran ketika di baca menggunakan langgam Nusantara. (Muhammad Faizin/Mahbib)

sumber nu.or.id

Share this post
:
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Konten boleh dicopy dan disebarkan untuk dakwah | Cantumkan www.muslimedianews.com
Copyright © 2013-2014. Muslimedia News - Media Islam | Voice of Muslim - All Rights Reserved
RSS | Sitemap | MMN dan Redaksi | Disclaimer | Contact | Iklan
Support IT : MK | JT | MT and IT Muslimedia News